<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083</id><updated>2012-02-09T22:41:37.030+07:00</updated><category term='Tarih'/><category term='Syair untuk Kekasih'/><category term='Khasiat Sholawat'/><category term='Buku'/><category term='Hasil Munadloroh'/><category term='Bahsul Masail'/><category term='Sholawat'/><category term='Mutiara Akhlaq Rasulullah SAW'/><category term='Keteladanan'/><category term='artikel'/><category term='Berkah'/><category term='Maulid'/><title type='text'>SHOLAWAT</title><subtitle type='html'>Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman ber-sholawat-lah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Q.33 Al-Ahzab :56)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>132</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-4839551130403726777</id><published>2012-02-07T18:14:00.001+07:00</published><updated>2012-02-07T19:34:58.780+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarih'/><title type='text'>Maskawin Pernikahan Adam dan Hawa</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Sebagaimana dikisahkan dalam Al-Quran, Hadits atau Literatur, manusia pertama yang hidup di surga adalah Adam. Tentu saja semua kenikmatan diberikan kepada beliau di dalamnya agar dia betah. Digambarkan, sungguh surga adalah tempat yang amat indah dan permai, menjadi idaman setiap insan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Demikian menurut riwayat, ketika Allah SWT selesai mencipta Alam semesta dan makhluk-makhluk lainnya, maka kemudian diciptakan-Nya&amp;#160; Adam Alaihissalam sebagai manusia pertama. Hamba yang dimuliakan ini kemudian ditempatkan Allah SWT di dalam surga (Jannah).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mula-mula Adam hidup sebatang kara, tanpa&amp;#160; seorang kawan pun. Dia berjalan ke kiri dan ke kanan, menghadap ke langit-langit yang tinggi, ke bumi yang terhampar jauh di seberang, maka tidak ada sesuatu yang dilihatnya dari makhluk sejenisnya kecuali burung-burung yang berterbangan ke sana dan kemari, sambil berkejar-kejaran di angkasa bebas, bernyanyi-nyanyi, bersiul-siul, seolah-olah memamerkan kemesraan mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Adam terpikat melihatnya. Tetapi sungguh malang, siapakah kawan yang hendak diajak berdiskusi. Dia merasa kesepian di surga. Bagai orang kebingungan tanpa pasangan yang akan diajak bermesraan, sebagaimana burung-burung yang dilihatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tiada pekerjaan yang dilakukan adam sehari-hari kecuali bermalas-malasan, bersantai berangin-angin di dalam taman surga yang permai, yang ditumbuhi oleh bermacam-macam bunga semerbak nan wangi, yang di bawahnya mengalir anak-anak sungai bercabang-cabang, yang disiram airnya&amp;#160; membuat pesona bagi yang melihatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apalah arti semua itu kalau hati selalu gundah , gelisah,&amp;#160; di dalam kesepian seorang diri? Itulah satu-satunya kekurangan yang dirasakan adam di dalam surga. Dia perlu seorang kawan pendamping&amp;#160; di dalam menikmati hari-hari indah di dalam surgai. Kadang kala kalau rindunya datang, turunlah dia ke bawah pohon-pohon rindang mencari hiburan, mendengarkan burung-burung bernyanyi bersahut-sahutan. Bukanya ketentraman batin yang didapat, malah menjadi lebih sedih. Keharuan yang begitu mendalam dirasakannya sebagai derita batin di balik kenikmatan yang dianugerahkan Allah SWT kepadanya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Meski suasana membosankan itu dirasakan, tetapi Adam AS sungkan mengadukan problemnya kepada Allah SWT. Namun, Allah Maha Tahu tentang perasaan yang dipendam makhluknya. Oleh karena itu Allah Ta’ala ingin menghilangkan rasa kesepian Adam. Tapi rencana itu dilakukan dengan rahasia dan diam-diam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Suatu hari, adam tengah duduk melamun di permadani yang mewah. Angin semilir tak henti menerpanya. Sampai-sampai rasa kantuk menyerangnya. Adam pun tertidur nyenyak. Pada saat itu Allah mulai bekerja. Sebuah informasi dikirimkan kepada malaikat Jibril AS. Diam-diam Jibril diperintahkan mencabut tulang rusuk Adam dari lambung sebelah kiri. Bagai orang yang sedang terbius adam tidak merasakan apa-apa.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan tulang rusuk itu Allah menciptakan sosok Hawa. Kun Faya Kuun! Dalam sekejap Hawa telah berdiri di hadapan Allah dan Jibril. Kemudian Hawa duduk bersandar pada bantal lembut di atas tempat duduk megah yang bertahtakan emas dan permata mutu manikam. Lalu, Hawa terpesona melihat kecerahan wajah dari seorang lelaki yang sedang terbaring, tak jauh di depannya. Benih-benih asmara yang menggelombang di dalam sanubari hawa seolah-olah merupakan arus-arus tenaga listrik yang datang mengetuk kalbu Adam AS, yang langsung menerimanya sebagai mimpi yang berkesan di dalam gambaran jiwanya seketika itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Adam tiba-tiba terjaga. Alangkah terkejutnya dia ketika dilihatnya ada makhluk manusia seperti dirinya, hanya beberapa langkah di hadapannya. Dia seolah tak percaya pada penglihatannya. Dia masih terbaring mengusap matanya beberapa kali untuk memastikan apa yang sedang dilihatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tak kalah terkejutnya adalah hawa. Sebagai makhluk yang diciptakan lengkap dengan perasaan malu, ia segera memutar badannya sekedar menyembunyikan bukit-bukit di dadanya, seraya mengirimkan senyum manis bercampur manja, diiringi pandangan melirik dari sudut mata yang memberikan sinar harapan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Memang, Hawa diciptakan dengan bentuk dan paras rupa yang sempurna. Dia dihiasi dengan kecantikan, kemanisan , keindahan, kejelitaan , kehalusan, kelembutan, kasih-sayang, kesucian, keibuan dan segala sifat-sifat kepribadian yang terpuji bagi seorang wanita, di samping bentuk tubuhnya yang mempesona serta memikat hati setiap yang memandangnya.dia adalah wanita tercantik yang menghiasi surga. Kelak keindahan ragawi dan ruhani itu akan diwariskan turun-temurun kepada kaum wanita di muka bumi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Adam sendiri tak kurang gagah dan gantengnya. Tidak dijumpai cacat pada dirinya karena dia adalah satu-satunya makhluk yang dicipta oleh Allah SWT secara langsung tanpa perantara. Semua ketampanan yang diperuntukkan bagi lelaki terkumpul padanya. Ketampanan itu juga yang diwariskan turun-temurun kepada orang-orang (kaum pria) di kemudian hari sebagai anugerah Allah SWT kepada makhluk-Nya yang bergelar manusia.bahkan diriwayatkan bahwa kelak semua penduduk surga akan dibangkitkan dengan pantulan dari cahaya rupa Adam AS.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Didorong naluri yang menggebu-gebu Adam segera bangkit dari pembaringannya, memperbaiki duduknya. Dia memperhatikan dengan pandangan tajam dia sadar bahwa orang asing di depannya itu bukanlah bayangan fatamorgana. Ini benar-benar suatu kenyataan dari wujud insani yang mempunyai bentuk fisik seperti dirinya. Dia yakin kalau dirinya tidak salah pandang. Dia tahu itu manusia seperti dirinya, yang hanya berbeda kelamin saja. Kecerdasannya spontan menarik kesimpulan bahwa makhluk di depannya adalah perempuan, yang akan menjadi pasangannya, seperti halnya burung-burung yang selalu dilihatnya, yang hidup berpasangan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Adam sadar bahwa itulah jenis yang dirindukannya. Hatinya gembira, bersyukur, bertahmid memuji Dzat maha Pencipta. Dia tersenyum kepada gadis jelita itu, yang membuatnya tersipu-sipu seraya menundukkan kepalanya dengan pandangan tak langsung, pandangan yang menyingkap apa yang terselip di kalbunya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sesuai dengan rencana besar Allah, kedua insan itu kemudian diresmikan dalam sebuah ikatan pernikahan. Inilah pernikahan resmi pertama yang sesuai dengan hukum Allah. Undangan segera dikirimkan. Seluruh bidadari surga berkumpul menghiasi dan menghibur mempelai perempuan itu serta membawa perhiasan-perhiasan surga. Sementara para malaikat langit berkumpul bersama-sama di bawah pohon &lt;i&gt;Syajarah Thuba, &lt;/i&gt;yang menjadi saksi pernikahan Adam dan Hawa&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Diriwayatkan bahwa pada akad pernikahan antara adam dan hawa ini Allah SWT berfirman:” Segala puji adalah kepunyaan-Ku, segala kebesaran adalah pakaian-Ku, segala kemegahan adalah hiasan-Ku dan segala makhluk adalah hamba-Ku dan di bawah kekuasaan-Ku. Menjadi saksilah kamu hai para malaikat dan penghuni langit dan surga bahwa Aku menikahkan Hawa dengan Adam, kedua ciptaan-Ku dengan &lt;i&gt;Mahar&lt;/i&gt;, dan hendaklah keduanya bertahlil dan bertahmid kepada-Ku!”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah akad pernikahan selesai berdatanganlah para malaikat dan para bidadari menyebarkan mutiara-mutiara yaqut dan intan-intan permata kemilau kepada kedua pengantin agung tersebut. Selesai itu Adam AS menemui mempelai Wanita di istana megah yang akan mereka diami. Tak sabar Adam ingin memeluk Hawa dan menyalurkan hasratnya. Tetapi, Hawa tampak dingin. Kata-kata yang keluar dari bibir Hawa justru menuntut haknya. Hak yang disyari’atkan Tuhan sejak semula.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“mana maharnya?” Tanya Hawa. Dia menolak bersentuhan sebelum mahar (mas kawin) dibayar terlebih dahulu. Adam AS mendadak bingung seketika. Lalu sadar bahwa untuk menerima haruslah bersedia memberi. Dia insyaf bahwa yang demikian itu haruskah menjadi kaidah pertama dalam pergaulan hidup. Pemberian pertama pada pernikahan untuk menerima kehalalan ialah &lt;i&gt;Mahar&lt;/i&gt;. Allah sendiri pada waktu pembacaan aqad nikah telah menyebutkan kata mahar.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tapi Adam bingung dengan kata itu, karena memang tidak memberikan apa-apa pada saat akad berlangsung. Apakah bentuk mahar yang harus diberikan? Itulah yang sedang dipikirkan Adam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Illahi, Rabbi! Apakah gerangan yang akan kuberikan kepadanya? Emaskah, intankah, perak atau permata?” Tanya Adam kepada Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“bukan!”kata Tuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“apakah hamba akan berpuasa atau shalat atau bertasbih untuk-Mu sebagai maharnya:” Tanya Adam AS penuh pengharapan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“bukan!” tegas Allah lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Adam pun terdiam, menentramkan jiwanya. Kemudian dia bermohon lagi, “kalau begitu tunjukkanlah hamba-Mu jalan keluar!”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Allah SWT berfirman, “ Mahar Hawa ialah &lt;a href="http://y2pin.blogspot.com/2010/07/macam-macam-shalawat-nabi.html" target="_blank"&gt;sholawat&lt;/a&gt; sepuluh kali kepada nabi-Ku, nabi yang bakal kubangkitkan, yang membawa pernyataan dari sifat-sifatku: Muhammad, cincin permata dari para anbiya dan penutup serta penghulu semua Rasul. Ucapkanlah sepuluh kali!”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mendengar itu bathin Adam AS menjai lega. Dia lalu mengucapkan sepuluh kali &lt;a href="http://y2pin.blogspot.com/2010/07/macam-macam-shalawat-nabi.html" target="_blank"&gt;sholawat&lt;/a&gt; atas nabi Muhammada SAW. Sebagai mahar kepada isterinya. Suatu mahar yang bernilai spiritual. Karena Nabi Muhammad SAW adalah &lt;i&gt;Rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam). &lt;/i&gt;Hawa mendengarkannya dan menerimanya sebagai mahar.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“hai Adam, kini Aku halalkan Hawa bagimu,” perintah Allah. “dan dapatlah dia sebagai istrimu!”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Luar biasa senangnya Adam AS. Dia bersujud syukur, lalu segera masuk ke kamar isterinya dengan ucapan salam. Hawa menyambutnya dengan segala keterbukaan dan cinta kasih yang tulus kemudian terdengar Allah SWT berfirman kepada mereka, “hai Adam diamlah engkau bersama istrimu di dalam surga dan makanlah (serta nikmatilah) apa saja yang kamu berdua ingini, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini karena (apabila mendekatinya) kamu berdua akan menjadi dzalim”. (QS.Al-A’raaf: 19).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan pernikahan ini Adam AS tidak lagi merasa kesepian di dalam surga. Inilah pernikahan dan percintaan pertama dalam sejarah umat manusia yang berlangsung di dalam surga yang penuh kenikmatan. Sebuah pernikahan agung yang dihadir oleh para bidadari, jin dan disaksikan oleh para malaikat. Peristiwa pernikahan Adam dan hawa terjadi pada hari jum’at, entah berapa lama keduanya berdiam di surga, hanya Allah SWT yang tahu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sampai kemudian Adam dan Hawa melanggar janjinya, memakan buah Khuldi. Hukuman untuk pasangan itu adalah meninggalkan surga. Lalu keduanya bermukim di bumi, menyebar luaskan keturunan yang akan mengabdi kepada Allah SWT dengan janji bahwa surga itu tetap tersedia di hari kemudian bagi hamba-hamba yang beriman dan beramal sholeh. Firman Allah SWT, “Kami berfirman: turunlah kamu dari surga itu. Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”(QS. Al-Baqarah: 38). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Adam dan hawa diyakini sebagai manusia pertama di muka bumi. Tafsir Al-Qur’an selama ini menyebut dia diciptakan di surga bersama Hawa (Eva). Terbujuk oleh Iblis, Adam dan Hawa “diturunkan” ke bumi. Doa “Rabbanaa dhalamnaa anfusana wainlam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunannaa minal khasirin” (QS Al-A’raaf: 23) diyakini sebagai doa Adam dan Hawa yang menyesali kesalahan karena telah terbujuk Iblis.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah diturunkan ke bumi. Mereka terpisah oleh jarak. Menurut legenda, Hawa diturunkan di daerah yang sekarang menjadi kota Jeddah, Saudi Arabi. &lt;i&gt;“Jeddah”&lt;/i&gt; sendiri berarti &lt;i&gt;“Nenek’ &lt;/i&gt;(Hawa). Legenda yang sama menyebut Adam dan Hawa bertemu kembali di Jabal Rahmah sering dijadikan symbol “Cinta” atau “Jodoh” oleh peziarah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Adam-Hawa dikaruniai putra-putri yang lahir berpasangan. Diantaranya adalah Qabil dan Iqlima. Kemudian Habil dan labuda. Qabil sendiri bersifat kasar sedangkan Habil lembut hati. Qabil bekerja sebagai petani dan Habil peternak.atas petunjuk Allah, Adam akan menikahkan Qabil dengan Labuda, Habil dengan Iqlimatapi Qabil menolak rencana itu, karena pasangan untuknya tidak cantik. Sebab Qabil lebih menaksir dengan labuda kembarannya, yang memang sangat rupawan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lagi-lagi Allah memberi petunjuk. Adam kemudian menyuruh keduanya melakukan kurban. Siapa yang kurbannya diterima Allah, dia nanti yang berhak menikah dengan Labuda, Qabil mengurbankan hasil panenya yang berupa sayur, sedangkan Habil berkurban daging. Kurban-kurban itu ditaruh di puncak gunung. Ternyata korban Habil yang diterima. Tap Qabil menjadi murka. Dia kemudian membunuh Habil, dia menguburkan saudaranya itu setelah melihat burung gagak mengubur gagak lain yang mati setelah keduanya berkelahi. Riwayat ini menjadi kisah turun-temurun di kalangan arab dan yahudi yang masih ada hingga saat ini. Tapi tak disebutkan dengan pasti kapan persisinya masa hidup Adam dan hawa. Apakah dia berada pada masa sebelum atau setelah “manusia purba” seperti Homo Erectus di Hawa, Homo Pekinensis di Cina atau manusia Neanderthal di Eropa. Yang pasti kisah tentang Adam dan keluarganya memberi pelajaran tentang perlunya keteguhan manusia menghadapi godaan. Bagaimana bersikap dalam menghadapi urusan cinta, dosa, ketulusan untuk pengorbanan, juga nafsu serakah manusia. Dan juga perlu digarisbawahi bahwa membaca &lt;a href="http://y2pin.blogspot.com/2010/07/macam-macam-shalawat-nabi.html" target="_blank"&gt;sholawat&lt;/a&gt; untuk junjungan nabi Muhammad SAW. itu bukan merupakan hal yang baru tetapi sudah dilakukan sejak nabi Adam. Kalau ada orang yang enggan bersholawat sama artinya tidak tahu sejarah asal mula manusia. “Allahumma sholli ‘alaa Muhammad…… “.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-4839551130403726777?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/4839551130403726777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2012/02/pernikahan-adam-hawa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/4839551130403726777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/4839551130403726777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2012/02/pernikahan-adam-hawa.html' title='Maskawin Pernikahan Adam dan Hawa'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-8408796108457524745</id><published>2012-02-05T17:09:00.001+07:00</published><updated>2012-02-05T17:10:22.350+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarih'/><title type='text'>Sejarah Sholawat Al barzanji</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;b&gt;Al-Barzanji atau Berzanji adalah suatu do’a-do’a, puji-pujian dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad saw yang biasa dilantunkan dengan irama atau nada. Isi Berzanji bertutur tentang kehidupan Nabi Muhammad saw yakni silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga diangkat menjadi rasul. Didalamnya juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;b&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Nama Barzanji diambil dari nama pengarangnya, seorang sufi bernama Syaikh Ja’far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad Al – Barzanji. Beliau adalah pengarang kitab Maulid yang termasyur dan terkenal dengan nama Mawlid Al-Barzanji. Karya tulis tersebut sebenarnya berjudul ‘Iqd Al-Jawahir (kalung permata) atau ‘Iqd Al-Jawhar fi Mawlid An-Nabiyyil Azhar. Barzanji sebenarnya adalah nama sebuah tempat di Kurdistan, Barzanj. Nama Al-Barzanji menjadi populer tahun 1920-an ketika Syaikh Mahmud Al-Barzanji memimpin pemberontakan nasional Kurdi terhadap Inggris yang pada waktu itu menguasai Irak.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kitab Maulid Al-Barzanji karangan beliau ini termasuk salah satu kitab maulid yang paling populer dan paling luas tersebar ke pelosok negeri Arab dan Islam, baik Timur maupun Barat. Bahkan banyak kalangan Arab dan non-Arab yang menghafalnya dan mereka membacanya dalam acara-acara keagamaan yang sesuai. Kandungannya merupakan Khulasah (ringkasan) Sirah Nabawiyah yang meliputi kisah kelahiran beliau, pengutusannya sebagai rasul, hijrah, akhlaq, peperangan hingga wafatnya. Syaikh Ja’far Al-Barzanji dilahirkan pada hari Kamis awal bulan Zulhijjah tahun 1126 di Madinah Al-Munawwaroh dan wafat pada hari Selasa, selepas Asar, 4 Sya’ban tahun 1177 H di Kota Madinah dan dimakamkan di Jannatul Baqi`, sebelah bawah maqam beliau dari kalangan anak-anak perempuan Junjungan Nabi saw.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sejarah Pengarang Maulid AlBarzanji&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sayyid Ja’far Al-Barzanji adalah seorang ulama’ besar keturunan Nabi Muhammad saw dari keluarga Sa’adah Al Barzanji yang termasyur, berasal dari Barzanj di Irak. Datuk-datuk Sayyid Ja’far semuanya ulama terkemuka yang terkenal dengan ilmu dan amalnya, keutamaan dan keshalihannya. Beliau mempunyai sifat dan akhlak yang terpuji, jiwa yang bersih, sangat pemaaf dan pengampun, zuhud, amat berpegang dengan Al-Quran dan Sunnah, wara’, banyak berzikir, sentiasa bertafakkur, mendahului dalam membuat kebajikan bersedekah,dan pemurah.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Nama nasabnya adalah Sayid Ja’far ibn Hasan ibn Abdul Karim ibn Muhammad ibn Sayid Rasul ibn Abdul Sayid ibn Abdul Rasul ibn Qalandar ibn Abdul Sayid ibn Isa ibn Husain ibn Bayazid ibn Abdul Karim ibn Isa ibn Ali ibn Yusuf ibn Mansur ibn Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Ismail ibn Al-Imam Musa Al-Kazim ibn Al-Imam Ja’far As-Sodiq ibn Al-Imam Muhammad Al-Baqir ibn Al-Imam Zainal Abidin ibn Al-Imam Husain ibn Sayidina Ali r.a.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Semasa kecilnya beliau telah belajar Al-Quran dari Syaikh Ismail Al-Yamani, dan belajar tajwid serta membaiki bacaan dengan Syaikh Yusuf As-So’idi dan Syaikh Syamsuddin Al-Misri.Antara guru-guru beliau dalam ilmu agama dan syariat adalah : Sayid Abdul Karim Haidar Al-Barzanji, Syeikh Yusuf Al-Kurdi, Sayid Athiyatullah Al-Hindi. Sayid Ja’far Al-Barzanji telah menguasai banyak cabang ilmu, antaranya: Shoraf, Nahwu, Manthiq, Ma’ani, Bayan, Adab, Fiqh, Usulul Fiqh, Faraidh, Hisab, Usuluddin, Hadits, Usul Hadits, Tafsir, Hikmah, Handasah, A’rudh, Kalam, Lughah, Sirah, Qiraat, Suluk, Tasawuf, Kutub Ahkam, Rijal, Mustholah.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Syaikh Ja’far Al-Barzanji juga seorang Qodhi (hakim) dari madzhab Maliki yang bermukim di Madinah, merupakan salah seorang keturunan (buyut) dari cendekiawan besar Muhammad bin Abdul Rasul bin Abdul Sayyid Al-Alwi Al-Husain Al-Musawi Al-Saharzuri Al-Barzanji (1040-1103 H / 1630-1691 M), Mufti Agung dari madzhab Syafi’i di Madinah. Sang mufti (pemberi fatwa) berasal dari Shaharzur, kota kaum Kurdi di Irak, lalu mengembara ke berbagai negeri sebelum bermukim di Kota Sang Nabi. Di sana beliau telah belajar dari ulama’-ulama’ terkenal, diantaranya Syaikh Athaallah ibn Ahmad Al-Azhari, Syaikh Abdul Wahab At-Thanthowi Al-Ahmadi, Syaikh Ahmad Al-Asybuli. Beliau juga telah diijazahkan oleh sebahagian ulama’, antaranya : Syaikh Muhammad At-Thoyib Al-Fasi, Sayid Muhammad At-Thobari, Syaikh Muhammad ibn Hasan Al A’jimi, Sayid Musthofa Al-Bakri, Syaikh Abdullah As-Syubrawi Al-Misri.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Syaikh Ja’far Al-Barzanji, selain dipandang sebagai mufti, beliau juga menjadi khatib di Masjid Nabawi dan mengajar di dalam masjid yang mulia tersebut. Beliau terkenal bukan saja karena ilmu, akhlak dan taqwanya, tapi juga dengan kekeramatan dan kemakbulan doanya. Penduduk Madinah sering meminta beliau berdo’a untuk hujan pada musim-musim kemarau.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Historisitas Al-Barzanji tidak dapat dipisahkan dengan momentum besar perihal peringatan maulid Nabi Muhammad saw untuk yang pertama kali. Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad saw pada mulanya diperingati untuk membangkitkan semangat umat Islam. Sebab waktu itu umat Islam sedang berjuang keras mempertahankan diri dari serangan tentara salib Eropa, yakni dari Prancis, Jerman, dan Inggris.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kita mengenal itu sebagai Perang Salib atau The Crusade. Pada tahun 1099 M tentara salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja. Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan persaudaraan ukhuwah. Secara politis memang umat Islam terpecah-belah dalam banyak kerajaan dan kesultanan. Meskipun ada satu khalifah tetap satu dari Dinasti Bani Abbas di kota Baghdad sana, namun hanya sebagai lambang persatuan spiritual.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Adalah Sultan Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi -dalam literatur sejarah Eropa dikenal dengan nama Saladin, seorang pemimpin yang pandai mengena hati rakyat jelata. Salahuddin memerintah para tahun 1174-1193 M atau 570-590 H pada Dinasti Bani Ayyub- katakanlah dia setingkat Gubernur. Meskipun Salahuddin bukan orang Arab melainkan berasal dari suku Kurdi, pusat kesultanannya berada di kota Qahirah (Kairo), Mesir, dan daerah kekuasaannya membentang dari Mesir sampai Suriah dan Semenanjung Arabia. Menurut Salahuddin, semangat juang umat Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada Nabi mereka. Salahuddin mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang setiap tahun berlalu begitu saja tanpa diperingati, kini harus dirayakan secara massal.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sebenarnya hal itu bukan gagasan murni Salahuddin, melainkan usul dari iparnya, Muzaffaruddin Gekburi yang menjadi Atabeg (setingkat Bupati) di Irbil, Suriah Utara. Untuk mengimbangi maraknya peringatan Natal oleh umat Nasrani, Muzaffaruddin di istananya sering menyelenggarakan peringatan maulid nabi, cuma perayaannya bersifat lokal dan tidak setiap tahun. Adapun Salahuddin ingin agar perayaan maulid nabi menjadi tradisi bagi umat Islam di seluruh dunia dengan tujuan meningkatkan semangat juang, bukan sekadar perayaan ulang tahun biasa.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ketika Salahuddin meminta persetujuan dari Khalifah di Baghdad yakni An-Nashir, ternyata Khalifah setuju. Maka pada musim ibadah haji bulan Dzulhijjah 579 H / 1183 M, Salahuddin sebagai penguasa Haramain (dua tanah suci, Mekah dan Madinah) mengeluarkan instruksi kepada seluruh jemaah haji, agar jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera menyosialkan kepada masyarakat Islam di mana saja berada, bahwa mulai tahun 580 / 1184 M tanggal 12 Rabiul Awal dirayakan sebagai hari Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pada mulanya gagasan Salahuddin ditentang oleh para ulama. Sebab sejak zaman Nabi peringatan seperti itu tidak pernah ada. Lagi pula hari raya resmi menurut ajaran agama cuma ada dua, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Akan tetapi Salahuddin kemudian menegaskan bahwa perayaan Maulid Nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang terlarang.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Salah satu kegiatan yang di prakarsai oleh Sultan Salahuddin pada peringatan Maulid Nabi yang pertama kali tahun 1184 (580 H) adalah menyelenggarakan sayembara penulisan riwayat Nabi beserta puji-pujian bagi Nabi dengan bahasa yang seindah mungkin. Seluruh ulama dan sastrawan diundang untuk mengikuti kompetisi tersebut. Pemenang yang menjadi juara pertama adalah Syaikh Ja`far Al-Barzanji.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ternyata peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Sultan Salahuddin itu membuahkan hasil yang positif. Semangat umat Islam menghadapi Perang Salib bergelora kembali. Salahuddin berhasil menghimpun kekuatan, sehingga pada tahun 1187 (583 H) Yerusalem direbut oleh Salahuddin dari tangan bangsa Eropa, dan Masjidil Aqsa menjadi masjid kembali, sampai hari ini.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kitab Al-Barzanji ditulis dengan tujuan untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan meningkatkan gairah umat. Dalam kitab itu riwayat Nabi saw dilukiskan dengan bahasa yang indah dalam bentuk puisi dan prosa (nasr) dan kasidah yang sangat menarik. Secara garis besar, paparan Al-Barzanji dapat diringkas sebagai berikut: (1) Sislilah Nabi adalah: Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qusay bin Kitab bin Murrah bin Fihr bin Malik bin Nadar bin Nizar bin Maiad bin Adnan. (2) Pada masa kecil banyak kelihatan luar biasa pada dirinya. (3) Berniaga ke Syam (Suraih) ikut pamannya ketika masih berusia 12 tahun. (4) Menikah dengan Khadijah pada usia 25 tahun. (5) Diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun, dan mulai menyiarkan agama sejak saat itu hingga umur 62 tahun. Rasulullah meninggal di Madinah setelah dakwahnya dianggap telah sempurna oleh Allah SWT.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dalam Barzanji diceritakan bahwa kelahiran kekasih Allah ini ditandai dengan banyak peristiwa ajaib yang terjadi saat itu, sebagai genderang tentang kenabiannya dan pemberitahuan bahwa Nabi Muhammad adalah pilihan Allah. Saat Nabi Muhammad dilahirkan tangannya menyentuh lantai dan kepalanya mendongak ke arah langit, dalam riwayat yang lain dikisahkan Muhammad dilahirkan langsung bersujud, pada saat yang bersamaan itu pula istana Raja Kisrawiyah retak terguncang hingga empat belas berandanya terjatuh. Maka, Kerajaan Kisra pun porak poranda. Bahkan, dengan lahirnya Nabi Muhammad ke muka bumi mampu memadamkan api sesembahan Kerajaan Persi yang diyakini tak bisa dipadamkan oleh siapapun selama ribuan tahun.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Keagungan akhlaknya tergambarkan dalam setiap prilaku beliau sehari-hari. Sekitar umur tiga puluh lima tahun, beliau mampu mendamaikan beberapa kabilah dalam hal peletakan batu Hajar Aswad di Ka’bah. Di tengah masing-masing kabilah yang bersitegang mengaku dirinya yang berhak meletakkan Hajar Aswad, Rasulullah tampil justru tidak mengutamakan dirinya sendiri, melainkan bersikap akomodatif dengan meminta kepada setiap kabilah untuk memegang setiap ujung sorban yang ia letakan di atasnya Hajar Aswad. Keempat perwakilan kabilah itu pun lalu mengangkat sorban berisi Hajar Aswad, dan Rasulullah kemudian mengambilnya lalu meletakkannya di Ka’bah.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kisah lain yang juga bisa dijadikan teladan adalah pada suatu pengajian seorang sahabat datang terlambat, lalu ia tidak mendapati ruang kosong untuk duduk. Bahkan, ia minta kepada sahabat yang lain untuk menggeser tempat duduknya, namun tak ada satu pun yang mau. Di tengah kebingungannya, Rasulullah saw memanggil sahabat tersebut dan memintanya duduk di sampingnya.. Tidak hanya itu, Rasul kemudian melipat sorbannya lalu memberikannya pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Melihat keagungan akhlak Nabi Muhammad, sahabat tersebut dengan berlinangan air mata lalu menerima sorban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk, tetapi justru mencium sorban Nabi Muhammad saw tersebut.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Bacaan shalawat dan pujian kepada Rasulullah bergema saat kita membacakan Barzanji di acara peringatan maulid Nabi Mauhammad saw, Ya Nabi salâm ‘alaika, Ya Rasûl salâm ‘alaika, Ya Habîb salâm ‘alaika, ShalawatulLâh ‘alaika… (Wahai Nabi salam untukmu, Wahai Rasul salam untukmu, Wahai Kekasih salam untukmu, Shalawat Allah kepadamu…)&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kemudian, apa tujuan dari peringatan maulid Nabi dan bacaan shalawat serta pujian kepada Rasulullah? Dr. Sa’id Ramadlan Al-Bûthi menulis dalam Kitab Fiqh Al-Sîrah Al-Nabawiyyah: “Tujuannya tidak hanya untuk sekedar mengetahui perjalanan Nabi dari sisi sejarah saja. Tapi, agar kita mau melakukan tindakan aplikatif yang menggambarkan hakikat Islam yang paripurna dengan mencontoh Nabi Muhammad saw.”&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sarjana Jerman peneliti Islam, Annemarie Schimmel dalam bukunya, Dan Muhammad adalah Utusan Allah: Penghormatan terhadap Nabi saw dalam Islam (1991), , menerangkan bahwa teks asli karangan Ja’far Al-Barzanji, dalam bahasa Arab, sebetulnya berbentuk prosa. Namun, para penyair kemudian mengolah kembali teks itu menjadi untaian syair, sebentuk eulogy bagi Sang Nabi. Pancaran kharisma Nabi Muhammad saw terpantul pula dalam sejumlah puisi, yang termasyhur: Seuntai gita untuk pribadi utama, yang didendangkan dari masa ke masa.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Untaian syair itulah yang tersebar ke berbagai negeri di Asia dan Afrika, tak terkecuali Indonesia. Tidak tertinggal oleh umat Islam penutur bahasa Swahili di Afrika atau penutur bahasa Urdu di India, kita pun dapat membaca versi bahasa Indonesia dari syair itu, meski kekuatan puitis yang terkandung dalam bahasa Arab kiranya belum sepenuhnya terwadahi dalam bahasa kita sejauh ini.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Secara sederhana kita dapat mengatakan bahwa karya Ja’far Al-Barzanji merupakan biografi puitis Nabi Muhammad saw. Dalam garis besarnya, karya ini terbagi dua: ‘Natsar’ dan ‘Nadhom’. Bagian Natsar terdiri atas 19 sub bagian yang memuat 355 untaian syair, dengan mengolah bunyi “ah” pada tiap-tiap rima akhir. Seluruhnya menurutkan riwayat Nabi Muhammad saw, mulai dari saat-saat menjelang beliau dilahirkan hingga masa-masa tatkala paduka mendapat tugas kenabian. Sementara, bagian Nadhom terdiri atas 16 sub bagian yang memuat 205 untaian syair, dengan mengolah rima akhir “nun”.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dalam untaian prosa lirik atau sajak prosaik itu, terasa betul adanya keterpukauan sang penyair oleh sosok dan akhlak Sang Nabi. Dalam bagian Nadhom misalnya, antara lain diungkapkan sapaan kepada Nabi pujaan” Engkau mentari, Engkau rebulan dan Engkau cahaya di atas cahaya“.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di antara idiom-idiom yang terdapat dalam karya ini, banyak yang dipungut dari alam raya seperti matahari, bulan, purnama, cahaya, satwa, batu, dan lain-lain. Idiom-idiom seperti itu diolah sedemikian rupa, bahkan disenyawakan dengan shalawat dan doa, sehingga melahirkan sejumlah besar metafor yang gemilang. Silsilah Sang Nabi sendiri, misalnya, dilukiskan sebagai “Untaian Mutiara”.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Betapapun, kita dapat melihat teks seperti ini sebagai tutur kata yang lahir dari perspektif penyair. Pokok-pokok tuturannya sendiri, terutama menyangkut riwayat Sang Nabi, terasa berpegang erat pada Alquran, hadist, dan sirah nabawiyyah. Sang penyair kemudian mencurahkan kembali rincian kejadian dalam sejarah ke dalam wadah puisi, diperkaya dengan imajinasi puitis, sehingga pembaca dapat merasakan madah yang indah.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Salah satu hal yang mengagumkan sehubungan dengan karya Ja’far Al-Barzanji adalah kenyataan bahwa karya tulis ini tidak berhenti pada fungsinya sebagai bahan bacaan. Dengan segala potensinya, karya ini kiranya telah ikut membentuk tradisi dan mengembangkan kebudayaan sehubungan dengan cara umat Islam diberbagai negeri menghormati sosok dan perjuangan Nabi Muhammad saw.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kitab Maulid Al-Barzanji ini telah disyarahkan oleh Al-’Allaamah Al-Faqih Asy-Syaikh Abu ‘Abdullah Muhammad bin Ahmad yang terkenal dengan panggilan Ba`ilisy yang wafat tahun 1299 H dengan satu syarah yang memadai, cukup elok dan bermanfaat yang dinamakan ‘Al-Qawl Al-Munji ‘ala Mawlid Al-Barzanji’ yang telah banyak kali diulang cetaknya di Mesir.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di samping itu, telah disyarahkan pula oleh para ulama kenamaan umat ini. Antara yang masyhur mensyarahkannya ialah Syaikh Muhammad bin Ahmad ‘Ilyisy Al-Maaliki Al-’Asy’ari Asy-Syadzili Al-Azhari dengan kitab ’Al-Qawl Al-Munji ‘ala Maulid Al-Barzanji’. Beliau ini adalah seorang ulama besar keluaran Al-Azhar Asy-Syarif, bermazhab Maliki lagi Asy`ari dan menjalankan Thoriqah Asy-Syadziliyyah. Beliau lahir pada tahun 1217 H / 1802M dan wafat pada tahun 1299 H / 1882M.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Ulama kita kelahiran Banten, Pulau Jawa, yang terkenal sebagai ulama dan penulis yang produktif dengan banyak karangannya, yaitu Sayyidul Ulamail Hijaz, An-Nawawi Ats-Tsani, Syaikh Muhammad Nawawi Al-Bantani Al-Jawi turut menulis syarah yang lathifah bagi Maulid al-Barzanji dan karangannya itu dinamakannya ‘Madaarijush Shu`uud ila Iktisaail Buruud’. Kemudian, Sayyid Ja’far bin Sayyid Isma`il bin Sayyid Zainal ‘Abidin bin Sayyid Muhammad Al-Hadi bin Sayyid Zain yang merupakan suami kepada satu-satunya anak Sayyid Ja’far al-Barzanji, juga telah menulis syarah bagi Maulid Al-Barzanj tersebut yang dinamakannya ‘Al-Kawkabul Anwar ‘ala ‘Iqdil Jawhar fi Maulidin Nabiyil Azhar’. Sayyid Ja’far ini juga adalah seorang ulama besar keluaran Al-Azhar Asy-Syarif. Beliau juga merupakan seorang Mufti Syafi`iyyah. Karangan-karangan beliau banyak, antaranya: “Syawaahidul Ghufraan ‘ala Jaliyal Ahzan fi Fadhaail Ramadhan”, “Mashaabiihul Ghurar ‘ala Jaliyal Kadar” dan “Taajul Ibtihaaj ‘ala Dhauil Wahhaaj fi Israa` wal Mi’raaj”. Beliau juga telah menulis sebuah manaqib yang menceritakan perjalanan hidup dan ketinggian nendanya Sayyid Ja’far Al-Barzanji dalam kitabnya “Ar-Raudhul A’thar fi Manaqib As-Sayyid Ja’far”.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kitab Al-Barzanji dalam bahasa aslinya (Arab) dibacakan dalam berbagai macam lagu; rekby (dibaca perlahan), hejas (dibaca lebih keras dari rekby ), ras (lebih tinggi dari nadanya dengan irama yang beraneka ragam), husein (memebacanya dengan tekanan suara yang tenang), nakwan membaca dengan suara tinggi tapi nadanya sama dengan nada ras, dan masyry, yaitu dilagukan dengan suara yang lembut serta dibarengi dengan perasaan yang dalam&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Di berbagai belahan Dunia Islam, syair Barzanji lazimnya dibacakan dalam kesempatan memeringati hari kelahiran Sang Nabi. Dengan mengingat-ingat riwayat Sang Nabi, seraya memanjatkan shalawat serta salam untuknya, orang berharap mendapat berkah keselamatan, kesejahteraan, dan ketenteraman. Sudah lazim pula, tak terkecuali di negeri kita, syair Barzanji didendangkan – biasanya, dalam bentuk standing ovation – dikala menyambut bayi yang baru lahir dan mencukur rambutnya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Pada perkembangan berikutnya, pembacaan Barzanji dilakukan di berbagai kesempatan sebagai sebuah pengharapan untuk pencapaian sesuatu yang lebih baik. Misalnya pada saat kelahiran bayi, upacara pemberian nama, mencukur rambut bayi, aqiqah, khitanan, pernikahan, syukuran, kematian (haul), serta seseorang yang berangkat haji dan selama berada disana. Ada juga yang hanya membaca Barzanji dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti penampilan kesenian hadhrah, pengumuman hasil berbagai lomba, dan lain-lain, dan puncaknya ialah mau’idhah hasanah dari para muballigh atau da’i.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Kini peringatan Maulid Nabi sangat lekat dengan kehidupan warga Nahdlatul Ulama (NU). Hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awal kalender hijriyah (Maulud). Acara yang disuguhkan dalam peringatan hari kelahiran Nabi ini amat variatif, dan kadang diselenggarakan sampai hari-hari bulan berikutnya, bulan Rabius Tsany (Bakda Mulud). Ada yang hanya mengirimkan masakan-masakan spesial untuk dikirimkan ke beberapa tetangga kanan dan kiri, ada yang menyelenggarakan upacara sederhana di rumah masing-masing, ada yang agak besar seperti yang diselenggarakan di mushala dan masjid-masjid, bahkan ada juga yang menyelenggarakan secara besar-besaran, dihadiri puluhan ribu umat Islam.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Para ulama NU memandang peringatan Maulid Nabi ini sebagai bid’ah atau perbuatan yang di zaman Nabi tidak ada, namun termasuk bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) yang diperbolehkan dalam Islam. Banyak memang amalan seorang muslim yang pada zaman Nabi tidak ada namun sekarang dilakukan umat Islam, antara lain: berzanjen, diba’an, yasinan, tahlilan (bacaan Tahlilnya, misalnya, tidak bid’ah sebab Rasulullah sendiri sering membacanya), mau’idhah hasanah pada acara temanten dan mauludan.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Dalam ‘Madarirushu’ud Syarhul’ Barzanji dikisahkan, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa menghormati hari lahirku, tentu aku berikan syafa’at kepadanya di hari kiamat.” Sahabat Umar bin Khattab secara bersemangat mengatakan: “Siapa yang menghormati hari lahir Rasulullah sama artinya dengan menghidupkan Islam!”&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sumber : &lt;a title="http://pencarisyafaat.blogspot.com/" href="http://pencarisyafaat.blogspot.com/"&gt;http://pencarisyafaat.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-8408796108457524745?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/8408796108457524745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2012/02/sejarah-sholawat-al-barzanji.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/8408796108457524745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/8408796108457524745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2012/02/sejarah-sholawat-al-barzanji.html' title='Sejarah Sholawat Al barzanji'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-1227285988406727052</id><published>2012-02-05T17:07:00.001+07:00</published><updated>2012-02-05T17:07:33.793+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarih'/><title type='text'>Dokumen Surat Asli Nabi Muhammad Kepada Para Raja</title><content type='html'>&lt;h6&gt;Setelah Perjanjian Hudaibiyyah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam memiliki kesempatan untuk berdakwah yang lebih luas. Beliau mengirimkan banyak surat kepada pembesar di berbagai negeri menyeru mereka kepada Islam.&lt;/h6&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Berikut ini adalah kisah tiga orang raja yang berbeda reaksinya ketika menerima surat dari Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. Perbedaan reaksi ini berakibat pada perbedaan nasib yang mereka alami.     &lt;br /&gt;Mari kita mulai perjalanan wisata kita ke tiga negeri untuk menemui tiga orang raja.&lt;/b&gt;    &lt;br /&gt;1- Surat Nabi saw untuk Raja Negus (Penguasa Ethiopia)    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_9VB_V_v41Ao/TTorlylfHRI/AAAAAAAANU0/MU6Kldzvp4o/s400/lsrzhmll.jpg" border="0" /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Isi surat:   &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari Muhammad utusan Islam untuk An-Najasyi, penguasa Abyssinia (Ethiopia). Salam bagimu, sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, dan aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka ia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan ruh dari-Nya sebagaimana diciptakan Adam dari tanah dengan tangan Nya. Sesungguhnya aku mengajakmu ke jalan Allah. Dan aku telah sampaikan dan menasihatimu maka terimalah nasihatku. Dan salam bagi yang mengikuti petunjuk.&lt;/i&gt;    &lt;br /&gt;Ketika Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam menulis surat kepada An-Najasyi yakni Ashhamah bin Al-Abjar dan menyerunya kepada Islam. Raja An-Najasyi mengambil surat itu, beliau lalu meletakkan ke wajahnya dan turun dari singgasana. Beliaupun masuk Islam melalui Ja’far bin Abi Tholib radiyallahu ‘anhu.    &lt;br /&gt;Beliau lalu mengirimkan surat kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam dan menyebutkan tentang keislamannya.    &lt;br /&gt;Raja An-Najasyi akhirnya meninggal dunia pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriyyah. Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam memberitakan hal itu pada hari wafatnya lalu melakukan shalat ghaib untuknya. Beliau juga mengabarkan bahwa Raja An-Najasyi kelak akan masuk surga.&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;2- Surat Nabi saw untuk Raja&lt;a href="http://binhakim.blogspot.com/2011/04/dokumen-surat-asli-nabi-muhammad-kepada.html"&gt; &lt;/a&gt;Heraclius (Kaisar Romawi)  &lt;br /&gt;&lt;img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_9VB_V_v41Ao/TTormOvyWEI/AAAAAAAANU8/RdgbEGNSzCU/s400/stdtory9.jpg" border="0" /&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Isi surat:     &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Heraclius Kaisar Romawi yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Salain dari pada itu, sesungguhnya aku mengajak kamu untuk memeluk Islam. Masuklah kamu ke agama Islam maka kamu akan selamat dan peluklah agama Islam maka Allah memberikan pahalah bagimu dua kali dan jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa orang orang Romawi. “Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. Al-Imron 64&lt;/i&gt;      &lt;br /&gt;Ketika Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam mengirim surat kepada Kaisar Heraklius dan menyerukan kepada Islam. Pada waktu itu Kaisar sedang merayakan kemenangannya atas Negeri Persia.      &lt;br /&gt;Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam telah mengirim Dihyah bin Khalifah Al-Kalby sebagai utusan kepada Kaisar Heraklius penguasa Kekaisaran Romawi, negara adi daya pada masa itu. Sang Kaisar pun berkeinginan untuk melakukan penelitian guna memeriksa kebenaran kenabian Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. Maka beliau memerintahkan untuk mendatangkan seseorang dari Bangsa Arab ke hadapannya.      &lt;br /&gt;Abu Sufyan rodhiyaullahu ‘anhu, waktu itu masih kafir, dan rombongannya segera dihadirkan di hadapan Kaisar. Beliau diminta berdiri paling depan sebagai juru bicara karena memiliki nasab yang paling dekat dengan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. Rombongan yang lain berdiri di belakangnya sebagai saksi, sehingga beliau tidak berani berbohong. Itulah strategi Kaisar untuk mendapatkan keterangan yang valid.      &lt;br /&gt;Maka berlangsunglah dialog yang panjang antara Kaisar dengan Abu Sufyan rodhiyaullahu ‘anhu. Kaisar Heraklius adalah seorang yang cerdas dengan pengetahuan yang luas. Beliau bertanya dengan taktis dan mengarahkannya kepada ciri seorang nabi. Abu Sufyan rodhiyaullahu ‘anhu juga seorang yang cerdas dan bisa membaca arah pertanyaan Sang Kaisar. Namun beliau dipaksa berkata benar walaupun berusaha memberi sedikit bias.      &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Hasil Penelitian     &lt;br /&gt;Di akhir dialog Sang Kaisar mengutarakan pendapatnya. Inilah ciri-ciri seorang nabi menurut pandangannya dan sebagaimana telah dia baca di dalam Injil. Ternyata semua ciri yang tersebut ada pada diri Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam.      &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Nasab     &lt;br /&gt;Para Rasul diutus dalam keadaan memiliki nasab-nasab yang baik pada kaumnya. Yaitu dari keluarga yang terhormat dan memiliki kedudukan yang tinggi. Semacam tokoh masyarakat.      &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Ajaran baru     &lt;br /&gt;Tidak ada seorangpun sebelum dia yang mengatakan perkataan seperti itu (yakni ajaran Islam). Seandainya telah ada yang mengatakan sebelumnya, maka dia hanyalah orang yang meniru-niru perkataan yang pernah dikatakan oleh orang sebelumnya. Kalau istilah sekarang : hanya copy paste.      &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Perintah rasul     &lt;br /&gt;Rasul memerintahkan untuk beribadah kepada Allah, tidak melakukan kesyirikan kepada-Nya dengan sesuatupun, serta melarang untuk beribadah kepada para berhala. Rasul memerintahkan untuk mengerjakan shalat, membayar zakat, dan menjaga kehormatan diri.      &lt;br /&gt;Inilah benang merah dakwah seluruh rasul. TAUHID.      &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Bukan keturunan raja     &lt;br /&gt;Tidak ada dari ayah dan kakek-kakeknya yang menjadi raja. Seandainya ada tentu dia hanya orang yang menginginkan tahta dari ayah dan kakeknya. Hanya menginginkan sesuatu yang masih bersifat duniawi. Sedangkan para rasul sangat jauh dari hal-hal semacam ini.      &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Bukan pendusta     &lt;br /&gt;Orang yang tidak meninggalkan tindakan dusta atas nama manusia, ia akan berdusta atas nama Allah. Orang yang berdusta akan melakukan apa saja untuk mendukung kedustaannya termasuk bersumpah atas nama Allah.      &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Bukan penipu     &lt;br /&gt;Para rasul tidak pernah menipu. Apalagi menipu untuk kepentingan pribadi yang bersifat duniawi. Seorang rasul tidak butuh kepada dunia kecuali sekadar untuk mendukung dakwah yang diembannya.      &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Pengikut     &lt;br /&gt;Pengikut para rasul adalah orang-orang lemah dan jumlah mereka terus bertambah. Tidak ada di antara pengikutnya yang murtad karena kesal dengan agamanya. Demikianlah keimanan ketika telah bercampur sifat kelapangannya dengan hati.      &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan     &lt;br /&gt;Kaisar Heraklius telah mengetahui tentang Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam dan membenarkan kenabian beliau dengan pengetahuan yang lengkap. Akan tetapi ia dikalahkan rasa cintanya atas tahta kerajaan, sehingga ia tidak menyatakan keislamannya. Ia mengetahui dosa dirinya dan dosa dari rakyatnya sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam.      &lt;br /&gt;Dengan kecerdasan dan keluasan ilmunya Kaisar bisa mengetahui kebenaran kenabian Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan Kaisar menyatakan :      &lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dia (maksudnya Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam) kelak akan mampu menguasai wilayah yang dipijak oleh kedua kakiku ini.” &lt;/i&gt;      &lt;br /&gt;Sedang saat itu Kaisar sedang dalam perjalanan menuju Baitul Maqdis.      &lt;br /&gt;Abu Sufyan rodhiyaullahu ‘anhu menceritakan dialog ini setelah masuk Islam dengan keislaman yang sangat baik, sehingga hadits ini diterima.      &lt;br /&gt;Kaisar lalu memuliakan Dihyah bin Khalifah Al-Kalby dengan menghadiahkan sejumlah harta dan pakaian.      &lt;br /&gt;Kaisar memuliakan surat dari Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam namun masih lebih mencintai tahtanya. Akibatnya adalah di dunia Allah Subhanahu wa Ta’ala memanjangkan kekuasaannya. Namun dia harus mempertanggungjawabkan kekafirannya di akhirat kelak.      &lt;br /&gt;3- Surat Nabi saw untuk Raja Khosrau II (Penguasa Persia)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_9VB_V_v41Ao/TTorliu3ZQI/AAAAAAAANUs/PhWzOgNSigE/s400/hyao13cp.jpg" border="0" /&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Isi surat:     &lt;br /&gt;&lt;i&gt;       &lt;br /&gt;Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Khosrau, penguasa Persia yang agung. Salam bagi orang yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan RasulNya, dan bagi orang yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bagi yang bersaksi bawha Muhammad itu hamba Nya dan utusan Nya. Aku mengajakmu kepada panggilan Allah sesungguhnya aku adalah utusan Allah bagi seluruh manusia supaya aku memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat. Jika kamu menolak maka kamu akan menanggung dosa orang orang Majusi.&lt;/i&gt;      &lt;br /&gt;Ketika Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam mengirim surat kepada Kisra Abrawaiz raja dari Negeri Persia dan menyerunya kepada Islam. Namun ketika surat itu dibacakan kepada Kisra, iapun merobeknya sambil berkata, ”Budak rendahan dari rakyatku menuliskan namanya mendahuluiku.      &lt;br /&gt;Ketika berita tersebut sampai kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam, beliaupun mengatakan, ”Semoga Allah mencabik-cabik kerajaannya.”      &lt;br /&gt;Doa tersebut dikabulkan. Persia akhirnya kalah dalam perang menghadapi Romawi dengan kekalahan yang menyakitkan. Kemudian iapun digulingkan oleh anaknya sendiri yakni Syirawaih. Ia dibunuh dan dirampas kekuasaannya.      &lt;br /&gt;Seterusnya kerajaan itu kian tercabik-cabik dan hancur sampai akhirnya ditaklukkan oleh pasukan Islam pada jaman Khalifah Umar bin Khaththab radiyallahu ‘anhu hingga tidak bisa lagi berdiri. Selain itu Kisra masih harus mempertanggung-jawabkan kekafirannya di akhirat kelak.&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p&gt;     &lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Sumber : &lt;a href="http://majelisfathulhidayah.wordpress.com/"&gt;Majelis Fathulhidayah&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://pencarisyafaat.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;http://pencarisyafaat.blogspot.com&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-1227285988406727052?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/1227285988406727052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2012/02/dokumen-surat-asli-nabi-muhammad-kepada.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/1227285988406727052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/1227285988406727052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2012/02/dokumen-surat-asli-nabi-muhammad-kepada.html' title='Dokumen Surat Asli Nabi Muhammad Kepada Para Raja'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9VB_V_v41Ao/TTorlylfHRI/AAAAAAAANU0/MU6Kldzvp4o/s72-c/lsrzhmll.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-1437366888266456580</id><published>2012-02-05T16:59:00.001+07:00</published><updated>2012-02-05T16:59:59.371+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholawat'/><title type='text'>Raihlah syafaatku Bagi Yang Mengucap Laa Ilaaha Illallah</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلُنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;(صحيح البخاري)&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sabda Rasulullah saw :        &lt;br /&gt;Sungguh telah kukira wahai Abu Hurairah (ra) bahwa tiada yang menanyakanku mengenai hadits ini yang pertama darimu, dari apa-apa yang kulihat atas penjagaanmu pada hadits ini, yang paling bahagia dengan syafaatku dihari kiamat adalah yang mengucap Laa ilaaha illallah (Tiada Tuhan Selain Allah) ikhlas dari hatinya dan dirinya” (Shahih Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;     &lt;br /&gt;&lt;img title="Image" height="227" alt="Image" hspace="6" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/habibana%20%287%29.jpg" width="170" align="left" border="0" /&gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, Yang Maha melimpahkan keberkahan, dan keberkahan adalah anugerah yang kemuliaan-Nya dilipatgandakan baik zhahir atau pun bathin, maka di bulan Rajab ini keberkahan dilimpahkan seluas-luasnya oleh Allah subhanahu wata’ala di malam-malam doa, malam-malam dzikir dan munajat. Bulan Rajab yang merupakan salah satu bulan haram, dimana Allah melimpahkan keberkahan kepada hamba-hamba-Nya, ummat sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Sedemikian banyak doa-doa yang      &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;    &lt;br /&gt;&lt;a name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;dikabulakan oleh Allah di bulan mulia ini, dan sedemikian banyak musibah yang disingkirkan oleh Allah di bulan ini lebih dari bulan-bulan lainnya, sedemikian banyak kesulitan yang disingkirkan oleh Allah di bulan ini, pertolongan Allah turun dan limpahan anugerah dicurahkan, maka perbanyaklah berprasangka baik kepada Yang Maha Dermawan, karena rasa syukur dan sangka baik itu membuka anugerah yang lebih besar dari Allah subhanahu wata’ala. Allah telah bersumpah dengan sumpah luhur dalam firman-Nya, bahwa siapa yang bersyukur atas ni’mat Allah maka Allah lipatgandakan kenikmatan-Nya :&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;( إبراهيم : 7 )&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih&amp;quot;. ( QS. Ibrahim : 7 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;Maka dekatlah kepada Yang Maha memiliki dunia dan akhirah, Maha menjauhkan segala apa yang kita risaukan karena Allah subhanahu wata’ala siap memberikan semua itu kepada yang dikehendaki-Nya, maka mohonlah dan ketuklah gerbang kedermawanan Allah, kasih sayang-Nya diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang meminta. Jika mereka mendapatkan kesulitan di dunia, maka sungguh kesulitannya akan diperkecil dan segera dibukakan bagi mereka kemudahan di dunia dan akhirah. Demikianlah Allah melimpahkan keberkahan kepada ummat sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Ya Allah berilah keberkahan kepada kami di bulan Rajab, dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada Ramadhan”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;Wahai pemilik Rajab, wahai pemilik Sya’ban, wahai pemilik Ramadhan, Engkaulah Yang melimpahkan anugerah-anugerah besar di bulan-bulan ini melebihi bulan-bulan lainnya, maka sertakan nama-nama kami semua berada diantara kelompok yang mendapatkan anugerah besar zhahiran wa bathinan. Ya Allah, nama yang teragung yang memulai segenap keluhuran, nama Yang Maha berhak memberikan segala kebahagiaan, Yang Maha membatasi atau tidak membatasinya, sungguh Allah subhanahu wata’ala Maha memberi tanpa mempedulikannya lagi, Maha memaafkan tanpa mempertanyakannya lagi, Maha mengangkat derajat tanpa mempedulikan hamba-Nya meskipun ia adalah pendosa besar namun jika Allah ingin mengangkat derajatnya maka ia akan berubah menjadi orang yang sangat mulia, sebagaimana firman-Nya :&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;( الفرقان : 70 )&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. ( QS. Al Furqan : 70 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;Mereka yang berbuat dosa kemudian bertobat dan meninggalkan kehinaan menuju keluhuran meninggalkan dosa-dosa semampunya menuju hal-hal yang lebih luhur, serta memohon pengampunan atas dosa yang masih ia perbuat dan belum mampu ia tinggalkan, maka Allah mengganti seluruh dosa mereka menjadi pahala. Adakah yang lebih dermawan dari Allah, kesalahan diganti dengan pahala?! Maka kuatkanlah makna kalimat لا إله إلا اللهdalam hatimu, karena tidak ada yang bisa membuat kesalahan, kejahatan, dan kehinaan berubah menjadi pahala kecuali Allah. Mereka yang berdosa lalu bertobat, beriman kemudian berbuat baik maka Allah ganti kesalahan-kesalahan mereka dengan pahala. Adakah Yang lebih berkasih sayang dari-Nya?, maka Allah subhanahu wata’ala bertanya kepada hamba-Nya dalam firman-Nya :&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ، الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;( الإنفطار : 6-7 )&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wahai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh) mu seimbang”. ( QS. Al Infithaar : 6-7 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;Tidak ada yang lebih dermawan dari Allah subhanahu wata’ala yang telah menciptakan kita dengan penciptaan yang sempurna. Semoga Allah subhanahu wata’ala melimpahkan kepada kita rahasia kemuliaan bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan, rahasia kemuliaan malam dan siang yang terpendam di dalamnya rahasia keluhuran Allah yang tidak kita ketahui dan Allah limpahkan kepada kita. Sebagaimana orang yang yang tidak meminta-minta namun diberi, misalnya orang faqir yang lewat di jalan kemudian ada orang yang kasihan terhadapnya lalu diberi tanpa ia memintanya bahkan ia tidak mengetahui bahwa ia akan diberi, demikian pula keadaan kita terhadap Allah,&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;يَارَبِّ أَنْتَ قُلْتَ تَصَدَّقُوْا عَلَى اْلفُقَرَاءِ وَنَحْنُ اْلفُقَرَاءُ إِلَيْكَ فَتَصَدَّقْ عَلَيْنَا بِرَحْمَتِكَ&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Ya Rabb, Engkau berfirman : “bershadaqahlah kepada orang-orang faqir”, dan kami adalah fuqara’ dihadapan-Mu, maka bershadaqahlah kepada kami dengan kasih sayang-Mu”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah       &lt;br /&gt;Sampailah kita pada hadits luhur ini, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Abu Hurairah : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Wahai Abu Hurairah, aku tau bahwa tidak ada seseorang yang menanyakan tentang hadits ini selain engkau”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;karena Abu Hurairah banyak duduk bersama nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sedangkan kebanyakan sahabat yang lainnya dari kaum Anshar dan Muhajirin bekerja namun Abu Hurairah tidak bekerja, beliau hanya duduk di rumah Rasulullah bersama ahlu suffah untuk mempelajari hadits, kemudian mengajarkannya kepada mereka pra sahabat yang sibuk, dimana ketika mereka ada waktu luang mereka datang dan bertanya kepada Abu Hurairah, tentang ayat yang baru turun atau hadits yang baru diucapkan oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam karena Abu Hurairah selalu duduk bersama nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan ketika Abu Hurairah bertanya kepada Rasulullah tentang orang yang paling beruntung mendapatkan syafaat kelak di hari kiamat, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Orang yang paling beruntung mendapat syafaatku dihari kiamat adalah yang mengucapkan Laa ilaaha illallah (Tiada Tuhan Selain Allah), ikhlas dari hatinya atau dari dirinya”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, shahib As Syafa’ah, shahib al mi’raj, shahib Al Makkah wa Al Madinah, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa : “Orang yang paling beruntung mendapatkan syafaatku kelak di hari kiamat adalah orang yang mengucapkan لا إله إلا الله ikhlas dari dalam hatinya atau dari dirinya”. Dijelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalany di dalam Fath Al Baari bisyarh Shahih Al Bukhari bahwa maksud dari hadits ini bukan hanya kalimat لا إله إلا الله saja namun yang dimaksud adalaha لا إله إلا الله محمد رسول الله , namun Rasulullah bersabda dan meringkasnya hanya dengan kalimat لا إله إلا الله saja. Hadits ini menjelaskan juga bahwa semakin kita mendalami dan memahami makna لا إله إلا الله , maka akan semakin cepat kita mendapkan syafaat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena seluruh hakikat ibadah tiadalah berarti tanpa kalimatلا إله إلا الله , yang merupakan permulaan iman dan tidak akan pernah ada akhirnya, ketika ia melakukan ibadah-ibadah yang lainnya seperti shalat, puasa, zakat dan haji kesemua itu hakikatnya adalah dalam keadaan islam dengan berkeyakinanan لاإله إلا الله . Al Imam Ibn Hajar menjelaskan bahwa nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam juga memberi syafaat kepada orang non muslim, orang munafik, para pendosa, sebagaimana beliau memberi syafaat kepada para shalihin, sebagaimana Abu Thalib yang sebagian pendapat mengatakan bahwa ia telah wafat dalam keadaan di luar Islam, namun disyafaati oleh nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana riwayat Shahih Al Bukhari dimana Abu Thalib berada di dalam jurang neraka namun Rasulullah memberinya syafaat sehingga dia hanya berada di pinggir neraka, dan insyaallah akan mendapatkan syafaat lagi kelak di hari kiamat, karena disebutkan pula bahwa Abu Thalib wafat dalam keadaan Islam namun tidak mau mengucapkan لاإله إلا الله , bukan karena ia ingkar terhadap kalimat لاإله إلا الله akan tetapi karena ia khawatir jika mengucapakannya maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan semakin dipersulit oleh kuffar quraisy di saat itu, maka Abu Thalib tidak mau mengucapkannya, padahal sudah diperintah oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan menolak perintah Rasulullah adalah dosa yang sangat besar karena bisa menyebabkan sampai pada kekufuran, inilah dosa Abu Thalib, namun tetap disyafaati oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan Rasulullah juga mensyafaati para pendosa, sebagaimana yang dijelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalany di dalam Fath Al Baari bisyarh Shahih Al Bukhari bahwa diantara mereka para pendosa ada yang telah masuk ke dalam neraka lalu dikeluarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, diantara mereka ada yang akan masuk neraka namun Rasulullah beri ia syafaat sehingga tidak masuk ke dalam neraka, dan adapula yang telah layak untuk masuk neraka namun dibatalkan karena syafaat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, adapula yang memang tidak masuk neraka namun ia menghadapi hisab yang sangat lama dan sulit kemudian dipermudah oleh Rasulullah dengan syafaatnya, diantara mereka ada yang seharusnya menjalani hisab sebelum masuk ke surga namun diberi syafa’at oleh Rasulullah sehingga tidak perlu dihisab lagi dan langsung memasuki surga, ada juga yang telah masuk ke dalam surga kemudian disyafaati oleh Rasulullah agar dinaikkan ke derajat yang lebih tinggi di surga, beliaulah shahib as syafaah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Diriwayatkan dalam riwayat yang tsiqah ketika malam Isra’ Mi’raj nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berhadapan dengan Allah, dan Allah berfirman kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam :&lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai Muhammad, langit itu milik siapa?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“milik-Mu wahai Allah”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;kemudian Allah bertanya lagi : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Bumi milik siapa?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;nabi menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“milik-Mu wahai Allah”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;lalu Allah subhanahu wata’ala bertanya lagi : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“dan engkau milik siapa wahai Muhammad?” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“milik-Mu wahai Allah”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;kemudian Allah bertanya lagi :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “dan Aku milik siapa wahai Muhammad?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menjawab namun beliau hanya menunduk, maka Allah berkata :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “Aku adalah milik hamba-hamba-Ku yang bershalawat kepadamu wahai Muhammad”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Sungguh beruntung ummat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang bershalawat kepadanya. Allah subhanahu wata’ala berfirman :&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;( الأحزاب : 56 )&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi, wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. ( QS. Al Ahzaab : 56 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;Oleh karena itu kita gembira karena mejelis shalawat semakin hari semakin banyak dan berkembang, di wilayah Jakarta semakin dahsyat, di luar kota dan di luar negeri pun semakin dahsyat, saat ini di Singapura bergemuruh dengan shalawat kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Semoga Allah menjaga dan menjauhkan kita dari kelompok orang yang selalu membid’ahkan shalawat kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, semoga mereka diberi hidayah oleh Allah subhanahu wata’ala, dan jangan sampai kita terjebak lagi dalam kelompok ini apalagi dipimpin oleh orang-orang dari kelompok ini, wal ‘iyadzubillah, kita tidak mau dipimpin kecuali oleh orang-orang yang memuliakan sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Alhamdulillah malam Rabu yang akan datang adalah ulang tahun DKI Jakarta yang ke-484 dan kali ini akan dirayakan dengan maulid nabi dan shalawat kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian dengan dzikir يا الله 1000 x, semoga melimpahkan kemakmuran di Jakarta dan seluruh wilayah di barat dan timur, amin.       &lt;br /&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah       &lt;br /&gt;Kembali ke hadits tadi, sebagaimana yang dijelaskan juga oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalany bahwa disunnahkan untuk mengualng-ulang dan memperbanyak ucapan kalimat لا إله إلا الله , berbeda dengan kelompok yang selalu membid’ahkan orang-orang yang mengucapkan tahlil ( لا إله إلا الله ), padahal telah Allah firmankan atas orang-orang yang menentang Islam bahwa ketika kalimat لا إله إلا الله diucapkan dihadapan mereka maka mereka menyombongkan diri dan menolak ucapan itu. Mereka tidak menghendaki jika kalimat لاإله إلا الله diperbanyak, semoga Allah melimpahkan hidayah kepada mereka, amin. Semoga Jakarta ini menjadi kota orang-orang yang cinta bershalawat kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.       &lt;br /&gt;Hadirin-hadirat, Dalam hadits tadi juga dijelaskan bahwa Abu Hurairah adalah seorang yang sangat berbakti kepada ibunya. Diriwayatkan di dalam Shahih Muslim suatu ketika Abu Hurairah datang kepada Rasulullah dalam keadaan menangis, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “wahai Abu Hurairah apa yang membuatmu menangis?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; maka Abu Hurairah berkata :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “wahai Rasulullah, aku telah menyuruh ibuku untuk masuk Islam namun ia tidak mau, dan hari ini mengucapkan kalimat yang sangat menyakitkan hatiku karena telah menjelek-jelek kan namamu wahai Rasulullah, maka doakanlah ibuku supaya mendapatkan hidayah dan masuk Islam”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; kemudian Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan berdoa :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “Ya Allah berilah hidayah kepada ibu Abu Hurairah”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;lalu Abu Hurairah pulang dan belum sampai di rumahnya ia mendengar suara air, kemudian ibunya berkata :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “jangan masuk dulu”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; kemudian Abu Hurairah mendapati ibunya telah selesai mandi dan menggunakan pakaian yang tertutup dengan mengenakan jilbab, maka setelah Abu Hurairah masuk ke dalam rumah ia berkata : أشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله , menangislah Abu Hurairah, lalu mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “wahai Rasulullah, ibuku telah masuk Islam di tanganku, ketika aku pulang aku dapati ia selesai mandi dan memakai pakaian yang tertutup dan memakai jilbab kemudian mengucap syahadat “,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; itu karena dari doa sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dari sini kita memahami, dan supaya tidak terjebak dalam memahami firman Allah subhanahu wata’ala :&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;( الحجرات : 13 )&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu”. (QS. Al Hujurat: 13 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;Orang yang mulia di sisi Allah tergantung pada ketakwaanya, namun bukan hanya itu, karena ada orang yang mulia di sisi Allah namun bukan karena ketakwaannya, tetapi karena doa orang lain, sebagaimana ibu Abu Hurairah yang dulunya adalah seorang kafir dan mencaci maki Rasulullah, namun karena telah didoakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka berubah menjadi mu’minah shalihah, padahal ia mencaci nabi namun didoakan oleh beliau dan dikabulkan oleh Allah subhanahu wata’ala. Sebagaimana kisah antara nabi Musa As dan nabi Khidir As dalam surah Al Kahfi, dimana ketika nabi Khidir As diutus untuk menemui nabi Musa AS dan mengajarinya tentang takdir-takdir Ilahi. Kisah ini sangat panjang namun secara singkat ketika nabi Musa As bertemu dengan nabi Khidir As, nabi Musa As berkata kepada nabi Khidir : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“izinkanlah aku ikut bersamamu untuk kau ajari aku tentang ilmu yang egkau ketahui?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;#160; nabi Khidir berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“sungguh engkau tidak akan bisa sabar bersama denganku”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;#160; nabi Musa AS menjawab: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Insyaallah aku akan bisa bersabar dan tidak akan melanggar perintahmu”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;#160; lalu nabi Khidir berkata:&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;#160; “Jika kau ikut bersamaku, maka jangan engkau bertanya tentang sesuatu sampai aku yang mengatakannya kepadamu”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Maka keduanya berjalan hingga menaiki sebuah perahu lalu nabi Khidir membocorkan perahu itu, maka nabi Musa berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“mengapa engkau membocori perahu itu untuk menenggelamkan orang-orang di dalamnya, sungguh engkau telah berbuat kesalahan”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;#160; maka nabi Khidir berkata :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “bukankah sudah kukatakan kepadamu bahwa engkau tidak akan bisa sabar mengikutiku”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; maka nabi Musa berkata :&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;#160; “baiklah maafkan aku, sungguh aku telah lupa”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;#160; kemudian mereka melanjutkan perjalanan sehingga mereka menemui seorang anak kecil maka dibunuhlah anak kecil itu oleh nabi Khidir, lalu nabi Musa As berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“mengapa engkau membunuh anak kecil yang tidak berdosa?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;#160; maka nabi Khidir kembali berkata :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “bukankah telah aku katakan padamu, engkau tidak akan mampu bersabar bersamaku”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;maka nabi Musa kembali berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“baiklah maafkan aku, jika nanti aku bertanya lagi kepadamu akan sesuatu maka tinggalkanlah aku”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;mereka pun kembali melanjutkan perjalanan dan ketika tiba di sebuah perkampungan, maka penduduk kampung itu tidak mau menerima mereka dan tidak mau menjamu mereka, lalu disana mereka menemukan sebuah dinding rumah yang telah rapuh dan hampir roboh, maka nabi Khidir memperbaiki dan membangun kembali dinding rumah itu, maka nabi Musa berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“jika engkau mau, engkau bisa meminta imbalan untuk hal itu”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; kemudian nabi Khidir berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“inilah akhir pertemuanku denganmu, aku akan menjelaskan kepadamu akan hal-hal yang tidak mampu engkau bersabar atasnya, ketahuilah bahwa perahu yang kubocorkan tadi adalah milik orang miskin yang bekerja di laut, dan aku merusaknya hingga perahu itu tenggelam karena dihadapan mereka ada seorang raja yang akan merampas setiap perahu, adapun anak muda (kafir) itu kubunuh, karena kedua orang tuanya adalah orang yang beriman dan aku khawatir dia akan memaksa kepada kesesatan dan kekafiran dan Allah akan menggantikannya dengan anak lain yang lebih baik darinya, dan tembok rumah yang kubangun itu adalah milik dua anak yatim di kampung itu, yang dibawahnya ada pendaman harta untuk mereka yang mana ayah mereka adalah orang shalih, maka Allah berkehendak agar anak yatim itu dewasa kemudian mereka mengeluarkan harta itu sebagai rahmat dari Allah”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Maka Allah menjaga harta itu untuk kedua anak yatim itu karena ayah mereka adalah orang yang shalih, dan bukan karena kedua anak yatim itu yang shalih.&amp;#160; Jadi hidayah itu bisa dikarenakan ketakwaan kita, bisa juga karena ketakwaan dan doa orang lain, atau doa seorang anak terhadap ayah ibunya, seperti doa Abu Hurairah, atau karena doa orang tua terhadap anaknya, maka kemuliaan itu bisa datang dari mana saja namun tetap dengan kehendak Allah subhanahu wata’ala. Demikian rahasia kemuliaan di dalam kehidupan kita yang harus kita fikirkan, berhati-hatilah dalam melewati kehidupan ini, janganlah menjauh dari para shalihin apalagi memusuhi dan mengganggu para shalihin, baik mereka yang masih hidup atau pun yang telah wafat. Cintailah para shalihin, baik yang masih hidup atau pun yang telah wafat, khususnya pemimpin para shalihin, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Hati-hati terhadap kelompok yang tidak ingin dan tidak mau memuliakan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena hal ini ada perbuatan iblis, dimana salah satu sifat iblis adalah tidak mau memuliakan makhluk yang dimuliakan Allah, tidak mau bersujud kepada nabi Adam, kenapa? karena nabi Adam adalah makhluk yang diciptakan dari tanah, sejak puluhan ribu tahun iblis bersujud kepada Allah, namun tidak mau ketika diperintah untuk bersujud kepada nabi Adam As. Dan kita tidak diperintah untuk bersujud kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, namun kita diperintah oleh Allah untuk memuliakan sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka wajib memulikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana Allah berfirman :&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h5 align="center"&gt;&lt;b&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ&lt;/b&gt;&lt;/h5&gt;  &lt;h5 align="center"&gt;&lt;b&gt;( الحجرات : 2 )&lt;/b&gt; &lt;/h5&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu , sedangkan kamu tidak menyadari.” ( QS. Al Hujurat : 2 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       &lt;br /&gt;Di masa pemerintahan sayyidina Umar bin Khattab RA, dimana ketika datang dua orang ke Madinah Al Munawwarah dan mereka masuk ke dalam masjid An Nabawy dan mengeraskan suara mereka disana, maka sayyidina Umar yang di saat itu menjadi khalifah bertanya :&lt;b&gt;&lt;i&gt;“kalian datnag dari mana?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; mereka menjawab:&lt;b&gt;&lt;i&gt; “ kami datang dari Najd”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; maka sayyidina Umar berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“jika kalian penduduk Madinah maka akan aku cambuk kalian karena telah mengeraskan suara di dekat jasad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; padahal Rasulullah telah wafat. Al Imam Malik Ar, guru dari Al Imam As Syafi’i Ar, beliau tidak pernah memakai sandal jika berada di Madinah karena memuliakan rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, padahal panas matahari di saat itu sangat menyengat, dan beliau ( Al Imam Malik) jika membaca hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka tidak boleh ada orang yang bersuara, karena jika ada yang bersuara atau mengeraskan suara ketika hadits Rasulullah dibaca maka sama halnya dengan mengeraskan suara di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Alhamdulillah kita di majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berada di dalam naungan Allah subhanahu wata’ala.       &lt;br /&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah       &lt;br /&gt;Akhir dari penyampaian saya, sebagian orang ada yang bertanya-tanya dan hal ini perlu diperjelas :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “Habib Munzir kok mobilnya ganti-ganti, cakep-cakep terus?!”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Alhamdulillah, namun saya sampaikan bahwa saya tidak mempunyai mobil, dan saya tidak pernah berfikir untuk punya mobil. Saya sampaikan bahwa angsuran mobil Galant sudah lunas, tentunya dengan cara kredit yang islami, insyaallah pertemuan yang akan datang kita akan membahas masalah ini agar tidak terkena riba dalam hal kredit ini. Setelah angsurannya lunas saya jual mobil itu untuk membiayai dakwah Majelis Rasulullah ini, jika ada mobil milik majelis maka boleh-boleh saja dan jika saya wafat maka bukan warisan untuk keluarga saya, dan jika istri saya yang punya mobil maka boleh-boleh saja, namun saya pribadi tidak punya mobil dan tidak pula punya rumah, rumah saya mengontrak, saya tidak mau punya rumah atau harta, cukuplah cinta kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Habib kok begitu, tapi kenyataannya kan ada mobil?”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;orang lain yang meminjamkan untuk dipakai seminggu atau dua minggu supaya berkah, ada pula yang menyiapkannya dan lainnya, maka janganlah kalian sampai kebingungan dan bertnya-tanya akan hal itu. Saya doakan semoga kalian semua makmur dengan rahmat dan keberkahan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak memiliki apa-apa namun para sahabat banyak yang kaya raya, diantaranya sayyidina Utsman bin ‘Affan, sayyidina Abdurrahman bin ‘Auf dan yang lainnya banyak dilimpahi keluasan, kemudian digunakan untuk membantu nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan para jama’ah yang sekarang biasa membantu dengan berinfak 500 atau 1000 rupiah, mudah-mudahan satu atau dua tahun kedepan bisa membantu dengan mobil, amin. Mohon maaf hal ini saya sampaikan hanya sekedar penjelasan saja.       &lt;br /&gt;Selanjutnya kita berdoa bersama semoga Allah subhanahu wata’ala melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada kita, semoga acara-acara yang akan kita adakan sukses, semua niat dan hajat kita dikabulkan oleh Allah subhanahu wata’ala, semoga Allah subhanahu wata’ala melimphakan kemakmuran untuk aku dan kalian di dunia dan akhirat…&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا ...&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ucapkanlah bersama-sama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;h5 align="center"&gt;&lt;b&gt;يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ... مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ&lt;/b&gt;&lt;/h5&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;SUMBER : &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.majelisrasulullah.org/"&gt;http://www.majelisrasulullah.org&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-1437366888266456580?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/1437366888266456580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2012/02/raihlah-syafaatku-bagi-yang-mengucap.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/1437366888266456580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/1437366888266456580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2012/02/raihlah-syafaatku-bagi-yang-mengucap.html' title='Raihlah syafaatku Bagi Yang Mengucap Laa Ilaaha Illallah'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-7619625709663249674</id><published>2012-01-11T16:17:00.001+07:00</published><updated>2012-01-11T16:18:08.388+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholawat'/><title type='text'>Membaca Shalawat untuk Nabi</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Membaca shalawat adalah salah satu amalan yang disenangi orang-orang NU, disamping amalan-amalan lain semacam itu. Ada shalawat “Nariyah”, ada “Thibbi Qulub”. Ada shalawat “Tunjina”, dan masih banyak lagi. Belum lagi bacaan “hizib” dan “rawatib” yang tak terhitung banyaknya. Semua itu mendorong semangat keagamaan dan cita-cita kepada Rasulullah sekaligus ibadah.   &lt;br /&gt;Salah satu hadits yang membuat kita rajin membaca shalawat ialah: Rasulullah bersabda: &lt;em&gt;Siapa membaca shalawat untukku, Allah akan membalasnya 10 kebaikan, diampuni 10 dosanya, dan ditambah 10 derajat baginya.&lt;/em&gt; Makanya, bagi orang-orang NU, setiap kegiatan keagamaan bisa disisipi bacaan shalawat dengan segala ragamnya.    &lt;br /&gt;Salah satu shalawat yang sangat popular ialah “Shalawat Badar”. Hampir setiap warga NU, dari anak kecil sampai kakek dan nenek, dapat dipastikan melantunkan shalawat Badar. Bahkan saking populernya, orang bukan NU pun ikut hafal karena pagi, siang, malam, acara dimana dan kapan saja “Shalawat Badar” selalu dilantunkan bersama-sama.    &lt;br /&gt;Shalawat yang satu ini, “shalawat Nariyah”, tidak kalah populernya di kalangan warga NU. Khususnya bila menghadapi problem hidup yang sulit dipecahkan maka tidak ada jalan lain selain mengembalikan persoalan pelik itu kepada Allah. Dan shalawat Nariyah adalah salah satu jalan mengadu kepada-Nya.    &lt;br /&gt;Salah satu shalawat lain yang mustajab ialah shalawat Tafrijiyah Qurtubiyah, yang disebut orang Maroko shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak apa yang tidak disuka, mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat Nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat bi idznillah. Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam.     &lt;br /&gt;Imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (fardlu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rejekinya tidak akan putus, disamping mendapatkan pangkat/kedudukan dan tingkatan orang kaya. (&lt;em&gt;Khaziyat al-Asrar&lt;/em&gt;, hlm 179)    &lt;br /&gt;Simak sabda Rasulullah SAW berikut ini:&lt;/p&gt;  &lt;h5 align="right"&gt;وَأخْرَجَ ابْنُ مُنْذَة عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ الله عَنهُ أنّهُ قال قال َرسُوْلُ اللهِ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ: مَنْ صَلّى عَلَيَّ كُلّ يَوْمٍ مِئَة مَرّةٍ – وَفِيْ رِوَايَةٍ – مَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِي اليَوْمِ مِئَة مَرّةٍ قَضَى اللهُ لَهُ مِئَة حَجَّةٍ – سَبْعِيْنَ مِنْهَا في الأخِرَةِ وَثَلاثِيْنَ فِي الدُّنْيَا – إلى أنْ قال – وَرُوِيَ أن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عليه وسلم قال : اكْثَرُوا مِنَ الصَّلاةِ عَلَيَّ فَإنّهَا تَحِلُّ اْلعَقْدَ وَتَفْرجُ الكُرَبَ – كَذَا فِيْ النزهَةِ&lt;/h5&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hadits Ibnu Mundah dari Jabir, ia mengatakan: Rasulullah SAW bersabda: S&lt;em&gt;iapa membaca shalawat kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia.&lt;/em&gt; Sampai kata-kata … dan hadits Rasulullah yang mengatakan: &lt;em&gt;Perbanyaklah shalawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan&lt;/em&gt;. Demikian seperti tertuang dalam kitab &lt;em&gt;an-Nuzhah&lt;/em&gt;.     &lt;br /&gt;Rasulullah di alam barzakh mendengar bacaan shalawat dan salam dan dia akan menjawabnya sesuai jawaban yang terkait dari salam dan shalawat tadi. Seperti tersebut dalam hadits. Rasulullah SAW bersabda: &lt;em&gt;Hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalian membicarakan dan juga dibicarakan, amal-amal kalian disampaikan kepadaku; jika saya tahu amal itu baik, aku memuji Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah&lt;/em&gt;. (Hadits riwayat Al-hafizh Ismail Al-Qadhi, dalam bab &lt;em&gt;shalawat ‘ala an-Nabi&lt;/em&gt;).    &lt;br /&gt;Imam Haitami dalam kitab &lt;em&gt;Majma’ az-Zawaid&lt;/em&gt; meyakini bahwa hadits di atas adalah shahih. Hal ini jelas bahwa Rasulullah memintakan ampun umatnya (istighfar) di alam barzakh. Istighfar adalah doa, dan doa Rasul untuk umatnya pasti bermanfaat.    &lt;br /&gt;Ada lagi hadits lain. Rasulullah bersabda: &lt;em&gt;Tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan kepada ruhku sehingga aku bisa menjawab salam itu.&lt;/em&gt; (HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah. Ada di kitab Imam an-Nawawi, dan sanadnya shahih)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;KH Munawwir Abdul Fattah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Pengasuh Pesantren Krapyak, Yogyakarta&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Sumber : &lt;a title="http://www.nu.or.id" href="http://www.nu.or.id"&gt;http://www.nu.or.id&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-7619625709663249674?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/7619625709663249674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2012/01/membaca-shalawat-untuk-nabi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/7619625709663249674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/7619625709663249674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2012/01/membaca-shalawat-untuk-nabi.html' title='Membaca Shalawat untuk Nabi'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-4766607340425078710</id><published>2011-09-13T14:48:00.001+07:00</published><updated>2011-09-13T14:48:15.493+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khasiat Sholawat'/><title type='text'>Apa perlu bersholawat</title><content type='html'>&lt;h5&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/-fh0cMAXMqyw/Tm8KuBSEVYI/AAAAAAAAATA/bFIKyK15f7I/s1600-h/31%25255B3%25255D.jpg"&gt;&lt;img title="31" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin: 0px 5px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="229" alt="31" src="http://lh6.ggpht.com/-oexucrcbXbw/Tm8KvVNVAqI/AAAAAAAAATE/5I1F0hWpTE8/31_thumb%25255B1%25255D.jpg?imgmax=800" width="244" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Perlunya bersholawat&lt;/h5&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Perintah Bershalawat kepada Nabi saw dan Keluarganya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;QS Al-Ahzab :56 Allah swt berfirman:&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىّ‏ِ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً&lt;/h4&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi; wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya.” (Al-Ahzab/33: 56)   &lt;br /&gt;Ulama dari kalangan mazhab Ahlul bait (as) sepakat bahwa ayat ini diturunkan untuk menegaskan hak Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (as), yaitu perintah bershalawat kepada mereka dan cara bershalawat. Ulama Ahlussunnah juga sepakat kecuali hanya beberapa penulis.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Cara bershalawat dalam shahih Bukhari, kitab doa, bab bershalawat kepada Nabi saw:   &lt;br /&gt;Abdurrahman bin Abi Layli berkata: Ka’b bin Ujrah menemui aku lalu berkata: Tidakkah kamu diberi hadiah? Nabi saw datang kepada kami, lalu kami berkata: Ya Rasulallah, engkau telah mengajari kami cara mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana cara bershalawat kepadamu? Beliau menjawab: Kalian ucapkan:&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;&lt;strong&gt;اللهمّ صلِّ على محمّد وعلى آل محمّد، كما صلّيت على آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللّهمّ بارك على محمّد وعلى آل محمّد، كما باركت على إبراهيم إنك حميد مجيد&lt;/strong&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;Dalam Shahih Bukhari, kitab tafsir, bab ayat ini : Abu Said Al-Khudri berkata, kami berkata: Ya Rasulallah, ini adalah cara mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana cara bershalawat kepadamu? Beliau menjawab: kalian ucapkan:&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;ا&lt;strong&gt;للّهمّ صلّ على محمّد عبدك ورسولك كما صلّيت على آل إبراهيم، وبارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على إبراهيم&lt;/strong&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad hamba-Mu dan Rasul-Mu sebagaimana Engkau sampaikan shalawat kepada keluarga Ibrahim, dan berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Shahih Muslim, kitab shalawat kepada Nabi saw sesudah tasyahhud:   &lt;br /&gt;Abu Mas’ud Al-Anshari berkata: Rasulullah saw pernah mendatangi kami ketika kami berada di majlis Sa’d bin Ubadah. Kemudian Basyir bin Sa’d berkata kepadanya: Allah Azza wa Jalla memerintahkan pada kami agar bershalawat kepadamu ya Rasulallah, lalu bagaimana cara kami bershalawat kepadamu? Lalu beliau diam sepertinya beliau menghendaki kami tidak bertanya tentang hal itu. Kemudian beliau bersabda: Kalian ucapkan:&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;&lt;strong&gt;اللّهم صلّ على محمّد وعلى آل محمّد كما صليت على آل إبراهم، وبارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على آل إبراهيم في العالمين إنك حميدٌ مجيد&lt;/strong&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada keluarga Ibrahim, dan berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi keluarga Ibrahim di alam semesta, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sunan An-Nasa’i 1/190, bab 52, hadis ke 1289:Musa bin Thalhah dari ayahnya, ia berkata: kami berkata, ya Rasulallah, bagaimana cara bershalawat kepadamu? Beliau menjawab: Kalian ucapkan:&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;&lt;strong&gt;اللّهمّ صلِّ على محمّد وعلى آل محمّد كما صلّيت على إبراهيم وآل إبراهيم إنك حميد مجيد ، وبارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على إبراهيم وآل إبراهيم إنك حميد مجيد&lt;/strong&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia; berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sunan An-Nasa’i 1: 190, bab 52, hadis ke 1291:   &lt;br /&gt;Musa bin Thalhah berkata, aku bertanya kepada Zaid bin Kharijah, ia berkata, aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw. Kemudian beliau bersabda: Bershalawatlah kalian kepadaku dan bersungguh-sungguhlah kalian dalam berdoa, dan kalian ucapkan:&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;اللّهم صلِّ على محمّد وعلى آل محمّد&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Shahih Ibnu Majah 65, kitab shalat, bab shalawat kepada Nabi saw, hadis ke 906:   &lt;br /&gt;Abdullah bin Mas’ud berkata: Jika kalian bershalawat kepada Rasulullah saw, hendaknya kalian memperbaiki shalawat kepadanya, karena kalian tidak tahu kalau shalawat itu hukumnya wajib. Lalu dikatakan kepadanya: ajarkan kepada kami (tentang cara bershalawat). Ia berkata: kalian ucapkan:&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;&lt;strong&gt;اللهم اجعل صلاتك ورحمتك وبركاتك على سيد المرسلين. اللّهم صلّ على محمّد وعلى آل محمّد كما صلّيت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد ، اللهم بارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد&lt;/strong&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ya Allah, curahkan shalawat-Mu, rahmat-Mu dan keberkahan-Mu kepada penghulu para Rasul. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Fathul Bari 13: 441, kitab doa, bab 32, hadis ke 6358:   &lt;br /&gt;Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang shalawat ini, pada hari kiamat aku akan menjadi saksi baginya dan memberi syafaat padanya:&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;&lt;strong&gt;اللهم صل على محمّد وعلى آل محمّد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم ، وبارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم ، وترحم على محمّد وعلى آل محمّد كما ترحمت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم&lt;/strong&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sayangi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau sayangi Ibrahim dan keluarga Ibrahim.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i (Imam Syafi’i) meriwayatkan dalam Musnadnya:   &lt;br /&gt;Abu Hurairah bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Rasulullah, bagaimana cara kami bershalawat kepadamu? Nabi saw menjawab: kalian ucapkan:&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;اللّهم صل على محمد وآل محمد كما صليت على ابراهيم وبارك على محمد وآل محمد كما باركت على ابراهيم وآل ابراهيم، ثم تسلمون علي&lt;/h4&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, dan berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim; kemudian ucapkan salam kepadaku. (Musnad, jilid 2, halaman 97).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ash-Shawa’iqul Muhriqah, hlm 144:   &lt;br /&gt;Ibnu Hajar meriwayatkan bahwa Ka’b bin Ujrah berkata: ketika ayat ini turun kami bertanya kepada Rasulullah saw: Ya Rasulallah, kami telah mengetahui cara mengucapkan salam kepadamu, tapi bagaimana cara bershalawat kepadamu. Nabi saw menjawab: kalian ucapkan:&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;اللّهم صل على محمد وآل محمد&lt;/h4&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Kemudian beliau bersabda: Janganlah kalian bershalawat kepadaku dengan shalawat yang batra’ (puntung). Lalu para sahabat bertanya: Apa shalawat yang batra’ itu. Beliau menjawab: Kalian hanya mengucapkan:&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;اللّهم صل على محمد&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad. Tetapi, hendaknya kalian mengucapkan:&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;اللّهم صل على محمد وآل محمد&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam tafsirnya Al-Qurthubi menyebutkan beberapa riwayat bahwa ayat ini adalah keharusan menyertakan Ahlul bait ketika bershalawat kepada Nabi saw. (Al-Jami’ li-Ahkamil Qur’an 14: 233 dan 234).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ibnul Arabi Al-Andalusi Al-Maliki juga menyebutkan beberapa riwayat bahwa ayat ini diturunkan untuk menegaskan hak Nabi saw dan keluarganya yang suci (as). (Ahkamul Qur’an 2: 84).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jabir (ra) berkata: Sekiranya kamu melakukan shalat dan tidak bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, maka aku tidak melihat shalatnya diterima. (Dzakhairul Uqba:19).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Al-Qadhi ‘Iyadh meriwayatkan dalam Asy-Syifa’, dari Ibnu Mas’ud bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang melakukan shalat dan dalam shalatnya tidak membaca shalawat kepadaku dan Ahlul baitku, maka shalatnya tidak diterima.” (Al-Ghadir 2: 303).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibnu Hajar mengatakatan: Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang melakukan shalat dan dalam shalatnya tidak membaca shalawat kepadaku dan Ahlul baitku, maka shalatnya tidak diterima.” (Ash-Shawaiqul Muhriqah: 139).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ar-Razi mengatakan: Doa untuk keluarga Nabi saw menunjukkan keagungan kedudukan mereka, karena doa ini ditempatkan di akhir Tasyahhud dalam shalat, yaitu: Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa âli Muhammad, warham Muhammadan wa âla Muhammad (Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan sayangi Muhammad dan keluarga Muhammad). Pengagungan ini tidak akan didapatkan pada selain keluarga Muhammad. Hal ini menunjukkan bahwa mencintai keluarga Muhammad adalah wajib. Keagungan kedudukan Ahlul bait Nabi saw terdapat dalam lima hal: Tasyahhud dalam shalat, salam, kesucian, diharamkannya sedekah bagi mereka, dan kewajiban mencintai mereka. (Tafsir Ar-Razi 7: 391).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hadis-hadis tersebut dan yang semakna juga terdapat dalam:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Shahih Bukhari, jilid 6, halaman 12.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Asbabun Nuzul, Al-Wahidi, halaman 271.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Ma’alim At-Tanzil, Al-Baghawi, catatan pinggir Tafsir Al-Khazin, jilid 5, halaman 225.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Mustadrak Al-Hakim, jilid 3, halaman 148.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Tafsir Fakhrur Razi, jilid 25, halaman 226.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;6. Al-Hafizh Abu Na’im Al-Isfahani, Akhbar Isfahan, jilid 1, halaman 131.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;7. Al-Hafizh Abu Bakar Al-Khathib, Tarikh Baghdad, jilid 6, halaman 216.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;8. Ibnu Abd Al-Birr Al-Andalusi, Tajrid At-Tamhid, halaman 185.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;9. Tafsir Ruh Al-Ma’ani, Al-Alusi, jilid 22, halaman 32.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;10. Dzakhairul Uqba, Muhibuddin Ath-Thabari, halaman 19.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;11. Riyadhush Shalihin, An-Nawawi, halaman 455.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;12. Tafsir Ibnu Katsir, jilid 3, halaman 506.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;13. Tafsir Ath-Thabari, jilid 22, halaman 27.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;14. Tafsir Al-Khazin, jilid 5, halaman 226.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;15. Ad-Durrul Mantsur, As-Suyuthi, jilid 5, halaman 215.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;16. Fathul Qadir, Asy-Syaukani, jilid 4, halaman 293.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Shalat tidak akan diterima tanpa shalawat, riwayat yang menerangkan ini terdapat dalam Sunan Al-Baihaqi 2: 379, kitab shalat, bab 471, hadis 3968, sebagai berikut : Abu Mas’ud berkata: Sekiranya aku melakukan shalat tanpa bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, niscaya aku memandang shalatku tidak sempurna.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam Sunan Ad-Daruquthni 136, kitab shalat, bab kewajiban shalawat dalam tasyahhud, hadits ke 6: Ibnu Mas’ud berkata bahwa Rasululah saw bersabda:&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;من صلى صلاة لم يصل فيها عليّ ولا على أهل بيتي لم تقبل منه&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;“Barangsiapa yang melakukan shalat, dan di dalamnya tidak bershalawat kepada ku dan Ahlul baitku, maka shalatnya tidak diterima.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam Dzakhair Al-‘Uqba 19, bab Fadhail Ahlul bait (sa):Jabir berkata: Sekiranya aku melakukan shalat, dan di dalamnya aku tidak bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, niscaya aku memandang shalatku tidak diterima.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam Syarah Al-Mawahib halaman 7, Imam Syafi’i berkata :&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;يا آل بيت رسول الله حبكم فرض من الله في القرآن أنزله&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;كفا كم من عظيم القدر انكم من لم يصل عليكم لا صلاة له&lt;/h4&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Wahai Ahlul bait Rasulullah,mencintaimu diwajibkan oleh Allah dalam Al-Qur’an yang diturunkanCukuplah keagungan kedudukanmu orang yang tidak bershalawat kepadamu (dalam shalatnya) shalatnya tidak sah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perkataan Imam Syafi’i tersebut juga terdapat dalam:1. Musnad Ahmad, jilid 6 halaman 323.2. Ash-Shawaiqul Muhriqah, Ibnu hajar, halaman 88.3. Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn Al-Abshar, Asy-Syablanji, halaman 104, bab 2 manaqib Al-Hasan dan Al-Husayn.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Doa tidak akan diijabah tanpa shalawatDalam Kanzul Ummal 1: 173, pasal 2 Adab Doa : Tidak ada suatupun doa kecuali ada hijab (penghalang) antara doa itu dan Allah sehingga dibacakan shalawat. Ketika shalawat dibacakan, maka robeklah hijab itu dan sampailah doa itu kepada Allah swt. Dan jika tidak dibacakan shalawat, maka kembalilah doa itu.Pernyataan ini diriwayatkan oleh Ad-daylami dari Ali bin Abi Thalib (as).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam Ash-Shawaiq Al-Muhriqah haaman 88:Ad-Daylami meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;الدعاء محجوب حتى يُصلّى على محمّد وأهل بيته ، اللّهم صلِّ على محمّد وآله&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;“Doa itu akan terhijab sampai dibacakan shalawat kepada Muhammad dan Ahlul baitnya, yaitu: Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam Faydh Al-Qadhir 5: 19, hadis ke 6303:Ali bin Abi Thalib (as) berkata:&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;كل دعاء محجوب حتى يُصلّى على محمّد وآل محمّد&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;“Semua doa akan terhalangi sehingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Al-Haitsami mengatakan: Tokoh-tokoh hadis tersebut dapat dipercaya.Al-Muttaqi Al-Hindi juga menyebutkan dalam kitabnya Kanzul Ummal 1/314, mengutip dari Ubaidillah bin Abi Hafsh Al-‘Aysyi. Abdul Qadir Ar-Rahawi menyebutkan dalam Al-Arbain, Ath-Thabrani dalam Al-Kabir, Al-Baihaqi dalam Syu’b Al-Iman.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam Faydh Al-Qadir 3: 543: Abu Syaikh meriwayatkan bahwa Imam Ali bin Abi Thalib (as) berkata :&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;الدعاء محجوب عن الله حتى يصلّى على محمّد وأهل بيته&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;“Doa itu akan terhijabi dari Allah sehingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan Ahlul baitnya.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hadis ini juga diriwayatkan Al-Baihaqi dari Asy-Sya’b, At-Tirmidzi dari Ibnu Umar.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam Kanzul Ummal 1: 181:Rasulullah saw bersabda kepada Ali bin Abi Thalib (sa): Jika disedihkan oleh suatu persoalan, maka bacalah:&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;اللّهم احرسني بعينك التي لا تنام، واكنفني بكنفك الذي لا يرام. أسألك أن تُصلّي على محمّد وعلى آل محمّد، وبك أدرأ في نحور الأعداء والجبابرة&lt;/h4&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Ya Allah, jagalah daku dengan mata-Mu yang tak pernah tidur, dan jagalah daku dengan benteng-Mu yang tak pernah hancur. Aku bermohon pada-Mu sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dengan-Mu aku berlindung dari permusuhan musuh-musuhku dan orang-orang yang sombong.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ali, Fatimah, Hasan dan Husein (as) adalah keluarga Nabi saw . Dalam Musnad Ahmad 6: 324, hadis ke 26206:Ummu Salam berkata bahwa Rasulullah saw bersabda kepada Fatimah (as): “Bawalah kepadaku suamimu dan kedua anakmu.” Kemudian Fatimah (as) bersama mereka datang kepada Nabi saw. Lalu beliau memayungi mereka dengan kain kisa’ dan meletakkan tangannya pada mereka, lalu bersabda:&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;اللّهم إن هؤلاء آل محمّد ، فاجعل صلواتك وبركاتك على محمّد وعلى آل محمّد إنّك حميد مجيد&lt;/h4&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Ya Allah, sesungguhnya mereka adalah keluarga Muhammad, curahkan shalawat-Mu dan keberkahan-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.”Ummu Salamah berkata: Kemudian aku mengangkat kain kisa’ itu untuk berkumpul bersama mereka, kemudian Nabi saw menarik kain kisa’ itu (melarang masuk ke dalam kain kisa’) dan bersabda: “Engkau adalah orang yang baik.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam Mustadrak Al-Hakim 3: 147, kitab ma’rifah Shahabah:Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib berkata: Ketika Rasulullah saw melihat rahmat Allah turun, beliau bersabda: “Datangkan padaku, datangkan padaku.” Shafiyah bertanya: Siapa yang Rasulallah? Beliau menjawab: “Ahlul baitku, yaitu Ali, Fatimah, Al-Hasan dan Al-Husayn.” Lalu mereka datang kepada Nabi saw, kemudian beliau memayungi mereka dengan kain kisa’, kemudian berdoa dengan mengangkat tangannya:&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;اللّهمّ هؤلاء آلي ، فصلِّ على محمّد وعلى آل محمّد&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;“Ya Allah, mereka adalah keluargaku, curahkan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.” Kemudian Allah Azza wa jalla menurunkan surat Al-Ahzab: 33.Al-Hakim mengatakan hadis ini shahih menurut persyaratan Bukhari dan Muslim.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hadis ini dan yang semakna juga terdapat dalam :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Kanzul Ummal, Al-Muttaqi Al-Hindi, jilid 7 halaman 103, bab Fadhail Ahlul bait, hadis ke 37629.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Musykil Al-Atsar, Ath-Thahawi, jilid 1 halaman 334.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Tafsir Ad-Durrul Mantsur, tentang surat Al-Ahzab: 33.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Musnad Ahmad, jilid 6 halaman 296.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Majma’ Az-Zawaid, Al-Haitsami, jilid 9 halaman 167, bab keutamaan Ahlul bait (as).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Larangan shalawat batra’ (terputus)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Shalawat ba’tra’ adalah shalawat yang tidak menyertakan keluarga Nabi saw dalam bershalawat kepadanya. Dalam Ash-Shawaiq Al-Muhriqah 87, bab 11:Ibnu Hajar berkata bahwa Nabi saw bersabda: “Janganlah kalian bershalawat kepadaku dengan shalawat batra’.” Kemudian sahabat bertanya: Apakah shalawat batra’ itu? Nabi saw menjawab: Kalian hanya mengucapkan:&lt;/p&gt;  &lt;h3 align="right"&gt;اللّهم صلِّ على محمّد&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad. Tetapi hendaknya kalian mengucapkan:&lt;/p&gt;  &lt;h3 align="right"&gt;اللّهم صلّ على محمّد وعلى آل محمّد&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di sini terdapat hal yang mengherankan: Mengapa umumnya ummat Islam bershalawat kepada Nabi saw dengan shalawat batra’ yaitu Shallallahu ‘alayhi wa sallam (semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam kepada Muhammad). Padahal para ulama dan para imam ahli hadis dari Ahlussunnah telah meriwayatkan hadis-hadis bahwa doa itu tidak diijabah tanpa bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, shalat tidak diterima tanpa bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, cara bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan hadis-hadis bahwa Nabi saw melarang bershalawat dengan shalawat batra’ (yang terputus).&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-4766607340425078710?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/4766607340425078710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/09/apa-perlu-bersholawat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/4766607340425078710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/4766607340425078710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/09/apa-perlu-bersholawat.html' title='Apa perlu bersholawat'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-oexucrcbXbw/Tm8KvVNVAqI/AAAAAAAAATE/5I1F0hWpTE8/s72-c/31_thumb%25255B1%25255D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-7561437153355550732</id><published>2011-09-12T20:11:00.001+07:00</published><updated>2011-09-12T20:38:28.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khasiat Sholawat'/><title type='text'>Khasiat Sholawat Basyairul Khairat</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Khasiat Shalawat Basyairul Khairat.&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-EftVp75s4jU/Tm4E4U7zOmI/AAAAAAAAAS4/KBdcsCUWYk4/s1600-h/SajjadDuroodThuluth%25255B3%25255D.jpg"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img title="SajjadDuroodThuluth" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 5px 0px 0px; border-right-width: 0px" height="157" alt="SajjadDuroodThuluth" src="http://lh4.ggpht.com/-tUhWcCAoFf0/Tm4E6srbtxI/AAAAAAAAAS8/bP7M-aGtOx0/SajjadDuroodThuluth_thumb%25255B1%25255D.jpg?imgmax=800" width="244" align="left" border="0" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Diriwayatkan dari Syaikhul Ummah, Imamul A’immah, pemimpin para wali, Quthub dari semua Quthub, Sayyidi Abdul Qadir al-Jaelani, bahwa beliau berkata kepada salah seorang sahabatnya :    &lt;br /&gt;“Terimalah shalawat ini dariku, karena aku menerimanya melalui ilham dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, lalu aku menunjukkannya kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. Aku hendak menanyakan kepada beliau mengenai manfaat khusus shalawat tersebut, namun beliau menjawab sebelum aku menanyakannya. Beliau berkata kepadaku :     &lt;br /&gt;“Shalawat ini mempunyai manfaat khusus yang begitu dahsyat untuk diperhitungkan. Ia mengangkat orang yang mengamalkannya ke derajat yang amat tinggi, dan menjadikan mereka mencapai tujuan yang paling jauh. Bila seseorang menggunakan shalawat ini untuk mencapai maksud tertentu, maka dia tidak akan kecewa. Cita-citanya tidak akan gagal dan doanya tidak akan ditolak. Bila seseorang membacanya, meski hanya sekali atau membawanya, Allah akan menganugerahkan ampunan-Nya kepada orang itu dan kepada orang yang pergi bersamanya. Bila ajalnya tiba, empat orang malaikat rahmat akan hadir di sampingnya. Malaikat pertama akan menjaganya dari setan. Malaikat kedua akan akan membimbingnya mengucapkan kalimat syahadat. Malaikat ketiga memuaskan dahaganya dengan secangkir air dari telaga Al-Kautsar. Malaikat keempat akan membawa bejana emas yang penuh dengan buah-buahan surga, memberinya kabar gembira tentang menghuni surga, dan berkata kepadanya : ”Berbahagialah wahai hamba Allah!” lalu ia akan melihat-Nya dan memandang-Nya dengan matanya, sebelum ruhnya terpisah.     &lt;br /&gt;”Ia akan memasuki kuburnya dengan rasa aman, senang, dan bahagia, dan ia tidak akan merasa kesepian dan kesempitan di dalamnya. Empat puluh pintu rahmat akan terbuka baginya dan darinya terpancar cahaya. Saat ia bangkit pada hari kebangkitan kelak, malaikat akan memberinya berita gembira dari sebelah kanannya, dan malaikat lainnya akan menenteramkan hatinya dari sebelah kirinya. Ia akan diberi dua pakaian yang indah, dan seekor kuda jinak akan dibawakan untuknya sebagai tunggangan. Tak ada kesedihan dan penyesalan baginya, dan ia akan menjalani perhitungan yang mudah. Saat ia melewati jembatan neraka, apinya akan berkata kepadanya : ” Cepatlah berlalu, wahai hamba Allah yang bebas!Aku dilarang untuk menyentuhmu.”     &lt;br /&gt;”Ia akan memasuki surga Firdaus bersama nenek moyang mereka yang saleh, dan di dalam surga ia akan diberi empat puluh kubah dari perak. Setiap kubah akan berisi sebuah istana dari emas, dan di setiap istana ada seratus ruangan dari cahaya. Di setiap ruangan terdapat dipan tinggi yang terbuat dari kain sutera, dan di atas dipan sutera itu ada bidadari dengan mata yang indah. Tubuhnya terbuat dari wewangian yang amat harum, seolah ia bulan di saat malam purnamanya. Lalu ia akan diberi sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar telinga, dan tidak pernah terbersit dalam hati manusia.”     &lt;br /&gt;Menurut khabar, di malam saat Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam dimi’rajkan ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : ”Milik siapakah bumi itu, wahai Muhammad?” Beliau menjawab : Milik-Mu, wahai Tuhanku.” Lalu Dia Subhanahu Wa Ta’ala bertanya lagi : ”Milik siapakah langit itu, wahai Muhammad?” Beliau menjawab lagi : Milik-Mu, wahai Tuhanku.” Lalu Dia Subhanahu Wa Ta’ala bertanya lagi : ”Milik siapakah hijab ini, wahai Muhammad?” Beliau menjawab lagi : Milik-Mu, wahai Tuhanku.” Lalu Dia Subhanahu Wa Ta’ala bertanya lagi : ”Milik siapakah tahta(Kursi) inu, wahai Muhammad?” Beliau menjawab lagi : Milik-Mu, wahai Tuhanku.” Lalu Dia Subhanahu Wa Ta’ala bertanya lagi : ”Milik siapakah 'Arsy ini, wahai Muhammad?” Beliau menjawab lagi : Milik-Mu, wahai Tuhanku.”Lalu Dia Subhanahu Wa Ta’ala bertanya lagi : ”Milik siapakah dirimu, wahai Muhammad?” Beliau menjawab lagi : Milik-Mu , wahai Tuhanku, Kemudian Allah Ta'ala bertanya lagi : Aku ini milik siapa ya Muhammad? &amp;quot;Kemudian Sampai disini, Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam jatuh tersungkur dalam sujud, dan rasa malu menghalanginya untuk mengucapkan sesuatu. Allah Subhanahu Wa Ta’ala lalu berfirman :”Aku adalah milik orang yang mau membaca sholawat kepadamu. Kemudian Allah Ta'ala menambah kemulyaan dan kebesaran kepada beliau Rasulullah SAW.     &lt;br /&gt;Syaikh Abdul Qadir Al-Jaelani lalu berkata :”Shalawat ini adalah shalawat yang sesuai dengan hadis nabi tadi. Ia adalah pembuka empat puluh pintu rahmat, dan ia mewujudkan keajaiban jalan menuju ke surga Firdaus. Ia lebih utama daripada seseorang membebaskan seribu budak, dan kurban seribu hewan unta, dan bersedekah sebanyak seribu dinar, dan berpuasa selama seribu bulan. Ia mengandung rahasia tersembunyi, dan merupakan jalan untuk mempermudah melaksanakan kewajiban, memperbaiki akhlak, memenuhi kebutuhan, menaikkan derajat, menghapuskan dosa, diampuninya kesalahan, dan kerendahan diubah menjadi kehormatan.”     &lt;br /&gt;”Syaikh Abdul Qadir Al-Jaelani juga berkata :”Shalawat ini tidak diberikan kecuali kepada orang yang benar-benar saleh, karena shalawat ini memiliki sifat yang sempurna, didukung dengan keutamaan yang banyak. Bila persoalan tertentu menimpa seseorang, setiap shalawat darinya akan akan menjadi jalan atau wasilah baginya kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, dan setiap ayat Al-Qur’an yang terkandung padanya akan menjadi syafaat baginya di hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ini adalah sholawat orang-orang yang menegakkan shalat lima waktu, bacaan Qurani bagi mereka yang melakukan zikir, peringatan bagi mereka yang mau mendengarkan nasihat, dan sebagai jalan bagi mereka yang mencari jalan. Ia adalah shalawat dari Al-Quran Suci, dan aku menamainya ”Basyairul Khairat”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Untuk mendownload klik &lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7763288/basyairulkhairat.pdf.html" target="_blank"&gt;&lt;em&gt;di sini&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&amp;#160; atau link di bawah ini :      &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://dstats.net/download/http://www.ziddu.com/download/7763288/basyairulkhairat.pdf.html"&gt;&lt;em&gt;DOWNLOAD&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; !!!!!&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-7561437153355550732?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/7561437153355550732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/09/khasiat-sholawat-basyairul-khairat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/7561437153355550732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/7561437153355550732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/09/khasiat-sholawat-basyairul-khairat.html' title='Khasiat Sholawat Basyairul Khairat'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/-tUhWcCAoFf0/Tm4E6srbtxI/AAAAAAAAAS8/bP7M-aGtOx0/s72-c/SajjadDuroodThuluth_thumb%25255B1%25255D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-3170971938249968714</id><published>2011-09-09T10:54:00.001+07:00</published><updated>2011-09-09T11:01:07.687+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keteladanan'/><title type='text'>Seorang Muslim Yang Baik</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;    &lt;h3 align="center"&gt;&lt;b&gt;&amp;#160;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : &lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;   &lt;b&gt;     &lt;h3 align="center"&gt;الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِه، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ &lt;/h3&gt;      &lt;h3 align="center"&gt;(صحيح البخاري)&lt;/h3&gt;   &lt;/b&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sabda Rasulullah saw : “Orang muslim yang baik adalah yang muslim lainnya aman dari ganguan ucapannya dan tangannya, dan orang yang Hijrah (tergolong kelompok Muhajirin) adalah yang meninggalkan apa apa yang dilarang Allah&amp;quot; ((Shahih Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;img title="Image" height="227" alt="Image" hspace="6" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/25mei2009d.jpg" width="170" align="left" border="0" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt; &lt;b&gt;   &lt;h3 align="center"&gt;&lt;b&gt;بسم الله الرحمن الرحيم حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. &lt;/b&gt;&lt;/h3&gt; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;/p&gt;  &lt;h3 align="center"&gt;اَلْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَاجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنْهُ (صحيح البخاري&lt;/h3&gt;  &lt;p align="center"&gt;Hadits ini memiliki makna yang sangat luas, diantaranya bahwa seorang muslim yang sejati adalah muslim yang mana orang-orang muslim lainnya selamat dari perbuatan lidah dan tangannya. Dimana kejahatan lidah (mulut) tidak hanya terbatas dengan umpatan atau cacian, namun kejahatan lidah bisa juga dengan mengadudomba, memfitnah dan lainnya. Begitu pula kejahatan tangan tidaklah hanya terbatas dengan pukulan namun bisa juga disebabkan karena jabatan, kekuasaan, kekuatan, atau harta. Maka seorang muslim yang baik adalah seorang muslim yang ketika orang muslim lainnya selamat dari perbuatan (kejahatan) lidah dan tangannya, ia tidak mencelakai muslim yang lain dengan lidah atau tangannya. Akan tetapi makna yang lebih agung dari hadits ini, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh guru mulia Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafizh, bahwa seorang muslim yang baik adalah ketika orang muslim yang lain selamat karena lidah dan tangannya. Mungkin lidahnya (ucapan) yang berupa nasihat membuat orang lain selamat dari perbuatan jahat atau semisalnya , mungkin tangannya (perbuatannya) membuat orang lain selamat dari kejahatan atau musibah, seperti contoh ketika seseorang melihat orang faqir yang kesusahan kemudian ia mengumpulkan dana dari teman-temanya untuk membantu orang tersebut karena khawatir jika ia dibantu oleh orang lain yang memiliki kekuasaan atau kekuatan ia akan menghamba kepada orang yang membantu tersebut. Maka seorang muslim yang seperti ini adalah muslim yang sejati dimana telah menyelamatkan muslim lainnya dengan ucapan dan perbuatannya. Dan tidak ada yang lebih selamat di dunia dan di akhirah lebih dari sang pembawa keselamatan, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan tidak satu pun makhluk yang dicipta Allah di segala penjuru barat dan timur dari golongan malaikat, jin atau manusia akan selamat jika bukan karena makhluk yang dicipta Allah yang mendapatkan bagian dari rahmat Allah, dan rahmat itu adalah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;    &lt;h3 align="center"&gt;وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ &lt;/h3&gt;    &lt;h3 align="center"&gt;(الأنبياء : 107 )&lt;/h3&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam”. (QS.Al Anbiyaa: 107) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oleh karena itu berpeganglah erat pada rahmat itu, rangkullah keindahan cinta kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Semakin kita dekat kepada Allah subhanahu wata’ala dengan kedekatan yang sebenarnya, maka kita pun akan semakin dekat dan cinta kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan seluruh makhluk di alam semesta ini tunduk kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan izin Allah subhanahu wata’ala. Dahulu di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam, suatu ketika seorang baduwi lewat dihadapan Rasulullah kemudian beliau bertanya: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai fulan, hendak kemanakah engkau?” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;dia menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“pergi untuk bersilaturrahmi ke rumah si fulan”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka Rasulullah shallallalhu ‘alaihi wasallam berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Maukah engkau kuberi sesuatu yang lebih berharga daripada hal itu?”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;orang baduwi itu berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“apa itu?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;/p&gt;  &lt;h3 align="center"&gt;أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهَ وَإِنِّي مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku adalah Muhammad utusan Allah” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kemudian orang baduwi itu bertanya : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“apa yang akan aku dapatkan jika aku mengucapkannya, dan apa yang bisa membuktikan bahwa kalimat itu benar?”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“lihatlah pohon yang sangat besar itu, hampirilah pohon itu dan katakan padanya : “wahai pohon! Engkau dipanggil oleh Muhammad”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;Orang baduwi itu pun merasa ragu untuk menjalankan perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena dia menganggap hal yang mustahil terjadi, namun akhirnya ia melaksanakannya dan berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Aku akan panggil pohon itu, namun jika pohon itu tidak mengikuti perintahmu maka akan kutebas lehermu”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“baik, lakukanlah”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; Maka orang baduwi itu berjalan menuju pohon besar itu, dan ketika samapi didepan pohon itu ia berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai pohon! engkau dipanggil oleh Muhammad”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;maka dalam sekejap pohon itu pun mulai menarik akar-akarnya sehingga seluruh akarnya keluar dari dalam bumi lalu berjalan menuju kehadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan pohon itu berkata : &lt;/p&gt;  &lt;h3 align="center"&gt;السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ &lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Salam sejahtera atasmu wahai nabi serta rahmat dan keberkahan-Nya” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Melihat kejadian tersebut, orang baduwi itu terpaku antara sadar dan tidak karena telah melihat pohon yang sangat besar menyeret akar-akarnaya dari dalam bumi kemudian berjalan menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu mengucapkan salam kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka orang baduwi itu hendak menguji Rasulullah lagi dengan meminta beliau shallallahu ‘alaihi wasallam agar memerintah pohon itu untuk kembali pada tempatnya, si baduwi itu mengira jika beliau shallallahu ‘alaihi wasallam hanya mampu memanggilnya saja, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memenuhi permintaan baduwi itu dan berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai pohon! kembalilah engkau ke tempatmu!”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka pohon itu pun menyeret semua akar-akarnya dan kembali ke tempatnya, seakan telah dibantu oleh bumi untuk kembali ke tempat asalnya. Kemudian orang baduwi itu berkata : &lt;/p&gt;  &lt;h3 align="center"&gt;أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hal yang seperti adalah hal yang sangat mudah bagi sang nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana dalam peperangan Uhud ketika ada seorang sahabat yang terpotong tangannya oleh kaum musyrikin, maka ia datang kepada Rasulullah dengan membawa potongan tangannya dan berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai Rasulullah tanganku terpotong oleh kaum musyrikin”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;maka Rasulullah pun mengambil potongan tangan sahabat tersebut kemudian mengembalikannya pada semula sehingga sahabat tersebut dapat kembali berperang. Suatu waktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi salah seorang sahabat yang berusia 40 tahun, lalu ia berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai Rasulullah, doakanlah wajahku”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;lantas Rasulullah mengusap wajahnya dan berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah perindahlah wajahnya”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; akhirnya sahabat itu wafat dalam usia 80 tahun namun wajahnya seperti wajah anak berusia 15 tahun, hal-hal yang seperti itu merupakan mu’jizat sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dahulu sayyidina Hassan bin Tsabit sering memuji nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan syair-syairnya dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah marah atas pujian-pujian tersebut. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam marah dan tidak menyukai pujian-pujian yang diucapkan oleh orang-orang munafik, sehingga di zaman sekarang hal ini digunakan sebagai dasar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak suka dipuji, padahal hal itu adalah dalil bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak suka dipuji oleh orang munafik, mengapa? karena mereka (orang-orang munafik) hanya sekedar suka memuji beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tanpa mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, dimana ketika ada peperangan mereka para kaum munafik tidak mau ikut serta dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan pengikutnya, bahkan mereka para kaum munafik menginginkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat dalam peperangan tersebut sehingga tidak kembali lagi, dan mereka memuji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanyalah agar aman dan selamat dari pedang sayyidina Umar bin Khattab dan para pembesar kaum muslimin yang lainnya, maka hal itulah yang tidak disukai oleh Rasulullah karena pujian dan cinta mereka tidaklah sebenarnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Terdapat dalam riwayat Shahih Al Bukhari, ketika sayyidina Hassan bin Tsabit membaca qasidah/nasyidah didepan kubah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di masjid An Nabawi, maka ketika itu datanglah sayyidina Umar bin Khattab RA dan berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai Hassan bin Tsabit, tidak adakah tempat lain untuk engkau membaca qasidah selain di tempat ini?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka sayyidina Hassan berkata: “Dahulu aku telah membaca qasidah di tempat ini dan ketika itu ada orang yang lebih mulia daripada engkau (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakanku dengan berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“semoga Allah subhanahu wata’ala menjaga bibirmu”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;yang disaat itu ada Abu Hurairah ada bersama mereka ditanya oleh sayyidina Umar bin Khattab Ra : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Benarkah demikian wahai Abu Hurairah?” ,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka Abu Hurairah menjawab dan membenarkan hal itu.    &lt;br /&gt;Dan setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat pun masih banyak orang yang membaca qasidah di makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga abad ke-18 ini, jangankan membaca qasidah di makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap ke makam beliau pun dilarang. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dahulu di masa seorang penyair hebat dan sangat terkenal yaitu syaikh Farazdaq dimana beliau selalu asyik memuji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau mempunyai kebiasaan melakukan ibadah haji setiap tahunnya. Suatu waktu ketika beliau melakukan ibadah haji kemudian datang berziarah ke makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan membaca qasidah di makam beliau shallallahu ‘alaihi wasallam,dan ketika itu ada seseorang yang mendengarkan qasidah pujian yang dilantunkannya, setelah selesai membaca qasidah orang itu menemui syaikh Farazdaq dan mengajak beliau untuk makan siang ke rumahnya, beliau pun menerima ajakan orang tersebut dan setelah berjalan jauh hingga keluar dari Madinah Al Munawwarah hingga sampai di rumah orang tersebut, sesampainya di dalam rumah orang tersebut memegangi syaikh Farazdaq dan berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“sungguh aku sangat membenci orang-orang yang memuji-muji Muhammad, dan kubawa engkau kesini untuk kugunting lidahmu”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;maka orang itu menarik lidah beliau lalu mengguntingnya dan berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“ambillah potongan lidahmu ini, dan pergilah untuk kembali memuji Muhammad”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka Farazdaq pun menangis karena rasa sakit dan juga sedih tidak bisa lagi membaca syair untuk sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Kemudian beliau datang ke makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berdoa : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah jika shahib makam ini tidak suka atas pujian-pujian yang aku lantunkan untuknya, maka biarkan aku tidak lagi bisa berbicara seumur hidupku, karena aku tidak butuh kepada lidah ini kecuali hanya untuk memuji-Mu dan memuji nabi-Mu, namun jika Engkau dan nabi-Mu ridha maka kembalikanlah lidahku ini ke mulutku seperti semula”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;beliau terus menangis hingga tertidur dan bermimpi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“aku senang mendengar pujian-pujianmu, berikanlah potongan lidahmu”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil potongan lidah itu dan mengembalikannya pada posisinya semula, dan ketika syaikh Farazdaq terbangun dari tidurnya beliau mendapati lidahnya telah kembali seperti semula, maka beliaupun bertambah dahsyat memuji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Hingga di tahun selanjutnya beliau datang lagi menziarahi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kembali membaca pujian-pujian untuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan di saat itu datanglah seorang yang masih muda dan gagah serta berwajah cerah menemui beliau dan mengajak beliau untuk makan siang di rumahnya, beliau teringat kejadian tahun yang lalu namun beliau tetap menerima ajakan tersebut sehingga beliau dibawa ke rumah anak muda itu, dan sesampainya di rumah anak muda itu beliau dapati rumah itu adalah rumah yang dulu beliau datangi lalu lidah beliau dipotong, anak muda itu pun meminta beliau untuk masuk yang akhirnya beliau pun masuk ke dalam rumah itu hingga mendapati sebuah kurungan besar terbuat dari besi dan di dalamnya ada kera yang sangat besar dan terlihat sangat beringas, maka anak muda itu berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“engkau lihat kera besar yang di dalam kandang itu, dia adalah ayahku yang dulu telah menggunting lidahmu, maka keesokan harinya Allah merubahnya menjadi seekor kera”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;Dan hal yang seperti ini telah terjadi pada ummat terdahulu, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :&lt;/p&gt; &lt;b&gt;   &lt;h3&gt;&lt;b&gt;فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ &lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;   &lt;b&gt;     &lt;h3&gt;( الأعراف :166 )&lt;/h3&gt;   &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Maka setelah mereka bersikap sombong terhadap segala apa yang dilarang, Kami katakan kepada : “mereka jadilah kalian kera yang hina”. ( QS. Al A’raf : 166 ) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kemudian anak muda itu berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“jika ayahku tidak bisa sembuh maka lebih baik Allah matikan saja”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka syaikh Farazdaq berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah aku telah memaafkan orang itu dan tidak ada lagi dendam dan rasa benci kepadanya”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; dan seketika itu pun Allah subhanahu wata’ala mematikan kera itu dan mengembalikannya pada wujud yang semula.    &lt;br /&gt;Dari kejadian ini jelaslah bahwa sungguh Allah subhanahu wata’ala mencintai orang-orang yang suka memuji nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena pujian kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam disebabkan oleh cinta dan banyak memuji kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berarti pula banyak mencintai beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan semakin banyak orang yang berdzikir, bershalawat dan memuji nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalla, maka Allah akan semakin menjauhkan kita, wilayah kita dan wilayah-wilayah sekitar dari musibah dan digantikan dengan curahan rahmat dan anugerah dari Allah subhanahu wata’ala. &lt;/p&gt;  &lt;h3 align="center"&gt;وصلى الله على سيدنا محمد وآله وصحبه وسلم وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ditulis Oleh: Munzir Almusawa &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sumber : &lt;a title="http://www.majelisrasulullah.org" href="http://www.majelisrasulullah.org"&gt;http://www.majelisrasulullah.org&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-3170971938249968714?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/3170971938249968714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/09/seorang-muslim-yang-baik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/3170971938249968714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/3170971938249968714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/09/seorang-muslim-yang-baik.html' title='Seorang Muslim Yang Baik'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-961673320797266652</id><published>2011-08-24T22:31:00.001+07:00</published><updated>2011-08-24T22:31:05.465+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarih'/><title type='text'>Sejarah Hidup Muhammad SAW: Sikap Rasulullah Terhadap Istri</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img style="display: inline; margin: 0px 10px 0px 0px" height="217" alt="Sejarah Hidup Muhammad SAW: Sikap Rasulullah Terhadap Istri" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/ilustrasi-_110819162248-517.jpg" width="333" align="left" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;h5&gt;   &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/11/08/02/lpb6w2-sejarah-hidup-muhammad-saw-penaklukan-makkah"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; Sejarah Hidup Muhammad SAW: Sikap Rasulullah Terhadap Istri&lt;/h5&gt;  &lt;p align="justify"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Kecemburuan yang terjadi di antara para istri Rasulullah wajar terjadi. Beliau telah memberi tempat dan kedudukan kepada istri-istrinya sedemikian rupa, suatu hal yang tidak pernah dikenal di kalangan Arab.    &lt;br /&gt;Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Umar bin Khathab pernah berkata, &amp;quot;Sungguh, kalau kami dalam zaman jahiliyah, wanita-wanita tidak lagi kami hargai. Kami menghargai mereka setelah Allah memberikan ketentuan tentang mereka dan memberikan pula hak kepada mereka.&amp;quot;    &lt;br /&gt;Suatu ketika, saat Umar sedang dalam suatu urusan tiba-tiba istrinya berkata, &amp;quot;Coba kau berbuat begini atau begitu.&amp;quot;     &lt;br /&gt;&amp;quot;Ada urusan apa engkau di sini, dan perlu apa engkau dengan urusanku!&amp;quot; kata Umar dengan nada tinggi.    &lt;br /&gt;Istrinya membalas, &amp;quot;Aneh sekali engkau, Umar. Engkau tidak mau ditentang, padahal putrimu menentang Rasulullah SAW sehingga beliau gusar sepanjang hari.&amp;quot;     &lt;br /&gt;Umar kemudian mengambil mantelnya, lalu keluar menemui putrinya, Hafshah. &amp;quot;Anakku,&amp;quot; kata Umar, &amp;quot;Engkau menentang Rasulullah SAW sampai beliau merasa&amp;#160; gusar sepanjang hari?&amp;quot;     &lt;br /&gt;Hafshah menjawab, &amp;quot;Memang kami menentangnya.&amp;quot;    &lt;br /&gt;&amp;quot;Engkau harus tahu, anakku. Kuperingatkan engkau, jangan terpedaya. Orang telah terpesona oleh kecantikannya sendiri dan mengira cinta Rasulullah SAW hanya&amp;#160; karenanya.&amp;quot;&amp;#160; &lt;br /&gt;Kemudian Umar pergi menemui Ummu Salamah, karena mereka masih berkerabat. Dia ingin membicarakan masalah Hafshah. Ummu Salamah berkata, &amp;quot;Aneh sekali engkau, Umar! Engkau sudah ikut campur dalam segala hal, sampai-sampai mau mencampuri urusan Rasulullah SAW dan rumah tangganya!'&amp;#160; &lt;br /&gt;Umar tak mampu berkata-kata. Ia pun kemudian pergi.    &lt;br /&gt;Muslim dalam Shahih-nya menyebutkan bahwa Abu Bakar pernah meminta izin kepada Nabi akan menemuinya dan setelah diizinkan ia pun masuk, kemudian datang Umar meminta izin dan masuk pula setelah diberi izin.&amp;#160; &lt;br /&gt;Mereka menjumpai Nabi SAW sedang duduk dalam keadaan masygul di tengah-tengah para istrinya yang juga sedang masygul dan diam. Ketika itu Umar berkata, &amp;quot;Saya akan mengatakan sesuatu yang akan membuat Nabi SAW tertawa.&amp;quot; Lalu kata Umar, &amp;quot;Wahai Rasulullah, jika engkau melihat Binti Kharijah—istri Umar—meminta uang belanja kepadaku, maka aku bangun dan meninju lehernya.&amp;quot;    &lt;br /&gt;Maka Rasulullah pun tertawa, seraya berkata, &amp;quot;Mereka itu sekarang di sekelilingku meminta uang belanja!&amp;quot;     &lt;br /&gt;Ketika itu Abu Bakar lalu menghampiri Aisyah dan meninju lehernya, demikian juga Umar, ia menghampiri Hafshah dan meninjunya, sambil berkata, &amp;quot;Kalian meminta sesuatu yang tidak ada pada Rasulullah SAW!&amp;quot;     &lt;br /&gt;Mereka pun menjawab: &amp;quot;Demi Allah, kami sama sekali tidak minta kepada Rasullullah, sesuatu yang tidak dipunyainya.&amp;quot;    &lt;br /&gt;Sebenarnya, Abu Bakar dan Umar waktu itu menemui Nabi, karena beliau tidak tampak keluar waktu shalat. Karena itu kaum Muslimin bertanya-tanya, ada apa&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; gerangan yang menghalangi.     &lt;br /&gt;Dalam peristiwa Abu Bakar dan Umar dengan Aisyah dan Hafshah inilah turun firman Allah: &lt;em&gt;&amp;quot;Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu: &amp;quot;Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar.&amp;quot;&lt;/em&gt; (QS Al-Ahzab: 28-29)     &lt;br /&gt;Nabi telah memberi kedudukan kepada istri-istrinya, sedang sebelum itu—seperti wanita-wanita Arab lainnya—mereka tidak pernah mendapat penghargaan orang. Jadi wajar jika sikap mereka kini agak berlebih-lebihan dalam menggunakan kebebasan, suatu hal yang tidak pernah dialami oleh sesama kaum wanita.     &lt;br /&gt;Sampai-sampai ada di antara mereka yang menentang Nabi dan membuat Nabi gusar sepanjang hari. Beliau sudah berusaha menghindarkan diri dari mereka, meninggalkan mereka, supaya kasih sayang beliau kepada mereka tidak sampai membuat tingkah laku mereka tambah melampaui batas. Bahkan ada dari mereka yang mengeluarkan rasa cemburunya dengan cara yang tidak layak.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sumber :&lt;a title="http://www.republika.co.id" href="http://www.republika.co.id"&gt;http://www.republika.co.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-961673320797266652?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/961673320797266652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/08/sejarah-hidup-muhammad-saw-sikap.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/961673320797266652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/961673320797266652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/08/sejarah-hidup-muhammad-saw-sikap.html' title='Sejarah Hidup Muhammad SAW: Sikap Rasulullah Terhadap Istri'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-3278944859420516959</id><published>2011-08-24T22:15:00.001+07:00</published><updated>2011-08-24T22:15:30.785+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarih'/><title type='text'>Sejarah Hidup Muhammad SAW: Teladan dalam Rumah Tangga Rasulullah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;img style="display: inline; margin: 0px 10px 0px 0px" height="217" alt="Sejarah Hidup Muhammad SAW: Teladan dalam Rumah Tangga Rasulullah" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/ilustrasi-_110824185604-706.jpg" width="333" align="left" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/11/08/09/lpnvdu-sejarah-hidup-muhammad-saw-perang-hunain"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; Sejarah Hidup Muhammad SAW: Teladan dalam Rumah Tangga Rasulullah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Umar kemudian pergi ke masjid, dan dengan suara lantang ia berkata kepada kaum Muslimin, &amp;quot;Rasulullah SAW tidak menceraikan isterinya.&amp;quot;    &lt;br /&gt;Sehubungan dengan peristiwa ini, turun ayat-ayat suci ini: &lt;em&gt;&amp;quot;Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepadamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.&amp;quot;&lt;/em&gt; (QS At-Tahrim: 1-2)    &lt;br /&gt;&lt;em&gt;&amp;quot;Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang istrinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: &amp;quot;Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?&amp;quot; Nabi menjawab: &amp;quot;Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.&amp;quot;      &lt;br /&gt;&amp;quot;Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.&amp;quot;       &lt;br /&gt;&amp;quot;Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.&amp;quot;&lt;/em&gt; (QS At-Tahrim: 3-6)    &lt;br /&gt;Dengan demikian peristiwa itu selesai. Istri-istri Nabi kembali sadar, dan beliau pun kembali kepada mereka setelah mereka benar-benar bertaubat, menjadi manusia yang rendah hati beribadah dan beriman. Kehidupan rumah tangganya sekarang kembali tenang, yang memang demikian diperlukan oleh setiap manusia yang sedang melaksanakan suatu beban besar yang ditugaskan kepadanya.    &lt;br /&gt;Apabila orang itu orang besar seperti Muhammad SAW, lemah-lembut&amp;#160; seperti beliau,&amp;#160; berlapang dada, tahan menderita, orang berwatak dengan segala sifat-sifat yang ada padanya—yang sudah disepakati dan diakui pula oleh semua penulis sejarah Hidupnya—maka menggambarkan salah satu dari kedua peristiwa itu &lt;em&gt;an sich&lt;/em&gt; sebagai sebab ia memisahkan diri dan mengancam hendak menceraikan istri, adalah suatu&amp;#160;&amp;#160; hal yang kebalikannya, jauh daripada suatu cara kritik sejarah.    &lt;br /&gt;Sebaliknya, kritik yang akan dapat diterima orang dan sejalan pula dengan logika sejarah ialah apabila peristiwa-peristiwa itu mengikuti jejak yang sebenarnya, yang akan membawa kepada kesimpulan-kesimpulan yang sudah pasti tidak bisa lain akan ke sana. Maka dengan demikian ia akan menjadi masalah biasa, masuk akal dan secara ilmiah dapat diterima.     &lt;br /&gt;Ada beberapa orientalis yang juga bicara tentang ayat-ayat yang turun pada permulaan surah At-Tahrim seperti di atas. Disebutkan bahwa semua kitab suci di Timur tidak ada yang menyebut-nyebut peristiwa rumah tangga dengan cara semacam itu.    &lt;br /&gt;Rasanya tidak perlu kita mengatakan lagi apa yang tersebut dalam kitab-kitab suci itu semua—termasuk Alquran di antaranya tentang masyarakat Luth dengan segala cacat mereka. Bahkan Taurat (Perjanjian Lama) membawa cerita tentang Luth dan dua anaknya yang perempuan ketika mereka memberikan minuman anggur kepada bapaknya sehingga dua malam berturut-turut ia mabuk, dengan maksud supaya dapat masing-masing mereka dapat tidur dengan Luth dan dengan demikian mereka memperoleh keturunan—karena khawatir keluarga Luth kelak akan punah, setelah&amp;#160; Tuhan menurunkan bencana. Oleh sebab itu, maka semua kitab suci membuat kisah-kisah para rasul serta apa yang mereka lakukan dan segala apa yang terjadi, ialah sebagai suri teladan bagi umat manusia.    &lt;br /&gt;Banyak sekali kisah-kisah demikian dalam Alquran. Tuhan menyampaikan kisah-kisah yang baik sekali kepada Rasulullah. Sedang Alquran bukan hanya diturunkan kepada Nabi Muhammad, melainkan kepada seluruh umat manusia. Muhammad SAW adalah seorang nabi dan rasul, sebelum dia pun telah banyak rasul-rasul lain yang dibawakan kisahnya dalam Alquran.     &lt;br /&gt;Jika Qur'an menyampaikan berita-berita tentang Muhammad SAW dan menyangkut&amp;#160; pula kehidupan pribadinya yang perlu menjadi contoh buat kaum Muslimin dan teladan yang baik pula, serta memberi isyarat tentang arti dalam tindakan dan kebijaksanaannya itu, maka kisah-kisah para nabi&amp;#160; yang terdapat dalam Alquran itu sama sekali tidak berarti keluar daripada apa yang terdapat dalam kitab-kitab&amp;#160; suci&amp;#160; lain.     &lt;br /&gt;Apabila kita mengatakan bahwa masalah Muhammad SAW meninggalkan istrinya itu bukan sebab yang berdiri sendiri di samping sebab-sebab lain yang telah menimbulkan cerita itu, juga bukan karena Hafshah bercerita kepada Aisyah tentang apa yang dilakukan Nabi dengan Maria—suatu hal yang memang patut dilakukan oleh setiap laki-laki terhadap istrinya atau siapa saja yang sah menjadi miliknya—orang akan melihat, bahwa tinjauan yang dikemukakan oleh beberapa orientalis itu,&amp;#160; dari segi kritik sejarah sama sekali tidak dapat dibenarkan. Juga tidak pula sejalan dengan apa yang ada dalam kitab-kitab suci sehubungan dengan kisah-kisah dan kehidupan para nabi itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; &lt;a title="http://www.republika.co.id/" href="http://www.republika.co.id/"&gt;http://www.republika.co.id/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-3278944859420516959?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/3278944859420516959/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/08/sejarah-hidup-muhammad-saw-teladan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/3278944859420516959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/3278944859420516959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/08/sejarah-hidup-muhammad-saw-teladan.html' title='Sejarah Hidup Muhammad SAW: Teladan dalam Rumah Tangga Rasulullah'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-8526669665506423749</id><published>2011-08-04T09:48:00.001+07:00</published><updated>2011-08-04T09:48:13.373+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Puasa, saat Tubuh Buang Racun</title><content type='html'>&lt;h4&gt;Oleh Anies&lt;/h4&gt;  &lt;p align="justify"&gt;DALAM kenyataan sehari-hari, banyak kegiatan yang dibatalkan atau diundur diadakan menunggu usai bulan ramadan. Puasa dihubungkan pula dengan timbulnya rasa lesu, lemah serta kurang berkonsentrasi. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Benarkah puasa dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari, bahkan gangguan kesehatan ? Sebenarnya hal tersebut bukan terkait langsung dengan ibadah puasanya, melainkan karena pola makan yang berubah. Semula makan tiga kali sehari menjadi dua kali, makan sahur dan buka puasa.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Puasa tidak harus menimbulkan gangguan kesehatan, bahkan dalam banyak kasus justru membuat tubuh menjadi bugar. Tentu saja yang tidak kalah penting adalah pengaturan buka puasa dan makan sahur, sebagai rangkaian dari ibadah puasa tersebut.&amp;#160;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Puasa sering dikaitkan dengan kesehatan, baik berupa gangguan kesehatan maupun pengaruhnya yang positif terhadap sesuatu penyakit yang sedang diderita. Ada sisi lain yang sering terlupakan, yaitu adanya pembersihan racun di dalam tubuh sewaktu berpuasa.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pembersihan Racun&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa hari pertama puasa, biasanya kita akan merasa lemas, pusing, dan mengantuk. Hal ini karena tubuh sedang melewati proses adaptasi terhadap pola makan yang baru. Aktivitas menahan rasa lapar, dahaga dan emosi ini sangat baik bagi kesehatan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selama berpuasa, atau tidak makan dan minum selama kurang lebih 14 jam, sel-sel dan organ-organ tubuh yang berhubungan dengan sistem saluran cerna, juga ikut beristirahat. Saat itu, selain sel tubuh terhindar dari kelelahan, tubuh juga melakukan proses detoksifikasi atau pembersihan dari zat-zat beracun yang masuk ke dalam tubuh, baik lewat makanan maupun lewat udara yang dihirup. Ketika organ pencernaan beristirahat, tubuh memiliki energi untuk mengerjakan hal lain, yaitu membuang racun (toksin) yang menumpuk.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sewaktu berpuasa, organ-organ yang berkaitan dengan pencernaan memperoleh kesempatan untuk tidak bekerja berat, termasuk lambung, usus, pankreas, empedu, dan hati. Bahkan hati merupakan organ pencernaan yang aktivitas metaboliknya paling tinggi, karena selain berfungsi sebagai gudang penyimpanan dan distributor zat-zat makanan yang diperlukan sel-sel tubuh, juga mengendalikan keluar masuknya racun pada tubuh kita.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan berkurangnya kalori saat berpuasa, secara bertahap hati akan mengubah glikogen (cadangan energi dari karbohidrat yang disimpan oleh hati) menjadi glukosa dan energi. Berkurangnya jumlah glikogen karena puasa akan dikompensasi dengan menggunakan protein dalam otot. Hal ini sebagai penghasil glukosa dan energi dengan cara mengubah protein menjadi asam-asam amino lebih dulu. Asam lemak digunakan paling akhir setelah energi dari protein mulai menipis. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebagaimana protein, lemak juga diubah dulu menjadi keton sebelum menjadi energi yang dapat digunakan otak. Proses ini disebut ketosis. Pada puasa, ketosis merupakan adaptasi tubuh untuk mencegah kekurangan protein akibat pembakaran. Pembentukan keton baru dimulai pada hari ketiga, sehingga sebagian orang merasakan pusing.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ada mekanisme tubuh yang cukup unik, yaitu penghematan energi pada waktu berpuasa. Dalam hal ini tubuh secara reflek mempertahankan diri dengan melakukan pengurangan beban, dengan cara melakukan pengurasan zat-zat bersifat racun. Pengurasan juga berlangsung terhadap sisa-sisa metabolisme seperti timbunan lemak, sel-sel aus, jaringan yang rusak, tumor dan berbagai bentuk jaringan abnormal lainnya, dengan mengaktifkan organ-organ pembuangan. Proses ini disebut otolisasi, dan biasanya mulai terjadi pada hari ketiga puasa. Dalam proses ini tubuh juga akan merangsang dan mempercepat pertumbuhan sel-sel baru, pada saat protein yang diperlukan didaurulang dari sel-sel yang sudah aus. Dengan demikian kadar protein dalam darah tetap normal selama puasa.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tidak semua racun dan sisa metabolisme dapat didaurulang. Racun yang tidak bisa didaurulang akan dibuang oleh organ-organ pembuangan. Dalam proses ini, beberapa gejala pengeluaran racun dapat terlihat seperti warna air kencing&amp;#160; lebih keruh, pengeluaran lendir melalui hidung (ingus), tenggorokan serta berlanjut melalui usus besar. Akibatnya, akan meningkatkan sirkulasi oksigen dan nutrisi ke seluruh sel dan jaringan tubuh, sehingga sel dapat memperbaiki diri serta berfungsi secara optimal.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Melindungi Tubuh&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berpuasa secara umum dapat melindungi tubuh, di samping dapat membersihkan racun. Antara lain menurunkan kadar gula darah, menyehatkan sistem pencernaan, mengurangi obesitas, serta risiko stroke.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Menurunkan gula darah &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kadar gula darah cenderung turun saat seseorang berpuasa. Hal ini memberi kesempatan pada kelenjar pankreas untuk istirahat. Seperti Anda ketahui, fungsi kelenjar ini adalah menghasilkan hormon insulin. Hormon ini berfungsi mengatur kadar gula dalam darah, mengubah kelebihan gula menjadi glikogen yang disimpan sebagai cadangan pada otot dan hati.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Menyehatkan sistem pencernaan &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di waktu puasa, lambung dan sistem pencernaan akan istirahat selama lebih kurang 12 sampai 14 jam, selama lebih kurang satu bulan. Jangka waktu ini cukup mengurangi beban kerja lambung untuk memroses makanan yang bertumpuk dan berlebihan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Mengurangi obesitas &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Puasa dapat menghilangkan lemak dan obesitas (kegemukan), secara ilmiah diketahui bahwa lapar tidak disebabkan oleh kekosongan perut, tetapi juga disebabkan oleh penurunan kadar gula dalam darah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Mencegah risiko stroke &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Manfaat puasa, menurut beberapa hasil penelitian ilmiah, antara lain dapat mengurangi risiko stroke. Dalam hal ini puasa juga dapat memperbaiki kolesterol darah, sehingga mengurangi risiko stroke. (49)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Prof Dr dokter Anies, MKes, PKK -&amp;#160; Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan pada Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber: &lt;a href="http://suaramerdeka.com"&gt;http://suaramerdeka.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-8526669665506423749?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/8526669665506423749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/08/puasa-saat-tubuh-buang-racun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/8526669665506423749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/8526669665506423749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/08/puasa-saat-tubuh-buang-racun.html' title='Puasa, saat Tubuh Buang Racun'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-8473724281978189821</id><published>2011-05-31T20:54:00.001+07:00</published><updated>2011-05-31T20:54:25.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keteladanan'/><title type='text'>Belahan Jiwa Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;h5&gt;&amp;#160;&lt;/h5&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xmbzItod9OQ/SedoONLcK6I/AAAAAAAAAI4/YB6EuJHloUQ/s1600-h/Oase+Pelepas+Rindu.jpg"&gt;&lt;img style="display: inline; margin: 0px 5px 0px 0px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_xmbzItod9OQ/SedoONLcK6I/AAAAAAAAAI4/YB6EuJHloUQ/s200/Oase+Pelepas+Rindu.jpg" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sabda Rasulullah saw :    &lt;br /&gt;“Fathimah (Putri Rasul saw) Belahan jiwaku, membuatku marah apa apa yg membuatnya marah” (Shahih Bukhari)    &lt;br /&gt;Kita mengenal satu sosok manusia yang sangat dicintai oleh Rasulullah saw, manusia yang paling disayang Rasulullah. Siapa? Sayyidatuna Fatimah Azzahra radiyallahu anha. Ini haditsnya baru kita baca. “Fatimah badh’atun minniy..” Putriku Fatimah itu belahan dari tubuhku. Tapi Imam Ibn Hajar di dalam Fathul Baari lebih menekankan kepada belahan jiwaku. Maksudnya yang paling kucintai. “..aghdhabaniy man aghdhabaha” siapapun yang membuatnya marah akan membuatku marah.    &lt;br /&gt;Kalimatnya sangat singkat, tapi kalau kita perdalam maknanya Rasulullah itu tidak pernah marah untuk dirinya. Rasulullah itu marah hanya karena Allah saja semata. Kalau sudah urusan haknya Allah, baru Rasul saw marah. Berarti orang yang menyinggung perasaan Sayyidatuna Fatimah Azzahra berurusan dengan kemurkaan Allah. “..faman aghdhabaha aghdhabaniy” yang membuatnya marah akan membuatku marah. Ini adalah satu isyarat daripada hadits Nabi saw, betapa cinta Allah kepada Sayyidatuna Fatimah Azzahra, sehingga Rasul murka dengan orang yang membuat Sayyidatuna Fatimah Azzahra marah.    &lt;br /&gt;Ketika Sayyidina Ali bin Abi Tholib kw mengirimkan istrinya yaitu Sayyidatuna Fatimah Azzahra, karena tidak tega melihat Sayyidatuna Fatimah tangannya ini luka – luka karena menumbuk padi sendiri, menumbuk gandum sendiri untuk makanan anak – anaknya Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein. Tangan yang demikian lembut mulai tergores – gores dan berdarah.    &lt;br /&gt;Sayyidina Ali bin Abi Tholib tidak tega, kalau begitu coba minta pada Rasulullah khadim. “Banyak koq yang mau berkhadim kepada kita”, kata Sayyidina Ali bin Abi Tholib. Sayyidatuna Fatimah datang kepada Rasul saw. Rasulullah berdiri, di sini dalil. Diriwayatkan didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari oleh Imam Ibn Hajar Al Asqalani bahwa Rasul itu berdiri untuk menyambut Sayyidatuna Fatimah Azzahra, teriwayatkan dalam banyak hadits shahih. Ini dalil berdirinya kita untuk orang yang kita cintai. Rasulullah datang, Sayyidatuna Fatimah berdiri.    &lt;br /&gt;Sayyidatuna Fatimah meminta khadim (pembantu) kepada Ayahnya. Ayahnya berkata “ya Fatimah, kuajarkan kau bacaan dan itu lebih baik daripada pembantu”, Sayyidatuna Fatimah berkata “koq bacaan wahai Ayah?”, Rasul berkata “sebelum kau tidur baca Subhanallah 33X, Alhamdulillah 33X, Allahu Akbar 33X dan akhiri dengan Lailahailallah wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiitu wa huwa a’laa kulli syaiin qadir, lalu tidurlah. Kau bangun pasti akan lebih segar tubuhmu” (Shahih Bukhari),    &lt;br /&gt;Sekilas kita mengatakan bahwa ini adalah perbuatan yang sedikit kejam. Orang minta pembantu malah diberi dzikir, tetapi hadirin ini mujarab. Kalian pulang dari sini boleh coba, tubuh yang sedang lelah dan lesu, coba sebelum tidur membaca Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, masing – masing 33X dan akhiri dengan Lailahailallah wahdahu laa syarikalah.., lalu tidur dan lihat bangunmu tidak sama dengan bangun yang tanpa dzikir. Ada 1 kenasaban, ada rahasia kekuatan Illahiyah masuk kedalam sel – sel tubuhmu.    &lt;br /&gt;Demikian Sang Nabi saw mengajari untuk Sayyidatuna Fatimah Azzahra. Wasiat beliau saw kepada putrinya dan Rasul saw tidak memberikan khadim (pembantu). Kejam sekali Rasul yang mempunyai banyak khadim. Sahabat diberi khadim 5, yang ini dikasih khadim 10.    &lt;br /&gt;Sementara putrinya tidak diberi khadim. Kenapa? karena makanan yang dibuat dengan tangan ibunya sendiri lebih berkah daripada makanan yang dibuat tangan pembantu. Kalau anak makanannya dari tangan ibunya jauh lebih berhak dan lebih berkah daripada anak yang diberi makan dari tangan pembantunya. Dari kasih sayangnya, dari dzikirnya, apalagi Sang Ibu ini Sayyidatuna Fatimah Azzahra radiyallahu anha. Rasul tidak mau makanan Sayyidina Hasan wal Husein dicampuri tangan pembantu.    &lt;br /&gt;Cukup tangan ibunya Sayyidatuna Fatimah Azzahra karena Rasulullah tahu dari keturunan Sayyidina Hasan wal Husein akan muncul puluhan ribu wali Allah yang akan mengislamkan Barat dan Timur. Ibunda dari semua Habaib yang ada di permukaan bumi. Maka Rasul tidak mau ada tangan pembantu ikut makan daripada makanan Sayyidina Hasan wal Husein radiyallahu anhum. Demikian hadirin – hadirat, indahnya tarbiyah Sang Nabi saw.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   &lt;br /&gt;Sumber : Habib Munzir Al Musawwa at http://majelisrasulullah.org&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-8473724281978189821?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/8473724281978189821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/05/belahan-jiwa-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/8473724281978189821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/8473724281978189821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/05/belahan-jiwa-rasulullah-saw.html' title='Belahan Jiwa Rasulullah SAW'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xmbzItod9OQ/SedoONLcK6I/AAAAAAAAAI4/YB6EuJHloUQ/s72-c/Oase+Pelepas+Rindu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-2539728182732745038</id><published>2011-05-31T20:34:00.001+07:00</published><updated>2011-05-31T20:37:41.709+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berkah'/><title type='text'>Do'a setiap malam Jum'at</title><content type='html'>&lt;h5&gt;&amp;#160;&lt;/h5&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xmbzItod9OQ/SigULcBdU0I/AAAAAAAAAMo/d3g1lPBmpMs/s1600-h/Do%27a+Berjumpa+Cinta+2.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xmbzItod9OQ/SigULcBdU0I/AAAAAAAAAMo/d3g1lPBmpMs/s1600-h/Do%27a+Berjumpa+Cinta+2.jpg"&gt;&lt;img style="display: inline; margin: 0px 10px 0px 0px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_xmbzItod9OQ/SigULcBdU0I/AAAAAAAAAMo/d3g1lPBmpMs/s200/Do%27a+Berjumpa+Cinta+2.jpg" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Syaikh Husain Muhammad Syaddad Ba’Umar menulis dalam kitabnya Kaifiyat al-Wushul Liru’yat Sayyidina al-Rasul Muhammad saw:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayyid Ahmad Dahlan, seorang mufti Makkah al-Mukarramah berkata di dalam majmu’-nya yang terkumpul di dalamnya sejumlah shalawat atas Nabi saw.: ”Sesungguhnya salah satu bacaan utama yang banyak diucapkan oleh orang-orang bijak adalah bacaan (di bawah) yang barang siapa membacanya terus menerus pada malam jum’at sekalipun sekali, niscaya akan tersingkap baginya ruh yang menyerupai ruh Nabi saw. ketika dia akan meninggal dan masuk ke dalam kubur, sehingga dia melihat bahwa Nabi saw. menguburkannya.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dia juga berkata: “Sebagian orang bijak berkata: ‘Bagi siapa yang membacanya terus menerus bacaan itu, hendaklah membacanya pada setiap malam sepuluh kali dan pada malam jum’at sebanyak seratus kali, sehingga dia memperoleh karunia yang besar dan kebaikan yang melimpah dengan kehendak Allah Ta’ala.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Adapun bacaan itu adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xmbzItod9OQ/SigTQNjMGkI/AAAAAAAAAMQ/4iQl3fNJfY8/s1600-h/002.+Doa+malam+jumat.bmp"&gt;&lt;img alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_xmbzItod9OQ/SigTQNjMGkI/AAAAAAAAAMQ/4iQl3fNJfY8/s400/002.+Doa+malam+jumat.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad, Nabi yang ummi, kekasih yang luhur, takaran yang besar dan yang mulia, dan juga kepada keluarga serta sahabatnya.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Syaikh Ash-Shami dan Syaikh Al-Amir juga mengutip ucapan seperti itu dari imam As-Suyuti. (Sa’adat ad-Darain).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aku katakan bahwa cara ini pernah dicoba, alhamdulillah, dan aku katakan pula bahwa cara ini juga disebutkan oleh Habib Hasan Muhammad Fad’aq di dalam kitab al-Fawa’id al-Hisan (hlm. 26). Maka dia akan bermimpi bertemu dengannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.http://rindurasulku.blogspot.com/"&gt;http://rindurasulku.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-2539728182732745038?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/2539728182732745038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/05/do-setiap-malam-jum.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/2539728182732745038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/2539728182732745038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/05/do-setiap-malam-jum.html' title='Do&amp;#39;a setiap malam Jum&amp;#39;at'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xmbzItod9OQ/SigULcBdU0I/AAAAAAAAAMo/d3g1lPBmpMs/s72-c/Do%27a+Berjumpa+Cinta+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-454207052230962041</id><published>2011-05-17T11:04:00.001+07:00</published><updated>2011-05-17T11:04:52.911+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keteladanan'/><title type='text'>Rasulullah SAW Selalu Tepat Waktu</title><content type='html'>&lt;h3&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TdHz2gm2k2I/AAAAAAAAASo/TF5LalxBazo/s1600-h/image%5B3%5D.png"&gt;&lt;img title="image" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="177" alt="image" src="http://lh5.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TdHz4wUYKOI/AAAAAAAAASs/zsXEsW7cymQ/image_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="244" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Faza Abdu Robbih &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;Suatu ketika Abdullah bin Mas'ud&amp;#160; bertanya pada Rasulullah SAW: &amp;quot; Wahai Rasulullah pekerjaan apakah yang paling Allah cintai?&amp;quot;, Beliau menjawab: &amp;quot;Shalat pada waktunya&amp;quot;. Ia bertanya: &amp;quot;Lalu apalagi Ya Rasul?&amp;quot;, Beliau menjawab: &amp;quot;Taat pada orang tua&amp;quot;. Ia bertanya: &amp;quot;Lalu apalagi Ya Rasul?&amp;quot;, Beliau&amp;#160; menjawab: &amp;quot;Jihad di jalan Allah.&amp;quot;    &lt;br /&gt;Hadis di atas diriwayatkan lebih dari satu imam, sebut saja Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Ahmad, Dârul Quthni dan yang lainnya.     &lt;br /&gt;Hadis ini cukup menarik perhatian kita, selain perawinya yang banyak, kandungan hadis di atas pun layak untuk dicermati. Mengapa shalat tepat pada waktunya dapat menempati rating teratas dari sekian banyak pekerjaan yang sangat Allah cintai, ternyata ia dapat &amp;quot;menyisihkan&amp;quot; ketaatan pada orang tua dan jihad di jalan Allah.     &lt;br /&gt;Padahal, sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa perintah untuk taat pada orang tua adalah perintah yang sangat urgent, terbukti hampir dalam setiap larangan menyekutukan Tuhan (syirik) selalu disandingkan dengan perintah untuk menaati orang tua. Belum lagi dengan Jihad. Ternyata shalat pada waktunya dapat mengungguli sebuah amalan yang balasannya sudah dijanjikan Allah berupa surga dan&amp;#160; selalu menjadi idaman seluruh Muslim.    &lt;br /&gt;Menurut Prof Dr Musthafa 'Imarah, Dosen Hadis dan Ilmu Hadis Fakultas Ushuludin Univeristas Al-Azhar, Kairo, Rasulullah SAW memang tidak hanya sekali ditanya tentang pekerjaan yang paling dicintai Allah, jawaban Beliau pun variatif disesuaikan dengan orang yang bertanya dan kondisi saat itu. Walau demikian, hadis shalat pada awal waktu adalah hadis terbanyak yang terdapat dalam kitab-kitab hadis dibanding dengan hadis-hadis lain.    &lt;br /&gt;Kenyataan ini cukup menarik hingga Ibnu Hajar dalam &amp;quot;Fathul Bari&amp;quot; nya menukil perkataan Ibnu Bazizah bahwa jihad memang didahulukan dibanding pekerjaan fisik yang lain karena ia merupakan pekerjaan yang berat, akan tetapi kesabaran untuk menjaga shalat dan melaksanakannya tepat waktu adalah pekerjaan yang terus dilakukan secara berulang-ulang hingga hanya orang yang benar-benar bertakwalah yang dapat terus menjaganya.     &lt;br /&gt;Dr Abdul Fattah Abu Ghuddah menyimpulkan bahwa dalam hadis tersebutlah terdapat kunci kesuksesan Umat Islam, yaitu&amp;#160; dengan memanfaatkan waktu. Ia berargumen karena shalat termasuk ibadah yang sudah ditentukan waktunya. Jika seorang Muslim melaksan kannya tepat waktu, dan juga selalu memperhatikan setiap pekerjaan pada waktunya maka hal itu akan membuat semuanya dapat terlaksana dengan baik sebagaimana mestinya karena ia sudah menjadi sebuah kebiasaan dan watak dalam prilaku dan kehidupan soerang Muslim. Dari sinilah terlihat jelas rahasia mengapa syariat mengistimewakan ibadah shalat dibanding seluruh ibadah lain.    &lt;br /&gt;Selain shalat sebenarnya syariat pun telah menggambarkan beberapa pekerjaan yang harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Seperti haji, zakat (baik zakat fitr atau zakat mâl), puasa, berkurban, memberi nafkah, hutang, gadai, bertamu, haid, nifas dan lain-lain. Dari sini Islam ingin mengisyaratkan akan pentingnya penentuan waktu dan banyaknya kemaslahatan dan manfaat&amp;#160; yang ada didalamnya.    &lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita selalu dijadikan orang-orang yang selalu menjaga shalat dan menjadi hamba yang on time. Allahu wa Rasuluhu a'lam.    &lt;br /&gt;Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Ushuludin Universitas Al-Azhar Kairo&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : &lt;a title="http://www.republika.co.id/" href="http://www.republika.co.id/"&gt;http://www.republika.co.id/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-454207052230962041?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/454207052230962041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/05/rasulullah-saw-selalu-tepat-waktu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/454207052230962041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/454207052230962041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/05/rasulullah-saw-selalu-tepat-waktu.html' title='Rasulullah SAW Selalu Tepat Waktu'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TdHz4wUYKOI/AAAAAAAAASs/zsXEsW7cymQ/s72-c/image_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-6112617319181578221</id><published>2011-04-24T17:31:00.001+07:00</published><updated>2011-04-24T17:37:34.095+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khasiat Sholawat'/><title type='text'>Kemuliaan Sholawat</title><content type='html'>&lt;h5&gt;Oleh : Alhabib Hasan bin Abdurrahman bin Zain Aljufri &lt;/h5&gt;  &lt;p&gt;(Disampaikan dalam majlis pembacaan kitab maulid Simthud Durrar di Sendang Indah – Semarang tanggal 11 Maret 2009)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nPp1Ib1KX7w/SboOoBqTllI/AAAAAAAAAu0/Z2Sau26KW8Q/s1600-h/HHA.jpg"&gt;&lt;img style="display: inline; margin: 0px 5px 0px 0px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_nPp1Ib1KX7w/SboOoBqTllI/AAAAAAAAAu0/Z2Sau26KW8Q/s200/HHA.jpg" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mari kita bersyukur kepada Allah Swt karena sudah dikumpulkan oleh Allah Swt di sini. Di tempat ini kita mengingat Allah Swt, mengingat Nabi Muhammad Saw dan mengingat orang-orang yang mencintai Allah Swt dan Rasulullah Muhammad Saw. Semoga di akhirat nanti kita juga dikumpulkan bersama-sama Rasulullah Muhammad Saw. Amin.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kita bermodalkan &lt;a href="http://majlismajlas.blogspot.com/2008/08/ridho-pada-allah-islam-dan-nabi-saw.html"&gt;&lt;strong&gt;mencintai Rasulullah Muhammad Saw&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Dikisahkan ketika pada suatu hari rombongan Rasulullah Muhammad Saw sedang berjalan menuju ke suatu tempat dihentikan oleh seseorang sahabat dan beliau bertanya kapan hari kiamat akan tiba. Rasulullah Muhammad Saw balik bertanya kepadanya apakah yang sudah dia siapkan sehingga dia tanya kapan hari kiamat akan tiba? Sahabat tersebut menjawab dia tidak mempersiapkan apa-apa karena dia sadar bahwa ibadahnya hanya sedikit, dia hanya yakin bahwa dia mencintai Allah Swt dan Rasulullah Muhammad Saw. Rasulullah Muhammad Saw menjawab bahwa sahabat itu akan bersama yang dicintainya nanti di hari kiamat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sahabat-sahabat yang lain yang bersama Rasulullah Muhammad Saw bahagia sekali mendengar kabar tersebut seakan-akan tidak ada kabar bahagia selain ini, sebab mereka tahu bahwa ibadah mereka tidak mungkin sekhusyuk Rasulullah Muhammad Saw, tidak mungkin seikhlas Rasulullah Muhammad Saw, tidak mungkin sesempurna Rasulullah Muhammad Saw…mereka hanya mencintai Allah Swt dan Rasulullah Muhammad Saw. Mereka bahagia bahwa dikatakan mereka akan bersama yang mereka cintai.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dikatakan bahwa barang siapa mendatangi suatu tempat di mana tempat itu dibacakan maulid (sejarah Rasulullah Muhammad Saw), maka dia sebenarnya sedang mendatangi ridho Allah Swt. Kenapa? Karena kita datang dengan berniatkan mencintai Rasulullah Muhammad Saw yang mana niat ini akan membawa kita melakukan hal-hal yang cintai oleh Rasulullah Muhammad Saw. Bukankah orang yang mencintai sesuatu akan melakukan hal-hal yang disukai oleh yang kita cintai?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Barang siapa dengan tulus mencintai Rasulullah Muhammad Saw maka Rasulullah Muhammad Saw akan mencintainya. Salah satu bukti kecintaan kita kepada Rasulullah Muhammad Saw adalah dengan &lt;a href="http://y2pin.blogspot.com/2010/07/macam-macam-shalawat-nabi.html" target="_blank"&gt;bersholawat&lt;/a&gt; kepada Rasulullah Muhammad Saw.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nabi Adam As dahulu kesepian ketika berada di surga, oleh Allah Swt diciptakanlah ibu Hawa. Sudah sifat kita tertarik kepada sesuatu yang indah-indah, begitu juga Nabi Adam As yang tertarik kepada ibu Hawa. Ketika Nabi Adam As bertanya kepada Allah Swt bahwa Nabi Adam As menginginkan ibu Hawa, maka Allah Swt melarang Nabi Adam As mendekati ibu Hawa sebelum memberikan mahar. Lihatlah di surga yang semua keinginan kita tinggal meminta pada Allah Swt langsung dikabulkan saja Nabi Adam As masih disuruh memberikan mahar untuk ibu Hawa! Nabi Adam As bertanya apa maharnya ya Allah? Dijawab oleh Allah Swt bahwa mahar yang harus diberikan adalah sholawat kepada Rasulullah Muhammad Saw. Kemudian Allah Swt menjelaskan kepada Nabi Adam As siapa Rasulullah Muhammad Saw yang di akhirat dikenal dengan nama Ahmad sebenarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lihat ini bukti bahwa betapa mulianya &lt;a href="http://y2pin.blogspot.com/2010/07/macam-macam-shalawat-nabi.html" target="_blank"&gt;sholawat&lt;/a&gt; kepada Rasulullah Muhammad Saw itu! Sholawat bermanfaat untuk banyak hal dunia dan akhirat. Alhabib Ali bin Muhammad bin Husein Alhabsyi (penulis kitab Simthud Durrar) berkata bahwa ketika beliau sumpek maka beliau membaca sholawat kepada Rasulullah Muhammad Saw.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sumber : &lt;a title="http://pondokhabib.wordpress.com/" href="http://pondokhabib.wordpress.com/"&gt;http://pondokhabib.wordpress.com/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-6112617319181578221?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/6112617319181578221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/04/kemuliaan-sholawat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6112617319181578221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6112617319181578221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/04/kemuliaan-sholawat.html' title='Kemuliaan Sholawat'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nPp1Ib1KX7w/SboOoBqTllI/AAAAAAAAAu0/Z2Sau26KW8Q/s72-c/HHA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-2955272724508301618</id><published>2011-04-13T20:11:00.001+07:00</published><updated>2011-04-13T20:11:50.353+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berkah'/><title type='text'>Maulid</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Pada zaman dahulu di Mesir terdapat seorang lelaki yang setiap tahun selalu merayakan maulid baginda nabi Muhammad SAW. Dia memiliki tetangga penganut yahudi. Suatu hari dengan sinis istri Yahudi itu bertanya kepada suaminya, &amp;quot;Apa &lt;em&gt;sih&lt;/em&gt; yang dilakukan oleh tetangga muslim kita? Mengapa setiap tahun dia selalu mengeluarkan banyak uang di bulan ini (maksudnya, Rabi'ul Awwal)?&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Suaminya menjawab, &amp;quot;Menurutnya, Nabinya lahir di bulan ini. Dia melakukan itu karena merasa gembira dengan kelahirannya dan ingin memuliakannya.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Suatu malam istri Yahudi itu bermimpi melihat seorang lelaki yang tampan dan berwibawa. Wajahnya menggambarkan kemuliaan dan kedamaian. Masih dalam mimpinya, istri Yahudi melihat lelaki itu masuk ke rumah tetangganya yang muslim. Dia pun ikut masuk. Di dalam rumah itu tampak para sahabat berkumpul. Mereka semuanya sedang memuliakan lelaki tadi. Merasa penasaran si istri bertanya kepada salah satu sahabat,&amp;quot; Siapakah lelaki berwajah tampan itu?&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sahabat menjawab, &amp;quot;Dia adalah Muhammad, utusan Allah. Beliau datang ke rumah ini untuk memberi salam kepada penghuninya sekaligus mengunjungi mereka karena kecintaan mereka kepadanya.&amp;quot;   &lt;br /&gt;Istri Yahudi bertanya lagi, &amp;quot;Apakah dia tidak keberatan jika aku berbicara dengannya?&amp;quot;    &lt;br /&gt;Sahabat menjawab, &amp;quot;Ya.&amp;quot; Wanita itu mendekati Rasulullah SAW dan menyapanya, &amp;quot;Wahai Muhammad.&amp;quot; Dengan santun beliau menjawab, &amp;quot;&lt;em&gt;Labbaiki&lt;/em&gt; (aku penuhi panggilanmu).&amp;quot;    &lt;br /&gt;Wanita itu merasa heran atas jawabannya dan bertanya, &amp;quot;Mengapa engkau menjawab seperti itu padahal aku bukan pengikutmu bahkan termasuk musuhmu?&amp;quot;    &lt;br /&gt;Nabi menjawab, &amp;quot;Demi Allah yang telah mengutusku membawa kebenaran, aku tidak akan menjawab panggilanmu kecuali aku tahu bahwa Allah telah memberi hidayah kepadamu.&amp;quot;    &lt;br /&gt;Istri Yahudi berkata, &amp;quot;Sungguh engkau nabi yang mulia, engkau memiliki akhlak yang agung. Sungguh celaka orang yang melanggar perintahmu dan sungguh rugi orang yang tidak mengetahui kedudukanmu. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.&amp;quot; Wanita Yahudi itu telah bersyahadat dalam mimpinya.    &lt;br /&gt;Ketika pagi tiba ia menyedekahkan harta yang ia miliki dan merayakan perayaan maulid nabi Muhammad SAW sebagai wujud rasa gembira atas keislamannya dan wujud syukur atas apa yang ia lihat dalam mimpinya.    &lt;br /&gt;Pada saat yang sama dia melihat suaminya turut dalam perayaan maulid, suaminya terlihat sungguh-sungguh. Dengan terheran-heran istrinya berkata kepada suaminya, &amp;quot;Aku tidak pernah memberitahumu tentang hal (baik) ini.&amp;quot;    &lt;br /&gt;Suaminya menjawab, &amp;quot;Aku melakukan ini karena engkau sudah masuk Islam melalui nabi semalam.&amp;quot; Istrinya bertanya lagi, &amp;quot;Siapa yang memberitahu mengenai rahasia ini?&amp;quot; Suaminya menjawab bahwa ia juga telah masuk islam di depan nabi setelah istrinya. &lt;em&gt;Wallahu a'lam bish Shawab.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : Maulid Syaraful Anam&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-2955272724508301618?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/2955272724508301618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/04/maulid.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/2955272724508301618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/2955272724508301618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/04/maulid.html' title='Maulid'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-4593446358045588371</id><published>2011-04-11T19:32:00.001+07:00</published><updated>2011-04-11T19:45:11.092+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keteladanan'/><title type='text'>10 Wasiat Rasulullah SAW untuk Mengusir Bisikan Setan, Jin dan Manusia</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada beliau baginda Nabi Muhammad SWA dan para ahlinya, Inilah 10 wasiat beliau : &lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;Jika dia membisikkan: “Anakmu akan”. Jawablah: “Semua akan mati, dan anakku akan ke surga, aku malah senang.” &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Jika membisikkan: “Hartamu akan musnah.” Jawablah: “Tak apalah, pertanggung-jawabanku menjadi ringan.” &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Jika dia membisikkan: “Orang-orang menzalimi dirimu, sedangkan kamu tidak zalim.” Jawablah: “Siksa Allah akan menimpa orang-orang zalim dan tidak mengenai orang-orang yang baik.” (Aku serahkan kepada Allah SWT) &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Jika dia membisikkan: “Betapa banyak kebaikanmu.” Jawablah: “Kejelekanku lebih banyak.” (Astaghfirullah). &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Jika dia membisikkan: “Alangkah banyak shalatmu.” Jawablah: “Kelalaianku lebih banyak dari pada shalatku.” (Lalai: tidak mengingat bahwa Allah mengawasi dirinya) &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Jika dia membisikkan: “Betapa banyak kamu bersedekah kepada orang-orang.” Jawablah: “Apa yang aku terima Allah jauh lebih banyak dari yang aku sedekahkan.” &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Jika dia membisikkan: “Betapa banyak orang yang menzalimimu.” Jawablah: “Orang-orang yang aku zalimi lebih banyak.” (Astaghfirullah). &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Jika dia membisikkan: “Betapa banyak amalmu.” Jawablah: “Betapa sering aku bermaksiat.” (A’udzubillah) &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Jika dia membisikkan: “Minumlah minuman-minuman keras.” Jawablah: “Aku tidak akan mengerjakan maksiat.” (Aku minum sari ttauhid saja). &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Jika dia membisikkan: “Mengapa kamu tidak mencintai dunia?” Jawablah: “Aku tidak mencintainya karena telah banyak orang lain yang tertipu olehnya.” (dan mereka sengsara batin, kini sebagian di penjara dan sebagian lagi telah wafat berada di neraka Barzakh. Akan aku kuatkan ekonomiku, tetapi aku tidak akan mencintai harta, karena harta hanyalah alat untuk hidupku, tetapi aku bukan untuk harta). &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;hr /&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-4593446358045588371?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/4593446358045588371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/04/10-wasiat-rasulullah-saw-untuk-mengusir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/4593446358045588371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/4593446358045588371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/04/10-wasiat-rasulullah-saw-untuk-mengusir.html' title='10 Wasiat Rasulullah SAW untuk Mengusir Bisikan Setan, Jin dan Manusia'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-2783829437728377020</id><published>2011-04-09T20:00:00.001+07:00</published><updated>2011-04-09T20:00:47.520+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keteladanan'/><title type='text'>Mabuk Cinta kepada Allah SWT</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahwa pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air di kebun. Bila pemuda yang sedang menyiram air itu melihat kepada Nabi Isa a.s berada di hadapannya maka dia pun berkata, &amp;quot;Wahai Nabi Isa a.s, kamu mintalah dari Tuhanmu agar Dia memberi kepadaku seberat semut Jarrah cintaku kepada-Nya.&amp;quot;    &lt;br /&gt;Berkata Nabi Isa a.s, &amp;quot;Wahai saudaraku, kamu tidak akan terdaya untuk seberat Jarrah itu.&amp;quot; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berkata pemuda itu lagi, &amp;quot;Wahai Isa a.s, kalau aku tidak terdaya untuk satu Jarrah, maka kamu mintalah untukku setengah berat Jarrah.&amp;quot;    &lt;br /&gt;Oleh kerana keinginan pemuda itu untuk mendapatkan kecintaannya kepada Allah, maka Nabi Isa a.s pun berdoa, &amp;quot;Ya Tuhanku, berikanlah dia setengah berat Jarrah cintanya kepada-Mu.&amp;quot; Setelah Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun berlalu dari situ.     &lt;br /&gt;Selang beberapa lama Nabi Isa a.s datang lagi ke tempat pemuda yang memintanya berdoa, tetapi Nabi Isa a.s tidak dapat berjumpa dengan pemuda itu. Maka Nabi Isa a.s pun bertanya kepada orang yang lalu-lalang di tempat tersebut, dan berkata kepada salah seorang yang berada di situ bahwa pemuda itu telah gila dan kini berada di atas gunung. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setelah Nabi Isa a.s mendengar penjelasan orang-orang itu maka beliau pun berdoa kepada Allah S.W.T, &amp;quot;Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tentang pemuda itu.&amp;quot; Selesai saja Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun dapat melihat pemuda itu yang berada di antara gunung-gunung dan sedang duduk di atas sebuah batu besar, matanya memandang ke langit.    &lt;br /&gt;Nabi Isa a.s pun menghampiri pemuda itu dengan memberi salam, tetapi pemuda itu tidak menjawab salam Nabi Isa a.s, lalu Nabi Isa pun berkata, &amp;quot;Aku ini Isa a.s.&amp;quot;Kemudian Allah S.W.T menurunkan wahyu yang berbunyi, &amp;quot;Wahai Isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraan manusia, sebab dalam hatinya itu terdapat kadar setengah berat Jarrah cintanya kepada-Ku. Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, kalau engkau memotongnya dengan gergaji sekalipun tentu dia tidak mengetahuinya.&amp;quot; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Barangsiapa yang mengakui tiga perkara tetapi tidak menyucikan diri dari tiga perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu.    &lt;br /&gt;1. Orang yang mengaku kemanisan berzikir kepada Allah, tetapi dia mencintai dunia. 2. Orang yang mengaku cinta ikhlas di dalam beramal, tetapi dia ingin mendapat sanjungan dari manusia. 3. Orang yang mengaku cinta kepada Tuhan yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya.     &lt;br /&gt;Rasulullah S.A.W telah bersabda, &amp;quot;Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima lupa kepada yang lima : &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-2783829437728377020?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/2783829437728377020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/04/mabuk-cinta-kepada-allah-swt.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/2783829437728377020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/2783829437728377020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/04/mabuk-cinta-kepada-allah-swt.html' title='Mabuk Cinta kepada Allah SWT'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-759602509211902976</id><published>2011-03-30T06:42:00.001+07:00</published><updated>2011-03-30T06:47:11.304+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berkah'/><title type='text'>Doa Ijazah Rasulullah SAW kepada Shahabat Abu Bakar Ash Shiddiq R.A.</title><content type='html'>&lt;h5 align="center"&gt;اللهم إني ظلمت نفسي ظلما كثيرا ولا يغفر الذنوب إلا أنت فاغفر لي مغفرة من عندك وارحمني إنك أنت الغفور الرحيم&lt;/h5&gt;  &lt;p align="center"&gt;Allahumma innii zhalamtu nafsi zhulman katsiiran walaa yaghfirudz-dzunuuba illaa Anta faghfir lii maghfiratan min ‘indika warhamnii, innaKa Anatal Ghafuurur Rahiim.    &lt;br /&gt;(Ya Allah ya Tuhanku, aku sungguh telah banyak ‘menganiaya’ diriku sendiri dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau; maka berilah ampunan kepadaku ampunan dari sisiMu dan kasihilah aku. Sungguh Engkaulah Sang Maha Pengampun dan Maha Pengasih).     &lt;br /&gt;Dibaca dalam shalat, ketika sujud. &lt;/p&gt;  &lt;p align="left"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="left"&gt;Sumber : &lt;a title="http://www.gusmus.net" href="http://www.gusmus.net"&gt;http://www.gusmus.net&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-759602509211902976?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/759602509211902976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/03/doa-ijazah-rasulullah-saw-kepada.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/759602509211902976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/759602509211902976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/03/doa-ijazah-rasulullah-saw-kepada.html' title='Doa Ijazah Rasulullah SAW kepada Shahabat Abu Bakar Ash Shiddiq R.A.'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-4707961565065204633</id><published>2011-02-15T11:31:00.001+07:00</published><updated>2011-02-15T11:31:06.192+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Mimpi Berjumpa Rasulullah saw</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ditulis Oleh: Munzir Almusawa &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p&gt;     &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;قال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;سَمُّوا بِاسْمِي، وَلَا تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِي، وَمَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ، فَقَدْ رَآنِي، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ فِي صُورَتِي، وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;(صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sabda Rasulullah saw : “Berilah nama-nama kalian dengan namaku, dan jangan memakai gelar seperti gelarku, dan barangsiapa bermimpikan aku dalam tidurnya sungguh ia telah melihat aku, maka sungguh syaitan tidak mampu menyerupai diriku, dan barangsiapa yg berdusta atasku dengan sengaja, maka hendaknya ia bersiap akan tempatnya di neraka” (Shahih Bukhari) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;img title="Image" height="171" alt="Image" hspace="6" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar1juni10.jpg" width="128" align="left" border="0" /&gt;Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَالْحَمْدُلله الَّذِي جَمَعَنَا فِيْ هَذِهِ الْمُنَاسَبَةِ الْمُبَارَكَةِ...&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Limpahan puji kehadirat Allah Yang Maha Luhur, Yang Maha melimpahkan kebahagiaan sepanjang waktu dan zaman, sebelum zaman dicipta hingga zaman dicipta dan kemudian sirna, setiap generasi terlahir dan wafat kesemuanya di dalam pengaturan Sang Maha Tunggal dan Maha Abadi, samudera segenap ketentuan dan segala kejadian yang lalu dan yang akan datang berada dalam samudera kelembutan-Nya, di dalam samudera kasih sayang-Nya. Sungguh Allah subhanahu wata'ala sangat Maha Pengasih dan Maha Penyayang, seandainya Dia tidak berkasih sayang dan mau menghukum hamba-Nya sebab kesalahan-kesalahan mereka, sebagaimana firman-Nya:&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ ( النحل : 61 ) &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot; Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya&amp;quot; ( QS. An Nahl: 61)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Maka jika Allah mau menghukum manusia karena kesalahan yang mereka lakukan, maka mereka tiadalah akan tersisa lagi di muka bumi ini, namun Allah menunda setiap nafas, setiap detik, dan hari demi hari (agar kita bertobat) hingga waktu yang telah Allah tentukan, yaitu sakaratul maut. Allah bersabar menanti kita, Allah bersabar untuk menunda siksa-Nya, dan tidak mau menghukum kita, Allah siap melimpahkan kemuliaan hingga sepuluh kali lebih besar dari kebaikan yang kita perbuat, bahkan hingga 70 kali lipat. Allah subhanahu wata'ala menuliskan satu perbuatan dosa hanya dengan balasan satu dosa, namun perbuatan baik Allah akan melipatgandakan balasannya dengan 10 kali pahala hingga 700 kali lebih besar, demikian dalam riwayat Shahih Al Bukhari, bahkan dalam riwayat Shahih Muslim bahwa setiap kebaikan akan dilipatgandakan balasannya 10 kali lebih besar hingga 700 kali dan lebih dengan kehendak Allah, berarti cinta kita kepada Allah dibanding dengan cinta Allah kepada kita 10 kali lebih besar cinta Allah kepada kita, bahkan 700 kali lebih besar dari cinta kita kepada Allah. Sekali kita beribadah dan berbakti kepada Allah maka sepuluh kali Allah subhanahu wata'ala berbakti kepada kita, maksudnya Allah berbakti kepada kita adalah mengganjar dan membalas dengan kebaikan, menyambut dengan kehangatan, sebagaimana yang dijelaskan di dalam kitab &lt;b&gt;&lt;i&gt;Taujih An Nabiih Limardhaati Baariih&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; karangan guru mulia kita Al Musnid Al Allamah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam hadits qudsi:&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;ياَدَاوُد لَوْ يَعْلَمُ الْمُدْبِرُوْنَ عَنِّيْ شَوْقِي لِعَوْدَتِهِمْ ، وَمَحَبَّتِيْ فِيْ تَوْبَتِهِمْ ، وَرَغْبَتِيْ فِي إِناَبَتِهِمْ لَطاَرُوْا شَوْقًا إِلَيَّ ، يَادَاوُد هَذِهِ رَغْبَتِيْ فِى الْمُدْبِرِيْنَ عَنِّي ، فَكَيْفَ تَكُوْنُ مَحَبَّتِيْ فِى الْمُقْبِلِيْنَ عَلَيَّ...؟ &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wahai Daud : Seandainya orang-orang yg berpaling dari-Ku mengetahui kerinduan-Ku atas kembalinya mereka, dan cinta-Ku akan taubatnya mereka, dan besarnya sambutanku atas kembalinya mereka pada keridhoan Ku, niscaya mereka akan terbang karena rindunya mereka kepada-Ku. Wahai Daud, demikianlah cinta-Ku kepada orang-orang yg berpaling dari Ku (jika mereka ingin kembali), maka bagaimanakah cinta-Ku kepada orang-orang yg datang (mencintai dan menjawab cinta Allah ) kepada-Ku?”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apabila mereka yang terus berdosa dan berbuat salah memahami betapa rindunya Allah kepada mereka apabila mereka mau kembali kepada kasih sayang dan keridhaan Allah, mau kembali kepada jalan keluhuran dan meninggalkan kehinaan untuk mendekat kepada Allah, jika mereka mengetahui betapa besarnya rindu Allah kepada mereka, betapa besarnya cinta Allah kepada taubat mereka dan betapa hangatnya sambutan Allah untuk mereka yang mau kembali kepada-Nya, jika mereka mengetahui hal itu sungguh mereka akan wafat di saat itu juga untuk menuju kepada Allah karena tidak mampu menahan rindu kepada Allah, karena Allah telah merindukannya, karena Allah telah mencintainya, maka mereka akan meninggalkan segenap dosa dan tenggelam dalam taubat dan kerinduan kepada Allah. Kita tidak mengetahuinya, namun paling tidak ada sedikit kefahaman di dalam jiwa dan sanubari bahwa ada Sang Maha Abadi Yang menanti kita dengan kebahagiaan yang kekal, Yang menyiapkan cinta, rindu dan sambutan hangat-Nya untuk mereka yang mau membenahi dirinya, maka berusahalah dan Allah tidak memaksa lebih dari kemampuan kita.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagaimana yang telah disampaikan oleh guru kita yang kita cintai, As Syaikh Amr Khalid tentang cinta kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan sampailah kita pada hadits agung ini:&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;سَمُّوا بِاسْمِى وَلاَ تَكْتَنُوْا بِكُنْيَتِي &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot; Berilah nama dengan namaku dan janganlah memakai kun-yahku &amp;quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Maksudnya dengan nama beliau nabi &amp;quot;Muhammad&amp;quot; shallallahu 'alaihi wasallam, oleh sebab itu jika saya dimintai untuk memberikan nama maka pasti saya beri nama &amp;quot;Muhammad…..&amp;quot;, dan ada kelanjutannya, saya tidak pernah memberi nama dengan nama yang lain, walaupun nama nabi banyak namun sungguh nama yang terbaik adalah &amp;quot;Muhammad&amp;quot; shallallahu 'alaihi wasallam, sehingga banggalah kelak mereka yang ketika dipanggil kehadapan Allah membawa nama nabi &amp;quot;Muhammad&amp;quot;. Namun perintah memberikan nama dengan nama nabi bukanlah perintah wajib melainkan sunnah menggunakan nama nabi &amp;quot;Muhammad&amp;quot;, dan Rasulullah melarang untuk memakai gelar beliau. Para Ulama berbeda pendapat dalam hal &lt;b&gt;&lt;i&gt;kun-yah &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;(gelar) ini, sebagian mengatakan &amp;quot;Abu Al Qasim&amp;quot; dan larangan itu hanya ketika di masa hidupnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Adapun gelar beliau yang tidak boleh digunakan hingga akhir zaman adalah gelar &amp;quot;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam&amp;quot;, karena gelar ini hanya untuk nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan para rasul, maka tidak boleh kita gunakan, namun gelar &amp;quot;Abu Al Qasim&amp;quot; atau yang lainnya boleh digunakan tetapi setelah wafatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, mengapa? karena pernah terjadi dimana seseorang di zaman Rasulullah memberi nama anaknya Qasim, maka si ayah dipanggil dengan sebutan &amp;quot;Abu Al Qasim&amp;quot; dan Rasulullah pun menoleh maka ketika itu Rasulullah melarang menggunakan gelar itu di masa hidup nabi shallallahu 'alaihi wasallam, namun di zaman sekarang tidak ada larangan. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;‏مَنْ رَآنِيْ فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ بِيْ&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa melihatku di waktu tidur maka dia benar benar telah melihatku, karena syeitan tidak dapat menyerupaiku”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sungguh syaitan tidak akan bisa menyerupai bentuk Rasulullah, betapa indahnya wajah yang tidak mampu diserupai oleh syaitan, nabi kita sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Syaitan mampu berpura-pura menjadi guru, menjadi murid dan yang lainnya namun syaitan tidak bisa menyerupai wajah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Banyak pertanyaan yang muncul kepada saya tentang hal ini, &lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;Habib, saya bermimpi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tetapi wajahnya berupa wajah habib fulan atau kiyai fulan, apakah itu mimpi Rasulullah?&amp;quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;, iya itu adalah mimpi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, selama orang yang kita lihat itu adalah wajah orang yang shalih. Namun dijelaskan oleh beberapa habaib kita di Tarim Hadramaut, bahwa tidak ada seseorang dari kaum shalihin yang diserupai wajahnya oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kecuali dia adalah wali Allah subhanahu wata'ala (orang yang dicintai Allah). &lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;Habib, ada yang mimpi Rasulullah tetapi wajahnya kok gelap dan tidak bagus bentuknya, pincang atau cacat?!&amp;quot;,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; apakah itu juga mimpi Rasulullah?, hal itu adalah cermin dari diri kurang baiknya hati kita, karena hati kita adalah cermin, jika sebuah cermin terdapat banyak noda maka hasil dari cermin itu juga banyak noda, jadi apabila kita bermimpi Rasulullah dalam keadaan cacat maka yang cacat adalah hati kita, bukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Dan hal itu merupakan teguran dari Allah subhanahu wata'ala untuk mengingatkan kita. Diriwayatkan oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani Ar di dalam Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari bahwa orang yang bermimpi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam akan melihat wajah asli beliau, namun hal ini tergantung derajat orang tersebut, para kekasih Allah dan para shalihin, mereka akan melihat wajah asli rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di dalam mimpinya. Diriwayatkan pula oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani bahwa salah satu istri Rasulullah menyimpan sebuah cermin yang pernah ia gunakan, kemudian dipinjam oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan beliau bercermin dengan cermin itu, setelah cermin itu dipakai oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam maka cermin itu menampakkan wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam begitu jelas, cermin itu tidak mau lagi memunculkan atau mencerminkan wajah yang lain setelah digunakan bercermin oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Dan jika istri Rasulullah ini rindu dengan Rasulullah setelah beliau wafat, maka ia melihat cermin itu dan ia lihatlah wajah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, karena cermin itu tidak mau lagi menampakkan wajah yang lain. Maka para tabi'in yang ingin melihat wajah Rasulullah mereka datang kepada istri Rasulullah dan melihat cermin itu sehingga mereka melihat wajah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Subhanallah, sebuah cermin pun tidak bisa lagi menjadi sebagai cermin setelah melihat wajah nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Dijelaskan di dalam buku &amp;quot;Muhammad Insan Al Kamil&amp;quot; oleh Al allamah Al Musnid Al Habib Muhammad bin 'Alawy Al Maliki tentang perbedaan wajah nabiyullah Yusuf As dengan wajah nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Sebagaimana dahulu di masa nabi Yusuf para wanita memotong jari-jarinya karena indahnya wajah nabi Yusuf As, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَذَا بَشَرًا إِنْ هَذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ ( يوسف: 31 ) &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;Ketika perempuan-perempuan itu melihatnya , mereka terpesona kepada (keelokan rupanya) dan mereka (tanpa sadar) melukai tangannya sendiri, seraya berkata: &amp;quot;Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia, sungguh ini adalah malaikat yang sempurna&amp;quot; (QS. Yusuf : 31 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Maka berkatalah As Syaikh Muhammad bin 'Alawy Al Maliki Ar menukil salah satu riwayat sahabat bahwa Allah tidak menampakkan keindahan wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam secara keseluruhan di muka bumi, hanya 1 keindahan dari 10 bagian yang diperlihatkan, jika seandainya yang 9 bagian itu ditampakkan juga maka orang-orang akan mengiris hatinya tanpa terasa karena indahnya wajah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, dan itu kelak akan diperlihatkan di telaga Haudh. Semoga aku dan kalian memandang wajah yang indah itu, amin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari bahwa sayyidina Anas bin Malik Ra berkata:&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;مَا نَظَرْناَ مَنْظَرًا كاَنَ أَعْجَبَ إِلَيْنَا مِنْ وَجْهِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;Kami belum pernah melihat pemandangan yang lebih menakjubkan dari wajah nabi shallallahu 'alaihi wasallam&amp;quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dan beliau shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang banyak sekali dan sangat mudah dan suka mendoakan orang lain, dan beliau adalah makhluk yang paling indah, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari bahwa salah seorang sahabat Ra berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;aku belum pernah mendengar suara yang lebih indah dari suara Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, hingga suara beliau membuat hati luluh dan ingin mendekat kepada Allah subhanahu wata'ala&amp;quot;.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; Dan Allah berfirman dalam Al qur'an menyifati indahnya bacaan sang nabi :&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآَنًا عَجَبًا ، يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآَمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا ( الجن : 1-2 ) &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;Katakanlah (hai Muhammad): &amp;quot;Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya: sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur'an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur'an yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Rabb kami&amp;quot; ( QS. Al Jin: 1-2) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan Allah berfirman:&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;وَأَنَّهُ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا ( الجن : 19 ) &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;Dan ketika hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadah), hampir saja jin-jin itu desak-mendesak mengerumuninya&amp;quot; ( QS. Al Jin: 19 )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dijelaskan di dalam Shahih Muslim, ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri dan membaca al qur'an dan di saat itu iblis melihat pintu-pintu langit ditutup dan tidak bisa lagi ditembus oleh iblis dan syaitan, maka di saat itu iblis berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;apa yang telah terjadi di barat dan timur sehingga kita tidak bisa lagi menembus langit?!&amp;quot;,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka ketika mereka mencari di penjuru barat dan timur, mereka pun menemukan cahaya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang sedang berdoa dan membaca al quran al karim, dan cahaya itu membuat para jin berdesakan untuk mendengarkan bacaan itu kemudian mereka beriman. Dan dijelaskan di dalam Kitab-kitab Tafsir, tafsir Ibn Katsir dan lainnya bahwa di saat itu ada beberapa raja jin yang diperintahkan oleh iblis untuk melihat apa yang terjadi, justru mereka beriman kepada nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Para jin itu pun berdesakan ingin mendengarkan suara indah yang keluar dari jiwa yang suci dan khusyu' yang merindukan Allah subhanahu wata'ala, jiwa yang dipenuhi dengan getaran iman. Oleh sebab itu, ketika salah seorang sahabat Ra (dalam riawayat yang tsiqah) melihat aurat seorang wanita dengan sengaja, maka ia merasa telah berbuat dosa yang sangat besar dan ia pun menyendiri ke atas gunung dan tidak mau lagi melihat wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam karena dia merasa tidaklah pantas matanya melihat wajah beliau karena mata itu telah berbuat zina. Dan setelah beberapa hari Rasulullah menanyakan orang itu karena beberapa hari Rasulullah tidak melihatnya, maka sayyidina Abu Bakr As Shiddiq Ra mendatanginya ke gunung dan berkata kepada orang itu: &lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;engkau dipanggil oleh Rasulullah&amp;quot;,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; orang itu menjawab: &lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;aku tidak mau melihat wajah Rasulullah, mataku tidak lagi pantas memandang beliau karena telah berbuat dosa&amp;quot;, maka sayyidina Abu Bakr berkata: &amp;quot;ini adalah perintah Rasulullah&amp;quot;,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka ia pun datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan ketika itu Rasulullah sedang melakukan shalat maghrib, dan ketika ia mendengar bacaan Rasulullah dari kejauhan, ia pun terjatuh dan roboh karena tidak mampu mendengarkan lantunan suara indah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka ia diberdirikan oleh sayyidina Abu Bakr As Shiddiq dan dibimbing untuk terus masuk ke shaf shalat dan setelah selesai shalat, ketika orang-orang mulai berdiri dan keluar dari shaf shalat, ia hanya tertunduk saja, maka Rasulullah memanggilnya dan berkata :&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;kemarilah mendekat kepadaku&amp;quot;,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; ia mendekat hingga lututnya bersatu dengan lutut nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam namun ia tetap menundukkan kepalanya dan berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;wahai Rasulullah, aku tidak mau lagi melihat wajahmu karena mataku sudah banyak berbuat dosa&amp;quot;,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka Rasulullah berkata :&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;mohonlah ampunan kepada Allah&amp;quot;,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka ia berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;aku meyakini bahwa Allah Maha Pengampun, namun mata yang sudah banyak berbuat dosa ini tidak lagi pantas melihat wajahmu wahai Rasulullah&amp;quot;,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; ia masih terus menundukkkan kepalanya maka rsaulullah berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;angkatlah kepalamu!!&amp;quot;,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka ia pun mengangkat kepalanya perlahan lahan dan beradu pandang denga Rasulullah, lalu ia kembali menundukkan kepalanya dan menangis di pangkuan Rasulullah kemudian wafat dipangkuan beliau shallallahu 'alaihi wasallam. Maka para sahabat pun kaget dan iri dengan orang itu karena walaupun mereka berjihad siang dan malam namun mereka tidak sempat mendapatkan kesempatan untuk wafat dipangkuan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan ketika itu air mata Rasulullah mengalir dan jatuh di atas wajah orang itu. Hadirin hadirat, sungguh mata kita penuh dengan dosa dan kesalahan, namun Sang Maha Pengampun tidak berhenti mengampuni, sebagaimana hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa ada 7 golongan yang mendapatkan naungan Allah dimana ketika itu tidak ada naungan kecuali naungan Allah, diatara 7 kelompok itu adalah :&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;رَجُلٌ ذَكَرَ اللهُ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot; Seseorang yang ketika berdzikir (mengingat Allah) maka mengalirlah air matanya&amp;quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Maka orang itu akan mendapatkan naungan Allah kelak di hari kiamat. Dan saat di surga kelak masih ada orang-orang yang belum melihat keindahan dzat Allah subhanahu wata'ala, mereka adalah orang-orang yang ketika di dunia mata mereka banyak berbuat dosa, dan malaikat tidak mau membuka tabir yang menghalangi dzat Allah dengan mereka, maka Allah berkata kepada malaikat: &lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;mengapa kalian masih menutupkan tabir untuk mereka, mereka adalah penduduk surga yang telah kuampuni dosa-dosa mereka&amp;quot;,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka malaikat berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;wahai Allah, dahulu ketika mereka di dunia mata mereka banyak melakukan dosa, maka mereka tidak pantas memandang keindahan dzat-Mu&amp;quot;, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;maka Allah subhanahu wata'ala berfirman: &lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;angkatlah tabir yang menghalangi-Ku dengan mereka, karena dahulu mata mereka pernah mengalirkan air mata rindu ingin berjumpa dengan-Ku&amp;quot;…&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا ... &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Ucapkanlah bersama-sama&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ... مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semoga Allah subhanahu wata'ala memulikanku dan kalian dengan keluhuran, dan membimbing hari-hari kita dengan seindah-indahnya, amin. Malam ini kita akan melakukan shalat ghaib untuk Al Marhum Al Maghfurlah Al Habib Syech bin Ahmad Al Musawa dalam usianya yang sangat lanjut, beliau adalah ulama' besar yang murid beliau mencapai ribuan habaib dan kiyai, beliau tinggal di Klender selama kurang lebih 10 tahun kemudian pindah ke Surabaya dan wafat pada hari Jum'at yang lalu pukul 10.15 Wib. Dan yang tidak dalam keadaan berwudhu maka tidak perlu berdesakan untuk berwudhu, cukup berdiri saja. Shalat ghaib ini juga untuk syarifah Nur binti Abu Bakr Al Jufri dan juga untuk orang tua kita, kerabat kita, dan sahabat kita yang telah wafat. Semoga Allah subhanahu wata'ala memuliakan mereka di alam barzakh. Ayah bunda kita yang masih hidup semoga dimuliakan dan dipanjangkan usianya oleh Allah subhanahu wata'ala, amin allahumma amin. Dan imam dalam shalat ghaib nanti adalah guru kita fadhilah as sayyid Al Habib Hud bin Muhammad Baqir Al Atthas, dan juga saya mohon jangan berdesakan dalam bersalaman nanti. Sebelum kita melakukan shalat ghaib, kita tutup acara kita dengan qasidah yang mengingatkan kita kepada nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam beberapa bait, setelah itu kita melakukan shalat ghaib kemudian doa penutup, tafaddhal masykura. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sumber : &lt;a title="http://www.majelisrasulullah.org" href="http://www.majelisrasulullah.org"&gt;http://www.majelisrasulullah.org&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-4707961565065204633?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/4707961565065204633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/02/mimpi-berjumpa-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/4707961565065204633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/4707961565065204633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/02/mimpi-berjumpa-rasulullah-saw.html' title='Mimpi Berjumpa Rasulullah saw'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-4498287333280444254</id><published>2011-02-15T11:02:00.001+07:00</published><updated>2011-02-15T11:02:32.329+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Terbukanya Tabir Antara Allah swt dan Hamba Nya</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ditulis Oleh: Munzir Almusawa &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ قَالَ يَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى تُرِيدُونَ شَيْئًا أَزِيدُكُمْ فَيَقُولُونَ أَلَمْ تُبَيِّضْ وُجُوهَنَا أَلَمْ تُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ وَتُنَجِّنَا مِنْ النَّارِ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلََّ . &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;(صحيح البخاري ) &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sabda Rasulullah saw : “Jika penduduk sorga telah masuk sorga, maka berfirman Allah swt Yang Maha Luhur kemuliaan Nya : “Ingin kah kalian Kutambahkan sesuatu lagi?”, maka mereka berkata : “Bukankah telah Kau jernih dan membuat wajah kami bercahaya indah?, bukankah telah Kau masukkan kami ke sorga?, dan telah Kau selamatkan dari neraka?”, maka Rasul saw meneruskan : “Maka Allah membuka tabir yang menghalangi mereka dengan Allah swt, maka tiadalah mereka diberi suatu kenikmatan yang lebih mereka sukai dan nikmati dari memandang pada Tuhan mereka Yang Maha Agung dan Luhur. (Shahih Bukhari) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;img title="Image" height="227" alt="Image" hspace="6" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/25mei2009i.jpg" width="170" align="left" border="0" /&gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ . &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Limpahan puji kehadirat Allah, Maha Raja langit dan bumi Maha Penguasa tunggal dan abadi, Maha melihat setiap perasaan, Maha mengubah segenap kejadian, Maha membolak-balikkan keadaan dari kehinaan menuju kemuliaan atau sebaliknya, dari kehidupan menuju kematian dan sebaliknya, dari hati yang hidup menjadi hati yang mati, dosa kehinaan atau sebaliknya. Kalimat&lt;b&gt;&lt;i&gt; “Laa ilaaha illallah”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; adalah sumpah setia hamba kepada Allah dan juga sumpah setia Allah kepada hamba, beruntunglah hamba-hamba yang memahami rahasia-rahasia kemuliaannya, dan rahasia kemuliaan Allah itu sudah Allah buka dengan kalimat selanjutnya &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Muhammadun Rasulullah”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; itulah rahasia kalimat &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Laa ilaaha illallah”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; Penjuru barat dan timur, langit dan bumi tidak memahami rahasia kemuliaan kalimat &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Laa ilaaha illallah”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; kecuali dengan tuntunan sayyidina Muhammad rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sepanjang waktu dicipta hingga seluruh waktu berakhir, tidak akan ada yang mencapai puncak pemahaman kalimat &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Laa ilaaha illallah”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; kecuali dengan perantara nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sungguh rahasia keluhuran kalimah itu terpendam dan ada pada tuntunan pembawa ajaran &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Laa ilaaha illallah”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh sebab itu, tiadalah seorang hamba diakui kalimat tauhidnya &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Laa ilaaha illallah”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; kecuali dengan mengucapkan kalimat &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Muhammadun rasuulullah”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; Hal ini bukan berarti mengkultuskan nabi atau mensejajarkan nabi Muhammad dengan Allah subhanahu wata’ala, tetapi Allah ingin menunjukkan bahwa kalimat tauhid &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Laa ilaaha illallah” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;belum sempurna kecuali telah dikenal dari utusan dan kekasih Allah, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Allah subhanahu wata’ala berfirman :&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;( الملك : 1-2 )&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menciptakan kematian dan kehidupan ntuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” ( QS. Al Mulk : 2-1 ) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam ayat tersebut mengapa Allah terlebih dahulu menyebutkan kematian daripada kehidupan ? karena pada hakikatnya hati seseorang itu mati dahulu baru hidup, jika seseorang mengenal &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Laa ilaaha illallah Muhammadun Rasulullah”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka hiduplah hatinya, walaupun seseorang lahir dalam keadaan suci namun ia tidak akan tertuntunkan kepada kehidupan yang luhur setelah dewasa kecuali dengan mengikuti tuntunan kehidupan dari nabi kita sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, atau para nabi yang sebelum nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, atau para penerusnya dari para ulama’ dan shalihin. Makna ayat tadi sangat dalam, bahwa setiap manusia yang hidup akan menjadikan kematian itu sebagai pelajaran, orang yang masih hidup banyak melihat orang lain meninggal, dan patut ia sadari bahwa ia pun akan mengalami hal yang sama seperti si mati atau akan senasib dengan si mati, namun nasibnya akan berubah dengan besarnya keinginan untuk membenahi dirinya, karena Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum kecuali mereka yang merubahnya sendiri, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ &lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;( الرعد : 11 )&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” ( QS. Ar Ra’d : 11 ) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan Allah telah menjajikan orang-orang yang berbuat baik akan dituntun dalam keluhuran, dan dipermudah menuju jalan kemudahan dalam urusan dunia dan akhirahnya, sebagaimana firman-Nya subhanahu wata’ala :&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى ، وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى ، فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى &lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;( الليل :5-7 )&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” ( QS. Al Lail : 5-7 ) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hal ini menunjukkan bahwa usaha kita dan amal baik kita akan membuat Allah menambahkan kemudahan kepada kita, dan jika kita bersyukur atas apa yang diberi oleh Allah maka Allah akan menambahnya, sebagiamana firman-Nya:&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;( إبراهيم : 7 )&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;quot;Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” ( QS. Ibrahim : 7 ) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Maka syukurilah apa yang ada pada diri kita maka Allah akan menambahkannya, walaupun kehidupan kita sangat susah sekalipun maka harus kita syukuri karena masih ada yang lebih susah daripada kita, jika engkau mensyukurinya maka Allah akan memberi tambahan lebih dari apa yang engkau miliki sekarang dengan tambahan kemudahan, keberkahan, rahmat dan lainnya. Oleh sebab itu, kehidupan ini akan semakin mudah jika kita mau bersyukur kepada Allah, semakin banyak seseorang besyukur di siang dan malamnya maka akan semakin banyak pintu rahmat dan kemudahan yang dibuka oleh Allah untuknya, satu sifat mulia ini membuka untukmu berjuta-juta rahasia kemudahan dalam kehidupanmu di dunia dan akhirah, sifat luhur yang diajarkan oleh sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam akan membuka berjuta rahmat, keberkahan, kemudahan dunia dan akhirah, belum lagi sifat luhur yang lainnya seperti sabar. Orang yang sabar, yang bisa menahan dan mengendalikan amarahnya, ia tidak akan marah kecuali karena hak-hak Allah. Jika berhubungan dengan hak-hak Allah subhanahu wata’ala maka ia akan marah namun marahnya bukan karena emosi atau nafsunya, jika marah karena emosi maka hal itu adalah dari bisikan syaithan. Maka Jelaslah bahwa marah karena Allah itu adalah marah yang tidak bertentangan dengan syariah muthahharah, tidak bertentangan dengan tuntunan dan akhlak sang nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Bagaimana marahnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, jika marah maka beliau akan diam, bukan dengan banyak bicara atau teriak-teriak di jalan, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam:&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَاسْكُتْ &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Jika salah seorang kalian marah maka diamlah ” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seperti itulah budi pekerti sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh sebab itu kembalilah kepada tuntunan termulia, tersuci dan teragung yang diajarkan kepada kita dari guru-guru kita, bukan sekedar dari buku, bukan pula dari guru yang tidak jelas, tetapi dari guru-guru yang shalih dan dari guru-gurunya yang shalih sampai pada imam para shalihin, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.    &lt;br /&gt;Maka fahamlah kita bahwa keberanian yang hakiki adalah jika kita bisa menahan amarah kita, jika kita bisa menahan amarah kita maka Allah subhanahu wata’ala memberikan kekuatan lebih kepada kita, bukan kekuatan syaitan karena amarah yang bukan karena Allah maka kekuatan itu ada bersama kekuatan syaitan. Adapun marah karena Allah, jika ia dicaci atau dimaki maka ia tidak akan bertambah emosi atau marah, jika ia dicaci atau difitnah dia tidak akan emosi namun hanya menegur balik saja, tetapi marah karena emosi ketika ia dicaci maka akan semakin marah. Dalam riwayat disebutkan ketika peperangan disaat Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw mengangkat pedangnya untuk membunuh seorang musuh yang sudah tidak berdaya itu, dan ketika orang itu meludahi wajahnya, maka sayyidina Ali tidak jadi membunuhnya, kenapa? karena khawatir jika beliau membunuhnya hanya karena emosi bukan karena iman, sebab orang itu meludahinya. Namun ketika seseorang selalu bersabar menahan amarahnya, dan ketika amarah itu memuncak maka kekuatannya akan sangat dahsyat karena dia bersama Allah, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;( البقرة : 153 )&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” ( QS. Al Baqarah : 153 ) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oleh karena itu 313 pasukan ahlu Badr bisa mengalahkan ribuan pasukan kuffar quraiys yang menyerang, mereka hanya bersenjatakan tongkat, tombak, dan batu seadanya namun mereka bisa mengalahkan kuffar qurays, karena dibantu demnga kekuatan Ilahi dengan turunnya 5000 malaikat untuk membantu mereka. Adapun seseorang yang marah karena Allah, maka ia tidak akan merasa takut kepada siapa pun, jika marah kepada seseorang karena Allah maka dia akan langsung datang kepada orang itu dan menyampaikannya, tidak berbicara di belakang, jika berbuat demikian maka itu adalah pengecut. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Maka jika ada yang salah pada diri saya dan jika punya keberanian datanglah langsung kepada saya, jangan hanya berani bicara dari jauh, karena hal itu adalah kelakuan orang yang pengecut,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; namun sudah saya maafkan tidak perlu repot seperti Gus Dur bilang &lt;b&gt;&lt;i&gt;“yah biarin aja, gitu aja kok repot”. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;    &lt;br /&gt;Hadirin hadirat tidak perlu tegang, majelis ini adalah majelis rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang tenang dan sejuk, jika ada permasalahan sedikit kita bisa tegang namun segera tenang kembali.&lt;b&gt;&lt;i&gt; Cuma jika ada permasalahan dengan majelis ini maka saya harapkan untuk datang langsung kepada saya, jangan sekedar berbicara dari jauh. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah   &lt;br /&gt;Kita melihat dan memahami firman Allah subhanahu wata’ala :&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;( الملك : 2 )&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Yang menciptakan kematian dan kehidupan ntuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” ( QS. Al Mulk : 2 ) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bahwa kehidupan kita ini sekedar cobaan dari Allah, dimana ada kenikmatan, kesusahan, senang, sedih, sehat, sakit, pujian, cacian, fitnah, dan lainnya, kesemua itu hanyalah cobaan dari Allah, dan yang paling baik diantara manusia adalah yang paling baik amalannya. Namun kita beramal baik pun semampu kita, dalam segala keadaan kita selalu berusaha untuk berbuat baik, dalam keadaan sehat atau pun sakit kita selalu berusaha untuk berbuat baik, maka Allah akan memberi balasannya. Sebagaimana dalam surah Al Mulk, kita melihat bagaiamana Allah subhanahu wata’ala menunjukkan betapa meruginya orang-orang yang lepas dari tuntunan luhur sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, semoga Allah mengikat kita dengan sekuat-kuat tali dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, adapaun tali yang terkuat antara Allah dan rasul-Nya adalah sanad keguruan.    &lt;br /&gt;Pegang guru kita kuat-kuat, ikuti guru-guru kita selama mereka juga mengikuti guru-guru mereka sampai kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sanad keguruan itu bagaikan mata rantai emas, yang jika digerakkan satu mata rantai maka akan bergerak semua mata rantai yang lainnya hingga ke ujung rantainya, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka jika diganggu satu maka semua akan terganggu sampai kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka sungguh Allah akan memuliakan orang-orang yang mencintai rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan sayyidatuna Fathimah Az Zahra’ RA. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ada pedang takdir di tangan dakwah sayyidina Muhammad yang lebih tajam daripada pedang besi, pedang takdir itu mengerikan karena menghancurkan nasib, bukan menghancurkan wajah atau badan. Pedang besi hanya bisa menghancurkan badan, namun pedang takdir bisa menghancurkan kehidupan dunia, barzakh, dan akhirah. Di Barzakh ada penjara yang lebih menakutkan dari penjara di dunia, di barzakh pun ada kemiskinan yang lebih menakutkan dari kemiskinan dunia, di barzakh juga ada musibah, kesulitan dan jeritan yang lebih menakutkan dari musibah dan kesulitan di dunia, di barzakh juga ada kemudahan, keluasan, ketenangan, kemewahan, yang lebih indah daripada di dunia, terlebih lagi di akhirat dimana penjaranya lebih menakutkan dan kemewahannya pun jauh lebih menakjubkan. Allah subhanahu wata’ala berfirman :&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ ، تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ ، قَالُوا بَلَى قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ كَبِيرٍ ، وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ ، فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِ ، إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ &lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;( الملك : 7-12 )&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya (neraka) meeka dengar suara tangis dan isak dari dalam neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: &amp;quot;Apakah belum pernah datang kepada kalian (di dunia) seorang pemberi peringatan?&amp;quot;, Mereka menjawab: &amp;quot;Benar ada&amp;quot;, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan: &amp;quot;Allah tidak menurunkan sesuatupun, kalian tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar”, dan mereka berkata: &amp;quot;Sekiranya dahulu kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya kami tidaklah termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala, mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala, Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” ( QS. Al Mulk : 7- 12) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sungguh kehinaan besar bagi penduduk neraka. Adapun orang-orang yang risau tidak dimaafkan oleh Allah, risau jika cintanya tidak diterima oleh Allah, risau jauh dari Allah, takut jika Allah murka atas dosa-dosanya padahal mereka tidak melihat Allah, maka Allah akan memberikan kemuliaan dan pahala yang agung untuk mereka atas kerisauan mereka dan Allah memberi mereka pengampunan atas dosa-dosa mereka, semoga kita termasuk ke dalam kelompok mereka, amin. Allah subhanahu wata’ala berfirman :&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;فَلَا أُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغَارِبِ إِنَّا لَقَادِرُونَ ، عَلَى أَنْ نُبَدِّلَ خَيْرًا مِنْهُمْ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ ، فَذَرْهُمْ يَخُوضُوا وَيَلْعَبُوا حَتَّى يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي يُوعَدُونَ &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;( المعارج : 40-24 )&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan, maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kebatilan) dan bermain-main sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka.” ( QS. Al Ma’aarij : 40-42 ) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Allah mampu mencabut kenikmatan yang ada pada manusia, baik itu kenikmatan secara zhahir atau bathin, namun Allah tidak terburu-buru untuk melakukan hal itu. Kita melihat banyak orang yang pendosa semakin hari keadaannya bertambah makmur, mereka yang tidak mau bersyahadat justru keadaannya semakin dimudahkan, namun ingat Allah Maha Mampu mencabut semua kenikmatan atau kebaikan yang ada pada mereka, akan tetapi Allah biarkan mereka tetap lalai dan bermain-main dalam kebathilan hingga datang hari yang telah dijanjikan Allah untuk mereka, sehingga keadilan akan ditegakkan di hari itu. Jadi jangan cemburu dengan pendosa yang banyak maksiat namun dilimpahi kenikmatan berupa keluasan rizki, karena di hari yang telah dijanjikan kelak akan berlaku keadilan yang sesungguhnya. Beruntunglah orang-orang yang hadir di majelis dzikir, karena kelak keadaan akan berbeda dengan keadaan sekarang. Sekarang banyak orang yang meremehkan dan mentertawakan orang-orang yang hadir di majelis dzikir, namun kelak di hari kiamat orang-orang yang yang dahulu selama di dunia menertawakan orang-orang muslim, seperti orang yang berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“ngapain hadir terus di majelis dzikir, dzikir dan dzikir aja, kapan mau maju!!”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; misalnya , maka orang yang seperti itu kelak akan ditertawakan di hari kiamat. Tentunya sungguh beruntung orang-orang yang mempunyai kepedulian kepada saudara sesama, teman, tetangga, jika kita melihat orang tua kita belum mau mengerjakan shalat, maka jangan dibenci, namun dibimbing dan diajak untuk melakukan shalat, dengan berbuat baik kepada mereka dengan cara apapun misalnya dengan membawakan makanan atau minuman kesukaannya, jika mereka memarahi atau mencaci maka perlakukan mereka dengan lebih baik lagi, jangan justru ditegur dengan kasar, misalnya dengan berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“malu punya bapak ngga mau shalat”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka hal yang seperti ini akan semakin membuatnya enggan dan lebih jauh, maka berilah peringatan tapi jangan sampai membuat orang semakin jauh, peringati dengan cara yang baik, misalnya dengan membawakan makanan kesukaan ayahnya lalu beranjakklah untuk shalat, dan ketika ditanya : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“kamu ngga makan?”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;maka jawab :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “ saya shalat dulu ayah”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka hal yang seperti itu tanpa kita sadari hal itu adalah cara yang baik untuk member peringatan kepada orang tua kita untuk shalat. Maka semua yang ada disekitar kita, keluarga, anak, istri, suami, saudara dan yang lainnya semua itu adalah tangga untuk kita mencapai keluhuran, sebagai pewaris dan penerus sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ada bersama kita, maka beliau yang akan mendakwahi keluarga kita, namun beliau telah mengembankan tugas kepada kita, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam :&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;بَلِّغُوْا عَنِّيْ وَلَوْ آيَةً &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Sampaikanlah (apa-apa) dariku walaupun satu ayat ” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah   &lt;br /&gt;Sampailah kita pada hadits luhur ini, rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ قَالَ يَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى تُرِيدُونَ شَيْئًا أَزِيدُكُمْ فَيَقُولُونَ أَلَمْ تُبَيِّضْ وُجُوهَنَا أَلَمْ تُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ وَتُنَجِّنَا مِنْ النَّارِ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلََّ &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Jika penghuni surga telah masuk surga, maka Allah subhanahu wata’ala berfirman (kepada mereka): “Apakah kalian ingin Kutambahkan sesuatu?” Maka mereka menjawab: “Bukankah Engkau telah putihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah masukkan kami ke dalam surga dan selamatkan kami dari api neraka?” Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Maka disingkaplah tabir, sehingga penduduk surga tidak memperoleh sesuatu yang lebih mereka sukai daripada memandang wajah Rabb mereka Allah’Azza wa Jalla.”&amp;#160; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketika Allah telah memasukkan hamba-hamba ke dalam surga, maka Allah bertanya kepada mereka : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Maukah kalian Kutambahkan kenikmatan yang lain?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka penduduk surga berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Kenikmatan apa lagi yang akan Engkau berikan, Kau telah mengampuni dosa-dosa kami, Kau telah menyelamatkan kami dari neraka, dan memasukkan kami ke dalam surga dan kekal di sana, kenikamtan apalagi selain semua ini?”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;semua kenikmatan dan apa yang didambakan oleh manusia ada disana, bahkan jauh lebih indah keindahan-keindahan yang pernah ada, sebagaimana firman Allah dalam hadits qudsy riwayat Shahih Al Bukhari :&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِيْنَ مَا لَا عَيْنٌ رأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Kusiapkan untuk hamba-hambaKu yang shaleh apa-apa (kenikmatan) yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pula terdengar oleh telinga, ataupun terlintas di hati seorangpun.” (Shahih Bukhari) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketika itu Allah membuka tabir penghalang antara mereka ( penduduk surga) dengan Allah, maka mereka tidak menemukan anugerah yang lebih agung dari memandang keindahan dzat Allah. Diriwayatkan bahwa tabir yang menutup antara hamba dengan Allah itu berjumlah 70 tabir, diamana tabir itu adalah paduan antara cahaya, air dan tanah, di dalam tafsir Al Imam Ibn Katsir disebutkan bahwa tabir itu adalah paduan antara air dengan cahaya, dimana ketika tersingkap satu tabir saja maka leburlah gunung Turisinia, cahaya Allah subhanahu wata’ala sangat berwibawa dan berkuasa. Diriwayatkan di dalam tafsir Al Imam At Thabari , riwayat ini tidak shahih namun menjadi penjelas untuk hadits ini, dimana kelak di surga ketika penduduk surga berkumpul, datanglah seseorang yang penuh dengan cahaya, maka orang-orang melihat dan berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“siapakah yang datang?”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;maka berkatalah para malaikat : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Adam, abu albasyar”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; (dia nabi adam, ayah semua manusia) kemudian dia duduk di singgasana yang terbuat dari cahaya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lalu datang lagi seseorang yang penuh dengan cahaya, dialah nabi Ibrahim khalilullah, demikian para-para nabi datang kemudian duduk di singgasana-singgasananya masing-masing, adapun para shalihin duduk di atas dipan-dipan cahaya dan para penduduk surga yang lainnya duduk di hamparan misk. Maka di saat itu datanglah seorang yang membawa seluruh cahaya yang pernah datang dari para nabi-nabi sebelumnya, siapakah dia? Muhammad rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau duduk di singgasana terdepan. Maka ketika itu terdengarlah suara &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Marhaban bi’ibaadi wazuwwari/ selamat datang para hamba-Ku dan para tamu-Ku”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;kemudian berhembuslah angin yang beraroma minyak wangi yang bercampur gerimis-gerimis kecil yang mewangikan tubuh-tubuh penduduk surga, dimana aromanya belum pernah tercium sebelumnya dan tidak akan pernah hilang selama-lamanya. Kemudian terdengar lagi suara : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Marhaban bi’ibaadi wazuwwari/ selamat datang para hamba-Ku dan para tamu-Ku”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; lalu dibagikann kepada mereka (penduduk surga) pakaian-pakaian yang terbuat dari cahaya. Kemudian Allah berfirman : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Marhaban bi’ibaadi wazuwwari/ selamat datang para hamba-Ku dan para tamu-Ku”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;maka dihidangkan kepada mereka makanan dan minuman yang kelezatannya belum mereka rasakan sebelumnya. Kemudian Allah subhanahu wata’ala memerintahkan malaikat untuk membuka tabir penghalang , maka tabir pun terbuka kemudian Allah berfirman : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Assalamu’alaikum yaa ‘ibaadii unzhuruu ilayya / salam sejahtera untuk kalian wahai hamba-hamba-Ku, pandanglah Aku”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka tatkala para hamba memandang dzat Allah mereka roboh dan bersujud, seluruh istana dan pepohonan di surga berguncang karena kewibawaan keindahan dzat Allah ketika tabir itu tersingkap, maka Allah berfirman : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“angkatlah kepala kalian, ini bukanlah tempat beramal namun tempat pembalasan kebaikan”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; Dan diriwayatkan ketika hamba yang paling terakhir keluar dari api neraka setelah puluhan ribu tahun terpendam dalam api neraka, ia terus menyeru &lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Ya Hannan Ya Mannan “, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;maka setelah beberapa lama Allah berkata kepada Jibril : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai Jibril temukan hamba-Ku itu”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka JIbril berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai Allah, dia berada di dasar neraka tertindih batu-batu neraka”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; Allah berfirman :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “angkat dan keluarkan dia”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka dia pun dikeluarkan dari neraka setelah puluhan ribu tahun berada di dalamnya, tubuhnya hangus karena telah beribu kali hancur di dalam api neraka, maka setelah Allah menampakkan keindahan dzat-Nya kepada hamba itu maka Allah bertanya : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai hamba-Ku, berapa lama engkau berada di dalam neraka?”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; ia menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“aku belum pernah masuk ke dalam neraka wahai Allah”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; Dia lupa dengan pedihnya siksaan di neraka yang ribuan tahun karena memandang keindahan Allah. Sebagaimana Allah subhanahu wata’ala berfirman :&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ ، إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ &lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;( القيامة : 22- 23 )&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wajah-wajah (orang-orang mu'min) pada hari itu berseri-seri, kepada Tuhannyalah mereka melihat.” ( QS. Al Baqarah : 22-23 ) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oleh sebab itu rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selalu berdoa:&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;اَللّهُمَّ ارْزُقْناَ النَّظَرَ إِلَى وَجْهِكَ اْلكَرِيْمِ &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Ya Allah karuniakanlah kepada kami untuk memandang wajah-Mu yang mulia ” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Diriwayatkan ketika semua hamba telah masuk ke dalam surga dan ada diantara mereka yang masih cemberut dan bersedih, setelah ditanya mereka menjawab :&lt;b&gt;&lt;i&gt; “ kami belum memandang tuhan kami”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; , maka Allah berfirman : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“ wahai para malaikat-Ku, angkatlah tabir yang menghalangi-Ku dengan mereka”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; maka para malaikat berkata : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai Allah, dahulu mata-mata mereka selalu berbuat maksiat, dan tidaklah pantas memandang keindahan dzat-Mu”, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;Allah menjawab : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Angkatlah tabir itu, dahulu mata mereka pernah menangis karena rindu ingin berjumpa dengan-Ku, maka biarkan mereka melihat keindahan-Ku”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; Maukah engkau melihat keindahan Allah?!, sungguh Allah Maha Melihat sanubari kita, melihat perasaanmu dan apa yang terlintas dalam benakmu saat mendengar rahasia keindahan memandang Allah, sungguh orang yang meminta kepada Allah untuk dihalalkan matanya memandang keindahan Allah, maka niscaya cahaya keluhuran Allah akan berpijar di wajahnya, di sanubarinya, di dalam kehidupannya, doa-doanya, cita-citanya, kesemuanya remeh dihadapan Allah dibandingakan rindu kehadirat-Nya, semua kesuliatan akan disingkirkan oleh Allah selama dalam jiwa kita ada rindu kehadirat-Nya. Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam hadits qudsy riwayat Shahih Al Bukhari :&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;مَنْ أَحَبَّ لِقَائِيْ أَحْبَبْتُ لِقَاءَهُ مَنْ كَرِهَ لِقَائِيْ كَرِهْتُ لِقَاءَهُ &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“ Barangsiapa yang ingin perjumpaan denganKu maka Aku pun rindu berjumpa dengannya, barangsiapa yang benci untuk berjumpa denganKu Aku pun benci berjumpa dengannya ” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Maka jawablah rindu Allah dengan shalat 5 waktu, sempurnakan shalat 5 waktu kita begitu juga dengan shalat-shalat sunnah yang lainnya, shalat Jum’at usahakan jangan sampai ditinggalkan. Banyak muncul pertanyaan di forum, dimana dia bekerja sip siang sehingga tidak bisa shalat Jum’at, maka usahakan 2 minggu sekali jika tidak bisa seminggu sekali, jika tetap tidak bisa usahakan 3 minggu sekali, jangan sampai lebih dari itu, namun jika kita terjebak dengan kebutuhan primer maka lebih baik mencari pekerjaan yang lain, daripada harus mengorbankan shalat jum’at apalagi mengorbankan shalat fardhu. Namun jika terjebak dengan kebutuhan primer maka teruslah berusaha semaksimal mungkin hingga mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik. Semoga hamba yang masih terjebak dalam hal ini diberi kemudahan oleh Allah, amin. Begitu pula kaum wanita, jika dalam pekerjaan dituntut untuk tidak memakai jilbab, maka carilah pekerjaan yang lain, dan jika terjebak dengan kebutuhan primer, apabila dengan tidak bekerja akan banyak yang kesusahan maka perbanyaklah istighfar dan teruslah berusaha dan berdoa untuk mendapatkan pekerjaan yang lain. Semoga mereka yang masih terjebak dalam pekerjaan seperti itu diberikan jalan keluar oleh Allah subhanahu wata’ala berupa kemudahan, kemakmuran dan keluasan rizki, amin. Demikian hal-hal yang luhur yang perlu kita fahami. Maka demi rahasia kerinduan kepada Allah subhanahu wata’ala, kita berdoa semoga acara kita Selasa,15 Februari tepatnya tanggal 12 Rabi’ul Awal 1342 H yang akan datang sukses. Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke Jawa Timur, dan Kiyai Idris pimpinan pon-pes Lirboyo, beliau siap untuk hadir majelis di Monas, beliau berkata meskipun beliau sakit sekali pun beliau akan paksakan hadir insyaallah. Beliau mempunyai 9000 santri yang masih belajar di sana, adapun alumninya telah mencapai lebih dari ratusan ribu, karena tiap tahunnya mengeluarkan ribuan santri, dan beliau juga berkata bahwa setiap bulan Ramadhan beliau mengutus 1000 santri untuk berdakwah ke daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan lainnya untuk mengajarkan ummat masalah shalat, puasa, zakat dan lainnya. Sungguh indahnya tarbiyah yang ada di sana, beliau juga termasuk salah satu tokoh ulama’ yang tersepuh yang masih ada di Jawa Timur. Begitu juga KH. Abdullah Faqih Langitan, beliau pun siap untuk hadir majelis di Monas insyaallah, usia pesantren beliau sudah lebih dari 160 tahun, dan cabangnya mencapai ribuan dan telah sampai ke Thailand, puluhan ribu kiyai alumni langitan, diantaranya almarhum K.H. Khalil Bangkalan sesepuh Madura, beliau juga adalah alumni pesantren langitan Tuban. Setelah saya menyampaikan tausiah ketika kunjungan saya ke Langitan, maka saya menyampaikan undangan acara di Monas dan beliau berkata bahwa beliau akan hadir majelis di Monas insya Allah, dan tadi beliau menghubungi dan berkata bahwa beliau akan berangkat 2 hari sebelum acara. Dan K.H Abdullah Mukhtar Sukabumi juga sudah konfirmasi untuk hadir, dan juga K.H Ma’ruf Amin juga akan hadir. Semoga acara akbar kita sukses, dan menjadi maulid terbesar di dunia dan membawa rahmah bagi bangsa kita, wilayah kita dan seluruh penjuru dunia, amin. Insyaallah rahasia keluhuran ini segera berpijar di wilayah-wilayah sekitar, isyaallah Kuala Lumpur segera fath, Banjarmasin, Denpasar dan wilayah-wilayah lainnya segera fath, amin allahumma amin. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ayo, siapa lagi yang mau mendaftar untuk menjadi crew, karena kemungkinan ratusan atau bahkan ribuan bis yang akan hadir dari berbagai wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat menuju ke Monas karena para kiyai mereka akan hadir di sini. Dan acara ini insyaallah tidak akan berlangsung lama, kira-kira 1,5 atau 2 jam saja, maka sampaikan kepada teman-teman dan kerabat kita untuk datang jauh sebelum acara dimulai. Acara akan dimulai jam 07.30 atau jam 08.00, karena pengalaman tahun lalu yang semestinya jam 07.30 suasana masih adem, namun saat itu keadaan sudah panas seperti jam 12.00 siang, mungkin karena terlalu kencang doa kita sehingga jadinya kepanasan, kalau orang-orang pinggir bilang “pawangnya kelewatan”. Insyaallah acara ini sukses dan tidak akan turun hujan tetapi hujan rahmat, tidak pula panas matahari namun matahari pengampunan dan rahmat yang Allah terbitkan untuk kita. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di tahun 2008 Lafadz Allah muncul di saat dzikir, semoga Allah subhanahu wata’ala munculkan di dalam sanubari kita, amin allahumnma amin. Kita berdoa semoga Allah menghapus seluruh dosa-dosa kita, seluruh wajah yang hadir di malam hari ini sekitar 50 ribu muslimin muslimat mengangkat tangan untuk memohon pengampunan-Mu ya Allah atas segala dosa dan kesalahan, dan Engkau benahi segala kekurangan dan kelemahan, maka kami titipkan segala dosa kami di samudera pengampunan-Mu, dan kami titipkan masa depan kami, sisa usia kami, sisa nafas kami, yang tidak kami ketahui berapa jumlah nafas yang tersisa, berapa jumlah hari kehidupan kami yang tersisa, maka kesemua itu kami titipkan hanya kepada-Mu ya Allah…&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;َقُوْلُوْا جَمِيْعًا &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ucapkanlah bersama-sama &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ.\ &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah   &lt;br /&gt;Tidak lupa kita doakan ayahanda kita Al Habib Abdurrahman Al haddad, semoga dilimpahi rahmat dan keberkahan oleh Allah subhanahu wata’ala, kelak kembali ke Kuala Lumpur dengan segala pertolongan dari Allah subhanahu wata’ala untuk menegakkan bendera fath di Malaysia khususnya di Kuala Lumpur dan sekitarnya, amin allahumma amin. Dan semua yang hadir para ulama’ dan habaib semoga dilimpahi rahmat dan keluhuran oleh Allah subhanahu wata’ala, amin allahumma amin. Selanjutnya qasidah &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Muhammadun”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; kemudian doa penutup oleh Al Habib Hud bin Muhammad Baqir Al Atthas, tafaddhal masykuraa…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sumber : &lt;a title="http://www.majelisrasulullah.org" href="http://www.majelisrasulullah.org"&gt;http://www.majelisrasulullah.org&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-4498287333280444254?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/4498287333280444254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/02/terbukanya-tabir-antara-allah-swt-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/4498287333280444254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/4498287333280444254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/02/terbukanya-tabir-antara-allah-swt-dan.html' title='Terbukanya Tabir Antara Allah swt dan Hamba Nya'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-8535069774208100122</id><published>2011-02-10T19:52:00.001+07:00</published><updated>2011-02-10T19:52:11.666+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maulid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarih'/><title type='text'>Maulid Nabi Muhammad Rasulullah (4)</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TVPfdG_XtBI/AAAAAAAAAPU/KjNeXuADR_w/s1600-h/MUH%5B6%5D.jpg"&gt;&lt;img title="MUH" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="196" alt="MUH" src="http://lh5.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TVPfeKFFd-I/AAAAAAAAAPY/aIQRgTs8rRc/MUH_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="244" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Renovasi Ka’bah dan Pengambilan Keputusan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dikala usia Nabi tiga puluh lima tahun, orang_orang Quraisy sepakat untuk merenovasi Ka’bah, karena Ka’bah itu berupa susunan batu_batu, lebih tinggi dari badan manusia, tepatnya sembilan hasta yang dibangun sejak masa Isma’il, tanpa ada atapnya, sehingga banyak pencuri yang suka mengambil barang_barang ber-harga yang tersimpan di dalamnya. Lima tahun sebelum kenabian, kota Makkah dilanda banjir besar hingga meluap ke Baitul Haram, sehingga sewaktu_waktu bisa membuat Ka’bah menjadi runtuh. Dan kondisi seperti itu membuat bangun-an Ka’bah semangkin rapuh dan dinding_dindingnya pun sudah pecah_pecah. Sementara itu, orang_orang Quraisy dihinggapi rasa bimbang antara merenovasi dan membiarkannya apa adanya. Namun akhirnya mereka sepakat untuk tidak memasukan bahan –bahan bangunannya kecuali yang baik-baik. Mereka tidak menerima masukan dari maskawin dari para pelacur, jual beli dengan sistem riba dan perampasan terhadap harta orang lain. Sekalipun begitu mereka merasa takut untuk merobohkannya. Akhirnya Al_Walid bin Mughirah Al_Makhzumy mengawali perobohan bangunan Ka’bah, lalu diikuti oleh semua orang, setelah tahu tidak ada sesuatu pun yang menimpa Al_Walid. Mereka terus bekerja merobohkan setiap bangunan Ka’bah, hingga sampai rukun Ibrahim. Setelah itu mereka siap membangunnya kembali.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mereka membagi sudut-sudut kabbah dan mengkhususkan setiap kabilah dengan bagiannya sendiri-sandiri. Setiap kabilah mengumpulkan batu-batu yang baik dan mulai membangun. Yang bertugas menangani urusan pembangunan Kabbah ini adalah seorang arsitek berkebangsaan Romawi yang bernama Baqum – nama aslinya adalah Pachomius.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Takkala pembangunan sudah sampai dibagian Hajar Aswad, mereka saling berselisih tentang siapa yang berhak mendapat kehormatan meletakan Hajar Aswad itu di tempatnya semula. Perselisihan ini terus berlanjut selama 4 atau 5 hari, tanpa ada keputusan. Bahkan perselisihan itu semakin meruncing dan hampir saja menjurus kepada pertumpahan darah di Tanah suci. Abu Ummayyah bin Al_Mughiroh Al_Makhzumy tampil dan menawarkan jalan keluar dari perselisihan di antara mereka, dengan menyerahkan urusan ini kepada siapa pun yang pertama kali masuk lewat pintu masjid. Mereka menerima cara ini. Allah menghendaki orang yang berhak tersebut adalah Rasullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Tatkala mengetahui hal ini,&amp;#160; mereka berbisik_bisik, “Inilah Al_Amin. Kami ridho kepadanya. Inilah dia Muhammad.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah mereka semua berkumpul di sekitar beliau dan mengabarkan apa yang harus beliau lakukan, maka beliau meminta sehelai selendang, lalu beliau meletakkan Hajar Aswad tepat di tengah_tengah selendang, lalu meminta pemuka-pemuka kabilah yang saling berselisih untuk memegang ujung_ujung selendang, lalu memerintahkan mereka secara bersama_sama mengangkatnya. Setelah mendekati tempatnya, beliau mengambil Hajar Aswad dan meletakkan-nya di tempat semula. Ini merupakan cara pemecahan yang sangat jitu dan diri-dhai semua orang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Orang-orang Quraisy kehabisan dana dari penghasilan yang baik. Maka mereka menyisahkan dibagian utara, kira_kira enam hasta, yang kemudian di sebut Al_Hijr atau Al Hathim. Mereka membuat pintunya lebih tinggi dari permukaan tanah agar tidak bisa di masuki kecuali oleh orang_orang yang memang ingin melewatinya. Setelah bangunan Ka’bah mencapai ketinggian lima belas hasta mereka memasang atap dengan di sanggah enam sendi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah jadi, Ka’bah itu berbentuk segi empat yang ketinggiannya kira_kira mencapai 15 meter, panjang sisinya di tempat Hajar Aswad dan sebaliknya adalah 10 X 10 meter. Hajar Aswad itu sendiri diletakan dengan ketinggian 1,5 meter dari permukaan pelataran untuk tawaf. Sisi yang ada pintunya dan sebaliknya setinggi 12 meter. Adapun pintunya setinggi 2 meter dari permukaan tanah. Di sekeliling luar Ka’bah ada pagar dari bagian bawah ruas_ruas bangunan, di bagian tengahnya dengan ketiggian ¼ meter dan lebarnya kira_ kira 1/3 meter. Pagar ini dinamakan Asy_Syadzarawan. Namun kemudian orang_ orang Quraisy meninggalkannya. [Lihat Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam bin Ayyub Al_Humary, &lt;em&gt;As_Sirah An_ Nabawiyah&lt;/em&gt;, (Mesir: Syirkah Maktabah wa Mathba’ah Musthafah Al_Baby Al_Halaby wa Auladuhu, 1375 H), cet. 2, hal. 12/192-197; dan lihat juga kitab &lt;em&gt;Shahih Al_Bukhary, &lt;/em&gt;bab. &lt;em&gt;Fadhli Makkah wa Bunyaniha &lt;/em&gt;karya Muhammad bin Isma’il Al_Bukhari, hal. 1/215]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Daya Tarik Kepribadian Sebelum Nubuwah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; telah menghimpun sekian banyak kelebihan dari berbagai lapisan manusia selama pertumbuhan beliau. Beliau menjadi seorang sosok yang unggul dalam pemikiran yang jitu, pandangan yang lurus, mendapat sanjuangan karena kecerdikan, kelurusan pemikiran, pencarian sarana dan tujuan. Beliau lebih suka berdiam berlama_lama untuk mengamati, memusatkan pikiran dan menggali kebenaran. Dengan akalnya beliau mengamati keadaan negerinya. Dengan fitrohnya yang suci beliau mengamati lembaran_lembaran kehidupan, keadaan manusia dari berbagai golongan. Beliau merasa risih terhadap khurafat dan menghindarinya. Beliau berhubungan dengan manusia, dengan mempertimbangkan keadaan dirinya dan keadaan mereka. Selagi mendapatkan yang baik, maka beliau bersekutu di dalamnya. Jika tidak, maka beliau lebih suka dengan kesendiriannya. Beliau tidak minum khamar, tidak mau makan daging hewan yang disembelih untuk dipersembahkan kepada berhala, tidak mau menghadiri upacara atau pertemuan untuk menyembah patung. Bahkan semenjak kecil beliau senantiasa menghindari jenis penyembahan yang bathil ini. Sehingga tidak ada sesuatu yang lebih beliau benci selain dari pada penyembahan kapada patung_patung ini, dan hampi_hampi beliau tidak sanggup menahan kesabaran tatkala mendengar sumpah yang disampaikan kepada Lata dan Uzza.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibnul Katsir meriwayatkan bahwa Rasulullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; pernah bersabda, “Tidak pernah terlintas dalam benakku suatu keinginanku untuk mengikuti kebiasaan yang dilakukan oleh orang_orang Jahiliyah kecuali hanya dua kali. Namun kemudia Allah Ta’ala menjadi penghalang antara diriku dengan keinginan itu. Setelah itu aku tidak lagi berkeinginan sedikit pun hingga Allah Ta’ala memuliakan aku dengan risalah_Nya. Suatu malam aku pernah berkata kepada seorang pemuda yang sedang menggembala kambing bersamaku di suatu bukit di Makkah: Tolong awasilah kambing_kambing gembalaanku, karena aku hendak masuk Makkah dan hendak mengobrol di sana seperti yang dilaku-kan para pemuda yang lain.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rekanku berkata, “Aku akan melaksanakannya.” Maka aku beranjak pergi. Di samping rumah pertama yang kulewati di Makkah, aku mendengar suara tabu-han rebana. Aku bertanya, “Ada apa ini?” Orang_orang menjawab, “Perhelatan pernikahan Fulan dan Fulanah.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Aku ikut duduk_duduk di sana dan mendengarkan. Namun Allah Ta’ala menutup telingaku dan aku langsung tertidur, hingga aku terbangun karena sengatan matahari besok harinya. Aku kembali m,enemui rekanku dan dia langsung menanyakan keadaanku. Maka aku mengabarkan apa yang terjadi. Pada malam lainnya aku berkata seperti itu pula dan berbuat hal yang sama. Namun lagi_lagi aku mengalami kejadian yang sama seperti malam sebelumnya. Maka setelah itu aku tidak lagi ingin berbuat hal yang buruk. [Hadits &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Shahih, &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;diriwayatkan oleh Al_Hakim. Namun hadits ini masih diperselisihkan, karena Imam Al_Hakim menshahihkannya dan Ibnu Katsir mendha’ifkannya. Lihat Isma’il bin Katsir Ad_Damasqy, &lt;em&gt;Al_Bidayah wan Nihayah&lt;/em&gt;, (Mesir: Mathba’ah As_Sa’adah, 1932 M), hal. 2/287]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Imam Al_Bukhari meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, dia berkata, “Tatkala Ka’bah sedang direnovasi, Rasulullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; ikut bergabung bersama Abbas mengambil batu. Abbas berkata kepada beliau: Angkatlah jubahmu hingga di atas lutut agar engkau tidak terluka oleh batu. Namun karena itu beliau justru terjerembab ke tanah. Maka beliau menghujamkan pandangan ke langit, kemudian bersabda: Ini gara_gara jubahku, ini gara_gara jubahku. Lalu beliau mengikatkan jubahnya. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa beliau setelah itu tidak pernah terlihat beliau menampakkan auratnya.” [Lihat Al_Bukhari, &lt;em&gt;Shahihul Bukhary&lt;/em&gt;, hal. 1/540]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Imam Muhammad bin Isma’il Al_Bukhari dalam kitabnya &lt;em&gt;Shahihul Al_Bukhary &lt;/em&gt;menuturkan, “Rasulullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; juga menonjol di tengah kaumnya karena perkataan yang lemat lembut, akhlaqnya yang utama, sifat_ sifatnya yang mulia. Beliau adalah orang yang paling utama kepribadiannya di tengah kaumnya, paling bagus akhlaqnya, paling terhormat dalam pergaulannya dengan para tetangga, paling lemah lembut, paling jujur perkataannya, paling terjaga jiwanya, paling terpuji kebaikannya, paling baik amalnya, paling banyak memenuhi janji, paling bisa dipercaya, hingga mereka menjulukinya Al_Amin, karena beliau menghimpun semua keadaan yang baik dan sifat_sifat yang diridhai orang lain. Keadaan beliau juga digambarkan Ummul Mukminin, yaitu Khadijah binti Khuwalid &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anha&lt;/em&gt;, ‘Beliau membawa bebannya sendiri, memberi orang miskin, menjamu tamu, dan menolong siapa pun yang hendak menegakkan kebenaran’.” [Lihat Muhammad bin Isma’il Al_Bukhari, &lt;em&gt;Shahihul Al_Bukhary&lt;/em&gt;, hal. 1/3]&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-8535069774208100122?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/8535069774208100122/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/02/maulid-nabi-muhammad-rasulullah-4.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/8535069774208100122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/8535069774208100122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/02/maulid-nabi-muhammad-rasulullah-4.html' title='Maulid Nabi Muhammad Rasulullah (4)'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TVPfeKFFd-I/AAAAAAAAAPY/aIQRgTs8rRc/s72-c/MUH_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-5782773517236198863</id><published>2011-02-10T19:38:00.001+07:00</published><updated>2011-02-10T19:38:55.868+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maulid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarih'/><title type='text'>Maulid Nabi Muhammad (3)</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TVPcJSXuiEI/AAAAAAAAAPM/VyfZS0Uq-QU/s1600-h/MUH_1%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="MUH_1" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="269" alt="MUH_1" src="http://lh5.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TVPcKbFknEI/AAAAAAAAAPQ/7B3R061vrMk/MUH_1_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="252" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Perang Fijar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada waktu Nabi usia lima belas tahun, meletus Perang Fijar antara pihak Quraisy bersama Kinanah, berhadapan dengan pihak Qais Ailan. Komandan pasukan Qaraisy bersama Kinanah dipegang oleh Harb bin Umayyah, karena pertimbangan usia dan kedudukannya yang terpandang. Pada mulanya pihak Qais Ailan yang mendapat kemenangan. Namun kemudian beralih ke pihak Quraisy bersama Kinanah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dinamakan Perang Fijar, karena terjadi pelanggaran terhadap kesucian tanah haram dan bulan_bulan suci. Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; ikut berga-bung dalam peperangan ini dengan cara mengumpulkan anak panah bagi paman_paman beliau untuk dilemparkan kembali ke pihak musuh. [Lihat Fu’ad Hamzah, &lt;em&gt;Qalbu Jaziratil ‘Arab&lt;/em&gt;, (Mesir: Al_Mathba’ah As_Salafiyyah wa Maktabuha, 1923 M), hal. 260]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hilful Fudhul&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pengaruh dari peperangan ini, maka diadakanlah Hilful Fudhul pada bulan Dzulqaidah pada bulan suci, yang melibatkan beberapa kabilah Quraisy, yaitu Bani Hasyim, Bani Al_Muththalib, Bani Asad bin Abdul Uzza, Bani Zuhrah bin Kilab, dan Bani Taim bin Murrah. Mereka berkumpul di rumah Abdullah bin Jud’an At_Taimy karena pertimbangan umur dan kedudukannya yang terhormat. Mereka mengukuhkan perjanjian dan kesepakatan bahwa tidak seorang pun dari penduduk Makkah dan juga yang lainnya yang dibiarkan teraniaya. Siapa yang teraniaya, maka mereka sepakat untuk berdiri di sampingnya. Sedangkan terhadap siapa yang berbuar dzalim, maka kedzalimannya harus dibalaskan terhadap dirinya. Perjanjian ini juga dihadiri oleh Rasulullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Muhammad Rasulullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, “Aku pernah mengikuti perjanji-an yang dikukuhkan di rumah Abdullah bin Jud’an, suatu perjanjian yang lebih aku sukai daripada keledai yang terbagus. Andaikata aku diundang untuk perjanjian itu semasa Islam, tentu aku akan memenuhuinya.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Syaikh Shafiyyurrahman Al_Mubarakfury mengatakan bahwa ruh dari perjanjian itu adalah menghilangkan keberanian model Jahiliyah yang lebih banyak dibang-kitkan oleh rasa fanatisme. [Lihat Shafiyyurrahman Al_Mubarakfury &lt;em&gt;Ar_Rahiqul Makhtum Bah-tsun fis Sirah An_Nabawiyah ‘Ala Shahibiha Afdhalish Shalati was Salam&lt;/em&gt;, hal. 82]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Mengembalakan Kambing&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada masa awal remajanya Muhammad Rasulullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; tidak mempu-nyai pekerjaan tetap. Hanya saja beberapa riwayat menyebutkan bahwa beliau&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; biasa menggembala kambing di kalangan Bani Sa’d bin Bakr dan juga di Makkah dengan imbalan uang beberapa dinar. [Lihat Muhammad Al_Ghazaly, &lt;em&gt;Fiqhus Sirah&lt;/em&gt;, (Mesir: Darul Al_Kitab Al_Araby, 1375 H / 1955 M), cet. 2, hal. 52]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Menikah dengan Khadijah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada usia dua puluh lima tahun, beliau pergi berdagang ke Syam untuk men-jalankan barang dagangan milik Khadijah. Ibnu Ishaq menuturkan bahwa Khadijah binti Khuwalid adalah seorang wanita pedagang, terpandang, dan kaya raya. Dia biasa menyuruh orang_orang untuk menjalankan barang dagangannya dengan membagi sebagian hasilnya kepada mereka, karena orang_orang Quraisy memiliki hobi berdagang. Tatkala Khadijah mendengar kabar tentang kejujuran perkataan beliau, kredibilitas, dan kemuliaan akhlaq beliau, maka dia pun mengirim utusan dan menawarkan kepada beliau agar berangkat ke Syam untuk menjalankan barang dagangannya. Dia siap memberikan imbalan jauh lebih banyak dari imbalan yang pernah dia berikan kepada pedagang yang lain. Tetapi beliau harus pergi bersama seorang pembantu yang bernama Maisarah. Beliau menerima tawaran ini, maka beliau berangkat ke Syam untuk berdagang dengan diserta Maisarah. . [Lihat Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam bin Ayyub Al_Humary, &lt;em&gt;As_Sirah An_ Nabawiyah&lt;/em&gt;, (Mesir: Syirkah Maktabah wa Mathba’ah Musthafah Al_Baby Al_Halaby wa Auladuhu, 1375 H), cet. 2, hal. 1/187-188]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setibanya di Makkah dan setelah Khadijah bin Khuwalid tahu bahwa keuntungan dagangannya yang melimpah, yang tidak pernah dilihatnya sebanyak itu sebelumnya, apalagi setelah pembantunya, yaitu Maisarah mengabarkan kepadanya apa yang dilihatnya pada diri beliau selama menyertainya, bagaimana sifat_sifat beliau yang mulia, kecerdikan dan kejujurannya, maka seakan_akan Khadijah binti Khuwalid mendapatkan barangnyanya yang pernah hilang dan sangat diharapkannya. Sebenarnya sudah banyak para pemuka dan pemimpin kaum yang hendak menikahinya, tetapi dia tidak mau. Tiba_tiba saja dia teringat seorang rekannya, yaitu Nafisah binti Munyah. Dia meminta agar rekannya ini menemui beliau dan membuka jalan agar mau menikah dengan Khadijah binti Khuwalid. Ternyata beliau menerima tawaran itu, lalu beliau menemui paman_ pamannya. Kemudian paman_paman beliau menemui paman Khadijah binti Khuwalid untuk mengajukan lamaran. Setelah semuanya dianggap beres, maka pernikahan siap dilaksanakan. Adapun yang ikut hadir dalam pelaksanaan akad nikah adalah Bani Hasyim dan para pemuka Bani Mudhar. Hal ini terjadi dua bulan sepulang beliau dari Syam. Maskawin beliau adalah dua puluh ekor unta muda. Usia Khadijah binti Khuwalid sendiri adalah empat puluh tahun, yang pada masa itu dia merupakan wanita yang paling terpandang, cantik, pandai, dan kaya. Dia adalah wanita pertama yang dinikahi Rasulullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Beliau tidak pernah menikahi wanita lain hingga Khadijah binti Khuwalid meninggal dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Putra_putri beliau – selain Ibrahim dilahirkan dari Maria Al_Qibthiyah – dilahirkan dari Khadijah binti Khuwalid adalah Al_Qasim – dengan nama ini beliau dijuluki Abul Qasim –, Abdullah – dia dijuluki Ath_Thayyib dan Ath_Thahir –, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kaltsum, dan&amp;#160; Fatimah. Semua putra beliau meninggal dunia selagi kecil. Sedangkan semua putri beliau sempat menjumpai Islam, dan mereka memeluk Islam serta ikut hijrah. Hanya saja mereka semua meninggal dunia selagi beliau masih hidup, kecuali Fatimah. Dia meningga dunia selang enam bulan sepeninggalan beliau, untuk bersua dengan beliau.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Al_Hafizh Ibnu Hajar Al_Asqalani mengatakan bahwa ada sedikit perbedaan di antara beberapa kitab referensi tentang hal di atas. Tetapi yang kami tulis di sini adalah pendapat yang paling kuat. [Lihat Ahmad bin ‘Ali bin Hajar Al_Asqalany, &lt;em&gt;Fathul Bari&lt;/em&gt;, (Kairo: Al_Mathba’ah As_Salafiyah wa Maktabuha, tt), hal. 7/507]&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berlanjut ...........................&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-5782773517236198863?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/5782773517236198863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/02/maulid-nabi-muhammad-3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/5782773517236198863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/5782773517236198863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/02/maulid-nabi-muhammad-3.html' title='Maulid Nabi Muhammad (3)'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TVPcKbFknEI/AAAAAAAAAPQ/7B3R061vrMk/s72-c/MUH_1_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-6954435026671883183</id><published>2011-02-10T19:28:00.001+07:00</published><updated>2011-02-10T19:31:59.106+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maulid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarih'/><title type='text'>Maulid Nabi Muhammad (2)</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TVPatEo2F-I/AAAAAAAAAPE/tTW7xmIK83s/s1600-h/Muhammad.%5B4%5D.gif"&gt;&lt;img title="Muhammad." style="display: inline; margin: 0px 10px 0px 0px" height="199" alt="Muhammad." src="http://lh5.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TVPavLxFogI/AAAAAAAAAPI/cD9GcDqCDfw/Muhammad._thumb%5B2%5D.gif?imgmax=800" width="204" align="left" /&gt;&lt;/a&gt; Kembali ke Pangkuan Ibunda Tercinta&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan adanya peristiwa pembelahan dada itu, maka Halimah As_Sa’diyah merasa khawatir terhadap keselamatan beliau, sehingga dia mengembalikannya kepada ibunya. Kemudian beliau hidup bersama ibunda tercinta hingga berumur enam tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa waktu kemudian Aminah binti Wahb merasa perlu untuk mengenang suaminya yang telah meninggal dunia dengan cara mengunjungi kuburannya di Yatsrib Madinah. Maka dia pergi dari Makkah menempuh perjalanan sejauh 500 KM, bersama putranya yang yatim, yaitu Rasulullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, disertai pembantu wanitanya, yaitu Ummu Aiman. Setelah menetap selama satu bulan di Madinah, maka Aminah binti Wahb dan rombongannya siap_siap untuk kembali ke Makkah. Dalam perjalanan pulang itu dia jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia di Abwa’, yang terletak di antara Makkah dan Madinah. . [Lihat Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam bin Ayyub Al_Humary, &lt;em&gt;As_Sirah An_Nabawiyah&lt;/em&gt;, (Mesir: Syirkah Maktabah wa Mathba’ah Musthafah Al_Baby Al_Halaby wa Auladuhu, 1375 H), cet. 2, hal. 1/168; dan lihat juga kitab &lt;em&gt;Talliqihu Fuhumi Ahli Atsar&lt;/em&gt; karya Abul Fajar Abdurrahman bin Al-Jauzy, hal. 8]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kembali ke Kakeknya yang Penuh Kasih Sayang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kemudian beliau kembali ke tempat kakeknya, yaitu Abdul Muththalib di Makkah. Perasaan kasih sayang di dalam sanubarinya terhadap cucunya yang kini yatim piatu semangkin terpupk, karena cucunya harus menghadapi cobaan baru di atas luka yang lama. Hatinya bergetar oleh perasaan kasih sayang yang tidak pernah dirasakannya sekali pun terhadap anak_anaknya sendiri. Dia tidak ingin cucunya hidup sebatang kara. Bahkan dia lebih mengutamakan cucunya dari pada anak_ anaknya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibnu Hisyam dalam kitab&lt;em&gt; As_Sirah An_Nabawiyah&lt;/em&gt; berkata, “Ada sebuah dipan yang diletakkan di dekat Ka’bah untuk Abdul Muththalib. Sedangkan kerabat_ kerabatnya biasa duduk di sekeliling dipan itu hingga Abdul Muththalib ke luar ke sana, dan tidak ada seorang pun di antara mereka yang berani duduk di dipan itu sebagai penghormatan terhadap dirinya. Suatu hari selagi Rasulullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; menjadi anak kecil yang montok, beliau duduk di atas dipan itu, maka paman_paman beliau langsung memegang dan menahan agar tidak duduk di atas dipan itu. Tatkala Abdul Muththalib melihat kejadian ini, dia berkata: Biarkan anakku ini. Demi Allah, sesungguhnya dia akan memiliki kedudukan yang agung. Kemudian Abdul Muththalib duduk bersama beliau di atas dipannya sambil mengelus punggung beliau dan senantiasa merasa gembira terhadap apa pun yang beliau lakukan.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada usia delapan tahun lebih dua bulan sepuluh hari dari umur Rasulullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, kakeknya meninggal dunia di Makkah. Sebelum meninggal, Abdul Muththalib sudah berpesan menitipkan pengasuhan sang cucu kepada pamannya, yaitu Abu Thalib, saudara kandung bapak beliau. . [Lihat Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam bin Ayyub Al_Humary, &lt;em&gt;As_Sirah An_ Nabawiyah&lt;/em&gt;, (Mesir: Syirkah Maktabah wa Mathba’ah Musthafah Al_Baby Al_Halaby wa Auladuhu, 1375 H), cet. 2, hal. 1/169; dan lihat juga kitab &lt;em&gt;Talliqihu Fuhumi Ahli Atsar&lt;/em&gt; karya Abul Fajar Abdurrahman bin Al-Jauzy, hal. 7]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Meminta Hujan dengan Wajah Beliau &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibnu Asakir mentakhrij (meneliti) dari Julhumah bin Arfathah, dia berkata, “Tatkala aku tiba di Makkah, orang_orang sedang dilanda musim paceklik. Orang_orang Quraisy berkata: Wahai Abu Thalib, lembah sedang kekeringan dan kemiskinan melanda. Marilah kita berdoa meminta hujan.” Maka Abu Thalib keluar bersama anak kecil, yang seolah_olah wajahnya adalah matahari yang membawa mendung, yang menampakkan awan sedang berjalan pelan_pelan. Di sekitar Abu Thalib juga ada beberapa anak kecil lainnya. Dia memegang anak kecil itu dan menempelkan punggungnya ke dinding Ka’bah. Jari_jemarinya memegangi anak itu. Langit yang tadinya bersih, tiba_tiba saja mendung datang dari segala penjuru, lalu menurunkan hujan yang sangat deras, hingga lembah_ lembah terairi dan ladang_ladang menjadi subur. Abu Thalib mengisyaratkan hal ini dalam syair yang dibacakannya,&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“ Putih berseri meminta hujan dengan wajahnya&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Penolong anak yatim dan pelindung wanita janda.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;[Lihat Muhammad bin Abdul Wahhab An_Najdy, &lt;em&gt;Mukhtashar Siratir Rasul&lt;/em&gt;, hal. 15-16]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bahira Sang Rahib&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika usia Rasulullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; mencapai dua belas tahun – ada yang berpendapat lebih dari dua bulan sepuluh hari – Abu Thalib mengajak beliau pergi berdagang dengan tujuan Syam, hingga tiba di Bushra, yaitu suatu daerah yang sudah termasuk Syam yang merupakan ibukota Hauran, yang juga merupakan ibukotanya orang_orang Arab, walaupun di bawah kekuasaan Bangsa Romawi. Di negeri ini ada seorang rahib yang dikenal dengan sebutan Bahira – yang nama aslinya adalah Jurjis –.&amp;#160; Tatkala rombongan singgah di daerah ini, &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;maka sang rahib menghampiri mereka dan mempersilahkan mereka mampir ke tempat tinggalnya sebagai tamu kehormatan. Padahal sebelumnya rahib tersebut tidak pernah keluar, namun begitu dia bisa mengetahui Rasulullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; dari sifat_sifat beliau. Sambil memegang tangan beliau, sang rahib berkata, “Orang ini adalah pemimpin semesta alam. Anak ini akan diutus Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abu Thalib bertanya, “Dari mana engkau tahu hal itu?”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rahib Bahira menjawab, “Sebenarnya sejak kalian tiba di Aqabah, tidak ada bebatuan dan pepohonan pun melainkan mereka tunduk bersujud. Mereka tidak sujud melainkan kepada seorang nabi. Aku bisa mengetahuinya dari cincin nubuwah yang berada di bagian bawah tulang rawan bahunya yang menyerupai buah apel. Kami juga bisa mendapatkan tanda itu di dalam kitab kami.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kemudian sang rahib meminta agar Abu Thalib kembali lagi bersama beliau tanpa melanjutkan perjalanan ke Syam, karena dia takut gangguan dari pihak orang_orang Yahudi. Maka Abu Thalib mengirim beliau bersama beberapa pemuda agar kembali lagi ke Makkah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Disebutkan di dalam kitab At_Tirmidzi dan lain_lainnya bahwa Abu Thalib juga mengutus Bilal bersama beliau. Maka Ibnul Qayyim Al_Jauziyah berkata, “Hal ini merupakan kesalahan yang amat mencolok, karena boleh jadi saat itu Bilal belum lahir. Kalaupun sudah lahir, maka tidak bakalan dia bergabung bersama Abu Thalib atau pun Abu Bakar.” [Lihat Syamsudin Abu Abdullah Muhammad bin Bakr bin Ayyub, yang dikenal dengan nama Ibnul Qayyim Al_Jauziyah, &lt;em&gt;Zadul Ma’ad&lt;/em&gt;, hal. 1/17]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;berlanjut ..............................&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-6954435026671883183?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/6954435026671883183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/02/maulid-nabi-muhammad-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6954435026671883183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6954435026671883183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/02/maulid-nabi-muhammad-2.html' title='Maulid Nabi Muhammad (2)'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TVPavLxFogI/AAAAAAAAAPI/cD9GcDqCDfw/s72-c/Muhammad._thumb%5B2%5D.gif?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-6345687526161338302</id><published>2011-02-10T19:22:00.001+07:00</published><updated>2011-02-10T19:26:00.909+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maulid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarih'/><title type='text'>Maulid Nabi Muhammad (1)</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img title="Lafadz16" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-right-width: 0px" height="240" alt="Lafadz16" src="http://lh6.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TVPYj4njlCI/AAAAAAAAAPA/PNfwJXXs9cs/Lafadz16%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="240" align="left" border="0" /&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Muhammad Rasulullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; dilahirkan ditengah keluarga Bani Hasyim di Makkah pada hari senin pagi, tanggal 9 Rabi’ul Awwal, permulaan tahun dari peristiwa gajah, dan empat puluh tahun setelah kekuasaan Kisra Anusyirwan, atau bertepatan dengan tanggan 20 atau 22 April tahun 571 M, berdasarkan penelitian ulama terkenal, yaitu Muhammad Sulaiman Al_Manshurfury dan peneliti astronomi, yaitu Mahmud Basya. [Lihat Syaikh Muhammad Al_Khadry, &lt;em&gt;Muhadharat Tarikhil Umam Al_Islamiyyah&lt;/em&gt;, (Mesir: Al_Maktabah At_Tijariyyah Al-Kubra, 1382 H), cet. 8, hal. 1/62. ada beberapa perbedaan tentang penentuan tanggal bulan April, karena adanya perbedaan dalam kalender Masehi]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibnu Sa’d meriwayatkan bahwa ibu Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; berkata, “Setelah bayiku keluar, aku melihat ada cahaya yang keluar dari kemaluanku, menyinari istana_istana di Syam.” Imam Ahmad juga meriwayatkan dari Al_Arbadh bin Sariyah, yang isinya serupa dengan riwayat di atas. [Lihat Muhammad bin Abdul Wahhab An_Najdy, &lt;em&gt;Mukhtashar Siratir Rasul&lt;/em&gt;, hal. 12]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Diriwayatkan juga bahwa ada beberapa bukti pendukung kerasulan, bertepatan dengan saat kelahiran beliau &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, yaitu runtuhnya 10 balkon istana Kisra, dan padamnya api yang biasa disembah orang_orang Majusi serta runtuhnya beberapa gereja di sekitar Buhairah setelah gereja_gereja itu ambles ke tanah. Hal ini diriwayatkan oleh Al_Baihaqi, sekalipun Muhammad Al_Ghazaly tidak mengakuinya. [Lihat Muhammad Al_Ghazaly, &lt;em&gt;Fiqhus Sirah&lt;/em&gt;, (Mesir: Darul Al_Kitab Al_Araby, 1375 H / 1955 M), cet. 2, hal. 46]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah Aminah melahirkan, dia mengirim utusan ke tempat kakeknya, yaitu Abdul Muththalib untuk menyampaikan kabar gembira tentang kelahiran cucunya Maka Abdul Muththalib datang dengan perasaan suka cita, lalu membawa beliau ke dalam Ka’bah, seraya berdoa kepada Allah dan bersyukur kepada_Nya. Dia memilih nama Muhammad bagi beliau. Nama ini belum pernah dikenal di kalangan Arab. Beliau &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; dikhitan pada hari ke tujuh, seperti yang biasa dilakukan orang_orang Arab. Tetapi ada juga yang berpen-dapat bahwa Rasulullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; dilahirkan dalam keadaan sudah dikhitan. . [Lihat Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam bin Ayyub Al_Humary, &lt;em&gt;As_Sirah An_Nabawiyah&lt;/em&gt;, (Mesir: Syirkah Maktabah wa Mathba’ah Musthafah Al_Baby Al_Halaby wa Auladuhu, 1375 H), cet. 2, hal. 1/159; dan lihat juga kitab &lt;em&gt;Talliqihu Fuhumi Ahli Atsar&lt;/em&gt; karya Abul Fajar Abdurrahman bin Al-Jauzy, hal. 4]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibnul Qayyim Al_Jauziyah berkata, “Tidak ada hadits yang kuat mengenai hal ini.” [Lihat Syamsudin Abu Abdullah Muhammad bin Bakr bin Ayyub, yang dikenal dengan nama Ibnul Qayyim Al_Jauziyah, &lt;em&gt;Zadul Ma’ad&lt;/em&gt;, hal. 1/18]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Wanita yang pertama kali menyusui beliau setelah ibundanya adalah Tsuwaibah – dia adalah seorang hamba sahaya Abu Lahab – yang kebetulan sedang menyusui anaknya yang bernama Masruh, yang sebelumnya wanita ini juga menyusui Hamzah bin Abdul Muththalib. Setelah itu dia menyusui Abu Salamah bin Abdul Asad Al_Makhzumy.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Di Tengah Bani Sa’d bin Bakr&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tradisi yang berjalan di kangan Bangsa Arab yang relatif sudah maju, mereka mencari wanita_wanita yang bisa menyusui anak_anaknya sebagai langkah untuk menjauhkan anak_anak mereka dari penyakit yang biasa menjalar di daerah yang sudah maju, agar tubuh bayi menjadi kuat, otot_otonya kekar dan agar keluarga yang menyusui bisa melatih bahasa Arab. Maka Abdul Muththalib mencari para wanita yang bisa menyusui beliau. Dia meminta kepada seorang wanita dari bani Sa’d bin Bakr agar menyusui beliau, yaitu Halimah binti Abu Dzu’aib, dengan didampingi suaminya, yaitu Al_Hartits bin Abdul Uzza yang berjulukan Abu Kabsyah dari kabilah yang sama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Paman beliau&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, yaitu Hamzah bin Abdul Muththalib juga disusui di Bani Sa’d bin Bakr. Suatu hari ibu susuan Rasulullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; juga pernah menyusui Hamzah bin Abdul Muththalib selagi beliau masih dalam susuannya. Dengan demikian, Hamzah bin Abdul Muththalib adalah saudara sesusuan Rasulullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; dari dua pihak, yaitu dari Tsuwaibah dan dari Halimah As_Sa’diyah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Halimah As_Sa’diyah bisa merasakan barakah yang diwa beliau&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, sehingga bisa mengundang decak kekaguman. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Ishaq bahwa Halimah As_Sa’diyah pernah berkisah, “Suatu kali dia pergi dari negerinya bersama suami dan anak yang disusuinya, serta bersama beberapa wanita dari Bani Sa’d bin Bakr. Tujuan mereka adalah mencari anak yang bisa disusui. Dia berkata: itu terjadi pada masa paceklik, tidak banyak kekayaan yang tersisa. Aku pergi sambi naik keledai betina berwarna putih milik kami dan seekor unta yang sudah tua dan tidak bisa diambil air susunya lagi walau setetes pun. Sepanjang malam kami tidak pernah tidur, karena harus meninabobokan bayi kami yang terus menerus menangis karena kelaparan. Air susuku juga tidak bisa diharapkan, sekalipun kami tetap masih mengharapkan adanya uluran tangan dan jalan keluar. Aku pun pergi sambil menunggang keledai betina milik kami dan hampir tidak pernah turun dari punggungnya, sehingga keledai itu pun semangkin lemah kondisinya. Akhirnya kami serombongan tiba di Makkah dan kami langsung mencari bayi yang bisa kami susui. Setiap wanita dari rombongan kami yang ditawari Rasulullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; pasti menolaknya, setelah tahu bahwa beliau adalah anak yatim. Tidak mengherankan, karena kami memang mengharapkan imbalan yang cukup memadai dari bapak bayi yang hendak kami susui. Kami semua berkata: Dia adalah anak yatim. Tidak ada pilihan bagi ibu dan kakek beliau &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, karena kami tidak menyukai keadaan seperti itu. Setiap wanita dari rombongan kami sudah mendapatkan bayi yang disusuinya,&amp;#160; kecuali aku sendiri. Tatkala kami sudah siap_siap untuk kembali, aku berkata kepada suamiku: Demi Allah, aku tidak ingin kembali bersama teman_temanku wanita tanpa membawa seorang bayi yang kususui. Dermi Allah, aku benar-benar akan mendatangi anak yatim itu dan membawanya.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Halimah As_Sa’diyah melanjutkan penuturannya, “Maka aku pun pergi menemui bayi itu (beliau&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;) dan aku siap membawanya. Tatkala menggendongnya seakan_akan aku tidak merasa repot karena mendapat beban yang lain. Aku segera kembali menghampiri hewan tungganganku, dan tatkala puting susuku kusodorkan kepadanya, bayi itu bisa menyedot air susu sesukanya dan meminumnya hingga kenyang. Anak kandungku sendiri juga bisa menyedot air susu sepuasnya hingga kenyang, setelah itu keduannya tertidur pulas. Padahal sebelum itu kami tidak pernah tidur sepicing pun karena mengurus bayi kami. Kemudian suamiku menghampiri untanya yang sudah tua, ternyata air susunya menjadi penuh, maka kami memerahnya. Suamiku bisa minum air susu unta kami, begitu pula aku, hingga kami benar_benar kenyang. Malam itu adalah malam yang terasa paling indah bagi kami.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada besok harinya suamiku berkata kepadaku, “Demi Allah, tahukah engkau wahai Halimah, engkau telah mengambil satu jiwa yang penuh barakah.” Halimah As_Sa’diyah pun berkata, “Demi Allah, aku pun berharap yang demikian itu.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Halimah As_Sa’diyah melanjutkan penuturannya, “Kemudian kami pun siap_siap pergi dan aku menunggang keledaiku. Semua bawaan kami juga kunaikkan ber-samaku di atas punggungnya. Demi Alalh, setelah kami menempuh perjalanan sekian jauh, tentulah keledai_keledai mereka tidak akan mampu membawa beban seperti yang aku bebankan di atas pungggung keledaiku. Sehingga rekan-rekanku berkata kepadaku: Wahai putri Abu Dzu’aib, celaka engkau! Tunggulah kami! Bukankah ini adalah keledaimu yang pernah engkau bawa bersama kita dulu?” Halimah As_Sa’diyah berkata, “Demi Allah, begitulah. Ini adalah keledaiku dulu.” Mereka berkata, “Demi Allah, keledaimu itu kini bertambah perkasa.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kami pun tiba di tempat tinggal kami di daerah Bani Sa’d bin Bakr, aku tidak pernah melihat sepetak tanah pun milik kami yang lebih subur saat itu. Domba_ domba kami datang menyongsong kedatangan kami dalam keadaan kenyang dan air susunya juga berisi penuh, sehingga kami bisa memerahnya dan meminumnya. Sementara setiap orang yang memerah air susu hewannya sama sekali tidak mengeluarkan air susu walau setetes pun dan kelenjar susunya juga kempes. Sehingga mereka berkata garang kepada para penggembalanya, “Celakalah kalian! Lepaskanlah hewan gembalaannya kalian seperti yang dilakukan oleh gembala putri Abu Dzu’aib.” Namun domba_domba mereka pulang ke rumah tetap dalam keadaan lapar dan tidak ada setetes pun mengeluarkan air susu. Sementara domba_dombaku pulang dalam keadaan kenyang dan kelenjar susunya berisi penuh. Kami senantiasa mendapatkan tambahan barakah dan kebaikan dari Allah selama dua tahun menyusui anak susuan kami. Lalu kami menyapihnya. Dia tumbuh dengan baik, tidak seperti bayi_bayi yang lain. Bahkan sebelum usia dua tahun pun dia sudah tumbuh pesat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kemudian kami membawanya kepada ibunya, meskipun kami masih berharap agar anak itu tetap berada di tengah_tengah kami, karena kami bisa merasakan barakahnya. Maka kami menyampaikan niat ini kepada ibunya. Aku berkata kepadanya, “Andaikan saja engkau sudi membiarkan anakmu&amp;#160; ini tetap bersama kami hingga menjadi besar, karena aku khawatir dia terserang penyakit yang biasa menjalar di Makkah.” Kami terus_menerus merayu ibunya agar dia berke-nan mengembalikan anak itu tinggal bersama kami.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Begitulah Rasulullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; tinggal di tengah_tengah Bani Sa’d bin Bakr, hingga tatkala beliau berumur empat atau lima tahun terjadi peristiwa pembelahan dada beliau. Ini adalah pendapat mayoritas pakar sejarah. Tetapi menurut riwayat Ibnu Ishaq bahwa peristiwa itu terjadi pada usia tiga tahun. [Lihat Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam bin Ayyub Al_Humary, &lt;em&gt;As_Sirah An_Nabawiyah&lt;/em&gt;, (Mesir: Syirkah Maktabah wa Mathba’ah Musthafah Al_Baby Al_Halaby wa Auladuhu, 1375 H), cet. 2, hal. 1/164-165]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Imam Muslim meriwayatkan dari Anas &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; bahwa Rasulullah&lt;em&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; didatangi Malaikat Jiblril, yang saat itu beliau sedang bermain_main dengan beberapa anak kecil lainnya. Malaikat Jibril memegang beliau dan menelentangkannya, lalu membelah dada dan mengeluarkan hati beliau dan mengeluarkan segumpal darah dari dada beliau, seraya berkata, “Ini adalah bagian setan yang ada pada dirimu.” Lalu Malaikat Jibril mencucinya di sebuah baskom dari emas dengan menggunakan air Zamzam, kemudian menata dan memasukkannya ke tempatnya semula. Anak_anak kecil lainnya berlarian mencari ibu susunya dan berkata, “Muhammad telah dibunuh !!!” Mereka pun datang menghampiri beliau yang wajahnya semangkin berseri. [Hadits &lt;strong&gt;&lt;em&gt;shahih, &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;diriwayatkan oleh Muslim]&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Berlanjut ........................&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-6345687526161338302?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/6345687526161338302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/02/maulid-nabi-muhammad-rasulullah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6345687526161338302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6345687526161338302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/02/maulid-nabi-muhammad-rasulullah.html' title='Maulid Nabi Muhammad (1)'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TVPYj4njlCI/AAAAAAAAAPA/PNfwJXXs9cs/s72-c/Lafadz16%5B2%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-5890464033191840866</id><published>2011-01-30T16:25:00.001+07:00</published><updated>2011-01-30T17:36:28.781+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholawat'/><title type='text'>Sholawat mohon banyak Rizqi</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TUUuTP1lfsI/AAAAAAAAAO0/qiHIn4Z0zRw/s1600-h/rizqiw7.jpg"&gt;&lt;img title="rizqiw" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="301" alt="rizqiw" src="http://lh4.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TUUuZ2vfkFI/AAAAAAAAAO4/xx-dVp6s9oc/rizqiw_thumb5.jpg?imgmax=800" width="344" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt; &amp;quot;Allahumma shalli wasallim wabarik 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa'alaa 'aalihii bi'adadi anwaa'ir rizqi walfutuuhaati yaa baasithal ladzii yabsuthur rizqaliman yasyaau bighairi hisaabin ubsut 'alainaa rizqan waasi'an, minkulli jihatin minjamii'i ghaibika boghairi minnatin makhluuqin bimakhdhi fadhlika wakaramika yaa rahmaanu&amp;quot;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Artinya :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Ya Allah anugerahkanlah rahmat serta keselamatan dan berkah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. dan juga atas keluarganya sebanyak bilangan rizqi dan pintu rizqi. Wahai Dzat yang menganugerahkan rizqi kepada siapa siapayang Dia kehendaki tanpa hitungan. Anugerahkanlah rizqi yang luas bagi kami dari setiap arah perbendaharaanMu yang ghaib dengan tiada makhluk lain yang mengundat-undat (karena iri hati) hanya karena anugerah dan kedermawananMu dan kemulyaanMu, wahai Dzat Yang Pemurah.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Fadhilah dan Khasiatnya :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagi ihwan yang kehidupan ekonominya pas-pasan/sempit, dapat mengamalkan sholawat ini secara istiqomah, istiqomah ini penting karena untuk mengukur sapai di mana tingkat kesengguhan kita dalam berdoa. Tentu saja harus disertai keyakinan yang mantap Insya Allah akan diberikan kelapangan rizqi oleh Allah SWT dari arah yang tidak terduga, sebab Allah SWT Maha Pemberi Rizqi lagi maha Pemurah. Sholawat ini baik sekali dibaca 1.000 kali waktu tengah malam setelah shalat hajat,&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-5890464033191840866?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/5890464033191840866/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/01/sholawat-mohon-banyak-rizqi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/5890464033191840866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/5890464033191840866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/01/sholawat-mohon-banyak-rizqi.html' title='Sholawat mohon banyak Rizqi'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TUUuZ2vfkFI/AAAAAAAAAO4/xx-dVp6s9oc/s72-c/rizqiw_thumb5.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-1326147013662079707</id><published>2011-01-27T08:07:00.001+07:00</published><updated>2011-01-27T08:20:57.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholawat'/><title type='text'>Khasiat dan Fadhilah Sholawat TIBBIL QULUB</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TUDFVgSMp7I/AAAAAAAAAOk/znPwjAieI3w/s1600-h/tibbilqulub%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img title="tibbilqulub" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="229" alt="tibbilqulub" src="http://lh3.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TUDFYBc2LII/AAAAAAAAAOo/TARkayYx4U8/tibbilqulub_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="325" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt; &amp;quot;ALLAAHUMMA SHALLI 'ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN TIBBIL QULUUBI WADAWAAIHAA WA'AAFIYATIL ABDAANI WASYIFAAIHAA WANUURIL ABSHAARI WADLIYAAIHAA WAQUWWATIL AJSAADI WAL ARWAAHI WAGHIDAA IHA WA'ALAA AALIHI WASHAHBIHI AJMA'IIN&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Artinya :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ya Allah curahkanlah rahmat kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya dan sebagai penyinar penglihatan mata&amp;#160; beserta cahayanya dan merupakan makanan pokok jasmani maupun rohani, Semoga sholawat dan salam tercurahkan pula kepada keluarga serta para shahabat-shahabatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Fadhilah dan Khasiat Sholawat Tibbil Qulub :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk menyembuhkan penyakit perut, sholawat ini dibaca 7 x, tiap-tiap satu kali ditiupkan pada satu gelas air kemudian diminum. Atau sholawat ini dibaca 7 x tiap kali membaca dituipkan pada telapak tangan kemudian diusapkan pada perut yang sakit, Insya Allah akan segera sembuh dengan ijin Allah. Untuk hati yang sempit was-was dan bingung alias sumpek bacalah sholawat ini sebanyak-banyaknya, agar kita dijauhkan dari berbagai penyakit bacalah sholawat ini sebagai wirid setelah shalat maktubah (shalat fardlu) Insya Allah akan terhindar dari segala macam penyakit.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-1326147013662079707?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/1326147013662079707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/01/sholawat-tibbil-qulub.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/1326147013662079707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/1326147013662079707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/01/sholawat-tibbil-qulub.html' title='Khasiat dan Fadhilah Sholawat TIBBIL QULUB'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TUDFYBc2LII/AAAAAAAAAOo/TARkayYx4U8/s72-c/tibbilqulub_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-7352458661140878694</id><published>2011-01-26T19:33:00.001+07:00</published><updated>2011-06-04T19:46:37.318+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholawat'/><title type='text'>SHOLAWAT KUBRO</title><content type='html'>&lt;h4 align="center"&gt;&lt;font face="MCS Nask S_U normal."&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-0mqZkNNz1oQ/TeopIoj-LdI/AAAAAAAAASw/J6h7ZCkU41I/s1600-h/C%25252017%25255B3%25255D.jpg"&gt;&lt;img title="C 17" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="181" alt="C 17" src="http://lh5.ggpht.com/-EdzAvCS6Jg8/TeopKKnadNI/AAAAAAAAAS0/VpUoLk0fcLA/C%25252017_thumb%25255B1%25255D.jpg?imgmax=800" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;&lt;font face="MCS Nask S_U normal."&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَ اْلمُرْسَلِيْنَ&lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;&lt;font face="MCS Nask S_U normal."&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَالنَّبِيِّنَ&lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;&lt;font face="MCS Nask S_U normal."&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَالصِّدِّيْقِيْنَ&lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;&lt;font face="MCS Nask S_U normal."&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَالرَّاكِعِيْنَ&lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;&lt;font face="MCS Nask S_U normal."&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَالْقَاعِدِيْنَ&lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;&lt;font face="MCS Nask S_U normal."&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَالسَّاجِدِيْنَ&lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;&lt;font face="MCS Nask S_U normal."&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَالذَّاكِرِيْنَ&lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;&lt;font face="MCS Nask S_U normal."&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَالمْكُبَرِِّيْنَ&lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;&lt;font face="MCS Nask S_U normal."&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَالظَّاهِرِيْنَ&lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;&lt;font face="MCS Nask S_U normal."&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَالشَّاهِدِيْنَ&lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;&lt;font face="MCS Nask S_U normal."&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَالاْوَّلِيْنَ&lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;&lt;font face="MCS Nask S_U normal."&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَالأخِرِيْنَ&lt;/font&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَي يَارَسٌولَاللهِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَانَبِيَ اللهِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدِيْ يَاحَبِبَ اللهِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَامَنْ اَكْرَمَهٌ اللهِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَامَنْ عَظَّمَهٌ اللهِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَامَنْ شَرَّفَهُ اللهِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَامَنْ اَظْهَرَهُ اللهِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَامَن اخْتَارَهٌ اللهِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَامَنْ صَوَّرَهٌ اللهِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَامَنْ عَبَدَاللهِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاخَيْرَخَلْقِ اللهِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاخاَتِمَ رٌسُلِ اللهِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسٌلْطَانَ اْلاَنْبِياَءِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَابٌرْهاَنَ الاَصْفِيَاءِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَامُصْطَفَى&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَامٌعْلَى&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَامَجْتَبَى&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَامٌزَكىَّ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَامَكِّىٌّ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَامَدَنِيٌّ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاعَرَ بِيٌّ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاقٌرَشِيٌّ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاهاَشِمِيٌّ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَااَبْطَحِيٌّ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَازَمْزَمِيٌّ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاتِهاَمِيٌّ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَااٌمِّيٌّ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّّدَوَلَدِاَدَمَ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَااَحْمَدَ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَامٌحَمَّدٌ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاطَهَ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَايَس&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَامٌدَ ثّرٌ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاصاَحِبَ الكَوْثَرِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاشَفِيْعٌ يَوْمَ المحَشَرِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاصاَحِبَ التاَّجِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاصاَحِبَ المِعْرَاجِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَالاَوَّلِيْنَ وَالاَخِرِيْنَ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَالمحٌسِْنِيْنَ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَالكَوْنَيْنِ وَالثَّقَلَيْنِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاصاَحِبَ النَّعْلَيْنِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدِي ياَرَسٌوْلَ اللهِ ياَخَاتمَِ الاَنْبِيَاءِ وَالمٌرْسَلِيْنَ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدِي يَانَبِى اللهِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ وَالْحَمْدٌلِلّهِ رَبِّ اْلعَالمَِيْنَ&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa sayyidal Mursaliin&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa sayyidan nabiyyiin&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa sayyidas shiddiqiin&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa sayyidar raaki'iin&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa sayyidal qaa'idin&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa sayyidas saajidiin&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa sayyidadz Dzaakiriin&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa sayyidal Mukabbiriin&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa sayyidadh dhaahiriin&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa sayyidasy Syaahidiin&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa sayyidal Awwaliin&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa sayyidal aakhiriin&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa sayyidii yaa Rasulallah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Nabiyyallaah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa sayyidii yaa Habiiballaah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa man Akramahullaah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa man 'Adhdhamahullaah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa man Syarafahullah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa man adhharahullaah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa manikhtaarahullaah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa man shawwarahullaah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa man &amp;quot;Abadallaah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Khaira kholqillaah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Khaatima rasuulillaah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Sulthaanal Anbiyaa'&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Burhaanal Ashfiyaa'&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Musthafaa&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Ma'laa&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Mujtabaa&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Muzakkaa Makkiyyu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Madaniyyu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa&amp;quot;Arabiyyu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Qurasyiyyu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Haasyimiyyu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Abthahiyyu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Zamzamiyyu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Tihaamiyyu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Ummiyyu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Sayyida Waladi Aadam&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Ahmadu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Muhammad&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Thahaa&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Yaasiin&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Muddatstsiru &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa ShaaKautsarihibal &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Syaafii'uyaumal Mahsyari&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Shaahibat Taaji&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Shaahibal Mi'raaji&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Sayyidal Awwaliina wal aakhiriin&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Sayyidal Muhsiniin&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Sayyidal Kaunaini Wats-tsaqalaini&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Shaahiban Na'lain&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Sayyidii yaa Rasuulallaah yaa Khaatimal Anbiyaa'i wal Mursaliin&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alfu Alfi shalaatin wa Alfi Salaamin 'Alaika yaa Sayyidii yaa Nabiyyallaahi ilaa yaumiddiin wal hamdu lillaahi Rabbil 'Aalamiin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Artinya :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai penghulu para utusan&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai penghulu para nabi&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai penghulu para shiddiqin&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai penghulu orang-orang yang ruku'&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai penghulu orang-orang yang duduk&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai penghulu orang-orang yang sujud&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai penghulu orang-orang yang dzikir&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai penghulu orang-orang yang mengagungkan&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai penghulu orang-orang yang nampak&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai penghulu orang-orang yang bersaksi&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai penghulu orang-orang yang terdahulu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai penghulu orang-orang yang kemudian&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai penghuluku ya Rasulallah &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai Nabi Allah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai junjunganku wahai kekasih Allah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai orang yang dihormati Allah &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai orang yang diagungkan Allah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai orang yang dimuliakan Allah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai orang yang didhahirkan Allah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai orang yang dipilih Allah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai orang yang dilukiskan Allah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai orang yang berbakti kepada Allah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai sebaik-baik makhluk&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai penutup para utusan Allah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai Raja para Nabi&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai Hujjah paraSufi&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai manusia pilihan&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai manusia yang ditinggikan&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai manusia yang dipilih&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai orang yang disucikan&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai orang Makkah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai orang Madinah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai orang Arab&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai bangsa Qurays&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai keturunan Hasyim&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai bangsa Abthahiyyah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai bangsa Zamzam&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai bansa Tihammah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai nabi yang Ummi&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai penghulu anak Adam (manusia)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai Nabi Ahmad&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai Nabi Muhammad&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai Nabi Thaha&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai Nabi Yasin&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai orang yang berselimut&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai orang yang memiliki telaga Kautsar&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai orang yang memiliki mahkota&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai orang yang bermi'raj&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai penghulu orang-orang yang terdahulu dan&amp;#160; kemudian&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai penghulu orang yang baik-baik&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai pemimpin dunia dan akhirat,pemimpin jin dan manusia&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai yang memiliki dua sandal&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai junjunganku wahai utusan Allah, wahai penutup para Nabi dan para Rasul &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai&amp;#160; junjunganku wahai nabi Allah hingga hari pembalasan dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Fadhilah dan faedah Sholawat Kubro :&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Adapun fadhilah dan khasiyat sholawat Kubro itu besar dan banyak sekali , yang diantaranya barang siapa yang membaca secara istiqomah sehari satu kali , insya Allah orang tersebut akan diberi pahala dan kenikmatan yang besar sekali dari Allah, yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar telinga orang dan belum pernah terlintas di benak seseorang. Dan juga akan mendapat ketentraman hati cukup sandang pangan serta dikabulkan hajatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sholawat Kubro dinukil dari Alfiyatusholawat yang dihimpun oleh Syaich Muslih bin Abdurrahman Al-Muraqy, dan sholawat itu dinamakan Sholawat Kubro, menurut beliau fadhilah sholawat ini yaitu baik sekali bagi orang yang sedang menunaikan Ibadah Haji ke Mekah dan Madinah untuk memperbanyak membaca sholawat Kubro itu di mana saja yang pantas. Lebih-lebih di waktu ziarah ke makam Rasulullah saw, maka sangat dianjurkan sekali agar segala maksud dan tujuannya yang baik dapat dikabulkan, hajinya menjadi haji yang mabrur, umrahnya menjadi umrah yang diterima oleh Allah SWT, dengan sebab berkah sholawat dan dengan sebab syafaat Nabi Muhammad saw.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Itulah sholawat yang dinisbatkan pada waliyullah Imam Junaid Al-Bagdadi. &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-7352458661140878694?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/7352458661140878694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/01/sholawat-kubro.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/7352458661140878694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/7352458661140878694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2011/01/sholawat-kubro.html' title='SHOLAWAT KUBRO'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/-EdzAvCS6Jg8/TeopKKnadNI/AAAAAAAAAS0/VpUoLk0fcLA/s72-c/C%25252017_thumb%25255B1%25255D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-8527499185635668309</id><published>2010-11-07T05:54:00.001+07:00</published><updated>2010-11-07T05:54:23.775+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Lupa hafalan Alqur'an</title><content type='html'>&lt;p&gt;Karena seringnya membaca Alqur’an seseorang menjadi hafal beberapa ayat / surat namun lama-lama ia lupa. Bagaimana hukumnya ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seseorang yang lupa akan hafalan Alqur’an hukumnya berdosa kecuali ia mampu menghafal kembali tanpa masyaqqah, bersusah payah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;وَمِنْ مَعَاصِي اللِّسَانِ نِسْيَانُ الْقُرْآنِ كُلِّهِ أَوْ بَعْضِهِ مِمَّا حَفِظَهُ عَنْ قَلْبٍ بِتَرْكِ قِرَاءَتِهِ وَهُوَ مِنَ الْكَبَائِرِ إِذَا لَمْ يُمْكِنْهُ حِفْظُهُ مَرَّةً ثَانِيَةً إِلاَّ بِتَعَبٍ وَمَشَقَّةٍ كَأَوَّلِ مَرَّةٍ، وَإِلاَّ بِأَنْ أَمْكَنَهُ حِفْظُهُ بالسُّهُوْلَةِ بِتَكَرُّرِهِ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ مَثَلاً فَلاَ يَضُرُّ هَكَذَا مَا نُقِلَ عَنِ الْمَشَايِخِ [بهجة الوسائل 37]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Termasuk maksiat lisan yaitu lupa Alqur’an, baik keseluruhan atau sebagian dari yang telah dihafalkan, sebab meninggalkan baca Alqur’an. Hal tersebut termasuk dosa besar bila ia tidak mampu menghafal kembali kecuali dengan payah dan berat sebagaimana pertama kali menghafal. Apabila tidak payah&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;/&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;berat yakni dengan mudah ia mampu menghafal kembali, baik dengan mengulang-ulang sekali atau dua kali maka tidak mengapa. Demikianlah keterangan yang dinukil dari para masyayikh.” &lt;/i&gt;(Bahjah al-Wasail 37)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-8527499185635668309?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/8527499185635668309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/11/lupa-hafalan-alqur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/8527499185635668309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/8527499185635668309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/11/lupa-hafalan-alqur.html' title='Lupa hafalan Alqur&amp;#39;an'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-3825107673641591811</id><published>2010-11-07T05:53:00.001+07:00</published><updated>2010-11-07T05:53:19.867+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Merokok ketika semaan Alqur'an</title><content type='html'>&lt;p&gt;Dalam semaan Alqur’an sering kita jumpai orang menyemak sambil merokok. Bagaimana hukumnya ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Apabila merokok di lingkaran majlis qira’ah, forum semaan, hukumnya haram.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;إِنَّ شُرْبَ الدُّخَّانِ مِنْ حَيْثُ هُوَ اخْتَلَفَ الْعُلَمَاءُ فِيْهِ فَأَكْثَرُهُمْ عَلَى التَّحْرِيْمِ وَبَعْضُهُمْ قَالَ إِنَّهُ مَكْرُوْهٌ كَرَاهَةَ تَنْزِيْهٍ، وَهُوَ مُعْتَمَدُ مَذْهَبِ الشَّافِعِيَّةِ لَكِنَّهُمْ أَجْمَعُوْا عَلَى أَنَّهُ قَدْ يَعْرِضُ لَهُ مَا يُصَيِّرُهُ حرَامًا مِنْ ذَلِكَ إِذَا كَانَ بِحَضْرَةِ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ أَوْ حَدِيْثٍ نَبَوِيٍّ أَوْ مَجْلِسِ عِلْمٍ شَرْعِيٍّ أَوْ نَحْوِ ذَلِكَ مِنَ الْمَوَاضِعِ الَّتِي تَضُمُّ مَا تَسْتَحِقُّ اْلأَدَبَ وَالْوَقَارَ فَإِنّ شُرْبَ الدُّخَّانِ حِيْنَئِذٍ حَرَامٌ لِمَا فِيْهِ مِنْ سُوْءِ اْلأَدَبِ وَاْلإِسْتِهْتَارِ بِمَجَالِسِ التَّعْظِيْمِ [قرة العين بفتاوي إسماعيل الزين 231]&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Pada dasarnya merokok itu para ulama khilaf dalam mensi-kapinya. Kebanyakan mereka berpendapat haram dan sebagian berpendapat makruh tanzih. Ini merupakan penda-pat yang mu’tamad di kalangan para Ulama Syafi’iyyah, tetapi mereka juga bersepakat bahwa kadang-kadang juga timbul hal-hal yang menjadikan haram yang semula mak-ruh. Di antaranya bilamana terjadi forum baca Alqur,an, Hadits Nabi, forum kajian agama ataupun forum-forum sejenis yang memang seharusnya mengedepankan sopan santun dan ketenangan. Dengan demikian, merokok tersebut haram hukumnya karena mengandung unsur-unsur keku-rang sopanan dalam majlis yang terhormat&lt;/i&gt;.” (Qurrah al-Ain Fatawi Isma’il al-Zain 231).&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-3825107673641591811?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/3825107673641591811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/11/merokok-ketika-semaan-alqur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/3825107673641591811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/3825107673641591811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/11/merokok-ketika-semaan-alqur.html' title='Merokok ketika semaan Alqur&amp;#39;an'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-5184397517930863967</id><published>2010-11-07T05:51:00.001+07:00</published><updated>2010-11-07T05:51:58.251+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Waqaf Taskin tanpa bernafas</title><content type='html'>&lt;p&gt;Seseorang membaca waqaf taskin pada akhir ayat tanpa mengambil nafas, bagaimana hukumnya ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Waqaf taskin sebagaimana dimaksud hukumnya boleh bilamana ada niatan waqaf, namun yang lebih utama adalah dengan mengambil nafas.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;(سُئِلَ) هَلْ يَجُوْزُ لِلْقَارِئِ وَهُوَ مَارٌّ بِالْقِرَأَةِ أَنْ يُسَكِّنَ آخِرَ الْحُرُوْفِ وَهُوَ مَارٌّ مِنْ غَيْرِ وُقُوْفٍ، وَهَلْ يَجُوْزُ لَهُ أَنْ يُحَرِّكَ الْوَقْفَ عِنْدَ الْوُقُوْفِ أَمْ لاَ؟ (فَأَجَابَ) بِأَنَّهُ يَجُوْزُ التَّسْكِيْنُ الْمَذْكُوْرُ لأَنَّ الْوَصْلَ بِنِيَّةِ الْوَقْفِ جَائِزٌ دُوْنَ التَّحْرِيْكِ الْمَذْكُوْرِ [هامش الفتاوى الكبرى 4/379]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Sebuah pertanyaan perihal, apakah seorang membaca Alqur’an mensukun, membaca mati, huruf akhir sedang ia melanjutkan bacaannya tanpa waqaf dan apa boleh mengha-rakati, membaca hidup, huruf akhir ketika dibaca waqaf ataukah tidak? Jawab: Boleh mensukun sebagaimana dimak-sud karena washal, melanjutkan bacaannya, dengan niat wakaf hukumnya boleh. Lain halnya membaca harakat yang dimaksud waqaf hukumnya tidak boleh&lt;/i&gt;.” (Hamisy al-Fatawi al-Kubra IV/379).&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;اعْلَمْ اَنَّ الْوَقْفَ مَعْنَاهُ فِي اللُّغَةِ الْحَبْسُ يُقَالُ وَقَّفْتُ الدَّابَّةَ وَأَوْقَفْتُهَا إِذَا حَبَسْتُهَا عَنِ الْمَشْيِ وَفِي اْلإِصْطِلاَحِ عِبَارَةٌ عَنْ قَطْعِ الصَّوْتِ عَلَى الْكَلِمَةِ زَمَنًا يَتَنَفَّسُ فِيْهِ عَادَةً بِنِيَّةِ اسْتِئْنَافِ الْقِرَاَءةِ اِلَى أَنْ قَالَ وَيَأْتِيْ فِيْ رُؤُوْسِ اْلآيِ وَأَوْسَطُهَا وَلاَ بُدَّ مِنَ التَّنَفُّسِ مَعَه [نهاية القول المفيد 153]&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Ketahuilah bahwa waqaf menurut terminologi bahasa ada-lah menahan, sebagaimana ucapan: Telah aku berhentikan kendaraan, yakni aku tahan dari berjalan. Sedang menurut istilah adalah sebuah ungkapan mengenai terputusnya suara pada suatu kalimat dalam waktu yang biasanya bisa untuk bernafas dengan niat memulai bacaan. … Dan terjadinya waqaf itu pada awal-awal atau pertengahan ayat, yang harus disertai bernafas.” &lt;/i&gt;(Nihayah al-Qaul al-Mufid 153). &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-5184397517930863967?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/5184397517930863967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/11/waqaf-taskin-tanpa-bernafas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/5184397517930863967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/5184397517930863967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/11/waqaf-taskin-tanpa-bernafas.html' title='Waqaf Taskin tanpa bernafas'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-4017043137104690572</id><published>2010-10-25T17:17:00.001+07:00</published><updated>2010-10-25T17:17:52.367+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Menyembelih sapi dengan berbagai tujuan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Tujuh orang iuran membeli sapi untuk disembelih yang tujuannya masing-masing berbeda. Ada yang berniat untuk aqiqah, udlhiyyah, hadiah dan sebagainya. Sahkah hal tersebut ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menyembelih sapi sebagaimana dimaksud hukumnya sah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;(قَوْلُهُ اشْتَرَكُوْا فِي التَّضْحِيَةِ بِهَا) أَيْ بِالْبَدَنَةِ وَمِثْلُهَا الْهَدْيُ وَالْعَقِيْقَةُ وَغَيْرُهُمَا فَالتَّقْيِيْدُ بِالتَّضْحِيَةِ لِخُصُوْصِ الْمَقَامِ سَوَاءٌ اتَّفَقُوْا فِيْ نَوْعِ الْقُرْبَةِ أَمِ اخْتَلَفُوْا فِيْهِ كَمَا إِذَا قَصَدَ بَعْضُهُمُ التَّضْحِيَّةَ وَبَعْضُهُمُ الْهَدْيَ وَبَعْضُهُمُ الْعَقِيْقَةَ [الباجوري 2/297]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Kalimat ‘tujuh orang bergabung untuk berkurban cukup dengan satu unta’. Begitu juga hadiah, aqiqah dan lain sebagainya sedangkan qayid kurban di sini hanyalah karena sesuai dengan topik/pokok bahasannya, baik sama bentuk ibadahnya ataupun berbeda-beda seperti sebagian bermaksud untuk kurban, sebagian lagi untuk hadiah dan yang lain untuk aqiqah.”&lt;/i&gt; (Al-Bajuri II/297)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-4017043137104690572?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/4017043137104690572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/menyembelih-sapi-dengan-berbagai-tujuan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/4017043137104690572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/4017043137104690572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/menyembelih-sapi-dengan-berbagai-tujuan.html' title='Menyembelih sapi dengan berbagai tujuan'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-996827058680109802</id><published>2010-10-25T17:16:00.001+07:00</published><updated>2010-10-25T17:16:08.961+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Kulit kurban untuk bedug/terbang</title><content type='html'>&lt;p&gt;Bagaimana hukum menggunakan kulit hewan kurban untuk bedug masjid atau terbang ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hukumnya boleh bilamana kurban sunat dan tidak boleh bilamana kurban wajib atau nadzar. Demikian ini bila yang menggunakan mudlahhi, orang yang berkurban sendiri. Bila sudah diterimakan kepada mustahiq maka boleh.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;وَيَحْرُمُ اْلأَكْلُ مِنْ اُضْحِيَةٍ أَوْ هَدْيٍ وَجَبَا بِنَذْرِهِ. (قوله وَيَحْرُمُ اْلأَكْلُ الخ) أَيْ وَيَحْرُمُ أَكْلُ الْمُضَحِّيْ وَالْمُهْدِيْ مِنْ ذَلِكَ فَيَجِبُ عَلَيِهِ التَّصَدُّقُ بِجَمِيْعِهَا حَتَّي قَرْنِهَا وَظِلْفِهَا فَلَوْ أَكَلَ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ غَرَمَ بَدَلَهُ لِلْفُقَرَاَء [إعانة الطالبين 2/333]&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Haram makan daging hewan kurban atau hadiah yang wajib sebab nadzar. Kalimat ‘haram makan dst.’. Haram bagi orang yang kurban dan yang berhadiah, makan hewan kurban dan &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;hadiahnya. Ia wajib menyedekahkan semuanya, termasuk tanduk dan kukunya. Andaikan ia memakan sedikit saja maka ia harus menggantinya untuk diserahkan kepada fakir.” &lt;/i&gt;(I’anah al-Thalibin II/333)&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;(قَوْلُهُ وَالتَّصَدُّقُ بِجِلْدِهَا) أَيْ وَاْلأَفْضَلُ التَّصَدُّقُ بِجِلْدِهَا وَلَهُ أَنْ يَنْتَفِعَ بِهِ بِنَفْسِهِ كَأَنْ يَجْعَلَهُ دَلْوًا أَوْ نَعْلاً وَلَهُ أَنْ يُعِيْرَهُ لِغَيْرِهِ وَيَحْرُمُ عَلَيْهِ وَعَلَى وَارِثِهِ بَيْعُهُ كَسَائِرِ أَجْزَائِهَا وَإِجَارَتُهُ وَإِعْطَاؤُهُ أُجْرَةَ جَزَّارٍ فِيْ مُقَابَلَةِ الذَّبْحِ [إعانة الطالبين 2/333]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Kalimat ‘dan menyedekahkan kulitnya’ artinya dan yang utama adalah menyedekahkan kulitnya. Ia boleh mempergunakannya sendiri seperti untuk timba dan sandal; dan boleh pula meminjamkan pada orang lain. Haram baginya dan ahli warisnya menjual kulit tersebut sebagaimana organ-organ lain hewan kurban tersebut. Haram pula memberikannya kepada tukang potong sebagai imbalan/upah atas penyembelihannya.” &lt;/i&gt;(I’anah al-Thalibin II/333)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-996827058680109802?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/996827058680109802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/kulit-kurban-untuk-bedugterbang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/996827058680109802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/996827058680109802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/kulit-kurban-untuk-bedugterbang.html' title='Kulit kurban untuk bedug/terbang'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-3739283439638482213</id><published>2010-10-25T17:14:00.001+07:00</published><updated>2010-10-25T17:14:42.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Daging kurban diberikan pada non muslim</title><content type='html'>&lt;p&gt;Bagaimana hukumnya orang qurban dagingnya sebagian diberikan kepada tetangga yang non muslim? &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Qurban tersebut hukumnya sah, sedang memberikan daging tersebut kepada non muslim hukumnya tidak boleh (haram).&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;(قَوْلُهُ وَقِيْلَ يُهْدِيْ ثُلُثًا لِلْمُسْلِمِيْنَ اْلأَغْنِيَاءِ) هَذَا هُوَ الْمُعْتَمَدُ&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;وَقَوْلُهُ وَيَتَصَدَّقُ بِثُلُثٍ عَلَى الْفُقَرَاءِ أَيِ الْمُسْلِمِيْنَ أَيْضًا وَخَرَجَ بِقَيْدِ الْمُسْلِمِيْنَ غَيْرُهُمْ فَلاَ يَجُوْزُ إِعْطَاؤُهُمْ مِنْهَا شَيْئًا كَمَا نَصَّ عَلَيْهِ الْبُوَيْطِيّ. وَوَقَعَ فِي الْمَجْمُوْعِ جَوَازُ اِطْعَامِ فُقَرَاءِ أَهْلِ الذِّمَّةِ مِنْ أُضْحِيَةِ التَّطَوُّعِ دُوْنَ الْوَاجِبَةِ وَتَعَجَّبَ مِنْهُ اْلأَذْرُعِيّ. فَالْحَقُّ أَنَّهُ لاَ يَجُوْزُ إِطْعَامُ الذَّمِّيِّيْنَ مِنَ اْلأُضْحِيَةِ &lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;مُطْلَقًا لاَ تَصَدُّقًا وَلاَ اهْدَاءً حَتَّى لَوْ أَخَذَهَا فُقَرَاءُ الْمُسْلِمِيْنَ صَدَقَةً وَأَغْنِيَاؤُهُمْ هَدِيَّةً حَرُمَ عَلَيْهِمُ التَّصَدُّقُ بِشَيْءٍ مِمَّا أَخَذُوْهُ أَوْ اِهْدَاءُ شَيْءٍ مِنْهُ لأَهْلِ الذِّمَّةِ وَكَذَلَكَ بَيْعُهُ لَهُمْ لأَنَّهَا ضِيَافَةُ اللهِ للْمُسْلِمِيْنَ كَمَا قَالَهُ الشَّيْخُ الشِّبْرَامَلِسِيّ وَهُوَ الْمُعْتَمَدُ. [الباجوري 2/301].&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Kalimat “sebagian pendapat sepertiga daging qurban sunat dihadiahkan kepada orang-orang kaya yang beragama Islam”. Ini adalah pendapat yang mu’tamad. Kalimat “seper-tiga lagi dihadiahkan kepada orang-orang fakir”, yakni yang beragama Islam juga. Dengan qayid (batasan) muslim, dikeluarkanlah selain muslim, maka tidaklah diperbolehkan memberikan daging qurban sama sekali kepada mereka, sebagaimana keterangan Al-Buwaithi. Dalam Al-Majmu’ terdapat keterangan mengenai diperbolehkannya memberi-kan makan kepada para orang fakir ahli dzimmah dari daging qurban sunat, tidak qurban wajib, dan Al-Adzra’i heran dengan keterangan ini. Sedang yang benar adalah tidak diperbolehkan memberikan makan daging qurban kepada para ahli dzimmah secara mutlak (baik qurban sunat ataupun wajib). Tidak boleh juga dengan menyedekahkan ataupun dengan menghadiahkan, sehingga andaikan para &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;orang fakir yang muslim mengambil daging tersebut sebagai shadaqah dari orang-orang kaya muslim sebagai hadiah, maka haramlah bagi mereka menyedekahkan sebagian &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;daging dari yang diambilnya atau menghadiahkannya sebagian daging tersebut kepada ahli dzimmah. Demikian juga menjual-nya kepada mereka, karena qurban adalah jamuan Allah pada orang-orang Islam, sebagaimana keterangan Al-Syaikh al-Syibramalisi. Pendapat ini adalah yang mu’tamad.”&lt;/i&gt; ( Al-Bajuri II/301).&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-3739283439638482213?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/3739283439638482213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/daging-kurban-diberikan-pada-non-muslim.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/3739283439638482213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/3739283439638482213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/daging-kurban-diberikan-pada-non-muslim.html' title='Daging kurban diberikan pada non muslim'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-6565596202492959958</id><published>2010-10-25T17:12:00.001+07:00</published><updated>2010-10-25T17:12:47.279+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Pernyataan kurban</title><content type='html'>&lt;p&gt;Seorang berkata, “Kambing ini akan saya buat kurban.” Apakah kambing tersebut harus disembelih ? Bolehkah orang tersebut ikut makan dagingnya ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kambing tersebut harus disembelih sebagai kurban nadzar dan orang tersebut tidak boleh makan dagingnya, kecuali apabila kalimat tersebut dimaksud sekedar memberi tahu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;(وَلاَ تَجِبُ اْلأُضْحِيَةُ إِلاَّ بِالنَّذْرِ) أَيْ حَقِيْقَةً أَوْ حُكْمًا فَاْلأَوَّلُ كَقَوْلِهِ للهِ عَلَيَّ أَنْ أُضَحِّيَ وَالثَّانِيْ كَقَوْلِهِ جَعَلْتُ هَذِهِ أُضْحِيَةً فَالْجَعْلُ بِمَنْزِلَةِ النَّذْرِ بَلْ مَتَى قَالَ هَذِهِ أُضْحِيَةٌ صَارَتْ وَاجِبَةً وَإِنْ جَهِلَ ذَلِكَ مِمَّا يَقَعُ مِنَ الْعَوَامِ عِنْدَ سُؤَالِهِمْ عَمَّا يُرِيْدُوْنَ التَّضْحِيَةَ بِهِ مِنْ قَوْلِهِمْ هَذِهِ أُضْحِيَةٌ تَصِيْرُ بِهِ وَاجِبَةً وَيَحْرُمُ اْلأَكْلُ مِنْهَا وَلاَ يُقْبَلُ قَوْلُهُمْ أَرَدْنَا التَّطَوُّعَ بِهَا خِلاَفًا لِبَعْضِهِمْ &lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;[الباجوري 2/296]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Tidaklah wajib kurban kecuali dengan nadzar, baik secara haqiqi ataupun hukmi. Yang pertama seperti ucapan, “Wajib berkurban atas diriku bagi Allah”. Yang kedua seperti ucapan, “Telah aku jadikan hewan ini sebagai kurban.” Menjadikan itu kedudukannya sama halnya nadzar, bahkan jika seseorang berkata ; “Ini adalah hewan kurban” maka jadilah kurban wajib, sekalipun ia tahu sebagaimana yang terjadi di kalangan awam ketika ditanya perihal hewan yang dimaksudkan sebagai kurban, dengan jawaban : “Ini adalah hewan kurban”, maka dengan perkataan tersebut jadilah kurban wajib dan haram baginya memakan daging kurban tersebut serta tidak diterima ucapannya : “Maksud kami, kurban tadi sebagai kurban sunat.” Berbeda dengan pendapat sebagian ulama.” &lt;/i&gt;(Al-Bajuri II/296)&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;وَقَالَ السَّيِّدُ عُمَرُ مَا نَصُّهُ: يَنْبَغِيْ أَنَّ مَحَلَّهُ أَيِ التَّعْيِيْنِ بِقَوْلِهِ هَذِهِ أُضْحِيَةٌ مَا لَمْ يَقْصِدِ اْلإِخْبَارَ بِأَنَّ هَذِهِ الشَّاةَ الَّتِيْ أُرِيْدَ التَّضْحِيَةُ بِهَا، فَإِنْ قَصَدَهُ فَلاَ تَعْيِيْنَ وَقَدْ وَقَعَ الْجَوَابُ كَذَلِكَ فِيْ نَازِلَةٍ رُفِعَتْ لِهَذَا الْحَقِيْرِ وَهِيَ أَنَّ شَخْصًا اشْتَرَى شَاةً لِلتَّضْحِيَةِ فَلَقِيَهُ شَخْصٌ فَقَالَ مَا هَذِهِ؟ فَقَالَ أُضْحِيَتِيْ [حواشي الشرواني العبادي على تحفة المحتاج بشرح المنهاج 9/356]&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Al-Sayyid ‘Umar berkata: Penjelesannya sebagai berikut, seyogyanya letak ta’yin dalam ucapan, ‘Ini adalah hewan kurban’ selama tidak bertujuan memberi khabar bahwa kambing ini dikehendaki kurban. Bila bertujuan ikhbar maka bukan ta’yin. Jawaban ini telah dikemukakan mengenai kejadian yang diajukan pada al-haqir, bahwasannya seseorang membeli kambing untuk kurban kemudian ia bertemu seseorang yang bertanya: Apa ini ? Kemudian ia jawab: Kurbanku.”&lt;/i&gt; (Al-Syarwani IX/356) &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-6565596202492959958?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/6565596202492959958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/pernyataan-kurban.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6565596202492959958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6565596202492959958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/pernyataan-kurban.html' title='Pernyataan kurban'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-2860715080738069194</id><published>2010-10-25T17:11:00.001+07:00</published><updated>2010-10-25T17:11:32.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Jika pengadilan menolak talak</title><content type='html'>&lt;p&gt;Seseorang lelaki menjatuhkan talak kepada istrinya, setelah diajukan ke pengadilan agama ternyata tidak putus. Masih dalam waktu iddah lelaki tersebut dengan istrinya bersatu kembali tanpa ucapan rujuk (ucapan kembali kepada istri ), bagaimana hukumnya ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hukumnya tidak boleh dan belum bisa menjadi istrinya kembali karena tanpa adanya ucapan rujuk.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;وَلاَ تَصِحُّ بِالنِّيَّةِ مِنْ غَيْرِ لَفْظٍ وَلاَ بِفِعْلٍ كَوَطْءٍ خِلاَفًا لأَبِيْ حَنِيْفَةَ رضي الله عنه [الباجوري 2/151]&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Tidaklah sah rujuk hanya dengan niat tanpa diucapkan dan tidak juga dengan pekerjaan seperti senggama, berbeda dengan pendapat Abu Hanifah ra&lt;/i&gt;.” (Al-Bajuri II/151)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-2860715080738069194?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/2860715080738069194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/jika-pengadilan-menolak-talak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/2860715080738069194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/2860715080738069194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/jika-pengadilan-menolak-talak.html' title='Jika pengadilan menolak talak'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-2408952382466283969</id><published>2010-10-25T17:10:00.001+07:00</published><updated>2010-10-25T17:10:23.884+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Amal anak hasil zina</title><content type='html'>&lt;p&gt;Diterimakah amal ibadah seorang anak hasil perzinaan ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Amal ibadah anak tersebut bisa diterima.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;وَأَجْمَعَ الْعُلَمَاءُ أَنَّ مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى فَإِنَّ لَهُ جَنَّةَ الْمَأْوَى وَإِنْ كَانَ مِنْ أَوْلاَدِ الزِّنَا. وَأَمَّا قَوْلُهُ r : فَرْخُ الزِّنَا لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مُؤَوَّلٌ مَعَ السَّابِقِيْنَ اْلأَوَّلِيْنَ كَمَا نَصَّ عَلَيْهِ فِي الْجُزْءِ الثَّالِثِ مِنَ السِّرَاجِ الْمُنِيْرِ عَلَى الْجَامِعِ الصَّغِيْرِ فِيْ قَوْلِهِ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ r : فَرْخُ الزِّنَا لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ، قَالَ الْمُنَاوِيّ أَيْ مَعَ السَّابِقِيْنَ اْلأَوَّلِيْنَ [أحكام الفقهاء 1/55]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Ulama sepakat, bahwa setiap orang yang beriman dan beramal shaleh, baik pria maupun wanita tentu masuk surga meskipun anak dari zina. Adapun sabda Rasulullah SAW : ‘Anak zina tidak akan masuk surga itu diartikan tidak masuk bersama-sama golongan yang masuk surga pertama kali, sebagaimana keterangan di dalam kitab Al-Siraj al-Munir Juz III ‘ala Jami’ al-Shaghir dalam salah satu keterangannya : Rasulullah bersabda, “Anak zina tidak akan masuk surga.” Al-Munawi berkata, maksudnya adalah bersama orang-orang yang masuk surga pertama kali.” &lt;/i&gt;(Ahkam al-Fuqaha’ I/55).&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-2408952382466283969?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/2408952382466283969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/amal-anak-hasil-zina.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/2408952382466283969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/2408952382466283969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/amal-anak-hasil-zina.html' title='Amal anak hasil zina'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-603132712257009855</id><published>2010-10-25T17:08:00.001+07:00</published><updated>2010-10-25T17:08:56.115+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Menggugurkan kandungan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Bagaimana hukumnya menggugurkan kandungan seperti diurut, minum jamu atau yang lain ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Para ulama berbeda-beda pendapat dalam menanggapi masalah ini. Diantaranya, mengharamkan secara mutlak baik sebelum maupun sesudah bernyawa. Ada pula yang menafsil. Bila sebelum bernyawa hukumnya boleh asal tidak membahayakan dan bila sudah bernyawa hukumnya tidak boleh secara mutlak, baik berbahaya atau tidak.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;وَالرَّاجِحُ تَحْرِيْمُهُ بَعْدَ نَفْخِ الرُّوْحِ مُطْلَقًا وَجَوَازُهُ قَبْلَهُ [إعانة الطالبين 4/130]&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Menurut qaul rajih, diharamkan menggugurkan kandungan setelah bernyawa secara mutlak dan boleh bila sebelum bernyawa.” &lt;/i&gt;(I‘anah al-Thalibin IV/130)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;يَحْرُمُ التَّسَبُّبُ فِيْ إِسْقَاطِ الْجَنِيْنِ بَعْدَ اسْتِقْرَارِهِ فِي الرَّحِمِ بِأَنْ صَارَ عَلَقَةً أَوْ مُضْغَةً وَلَوْ قَبْلَ نَفْخِ الرُّوْحِ كَمَا فِي التُّحْفَةِ وَقَالَ م ر : لاَ يَحْرُمُ إِلاَّ بَعْدَ النَّفْخِ [بغية المسترشدين 246]&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Haram melakukan hal-hal yang menyebabkan pengguguran janin, embrio, setelah terbentuk di kandungan, seperti sudah menjadi segumpal darah beku atau sepotong daging walau-pun belum bernyawa, sebagaimana keterangan di dalam Al-Tuhfah. Sedang Al-Ramli berpendapat tidak haram kecuali setelah bernyawa&lt;/i&gt;.” (Bughyah al-Mustarsyidin 246).&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-603132712257009855?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/603132712257009855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/menggugurkan-kandungan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/603132712257009855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/603132712257009855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/menggugurkan-kandungan.html' title='Menggugurkan kandungan'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-4633785880780100744</id><published>2010-10-24T14:52:00.001+07:00</published><updated>2010-10-24T14:52:39.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>NIKAH SILANG</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Fu’ad mempunyai anak bernama Syakir menikah dengan Katun yang juga mempunyai anak bernama Laila. Suatu ketika Laila dijodohkan dengan Syakir. Zaid mempunyai anak bernama Faruq dan Ulfa mempunyai anak bernama Dina. Kemudian Zaid menikah dengan Dina dan Faruq menikah dengan Ulfa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimana hukum pernikahan tersebut ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pernikahan dalam kedua kasus di atas hukumnya sah. &lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;وَلاَ تَحْرُمُ بِنْتُ زَوْجِ اْلأُمِّ [هامش بجيرمي على الخطيب 3/360]&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Tidak haram menikahi anak perempuan dari suami ibunya.” &lt;/i&gt;(Hamisy Bujairami ‘ala al-Khatib III/360).&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;(قَوْلُهُ وَلاَ تَحْرُمُ بِنْتُ زَوْجِ اْلأُمِّ) أَيْ عَلَى ابْنِ الزَّوْجَةِ [إعانة الطالبين 3/292]&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Kalimat ‘tidak haram menikahi anak perempuan dari suami ibunya’ artinya bagi anak laki-laki dari isteri.” &lt;/i&gt;(I’anah al-Thalibin III/292)&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;(قَوْلُهُ وَلاَ أُمُّ زَوْجةِ اْلأَبِ الخ) وَلَوْ تَزَوَّجَ رَجُلٌ بِنْتًا وَابْنُهُ بِامْرَأَةٍ هِيَ أُمٌّ لِلْبِنْتِ الْمَذْكُوْرَةِ صَحَّ نِكَاحُ كُلٍّ مِنْهُمَا لانْتِفَاءِ أَسْبَابِ التَّحْرِيْمِ وَهِيَ الْقَرَابَةُ وَالرَّضَاعُ وَالْمُصَاهَرَةُ [بجيرمي على الخطيب 3/360]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Kalimat ‘tidak haram menikahi ibu dari isterinya bapak dst.’ Andaikan seorang pria menikah dengan seorang anak perempuan dan anak laki-laki dari seorang pria tersebut menikah dengan seorang wanita yang menjadi ibunya anak perempuan yang dinikahi oleh pria tersebut, maka masing-masing pernikahannya adalah sah karena tidak adanya sebab yang menjadikan mahram, yaitu kerabat, persusuan dan persambungan keluarga.” &lt;/i&gt;( Bujairami ‘ala al-Khatib III/360 )&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-4633785880780100744?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/4633785880780100744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/nikah-silang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/4633785880780100744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/4633785880780100744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/nikah-silang.html' title='NIKAH SILANG'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-6036888556931069745</id><published>2010-10-24T14:51:00.001+07:00</published><updated>2010-10-24T14:51:25.131+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>NIKAH MUT’AH</title><content type='html'>&lt;p&gt;Apa yang dimaksudkan nikah mut’ah dan bagaimana hukumnya ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nikah mut’ah adalah nikah yang dibatasi dengan waktu. Sedang hukumnya batal, tidak sah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;(فصل) فِيْ بَيَانِ اْلأَنْكِحَةِ الْبَاطِلَةِ إلى أن قال : (وَنِكَاحُ المُتْعَةِ) لِلنَّهْيِ عَنْهُ كَمَا مَرَّ (وَهُوَ النِّكَاحُ إِلَى أَجَلٍ) وَلَوْ مَعْلُوْمًا (قَوْلُهُ إِلَى أَجَلٍ) أَيْ فَهُوَ الْمُؤَقَّتُ وَقَوْلُهُ وَلَوْ مَعْلُوْمًا أَيْ سَوَاءٌ كَانَ مَجْهُوْلاً كَأَبَدًا أَوْ عُمْرِيْ أَوْ إِلَى مَجِيْءِ زَيْدٍ اَوْ مَعْلُوْمًا كَسَنَةٍ [الشرقاوي 2/234]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“(Pasal) mengenai penjelasan macam-macam nikah yang batal … Di antaranya adalah nikah mut’ah -- karena dilarang sebagaimana keterangan yang terdahulu -- yaitu nikah dengan jangka waktu tertentu meskipun maklum. Kalimat &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;‘dengan jangka waktu’ yakni yang terbatas. Kalimat &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;‘meskipun maklum’ baik tempo waktunya tidak jelas seperti selamanya, seumurku atau sampai kedatangannya Zaid ataupun jangka waktu yang jelas seperti setahun.” &lt;/i&gt;(Al- Syarqawi II / 234)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-6036888556931069745?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/6036888556931069745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/nikah-mutah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6036888556931069745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6036888556931069745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/nikah-mutah.html' title='NIKAH MUT’AH'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-6634749977135942413</id><published>2010-10-24T14:50:00.001+07:00</published><updated>2010-10-24T14:50:26.703+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>MASUK ISLAM BILA DINIKAHI</title><content type='html'>&lt;p&gt;Seorang perempuan di hadapan Zaid hendak masuk Islam bila dia mau menikahinya. Wajibkah Zaid menuruti kehendak perempuan tersebut ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Zaid wajib menyanggupi untuk menikahi agar masuk Islam, &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;tapi tidak wajib menikahi setelah masuk Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;لَوْ جَاءَتْ وَثَنِيَّةٌ إِلَى زَيْدٍ مَثَلاً لِتُسْلِمَ إِنْ تَزَوَّجَهَا، فَهَلْ يَجِبُ عَلَيْهِ نِكَاحُهَا أَوْ لاَ، أَفِيْدُوْناَ ؟ اَلْجَوَابُ : لاَ يَجِبُ النِّكَاحُ لَكِنْ عَلَيْهِ أَنْ يَقُوْلَ: أَتَزَوَّجُهَا لِئَلاَّ يَرْضَى بِالْكُفْرِ فَيَكْفُرُ مَعَ عَرْضِ نَفْسِهَا عَلَى اْلإِسْلاَمِ أَخْذًا مِنْ قَوْلِهِمْ : لَوْ جَاءَهُ كَافِرٌ يُسْلِمُ فَقَالَ : اِذْهَبْ فَاغْتَسِلْ فَقَدْ كَفَرَ. وَإنَّمَا لَمْ يَجْبْ وَفَاؤُهُ لِمَا فِي ابْنِ زِيَادٍ فِيْ مَبْحَثِ الْوُضُوْءِ ص: 82 نَقْلاً عَنِ ابْنِ عَبْدِ السَّلاَ‍مِ لَوْ قِيْلَ لَهُ صَلِّ وَلَكَ دِيْنَارٌ فَصَلَّى أَجْزَأَتْهُ صَلاَتُهُ وَلاَ يَسْتَحِقُّ الدِّيْنَارَ وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ [ثمرة الروضة الشهية 139]&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Andaikan seorang perempuan penyembah berhala datang pada Zaid misalnya untuk hendak masuk Islam bila ia mau menikahinya, apakah wajib menikahi atau tidak ? Jawab : Tidak wajib menikahi tetapi ia haus bilang, “aku akan menikahinya”, agar ia tidak menjadi ridla dengan kufurnya seseorang yang menyebabkan ia menjadi kufur ketika wanita tersebut menawarkan dirinya untuk masuk Islam berdasar-kan pendapat ulama: “Andai seorang kafir pada seseorang untuk masuk Islam, kemudian ia berkata; Pergilah terlebih dahulu untuk mandi maka orang tersebut kufur.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;Adapun ketidakwajiban memenuhi permintaannya untuk menikahi sebagaimana keterangan dalam Ibn Ziyad tentang pembahasan wudlu halaman 82 menukil dari Ibn Abd al-Salam andai diucapkan pada seseorang : Shalatlah, kamu berhak 1 dinar, kemudian ia melakukannya maka cukuplah shalatnya dan tidak berhak 1 dinar. Allah Yang Maha Mengetahui atas segala kebenaran.” &lt;/i&gt;(Tsamrah al-Raudlah al-Syahiyyah 139).&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-6634749977135942413?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/6634749977135942413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/masuk-islam-bila-dinikahi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6634749977135942413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6634749977135942413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/masuk-islam-bila-dinikahi.html' title='MASUK ISLAM BILA DINIKAHI'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-3916034424021875328</id><published>2010-10-24T14:47:00.001+07:00</published><updated>2010-10-24T14:56:03.641+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>SAKSI TIDAK SHALAT</title><content type='html'>&lt;p&gt;Orang Islam yang tidak mengerjakan shalat bila menjadi saksi akad nikah, sahkah akad tersebut ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Akad nikah tersebut tidak sah karena tidak memenuhi syarat untuk menjadi saksi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;وَعِبَارَةُ ب ي ش إِذَا حَكَمْنَا بِفِسْقِ الشَّخْصِ رُدَّتْ شَهَادَتُهُ فِي النِّكَاحِ وَغَيْرِهِ. نَعَمْ أَفْتَى بَعْضُهُمْ بِقَبُوْلِ شَهَادَةِ الْفَاسِقِ عِنْدَ عُمُوْمِ الْفِسْقِ وَاخْتَارَهُ اْلإِمَامُ الْغَزَالِيّ وَاْلأَذْرَعِيُّ وَابْنُ عُطَيْفٍ دَفْعًا لِلْحَرَجِ الشَّدِيْدِ فِيْ تَعْطِيْلِ اْلأَحْكَامِ، لَكِنْ يَلْزَمُ الْقَاضِيَ تَقْدِيْمُ اْلأَمْثَلِ فَاْلأَمْثَلِ وَالْبَحْثُ عَنْ حَالِ الشَّهَادَةِ وَتَقْدِيْمُ مَنْ فِسْقُهُ أَخَفُّ أَوْ أَقَلُّ عَلَى غَيْرِهِ. زَادَ ش : وَيَجُوْزُ تَقْلِيْدُ هَؤُلاَءِ فِيْ ذَلِكَ لِلْمَشَقَّةِ بِالشَّرْطِ الْمَذْكُوْرِ [بغية المسترشدين 283]&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Keterangan &lt;/i&gt;ب ي ش&lt;i&gt;: &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Ketika kita menghukumi fasiqnya seseorang maka ditolaklah kesaksiannya, baik di akad nikah maupun yang lain. Benar demikian. Sebagian ulama berfatwa perihal diterimanya kesaksian orang fasiq ketika fasiq sudah &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;merajalela, merata. Pendapat ini dipilih Al-Imam Al-Ghozali, Al-Adzra’i dan Ibn ‘Uthaif untuk mencegah tindakan dosa yang lebih berat dikarenakan kekosongan hukum. Tetapi bagi seorang qadli wajib mendahulukan yang lebih sepadan kemudian sepadan dan meneliti kondisi kadar kesaksiannya serta mendahulukan orang yang fasiqnya lebih ringan daripada yang lain. &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;ش&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;menambahkan : Boleh bertaqlid pada ulama ini mengenai masalah tersebut karena masyaqqat, kesusah payahan, dengan syarat-syarat tersebut di atas&lt;/i&gt;.” (Bughyah al-Mustarsyidin 283).&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;وَالْعَدَالَةُ تَتَحَقَّقُ بِاجْتِنَابِ كُلِّ كَبِيْرَةٍ مِنْ أَنْوَاعِ الْكَبَائِرِ كَالْقَتْلِ وَالزِّنَا إلى أن قال : وَتَفْوِيْتِ مَكْتُوْبَةٍ (وَقَوْلُهُ وَتَفْوِيْتِ مَكْتُوْبَةٍ) أَيْ فَهُوَ مِنَ الْكَبَائِرِ [إعانة الطالبين 4/279].&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Sifat ‘adalah menjadi jelas dengan menjauhi semua dosa besar dari segala macam dosa besar, seperti membunuh, berzina … dan melewatkan shalat wajib. Kalimat “melewatkan shalat wajib” itu termasuk dosa besar.” &lt;/i&gt;(I’anah al-Thalibin IV/279).&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-3916034424021875328?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/3916034424021875328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/saksi-tidak-shalat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/3916034424021875328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/3916034424021875328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/saksi-tidak-shalat.html' title='SAKSI TIDAK SHALAT'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-810350291870384224</id><published>2010-10-24T14:43:00.001+07:00</published><updated>2010-10-24T14:43:45.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>WANITA BERGANTI-GANTI SUAMI</title><content type='html'>&lt;p&gt;Siapakah suami seorang perempuan yang menikah beberapa kali kelak di surga ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Apabila berulang-ulang pernikahannya tidak disebabkan perceraian, suaminya kelak adalah suami yang terakhir.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;وَأَمَّا الْمَرْأَةُ إِذَا كَانَ لَهَا أَزْوَاجٌ كَانَتْ زَوْجَةً لِمَنْ كَانَ زَوْجَهَا&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;أَخِيْرًا فَقَدْ قَالَ أَبُوْ حُذَيْفَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : إِنْ سَرَّكِ أَنْ تَكُوْنِيْ زَوْجَتِيْ فِي الْجَنَّةِ فَلاَ تَتَزَوَّجِيْ مِنْ بَعْدِيْ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ لآخرِ أَزْوَاجِهَا وَخَطَبَ مُعَاوِيَةُ بْنُ أَبِيْ سُفْيَانَ أُمَّ الدَّرْدَاءِ فَأَبَتْ وَقَالَتْ سَمِعْتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ يُحَدِّثُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : اَلْمَرْأَةُ لآخِرِ أَزْوَاجِهَا فِي اْلآخِرَةِ. وَقَالَ : إِنْ أَرَدْتِ أَنْ تَكُوْنِيْ زَوْجَتِيْ فِي اْلآخِرَةِ فَلاَ تَتَزَوَّجِيْ مِنْ بَعْدِيْ. وَقِيْلَ : إِنَّهَا تَكُوْنُ زَوْجَةً لأَحْسَنِهِمْ خُلُقًا، وَقِيْلَ: إِنَّهَا تُتَخَيَّرُ [هامش الفتاوى الكبرى 4/380].&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Seorang perempuan bilamana berganti-ganti suami, kelak suaminya adalah yang terakhir. Sesungguhnya telah berkata Abu Hudzaifah r.a. : Jika kamu ingin tetap menjadi isteriku kelak di surga maka janganlah kamu menikah lagi setelah diriku, karena seorang perempuan itu kelak bagi suami ter- akhirnya. Mu’awiyah ibn Abi Sufyan melamar Ummi Darda’ namun ia menolak dan berkata : Aku mendengar Abu Darda’ yang menceritakan dari Rasulullah SAW, bahwa beliau &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;berkata: “Seorang perempuan itu kelak bagi suami terakhirnya di akhirat”, dan dia ( Abu Darda’ ) berkata : Bila kamu ingin jadi isteriku kelak di akhirat maka janganlah sekali-kali kamu menikah lagi setelah aku. Sebagian &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;pendapat, bahwa perempuan tersebut sebagai isteri suami-nya yang terbaik akhlaqnya. Dan pendapat lain, bahwa ia dipersilakan memilih.”&lt;/i&gt; (Hamisy Fatawi Kubro IV/380).&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-810350291870384224?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/810350291870384224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/wanita-berganti-ganti-suami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/810350291870384224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/810350291870384224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/wanita-berganti-ganti-suami.html' title='WANITA BERGANTI-GANTI SUAMI'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-6311947341579365795</id><published>2010-10-24T14:39:00.001+07:00</published><updated>2010-10-24T14:39:12.970+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>NIKAH TIDAK SEKUFU</title><content type='html'>&lt;p&gt;Seorang perempuan yang tidak diketahui nasabnya, garis keturunan, mengahadap ke penghulu minta dinikahkan dengan seorang laki-laki yang rendah pekerjaannya. Bagaimana seharusnya sikap penghulu tersebut ?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada dasarnya penghulu ketika hendak menikahkan seorang perempuan yang tidak diketahui nasabnya, haruslah dengan laki-laki yang sekufu, sepadan. Akan tetapi bilamana sang perempuan tersebut minta dinikahkan dengan laki-laki yang bukan sekufu, maka penghulu wajib mengabulkannya bila dikhawatirkan adanya fitnah. Bila tidak ada kekhawatiran akan adanya fitnah yang timbul, maka penghulu tidak boleh menikahkan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;وَبَحَثَ جَمْعٌ مُتَأَخِّرُوْنَ أَنَّهَا لَوْ لَمْ تَجِدْ كُفْؤًا وَخَافَتِ الْفِتْنَةُ لَزِمَ الْقَاضِيَ إِجَابَتُهَا لِلضَّرُوْرَةِ قَالَ شَيْخُنَا وَهُوَ مُتَّجَهٌ مُدْرَكًا [إعانة الطالبين 4/339].&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Sejumlah ulama muta’akhirin telah membahas, bahwa seorang perempuan jika tidak menemukan yang sekufu dan kawatir akan adanya fitnah maka bagi qadli wajib menga-bulkannya karena dlarurat. Syaikhuna berkata, bahwa pen-dapat ini kuat alasannya yang dapat dimengerti”. &lt;/i&gt;(I’anah al-Thalibin IV/339).&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;وَقَعَ السُّؤَالُ فِي الدَّرْسِ عَمَّا جَاءَتْ امْرَأَةٌ مَجْهُوْلَةُ النَّسَبِ إِلَى الْحَاكِمِ وَطَلَبَتْ مِنْهُ أَنْ يُزَوِّجَهَا مِنْ دَنِيْءِ النَّسَبِ وَنَحْوِهِ فَهَلْ يُجِيْبُهَا أَمْ لاَ وَالْجَوَا بُ عَنْهُ أَنَّ الظَّاهِرَ الثَّانِيْ لِلإِحْتِيَاطِ&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;لأَمْرِ النِّكَاحِ فَلَعَلَّهَا تُنْسَبُ إِلَى ذِيْ حِرْفَةٍ شَرِيْفَةٍ وَبِفَرْضِ &lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;ذَلِكَ فَتَزْوِيْجُهَا مِنْهُ مِنْ ذِي الْحِرْفَةِ الدَّنِيْئَةِ بَاطِلٌ وَالنِّكَاحُ يُحْتَاطُ لَهُ ا ها. ع ش على م ر. [الجمل على شرح المنهج 4/164]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Timbul pertanyaan dalam suatu pelajaran mengenai seorang wanita yang tidak diketahui nasabnya datang kepada hakim dan minta untuk dinikahkan dengan seorang pria yang rendah nasabnya, apakah hakim tersebut wajib mengabulkannya atau tidak? Jawabnya: Menurut qaul dhahir adalah yang kedua (tidak boleh mengabulkannya). Karena untuk berhati-hati dalam urusan pernikahan, jangan-jangan seorang wanita tersebut mempunyai garis keturunan kepada orang yang berprofesi mulia. Dengan pengandaian demikian itu, maka menikahkannya dengan orang yang berprofesi rendah adalah batal. Sedang pernikahan diperlukan kehati-hatian. Demikian keterangan Ali Syibramalisi atas keterangan Muhammad Ramli. &lt;/i&gt;( Al-Jamal ‘ala Syarh al-Manhaj 4/164).&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-6311947341579365795?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/6311947341579365795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/nikah-tidak-sekufu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6311947341579365795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6311947341579365795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/nikah-tidak-sekufu.html' title='NIKAH TIDAK SEKUFU'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-6030480354735037364</id><published>2010-10-24T14:37:00.001+07:00</published><updated>2010-10-24T14:37:48.281+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>PERBARUI AKAD NIKAH</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sebagaimana yang terjadi di sebagian masyarakat, mereka memperbarui pernikahannya dengan akad lagi. Bagaimana hukumnya terhadap hak talak dan maharnya? &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tajdidun nikah (memperbarui nikah) hukumnya boleh dan tidaklah mempengaruhi hak talak. Sedangkan maharnya, ia tidak wajib membayar lagi. &lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;إِنَّ مُجَرَّدَ مُوَافَقَةِ الزَّوْجِ عَلَى عَقْدٍ ثَانٍ لاَ يَكُوْنُ اعْتِرَافًابِانْقِضَاءِ الْعِصْمَةِ بَلْ وَلاَ كِنَايَةً فِيْهِ وَهُوَ ظاَهِرٌ إلى أن قال وَمَا هُنَا فِيْ مُجَرَّدِ طَلَبٍ مِنَ الزَّوْجِ لِتَجَمُّلٍ اَوْ احْتِيَاطٍ &lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;[تحفة المحتاج 7/291]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Pada dasarnya &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;persetujuan suami terhadap akad kedua tidaklah berarti pengakuan terputusnya tali pernikahan, bahkan juga tidak kinayah (kiasan). Hal ini sudah jelas. Pada dasarnya memperbaharui nikah yang diizinkan oleh suami itu hanyalah untuk memperindah dan kehati-hatian&lt;/i&gt;.” (Tuhfah al-Muhtaj VII/391)&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;فَإِنْ تَكَرَّرَ لَزِمَهُ مَا وَقَعَ الْعَقْدُ اْلأَوَّلُ عَلَيْهِ قَلَّ أَوْ كَثُرَ اتَّحَدَتْ شُهُوْدُ الْعَلاَنِيَةِ وَالسِّرِّ أَمْ لاَ وَذَلِكَ لأَنَّ الْعِبْرَةَ بِالْعَقْدِ اْلأَوَّلِ وَأَمَّا الثَّانِيْ فَهُوَ لاَغٍ لاَ عِبْرَةَ بِهِ [إعانة الطالبين 3/350].&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Bilamana berulang-ulang akad nikah seseorang maka kewajiban mahar hanyalah pada akad pertama, baik sedikit ataupun banyak, baik ketika akad terang-terangan atau sirri, saksinya jadi satu atau tidak. Hal tersebut karena yang dianggap adalah akad nikah yang pertama, sedang yang kedua sia-sia, tidak diperhitungkan”&lt;/i&gt;. (I’anah al-Thalibin III/350).&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-6030480354735037364?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/6030480354735037364/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/perbarui-akad-nikah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6030480354735037364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6030480354735037364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/10/perbarui-akad-nikah.html' title='PERBARUI AKAD NIKAH'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-6925257045907912738</id><published>2010-09-08T15:44:00.001+07:00</published><updated>2010-09-08T15:44:28.856+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholawat'/><title type='text'>Sholawat Nurul Anwar</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TIdM4ChUh3I/AAAAAAAAANI/c6PnadZR8aA/s1600-h/ART002%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="ART002" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="320" alt="ART002" src="http://lh6.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TIdM6agxHyI/AAAAAAAAANM/etWbxfSBBhA/ART002_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="226" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;اللهم صل على نور الانوار وَسِرِّ الاَسرَارِ وَتِر يَاقِ الاَغيَارِ وَمِفتَاحِ بَابِ اليَسَارِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد المُختَارِ وَالِهِ الاَطهَار وَاصحَا بِهِ الاَخيَارِ عَدَدَ نِعَمِ اللهِ وَاِفضَالِهِ&lt;/h4&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Allahumma shalli 'alaa nuuril anwaari wasirril asraari, watiryaaqil aghyaari wamiftaahi baabil yasaari, sayyidinaa wamaulaana Muhammadinil muhtaari wa aalihil ath haari wa ash haabihil ahyaari 'adada ni'amillaahi wa ifdhaalih.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Artinya :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada cahaya dari segala cahaya, rahasia dari segenap rahasia, penawar duka dan kebingungan, pembuka pintu kemudahan, yakni junjungan kami, Nabi Muhammad saw yang terpilih, keluarganya yang suci dan para sahabatnya yang mulia sebanyak hitungan nikmat Allah SWT dan karunia Nya&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Keutamaan dan khasiat sholawat Nurul anwar :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sholawat ini bersumber dari wali quthub Sayyid Ahmad al Badawi ra. menurutnya, keutamaan dan kegunaannya sholawat ini adalah :&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;Jika dibaca setiap selesai shalat fardhu, maka akan terhindar dari segala mara bahaya dan memperoleh rizki dengan mudah &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Jika dibaca 7 kali&amp;#160; sebelum tidur, insya Allah akan terhindar dari sihir yang dilakukan orang jahat &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Jika dibaca 100 kali sehari semalam, akan memperoleh cahaya Illahi, menolak bencana, mendapat rizki lahir batin &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sholawat lain :&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;&lt;em&gt;Sholawat &lt;/em&gt;&lt;a href="http://y2pin.blogspot.com/2010/03/sholawat-nariyah.html"&gt;&lt;em&gt;&amp;quot;Nariyah / Tafrijiyah&amp;quot;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;    &lt;li&gt;&lt;em&gt;Sholawat &lt;/em&gt;&lt;a href="http://y2pin.blogspot.com/2010/03/shalawat-munjiyat.html"&gt;&lt;em&gt;&amp;quot;Munjiyat&amp;quot;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;    &lt;li&gt;&lt;em&gt;Sholawat &lt;/em&gt;&lt;a href="http://y2pin.blogspot.com/2010/07/sholawat-badawiyah.html"&gt;&lt;em&gt;&amp;quot;Badawiyah&amp;quot;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-6925257045907912738?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/6925257045907912738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/sholawat-nurul-anwar.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6925257045907912738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6925257045907912738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/sholawat-nurul-anwar.html' title='Sholawat Nurul Anwar'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TIdM6agxHyI/AAAAAAAAANM/etWbxfSBBhA/s72-c/ART002_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-7632427270499924417</id><published>2010-09-08T14:17:00.001+07:00</published><updated>2010-09-08T14:17:14.835+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholawat'/><title type='text'>Sholawat Sayyidina Ali</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TIc4aKz51mI/AAAAAAAAANA/QkhHkITFSC8/s1600-h/Sholawat%20Sayyidina%20Ali%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="Sholawat Sayyidina Ali" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="235" alt="Sholawat Sayyidina Ali" src="http://lh5.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TIc4eLAhngI/AAAAAAAAANE/a15VTKIOn7E/Sholawat%20Sayyidina%20Ali_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="373" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Shalawaatulullaahi wamalaaikatihi wa anbiyaaihii wajamii'i khalqihii 'alaa Muhammadin 'alaihi wa'alaihimus salaamu warahmatullaahi wabarakaatuh.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Artinya :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Semoga Rahmat Allah dan para Malaikat Nya , para NabiNya, serta para makhluqNya tetap atas nabi Muhammad SAW dan keluarganya semoga dapat limpahan keselamatan, rahmat Allah dan berkahNya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Fadhilah dan khasiat sholawat Sayyidina Ali :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Sholawat ini berasal dari Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah, fadhilahnya yaitu apabila sholawat ini dibaca 21 kali setelah sholat fardlu , Insya Allah dapat perlindungan dari Allah dari gangguan orang jahat seperti santet, tenung , sihir dll. Di samping itu akan mendatangkan kewibawaan, disegani dan disenangi orang. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sholawat lain :&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;&lt;em&gt;Sholawat &lt;/em&gt;&lt;a href="http://y2pin.blogspot.com/2010/03/sholawat-nariyah.html"&gt;&lt;em&gt;&amp;quot;Nariyah / Tafrijiyah&amp;quot;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;    &lt;li&gt;&lt;em&gt;Sholawat &lt;/em&gt;&lt;a href="http://y2pin.blogspot.com/2010/03/shalawat-munjiyat.html"&gt;&lt;em&gt;&amp;quot;Munjiyat&amp;quot;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;    &lt;li&gt;&lt;em&gt;Sholawat &lt;/em&gt;&lt;a href="http://y2pin.blogspot.com/2010/07/sholawat-badawiyah.html"&gt;&lt;em&gt;&amp;quot;Badawiyah&lt;/em&gt;&amp;quot;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-7632427270499924417?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/7632427270499924417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/sholawat-sayyidina-ali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/7632427270499924417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/7632427270499924417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/sholawat-sayyidina-ali.html' title='Sholawat Sayyidina Ali'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TIc4eLAhngI/AAAAAAAAANE/a15VTKIOn7E/s72-c/Sholawat%20Sayyidina%20Ali_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-2428889598058202400</id><published>2010-09-08T13:32:00.001+07:00</published><updated>2010-09-08T13:44:32.867+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholawat'/><title type='text'>Sholawat Quthbul Aqthab</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TIct5TBT8II/AAAAAAAAAM4/S1rwlSrCr4Y/s1600-h/Sholawat%20Quthbul%20Aqthab%5B11%5D.jpg"&gt;&lt;img title="Sholawat Quthbul Aqthab" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="328" alt="Sholawat Quthbul Aqthab" src="http://lh6.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TIct7kswZRI/AAAAAAAAAM8/rULSW0XTw6A/Sholawat%20Quthbul%20Aqthab_thumb%5B9%5D.jpg?imgmax=800" width="345" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Allahmma sholli 'alaa sayyidinaa Muhammadin fil awwaliin washalli 'alaa sayyidina Muhammadin fil aakhiriinaa washalli 'alaa sayyidinaa Muhammadin finnabiyyin washalli 'alaa sayyidina Muhammadin fil mursaliin, washalli 'alaa sayyidina Muhammadin fil malail a'laa ilaa yaumiddiin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Artinya :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, pada zaman/abad awal dan di abad yang terakhir (akhir zaman) , di dalam kenabian dan kerasulan (keutusan),di dalam golongan mulia sampai hari qiyamat.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;em&gt;Khasiat dan fadhilah Sholawat Quthbul Aqthab :&lt;/em&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Barang siapa yang ingin bertemu dengan nabi Muhammad di dalam mimpi, maka maka baca&amp;#160; Sholawat Quthbul Aqthab sebagai wirid 70 kali dalam sehari semalam, demikian menurut Alhafizh&amp;#160;&amp;#160; Dimyathi. Atau sebelum tidur wudlu, dan sholat sunnah 2 rekaat , setelah sholat bacalah sholawat ini sampai tidur, tidurnya dalam keadaan suci baik pakaian maupun tempatnya dan posisi tidurnya membujur ke utara muka menghadap kiblat serta hatinya tidak melamun.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sholawat lain :&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;Sholawat &lt;a title="Sholawat Nariyah" href="http://y2pin.blogspot.com/2010/03/sholawat-nariyah.html" target="_blank" rel="tag"&gt;&amp;quot;Nariyah / Tafrijiyah&amp;quot;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Sholawat &lt;a href="http://y2pin.blogspot.com/2010/03/shalawat-munjiyat.html" target="_blank"&gt;&amp;quot;Munjiyat&amp;quot;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Sholawat &lt;a href="http://y2pin.blogspot.com/2010/07/sholawat-badawiyah.html" target="_blank"&gt;&amp;quot;Badawiyah&amp;quot;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-2428889598058202400?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/2428889598058202400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/sholawat-quthbul-aqthab.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/2428889598058202400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/2428889598058202400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/sholawat-quthbul-aqthab.html' title='Sholawat Quthbul Aqthab'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TIct7kswZRI/AAAAAAAAAM8/rULSW0XTw6A/s72-c/Sholawat%20Quthbul%20Aqthab_thumb%5B9%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-5736619905671735826</id><published>2010-09-07T04:19:00.001+07:00</published><updated>2010-09-08T16:17:23.419+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keteladanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Akhlaq Rasulullah SAW'/><title type='text'>Jejak Kedermawanan Rasulullah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TIdTqoTscYI/AAAAAAAAANY/TZKlxYByYVI/s1600-h/hanjumShajarahBig%5B16%5D.jpg"&gt;&lt;img title="hanjumShajarahBig" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="326" alt="hanjumShajarahBig" src="http://lh3.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TIdTsw7kHVI/AAAAAAAAANg/sLw1N5SjmRY/hanjumShajarahBig_thumb%5B14%5D.jpg?imgmax=800" width="210" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sayyidina Umar bin Khattab bercerita, suatu hari seorang laki-laki datang menemui Rasulullah SAW untuk meminta-minta, lalu beliau memberinya. Keesokan harinya, laki-laki itu datang lagi, Rasulullah juga memberinya. Keesokan harinya, datang lagi dan kembali meminta, Rasulullah pun memberinya. Keesokan harinya, ia datang kembali untuk meminta-minta, Rasulullah lalu bersabda, “Aku tidak mempunyai apa-apa saat ini. Tapi, ambillah yang kau mau dan jadikan sebagai utangku. Kalau aku mempunyai sesuatu kelak, aku yang akan membayarnya.”    &lt;br /&gt;Umar lalu berkata, “Wahai Rasulullah janganlah memberi diluar batas kemampuanmu.” Rasulullah tidak menyukai perkataan Umar tadi. Tiba-tiba, datang seorang laki-laki dari Anshar sambil berkata, “Ya Rasulullah, jangan takut, terus saja berinfak. Jangan khawatir dengan kemiskinan.” Mendengar ucapan laki-laki tadi, Rasulullah tersenyum, lalu beliau berkata kepada Umar, “Ucapan itulah yang diperintahkan oleh Allah kepadaku.” (HR Turmudzi).     &lt;br /&gt;Jubair bin Muth’im bertutur, ketika ia bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba orang-orang mencegat beliau dan meminta dengan setengah memaksa sampai-sampai beliau disudutkan ke sebuah pohon berduri.     &lt;br /&gt;Kemudian salah seorang dari mereka mengambil mantelnya. Rasulullah berhenti sejenak dan berseru, ”Berikan mantelku itu! Itu untuk menutup auratku. Seandainya aku mempunyai mantel banyak (lebih dari satu), tentu akan kubagikan pada kalian (HR. Bukhari)     &lt;br /&gt;Ummu Salamah, istri Rasulullah SAW bercerita, suatu hari Rasulullah masuk ke rumahku dengan muka pucat. Aku khawatir beliau sedang sakit. “Ya Rasulullah, mengapa wajahmu pucat begini?” tanyaku.     &lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, ”Aku pucat begini bukan karena sakit, melainkan karena aku ingat uang tujuh dinar yang kita dapat kemarin sampai sore ini masih berada di bawah kasur dan kita belum menginfakkannya.” (HR Al-Haitsami dan hadistnya sahih).     &lt;br /&gt;Aisyah berkata, suatu hari, ketika sakit, Rasulullah SAW menyuruhku bersedekah dengan uang tujuh dinar yang disimpannya di rumah. Setelah menyuruhku bersedekah, beliau lalu pingsan. Ketika sudah siuman, Rasulullah bertanya kembali: “Uang itu sudah kau sedekahkan?” “Belum, karena aku kemarin sangat sibuk,” jawabku Rasulullah bersabda, “Mengapa bisa begitu, ambil uang itu!”.     &lt;br /&gt;Begitu uang itu sudah di hadapannya, Rasulullah lalu bersabda, “Bagaimana menurutmu seandainya aku tiba-tiba meninggal, sementara aku mempunyai uang yang belum kusedekahkan? Uang ini tidak akan menyelamatkan Muhammad seandainya ia meninggal sekarang, sementara ia mempunyai uang yang belum disedekahkan,”. (HR Ahmad).     &lt;br /&gt;Sahl bin Sa’ad bertutur, suatu hari datang seorang perempuan menghadiahkan kepada Nabi Saw sepotong syamlah yang ujungnya ditenun (syamlah adalah baju lapang yang menutup seluruh badan). Perempuan itu berkata, “Ya Rasulullah, akulah yang menenun syamlah ini dan aku hendak menghadiahkannya kepada Engkau.” Rasulullah pun sangat menyukainya. Tanpa banyak bicara, beliau langsung mengambil dan memakainya dengan sangat gembira dan berterima kasih kepada wanita itu. Rasulullah betul-betul sangat membutuhkan dan menyukai syamlah tersebut.     &lt;br /&gt;Tidak lama setelah wanita itu pergi, tiba-tiba datang seorang laki-laki meminta syamlah tersebut. Rasulullah pun memberikannya. Para sahabat yang lain lalu mengecam laki-laki tersebut. Mereka berkata, “Hai Fulan, Rasulullah sangat menyukai syamlah tersebut, mengapa kau memintanya? Kau kan tahu Rasulullah tidak pernah tidak memberi kalau diminta?” Laki-laki itu menjawab, “Aku memintanya bukan untuk dipakai sebagai baju, melainkan untuk kain kafanku nanti kalau aku meninggal”. Tidak lama kemudian, laki-laki itu meninggal dan syamlah tersebut menjadi kain kafannya. (HR Bukhari).     &lt;br /&gt;Beberapa kisah di atas hanyalah sebutir jejak kedermawanan Nabi Muhammad SAW. Kisah-kisah lainnya bagaikan gunung pasir tertinggi yang takkan pernah sanggup diimbangi oleh siapapun, termasuk para sahabat-sahabat terdekatnya di masa beliau masih hidup. Sahabat-sahabat Rasulullah hanya bisa meniru kedermawanan yang diajarkan Baginda Rasul itu, yang kemudian menambah panjang jejak sejarah kedermawanan yang dicontohkan Nabi dan para sahabatnya.     &lt;br /&gt;Lihatlah Thalhah bin Ubaidillah, seorang sahabat yang kaya raya namun pemurah dan dermawan. “Sungai yang airnya mengalir terus menerus mengairi dataran dan lembah” adalah lukisan tentang kedermawanan seorang Thalhah. Isterinya bernama Su’da binti Auf. Pada suatu hari isterinya melihat Thalhah sedang murung dan duduk termenung sedih. Melihat keadaan suaminya, sang isteri segera menanyakan penyebab kesedihannya dan Thalhah mejawab, “Uang yang ada di tanganku sekarang ini begitu banyak sehingga memusingkanku. Apa yang harus kulakukan ?”     &lt;br /&gt;Maka istrinya berkata, “Uang yang ada di tanganmu itu bagi-bagikanlah kepada fakir miskin.” Maka dibagi-baginyalah seluruh uang yang ada di tangan Thalhah tanpa meninggalkan sepeserpun.     &lt;br /&gt;Assaib bin Zaid berkata tentang Thalhah, “Aku berkawan dengan Thalhah baik dalam perjalanan maupun sewaktu bermukim. Aku melihat tidak ada seorangpun yang lebih dermawan dari dia terhadap kaum muslimin. Ia mendermakan uang, sandang dan pangannya.”     &lt;br /&gt;Jaabir bin Abdullah bertutur, “Aku tidak pernah melihat orang yang lebih dermawan dari Thalhah walaupun tanpa diminta.” Oleh karena itu patutlah jika dia dijuluki “Thalhah si dermawan”, “Thalhah si pengalir harta”, “Thalhah kebaikan dan kebajikan”.     &lt;br /&gt;Sahabat lain yang mengukir jejak indah kedermawanan mencontoh Nabi adalah Tsabit bin Dahdah yang memiliki kebun yang bagus, berisi 600 batang kurma kualitas terbaik. Begitu turun firman Allah, “Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (pembayaran) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.” (Al-Hadid: 11). Dia bergegas mendatangi Rasulullah untuk bertanya, “Ya Rasulullah, apakah Allah ingin meminjam dari hambanya?”     &lt;br /&gt;“Benar,” jawab Rasulullah.     &lt;br /&gt;Spontan Tsabit bin Dahdah mengacungkan tangannya seraya berkata, “Ulurkanlah tangan Anda, wahai Rasulullah.”     &lt;br /&gt;Rasulullah mengulurkan tangannya, dan langsung disambut oleh Tsabit bin Dahdah sambil berkata, “Aku menjadikan Anda sebagai saksi bahwa kupinjamkan kebunku kepada Allah.” Tsabit sangat gembira dengan keputusannya itu. Dalam perjalanan pulang dia mampir ke kebunnya. Dilihatnya isteri dan anak-anaknya sedang bersantai di bawah pepohonan yang sarat dengan buah.     &lt;br /&gt;Dari pintu kebun, Dipanggillah sang isteri, “Hai Ummu Dahdah! Ummu Dahdah! Cepat keluar dari kebun ini, Aku sudah meminjamkan kebun ini kepada Allah!” Isterinya menyambut dengan suka cita, “Engkau tidak rugi, suamiku, engkau beruntung, engkau sungguh beruntung!” Segera dikeluarkannya kurma yang ada di mulut anak-anaknya seraya berkata, “Ayahmu sudah meminjamkan kebun ini kepada Allah.”     &lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud menceritakan bahwa Rasulullah bersabda, “Berapa banyak pohon sarat buah yang kulihat di surga atas nama Abu Dahdah.” Artinya, Allah memberi Tsabit bin Dahdah pohon-pohon yang berbuah lebat di surga sebagai ganti atas pemberiannya kepada-Nya di dunia.     &lt;br /&gt;Indah nian jejak-jejak kedermawanan Nabi Muhammad SAW, lebih indah lagi apa-apa yang dijanjikan Allah atas apa yang diberikan di jalan-Nya. Karenanya, seluruh sahabat pada masa itu berlomba-lomba mengikuti jejak Nabi dalam segala hal, termasuk tentang kedermawanan. Semoga, jejak kedermawanan itu terus terukir pada ummat Muhammad hingga kini selama kita masih terus meleburkan diri pada rantai jejak indah itu, dan mengajarkannya kepada anak-anak dan penerus kehidupan ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot; Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada beliau Rasulullah SAW , amiin....&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : &lt;a title="http://www.madinatulilmi.com" href="http://www.madinatulilmi.com"&gt;madinatulilmi.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-5736619905671735826?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/5736619905671735826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/jejak-kedermawanan-rasulullah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/5736619905671735826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/5736619905671735826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/jejak-kedermawanan-rasulullah.html' title='Jejak Kedermawanan Rasulullah'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_khedQVBoSL0/TIdTsw7kHVI/AAAAAAAAANg/sLw1N5SjmRY/s72-c/hanjumShajarahBig_thumb%5B14%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-7353870600698011934</id><published>2010-09-07T04:00:00.001+07:00</published><updated>2010-09-07T04:31:05.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keteladanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Akhlaq Rasulullah SAW'/><title type='text'>Ketika Rasulullah Tersenyum</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Saat menikahkan putri bungsunya, Sayyidah Fatimah Az Zahrah, dengan sahabat Ali bin Abi Thalib, Baginda Nabi Muhammad SAW tersenyum lebar. Itu merupakan peristiwa yang penuh kebahagiaan.    &lt;br /&gt;Hal serupa juga diperlihatkan Rasulullah SAW pada peristiwa Fathu Makkah, pembebasan Makkah, karena hari itu merupakan hari kemenangan besar bagi kaum muslimin.     &lt;br /&gt;“Hari itu adalah hari yang penuh dengan senyum panjang yang terukir dari bibir Rasulullah SAW serta bibir seluruh kaum muslimin” tulis Ibnu Hisyam dalam kita As Sirah Nabawiyyah. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Rasulullah SAW adalah pribadi yang lembut dan penuh senyum. Namun, beliau tidak memberi senyum kepada sembarang orang. Demikian istimewanya senyum Rasul sampai-sampai Abu Bakar dan Umar, dua sahabat utama beliau, sering terperangah dan memperhatikan arti senyum tersebut.     &lt;br /&gt;Misalnya mereka heran melihat Rasul tertawa saat berada di Muzdalifah di suatu akhir malam. “Sesungguhnya Tuan tidak biasa tertawa pada saat seperti ini,” kata Umar. “Apa yang menyebabkan Tuan tertawa?” Pada saat seperti itu, akhir malam, Nabi biasanya berdoa dengan khusyu’.     &lt;br /&gt;Menyadari senyuman beliau tidak sembarangan, bahkan mengandung makna tertentu, Umar berharap, “Semoga Allah menjadikan Tuan tertawa sepanjang umur”.     &lt;br /&gt;Atas pertanyaan diatas, Rasul menjawab, “Ketika iblis mengetahui bahwa Allah mengabulkan doaku dan mengampuni umatku, dia memungut pasir dan melemparkannya ke kepalanya, sambil berseru, ‘celaka aku, binasa aku!’ Melihat hal itu aku tertawa.” (HR Ibnu Majah) &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Ghazali menulis, apabila Rasul dipanggil, beliau selalu menjawab, “Labbaik”. Ini menunjukkan betapa beliau sangat rendah hati. Begitu pula, Rasul belum pernah menolak seseorang dengan ucapan “tidak” bila diminta sesuatu. Bahkan ketika tak punya apa-apa, beliau tidak pernah menolak permintaan seseorang. “Aku tidak mempunyai apa-apa,” kata Rasul, “Tapi, belilah atas namaku. Dan bila yang bersangkutan datang menagih, aku akan membayarnya.” &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa membuat Rasul tertawa tanpa diketahui sebab musababnya. Hal itu biasanya berhubungan dengan turunnya wahyu Allah. Misalnya, ketika beliau sedang duduk-duduk dan melihat seseorang sedang makan. Pada suapan terakhir orang itu mengucapkan. “Bismillahi fi awalihi wa akhirihi.” Saat itu beliau tertawa. Tentu saja orang itu terheran-heran.     &lt;br /&gt;Keheranan itu dijawab beliau dengan bersabda, “Tadi aku lihat setan ikut makan bersama dia. Tapi begitu dia membaca basmalah, setan itu memuntahkan makanan yang sudah ditelannya.” Rupanya orang itu tidak mengucapkan basmalah ketika mulai makan.     &lt;br /&gt;Suatu hari Umar tertegun melihat senyuman Nabi. Belum sempat dia bertanya, Nabi sudah mendahului bertanya, “Ya Umar, tahukah engkau mengapa aku tersenyum?”     &lt;br /&gt;“Allah dan Rasul-Nya tentu lebih tahu,” jawab Umar.     &lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah memandang kepadamu dengan kasih sayang dan penuh rahmat pada malam hari Arafat, dan menjadikan kamu sebagai kunci Islam,” sabda beliau.     &lt;br /&gt;Kesaksian Anggota Tubuh     &lt;br /&gt;Rasul SAW bahkan sering membalas sindiran orang dengan senyuman. Misalnya ketika seorang Badui yang ikut mendengarkan taushiyah beliau tiba-tiba nyeletuk, “Ya Rasul, orang itu pasti orang Quraisy atau Anshar, karena mereka gemar bercocok tanam, sedang kami tidak.”     &lt;br /&gt;Saat itu Rasul tengah menceritakan dialog antara seorang penghuni surga dan Allah SWT yang mohon agar diizinkan bercocok tanam di surga. Allah SWT mengingatkan bahwa semua yang diinginkannya sudah tersedia di surga.     &lt;br /&gt;Karena sejak di dunia punya hobi bercocok tanam, iapun lalu mengambil beberapa biji-bijian, kemudian ia tanam. Tak lama kemudian biji itu tumbuh menjadi pohon hingga setinggi gunung, berbuah, lalu dipanenkan. Lalu Allah SWT berfirman. “Itu tidak akan membuatmu kenyang, ambillah yang lain.”     &lt;br /&gt;Ketika itulah si Badui menyeletuk, “Pasti itu orang Quraisy atau Anshar. Mereka gemar bercocok tanam, kami tidak.”     &lt;br /&gt;Mendengar itu Rasul tersenyum, sama sekali tidak marah. Padahal, beliau orang Quraisy juga.     &lt;br /&gt;Suatu saat justru Rasulullah yang bertanya kepada para sahabat, “Tahukah kalian mengapa aku tertawa?.”     &lt;br /&gt;“Allah dan Rasul-Nya lebih tahu,” jawab para sahabat.     &lt;br /&gt;Maka Rasul pun menceritakan dialog antara seorang hamba dan Allah SWT. Orang itu berkata, “Aku tidak mengizinkan saksi terhadap diriku kecuali aku sendiri.”     &lt;br /&gt;Lalu Allah SWT menjawab, “Baiklah, cukup kamu sendiri yang menjadi saksi terhadap dirimu, dan malaikat mencatat sebagai saksi.”     &lt;br /&gt;Kemudian mulut orang itu dibungkam supaya diam, sementara kepada anggota tubuhnya diperintahkan untuk bicara. Anggota tubuh itupun menyampaikan kesaksian masing-masing. Lalu orang itu dipersilahkan mempertimbangkan kesaksian anggota-anggota tubuhnya.     &lt;br /&gt;Tapi orang itu malah membentak, “Pergi kamu, celakalah kamu!” Dulu aku selalu berusaha, berjuang, dan menjaga kamu baik-baik,” katanya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Rasulpun tertawa melihat orang yang telah berbuat dosa itu mengira anggota tubuhnya akan membela dan menyelamatkannya. Dia mengira, anggota tubuh itu dapat menyelamatkannya dari api neraka. Tapi ternyata anggota tubuh itu menjadi saksi yang merugikan, karena memberikan kesaksian yang sebenarnya (HR Anas bin Malik).     &lt;br /&gt;Hal itu mengingatkan kita pada ayat 65 surah Yasin, yang maknanya, “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka, dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : &lt;a title="http://www.madinatulilmi.com" href="http://www.madinatulilmi.com"&gt;http://www.madinatulilmi.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-7353870600698011934?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/7353870600698011934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/ketika-rasulullah-tersenyum.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/7353870600698011934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/7353870600698011934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/ketika-rasulullah-tersenyum.html' title='Ketika Rasulullah Tersenyum'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-2460179156465778701</id><published>2010-09-06T04:50:00.001+07:00</published><updated>2010-09-06T04:50:59.326+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Makan dan minum di masjid</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;MAKAN DAN TIDUR DI MASJID&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimana hukum makan dan tidur di dalam masjid ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Makan dan tidur di dalam masjid hukumnya boleh selama tidak menyebabkan tadlyiq (mempersempit tempat bagi orang lain).&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;وَيَجُوْزُ النَّوْمُ فِيْهِ بِلاَ كَرَاهَةٍ بِقَيْدِ عَدَمِ التَّضْيِيْقِ أَيْضًا سَوَاءٌ الْمُعْتَكِفُ وَغَيْرُهُ وَإِنْ وُضِعَ لَهَ فِرَاشٌ وَكَذَا لاَ بَأْسَ بِاْلأَكْلِ وَالشُّرْبِ وَالْوُضُوْءِ إِذَا لَمْ يَتَأَذَّ بِهِ النَّاسُ وَلَمْ يَكُنْ لِلْمَأْكُوْلِ رَائِحَةٌ كَرِيْهَةٌ كَالثُّوْمِ وَإِلاَّ كُرِهَ [تلخيص المراد 97] &lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Boleh hukumnya tidur di masjid tanpa makruh dengan catatan tidak adanya penyempitan tempat, baik terhadap orang yang i’tikaf maupun yang lain, meskipun dengan meletakkan tikar. Demikian juga tidak mengapa makan, minum dan wudlu bila orang lain tidak merasa terganggu dan makanan tersebut tidak berbau yang tidak sedap seperti bawang putih, dan bila berbau maka makruh”.&lt;/i&gt; (Talkhish al-Murad 97).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;I’TIKAF DI SERAMBI MASJID&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimana hukum shalat tahiyyatal masjid atau i’tikaf di serambi masjid ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Shalat tahiyyatal masjid dan i’tikaf tersebut hukumnya sah bilamana serambinya dihukumi masjid (pembangunannya bersamaan dengan masjid) atau serambi tambahan baru yang telah dijadikan masjid atau majhul keberadaannya.&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;يُسَنُّ اعْتِكَافٌ كُلَّ وَقْتٍ وَهُوَ لُبْثٌ فَوْقَ قَدْرِ طَمَأْنِيْنَةِ الصَّلاَةِ وَلَوْ مُتَرَدِّدًا فِيْ مَسْجِدٍ أَوْ رَحْبَتِهِ الَّتِيْ لَمْ يُتَيَقَّنْ حُدُوْثُهَا بَعْدَهُ وَأَنَّهَا غَيْرُ مَسْجِدٍ. (وقَوْلُهُ الَّتِيْ لَمْ يُتَيَقَّنْ الخ) فَإِنْ تُيُقِّنَ حُدُوْثُهَا بَعْدَهُ مَعْ كَوْنِهَا غَيْرَ مَسْجِدٍ فَلاَ يَصِحُّ اْلإِعْتِكَافُ فِيْهَا [إعانة الطالبين 2/ 259-260].&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Sunat i’tikaf setiap waktu, yaitu berdiam diri melebihi kadar waktu tuma’ninah shalat meskipun hanya mondar mandir di dalam masjid atau serambinya yang tidak diyakini keberadaannya setelah adanya masjid dan bukan dari masjid. Kalimat ‘tidak diyakini keberadaannya setelah masjid serta tidak menjadi bagian masjid maka tidak sah beri’tikaf diserambi tersebut”. &lt;/i&gt;(I’anah al-Thalibin II/259-260).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;وَيَتَحَقَّقُ كَوْنُ الرَّحْبَةِ مِنَ الْمَسْجِد اِمَّا بِوَ‍قْفٍ أَوْ بِاِطْلاَقِ الْمَسْجِدِ عَلَيْهَا وَكَذَا اِنْ جُهِلَ حَالُهَا اَهِيَ مِنَ الْمَسْجِدِ اَمْ لاَ كَمَا قَالَهُ السَّمْهُوْدِيّ [تلخيص المراد 96].&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Keberadaan serambi menjadi jelas termasuk masjid, adakalanya dengan wakaf atau diucapkannya sebagai masjid. Demikian juga bila tidak diketahui keberadaannya apakah termasuk masjid atau bukan, sebagaimana keterangan ‘Al-Samhudi.” &lt;/i&gt;(Talkhish al-Murad 96)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;ORANG KAFIR BANGUN MASJID&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimana hukumnya orang kafir membangun masjid / mushalla ? Dan bagaiman pula hukumnya shalat di tempat tersebut ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Orang kafir membangun masjid/mushalla hukumnya boleh dan shalat di tempat tersebut juga sah.&lt;/p&gt;  &lt;h4&gt;(قَوْلُهُ وَأَنْ يَكُوْنَ الْوَاقِفُ أَهْلاً لِلتَّبَرُّعِ) فَيَصِحُّ مِنْ كَافِرٍ وَلَوْ لِمَسْجِدٍ وَمُصْحَفٍ وَكُتُبِ عِلْمٍ وَإِنْ لَمْ يَعْتَقِدْ ذَلِكَ قُرْبَةً اعْتِبَارًا بِاعْتِقَادِنَا [الشرقاوي 2/174]&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Kalimat ‘orang yang wakaf haruslah ahli derma,’ maka juga sah dari orang kafir sekalipun untuk masjid, mushaf dan kitab-kitab ilmiah meskipun ia tidak menyakini sebagai bentuk ibadah yang sesuai dengan keyakinan kita&lt;/i&gt;.” (Al-Syarqawi II/174)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-2460179156465778701?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/2460179156465778701/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/makan-dan-minum-di-masjid.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/2460179156465778701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/2460179156465778701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/makan-dan-minum-di-masjid.html' title='Makan dan minum di masjid'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-1187094070207163858</id><published>2010-09-06T04:48:00.001+07:00</published><updated>2010-09-06T04:48:17.379+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Tukar tanah wakaf</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;TUKAR TANAH WAKAF&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimana hukum menukar tanah wakaf dengan tanah lain yang bukan wakaf ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Penukaran tanah tersebut hukumnya tidak boleh.&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;وَلاَ يَجُوْزُ اسْتِبْدَالُ الْمَوْقُوْفِ عِنْدَنَا وَإِنْ خَرُبَ [الشرقاوي 2/178].&lt;/h4&gt; &lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Tidak boleh menukar barang wakaf, menurut ulama kita (Syafi’iyah) sekalipun sudah runtuh”. &lt;/i&gt;(Al-Syarqawi II/178).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;MENGAMBIL AIR WAKAFAN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimana hukumnya mengambil air sumur lingkungan masjid oleh penduduk?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mengambil air tersebut hukumnya boleh jika memang ada petunjuk yang memperbolehkan, seperti tidak adanya reaksi ulama sekitar.&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;وَسُئِلَ الْعَلاَّمَةُ الطَّنْبَدَوِيّ عَنِ الْجَوَابِي وَالْجِرَارِ الَّتِيْ عِنْدَ الْمَسَاجِدِ فِيْهَا الْمَاءُ إِذَا لَمْ يُعْلَمْ اَنَّهَا مَوْقُوْفَةٌ لِلشُّرْبِ أَوِ الْوُضُوْءِ أَوِ الْغُسْلِ الْوَاجِبِ أَوِ الْمَسْنُوْنِ أَوْ غَسْلِ النَّجَاسَةِ فَأَجَابَ أَنَّهُ إِذَا دَلَّتْ قَرِيْنَةٌ عَلَى أَنَّ الْمَاءَ مَوْضُوْعٌ لِتَعْمِيْمِ اْلإِنْتِفَاءِ جَازَ جَمِيْعُهُ مَا ذُكِرَ مِنَ الشُّرْبِ وَغَسْلِ النَّجَاسَةِ وَغُسْلِ الْجَنَابَةِ وَغَيْرِهَا وَمِثَالُ الْقَرِيْنَةِ جَرَيَانُ النَّاسِ عَلَى تَعْمِيْمِ اْلإِنْتِفَاءِ مِنْ غَيْرِ نَكِيْرٍ مِنْ فَقِيْهٍ وَغَيْرِهِ إِذِ الظَّاهِرُ مِنْ عَدَمِ النَّكِيْرِ&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;أَنَّهُمْ أَقْدَمُوْا عَلَى تَعْمِيْمِ اْلإِنْتِفَاءِ بِالْمَاءِ بِغُسْلٍ وَشُرْبٍ وَوُضُوْءٍ وغَسْلِ نَجَاسَةٍ فَمِثْلُ هَذَا إِيْقَاعٌ يُقَالُ بِالْجَوَازِ. وَقَالَ: إِنَّ فَتْوَى الْعَلاَّمَةِ عَبْدِ اللهِ بَا مَحْرَمَةَ يُوَافِقُ مَا ذَكَرَهُ [هامش اعانةالطالبين 3/171-172].&lt;/h4&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Al-‘Allamah al-Thanbadawi pernah ditanya mengenai gentong dan tempayan berisikan air di beberapa masjid, bila tidak diketahui bahwa air itu diwakafkan untuk minum, wudlu, mandi wajib, mandi sunat atau mensucikan najis. Beliau menjawab: jika ada pertanda yang menunjukkan bahwa air tersebut memang disediakan untuk dipergunakan secara umum maka boleh menggunakan air tersebut untuk minum, mensucikan najis, mandi janabat dan lain sebagai-nya. Misal pertanda tersebut adalah kebiasaan masyarakat menggunakan air tersebut secara umum tanpa adanya penolakan ahli fiqh serta yang lain. Karena secara lahiriyah, tanpa adanya penolakan itu menunjukkan bahwa para pewakaf merelakan air tersebut digunakan secara umum, baik untuk mandi, minum, wudlu dan mensucikan najis. Pertanda semacam ini adalah kenyataan untuk ditetapkan-nya hukum boleh. Beliau juga berkata, bahwa fatwa Al-’Allamah Abdullah Bamahramah menyetujui apa yang telah dikemukakan tadi&lt;/i&gt;. (Hamisy I’anah al-Thalibin III/171-172).&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-1187094070207163858?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/1187094070207163858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/tukar-tanah-wakaf.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/1187094070207163858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/1187094070207163858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/tukar-tanah-wakaf.html' title='Tukar tanah wakaf'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-6742611458165768174</id><published>2010-09-06T04:45:00.001+07:00</published><updated>2010-09-06T04:45:50.417+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Bongkaran masjid untuk Madrasah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;BONGKARAN MASJID UNTUK MADRASAH&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bolehkah material bongkaran masjid seperti ubin dan sebagainya digunakan untuk madrasah/mushalla ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tidak boleh menggunakan bongkaran tersebut kecuali tidak ada masjid lain yang membutuhkan.&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;وَلاَ يُعَمَّرُ بِهِ غَيْرُ جِنْسِهِ كَرِبَاطٍ وَبِئْرٍ كَالْعَكْسِ إِلاَّ إِذَا تَعَذَّرَ جِنْسُهُ (قوله إِلاَّ إِذَا تَعَذَّرَ جِنْسُهُ) أَيْ فَإِنَّهُ يُعَمَّرُ بِهِ غَيْرُ الْجِنْسِ [إعانة الطالبين 3/181]&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Hasil bongkaran masjid tidak boleh digunakan untuk bangunan lain yang bukan sejenis seperti mushalla dan sumur sebagaimana sebaliknya, kecuali bila sulit ditemukan yang sejenis maka dapat digunakan untuk yang bukan sejenis&lt;/i&gt;. (I’anah al-Thalibin 3/181).&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-6742611458165768174?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/6742611458165768174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/bongkaran-masjid-untuk-madrasah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6742611458165768174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6742611458165768174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/bongkaran-masjid-untuk-madrasah.html' title='Bongkaran masjid untuk Madrasah'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-7728925153639673939</id><published>2010-09-06T04:44:00.001+07:00</published><updated>2010-09-06T04:44:29.641+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Jual bongkaran masjid</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;JUAL BONGKARAN MASJID&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimana hukum menjual bongkaran masjid ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Apabila barang tersebut tidak bisa dimanfaatkan dan tidak ada maslahat kecuali dijual maka boleh. Apabila barang tersebut masih bisa dimanfaatkan atau tidak ada maslahat bila dijual maka tidak boleh dijual.&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;وَيَجُوْزُ بَيْعُ حُصُرِ الْمَسْجِدِ الْمَوْقُوْفَةِ عَلَيْهِ إِذَا بَلِيَتْ بِأَنْ ذَهَبَ جَمَالُهَا وَنَفْعُهَا وَكَانَتِ الْمَصْلَحَةُ فِيْ بَيْعِهَا وَكَذَا جُذُوْعُهُ الْمُنْكَسِرَةُ خِلاَفًا لِجَمْعٍ فِيْهِمَا وَيُصْرَفُ ثَمَنُهَا لِمَصَالِحِ الْمَسْجِدِ إِنْ لَمْ يُمْكِنْ شِرَاءُ حَصِيْرٍ أَوْ جِذْعٍ بِهِ [هامش إعانة الطالبين 3/180].&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Diperbolehkan menjual tikar masjid yang diwaqafkan jika telah rusak, misalnya sudah pudar keindahannya dan tidak berfungsi lagi manfaatnya, bahkan merupakan kemaslahatan bila dijual. Demikian menjual tiang-tiang penyangga masjid yang patah. Lain halnya menurut segolongan ulama yang &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;berbeda pendapat dalam kedua masalah tersebut. Kemudian hasil penjualannya dibelanjakan untuk kepentingan masjid jika tidak memungkinkan untuk membeli tikar atau tiang yang baru”. &lt;/i&gt;(Hamisy I’anah al-Thalibin III/180).&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-7728925153639673939?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/7728925153639673939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/jual-bongkaran-masjid.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/7728925153639673939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/7728925153639673939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/jual-bongkaran-masjid.html' title='Jual bongkaran masjid'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-6575349300268450522</id><published>2010-09-06T04:42:00.001+07:00</published><updated>2010-09-06T04:42:59.341+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Kerja membangun gereja</title><content type='html'>&lt;p&gt;Bagaimana hukum orang Islam ikut kerja membangun gereja atau warung pramuwisma?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Haram hukumnya ikut kerja membangun gereja ataupun warung pramuwisma.&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;وَلاَ يَجُوْزُ بَذْلُ مَالٍ فِيْهِ لِغَيْرِ ضَرُوْرَةٍ وَمِثْلُهُ أَيْضًا اسْتِئْجَارُ كَافِرٍ مُسْلِمًا لِبِنَاءِ نَحْوِ كَنِيْسَةٍ [قليوبي&lt;/h4&gt;  &lt;p align="right"&gt; 3/70].&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Tidak boleh menyerahkan uang untuk hal-hal yang diharamkan tanpa adanya dlarurat. Demikian juga tidak boleh orang kafir mempekerjakan orang Islam untuk membangun semisal gereja”. &lt;/i&gt;(Qalyubi III/70).&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;وَلاَ يَجُوْزُ اسْتِئْجَارُ الْمَغَانِيْ وَلاَ شَخْصٍ لِحَمْلِ خَمْرٍ وَنَحْوِهِ وَلاَ لِجَبْيِ الْمُكُوْسِ وَالرِّشَى وَجَمِيْعِ الْمُحَرَّمَاتِ [كفاية الأخيار 1/215].&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Tidak boleh mempekerjakan biduan. Tidak boleh pula mempekerjakan seseorang untuk membawa arak dan sejenisnya atau untuk manarik bea, suap dan segala hal yang dilarang”.&lt;/i&gt; (Kifayah al-Akhyar I/215).&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-6575349300268450522?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/6575349300268450522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/kerja-membangun-gereja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6575349300268450522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6575349300268450522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/kerja-membangun-gereja.html' title='Kerja membangun gereja'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-5118741347622442383</id><published>2010-09-06T04:40:00.001+07:00</published><updated>2010-09-06T04:40:53.411+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Sewa pohon ambil buah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;SEWA POHON AMBIL BUAH&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimana hukumnya menyewa pohon untuk diambil buahnya?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Akad tersebut tidak boleh, karena barang (bukan jasa) tidak bisa dimiliki dengan akad ijarah, berbeda dengan pendapat Imam Subki yang memperbolehkannya, namun pendapat ini adalah dla’if.&lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;فَلاَ يَصِحُّ اكْتِرَاءُ بُسْتَانٍ لِثَمْرَتِهِ لأَنَّ اْلأَعْيَانَ لاَ تُمْلَكُ بِعَقْدِ اْلإِجَ‍ارَةِ قَصْدًا وَنَقَلَ التَّاجُ السُّبْكِي فِيْ تَوْشِيْخِهِ اخْتِيَارَ وَالِدِهِ التَّقِيّ السُّبْكِيّ فِيْ آخِرِ عُمْرِهِ صِحَّةَ إِجَارَةِ اْلأَشْجَارِ لِثَمْرِهَا. (قَوْلُهُ وَنَقَلَ التَّاجُ السُّبْكِيّ الخ. ضَعِيْفٌ) [هامش إعانة الطالبين 3/114) ] &lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Tidak sah menyewa kebun untuk diambil buahnya, karena tidak bisa dimiliki dengan akad tijarah, sewa, sebagai tujuan awalnya. Al-Taj al-Subki dalam sebuah ulasannya menukil pendapat orang tuanya, Al-Taqiy al-Subki, diakhir usianya yang memilih sahnya sewa pohon untuk diambil buahnya. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;Kalimat ‘Al-Taj al-Subki menukil dst.’ adalah dla’if.” &lt;/i&gt;(Hamisy I’anah al-Thalibin III/114).&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-5118741347622442383?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/5118741347622442383/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/sewa-pohon-ambil-buah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/5118741347622442383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/5118741347622442383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/sewa-pohon-ambil-buah.html' title='Sewa pohon ambil buah'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-6181881119382904586</id><published>2010-09-06T04:39:00.001+07:00</published><updated>2010-09-06T04:39:29.183+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Jual beli kucing</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;JUAL BELI KUCING&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimana hukum memperjual belikan kucing ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Memperjual belikan kucing hukumnya boleh. &lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;وَيَصِحُّ أَيْضًا بَيْعُ مَا يُنْتَفَعُ بِتَعْلِيْمِهِ كَقِرْدٍ أَوْبِصَيْدِهِ كَصَقْر وَهِرَّةٍ أفَادَ ذَلِكَ الرَّمْلِيّ [مرقاة صعود التصديق فى شرح سلم التوفيق 49]&lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Sah menjual hewan yang bermanfaat, baik dengan dilatih seperti monyet atau dipergunakan untuk berburu seperti burung elang dan kucing. Keterangan ini disampaikan oleh Al-Ramli&lt;/i&gt;.” (Mirqah Shu’ud al-Tashdiq fi Syarh Sullam al-Taufiq 49)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-6181881119382904586?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/6181881119382904586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/jual-beli-kucing.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6181881119382904586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6181881119382904586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/jual-beli-kucing.html' title='Jual beli kucing'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-7788734155042836843</id><published>2010-09-06T04:37:00.001+07:00</published><updated>2010-09-06T04:37:13.251+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Jual minuman keras</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;JUAL MINUMAN KERAS&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimana hukum menjual minuman keras ? &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menjual minuman keras hukumnya haram dan tidak sah. &lt;/p&gt;  &lt;h4 align="right"&gt;وَيَحْرُمُ وَلاَ يَصِحُّ أَيْضًا بَيْعُ النَّجْسِ وَكَذَا الْمُتَنَجِّسُ الَّذِيْ لاَ يُمْكِنُ تَطْهِيْرُهُ بِالْمَاءِ كَالْكَلْبِ وَدُهْنٍ مُتَنَجِّسٍ وَكَذَا بَيْعُ كُلِّ مُسْكِرٍ كَخَمْرٍ وَكُلِّ مُحَرَّمٍ مِنْ آلاَتِ الْمَلاَهِيْ وَالصُّوَرِ وَلَوْ مِنْ ذَهَبٍ [إسعاد الرفيق 1/136] &lt;/h4&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Haram dan tidak sah menjual barang najis, begitu juga ba-rang yang kena najis yang tidak mungkin disucikan kembali dengan&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;air,&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;seperti&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;anjing&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;dan&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;minyak&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;yang kena najis. Demi- kian halnya menjual setiap barang yang memabukkan seperti arak dan setiap yang diharamkan seperti alat musik dan gambar /lukisan meskipun dari emas.” &lt;/i&gt;(Is’ad al-Rafiq I/136). &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-7788734155042836843?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/7788734155042836843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/jual-minuman-keras.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/7788734155042836843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/7788734155042836843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/jual-minuman-keras.html' title='Jual minuman keras'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-6938262883180034638</id><published>2010-09-06T04:34:00.001+07:00</published><updated>2010-09-06T04:34:17.743+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Pemodal sekaligus pembeli</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;PEMODAL SEKALIGUS PEMBELI&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seseorang memberi pinjaman modal kepada peternak ayam dengan syarat hasil ternaknya harus dijual kepada pemberi pinjaman dengan harga di bawah standar. Bagaimana hukumnya ? &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bilamana persyaratan tadi disebut pada waktu akad maka hukumnya haram dan bilaman tidak disebut pada waktu akad, dikalangan ulama, terdapat tiga pendapat yaitu haram, halal dan syubhat. Yang lebih berhati-hati adalah haram. &lt;/p&gt;  &lt;h3 align="right"&gt;اخْتَلَفَ الْعُلَمَاءُ فِيْ هَذِهِ الْمَسْئَلَةِ عَلَى ثَلاَثَةِ أَقْوَالٍ : قِيْلَ إِنّهُ حَرَامٌ لأَنَّهُ دَاخِلٌ فِيْ قَرْضٍ جَرَّ نَفْعًا، وَقِيْلَ إِنَّهُ حَلاَلٌ لِعَدَمِ الشَّرْطِ فِيْ صُلْبِ الْعَقْدِ أَوْ فِيْ مَجْلِسِ الْخِيَارِ وَالْعَادَةُ الْمُطَّرِدَةُ لاَ يَنْزِلُ مَنْزِلَةَ الشَّرْطِ عِنْدَ الْجُمْهُوْرِ، وَقِيْلَ شبُهْةٌَ لاخْتِلاَفِ الْعُلَمَاءِ فِيْهِ، واَلْمُؤْتَمَرُ قَرَّرَ أَنَّ اْلأَحْوَطَ الْقَوْلُ اْلأَوَّلُ وَهُوَ الْحُرْمَةُ [أحكام الفقهاء 1/22] &lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Para ulama dalam masalah ini berselisih atas tiga pendapat; Haram karena termasuk pinjaman untuk mengambil keun-tungan; halal karena tidak adanya syarat pada waktu akad atau pada waktu hak khiyar sedangkan kebiasaan yang ber-laku tidak bisa menduduki kedudukan syarat menurut keba-nyakan ulama; dan syubhat karena para ulama berbeda-beda pendapat. Mu’tamar menetapkan, bahwa yang lebih berhati-hati adalah pendapat yang pertama yaitu haram.” &lt;/i&gt;(Ahkam al-Fuqaha’ I/22) &lt;/p&gt;  &lt;h3 align="right"&gt;وَمِنْهُ الْقَرْضُ لِمَنْ يَسْتَأْجِرُ مِلْكَهُ أَيْ مَثَلاً بِأَكْثَرَ مِنْ قِيْمَتِهِ لأَجْلِ الْقَرْضِ إِنْ وَقَعَ ذَلِكَ شَرْطًا إِذْ هُوَ حِيْنَئِذٍ حَرَامٌ إِجْمَاعًا وَإِلاَّ كُرِهَ عِنْدَنَا وَحَرُمَ عِنْدَ كَثِيْرٍ مِنَ الْعُلَمَاءِ [هامش إعانة الطالبين 3/5354] &lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;Termasuk riba qardl adalah memberi pinjaman utang kepada orang yang menyewa hak miliknya misalnya, dengan harga lebih tinggi dari harga sebenarnya karena hutang, bilamana hal tersebut merupakan syarat, karena demikian ini haram menurut ijma’ ulama dan bila tidak syarat maka makruh menurut kami dan haram menurut kebanyakan ulama. &lt;/i&gt;(Hamisy I’anah al-Thalibin III/53-54) &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(قَوْلُهُ فَفَاسِدٌ) قَالَ ع ش: وَمَعْلُوْمٌ أَنَّ مَحَلَّ الْفَسَادِ حَيْثُ وَقَعَ الشَّرْطُ فِيْ صُلْبِ الْعَقْدِ أَمَّا لَوْ تَوَافَقَا عَلَى ذَلِكَ وَلَمْ يَقَعْ شَرْطٌ فَي الْعَقْدِ فَلاَ فَسَادَ [إعانة الطالبين 3/53] &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Kata ‘batal’. &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;ع ش&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; berkata : Sudah jelas bahwa letak batal-nya dari sisi terjadinya syarat pada waktu akad. Adapun jika keduanya bersepakat pada hal tersebut dan syarat tidak terjadi di dalam akad maka tidak batal.” &lt;/i&gt;(I’anah al-Thalibin III/53) &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;41. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;ANAK KECIL JUAL BELI&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimana hukumnya anak kecil belum baligh melakukan jual beli ? &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jual beli tersebut hukumnya boleh namun terbatas pada sesuatu yang maklum seperti rokok, sabun dan semisalnya. &lt;/p&gt;  &lt;h3 align="right"&gt;وَمِمَّا عَمَّتِ الْبَلْوَى بِعْثَانُ الصَّغَائِرِ لِشِرَاءِ الْحَوَائِجِ وَاطَّرَدَتِ الْعَادَةُ فِيْ سَائِرِ الْبِلاَدِ وَقَدْ تَدْعُو الضَّرُوْرَةُ إِلَى ذَلِكَ فَيَنْبَغِيْ إِلْحَاقُ ذَلِكَ بِالْمُعَاطَاةِ [كفاية الأخيار 1/240] &lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Termasuk kebiasaan yang sudah umum adalah menyuruh anak-anak kecil untuk membeli berbagai kebutuhan dan kebiasan ini sudah berlaku di berbagai negara, bahkan kadang-kadang juga dlarurat mendorong pada hal tersebut. Maka seyogyanya disamakan dengan mu’athah&lt;/i&gt;.” (Kifayah al-Akhyar I/240) &lt;/p&gt;  &lt;h3 align="right"&gt;فَلاَ يَنْعَقِدُ بِالْمُعَاطَاةِ لَكِنِ اخْتِيْرَ اْلإِنْعِقَادُ بِكُلِّ مَا يُتَعَارَفُ الْبَيْعُ بِهَا فِيْهِ كَاْلُخُبْزِ وَاللَّحْمِ دُوْنَ نَحْوِ الدَّوَابِّ وَاْلأَرَاضِيْ &lt;/h3&gt;  &lt;h3 align="right"&gt;[هامش إعانة الطالبين 3\4]&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Tidak sah jual beli dengan mu’athah, tetapi dipilih pendapat yang menyatakan sah pada sesuatu yang dikenal sebagai jual beli dengan mu’athah seperti roti, daging bukan semisal hewan, kendaraan, dan tanah&lt;/i&gt;.” (Hamisy I’anah al-Thalibin III/4) &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-6938262883180034638?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/6938262883180034638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/pemodal-sekaligus-pembeli.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6938262883180034638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6938262883180034638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/pemodal-sekaligus-pembeli.html' title='Pemodal sekaligus pembeli'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-2264437742656985055</id><published>2010-09-06T04:27:00.001+07:00</published><updated>2010-09-06T04:27:26.355+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Menunda ibadah haji</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;MENUNDA IBADAH HAJI&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimana hukum menunda-nunda haji padahal ia sudah mampu hingga akhirnya ia tidak mampu lagi?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menunda haji pada dasarnya adalah boleh, namun apabila menundanya sampai tidak mampu lagi hukumnya berdosa dan fasiq.&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;(وَالتَّهَاوُنُ) أَيْ عَدَمُ اْلإِسْتِعْجَالِ (بِالْحَجِّ بَعْدَ اْلإِسْتِطَاعَةِ إِلَى أَنْ يَمُوْتَ) لأَنَّ وَقْتَهُ الْعُمْرُ فَإِذَا مَاتَ بَعْدَ اْلإِسْتِطَاعَةِ تَبَيَّنَ الْعِصْيَانُ مِنْ آخِرِ سِنِي اْلإِمْكَانِ لأَنَّهُ قَدْ أَخَّرَهُ وَأَخْرَجَهُ عَنْ وَقْتِهِ. [مرقاة صعود التصديق فى شرح سلم التوفيق 82]&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Termasuk maksiat badan adalah menganggap enteng, yakni tidak segera melaksanakan ibadah haji ketika sudah mampu hingga ia meninggal (karena waktunya seumur hidup). Maka ketika ia meninggal sesudah mampu jelaslah termasuk maksiat sejak akhir tahun mampunya karena penundaannya sehingga habislah waktunya”. &lt;/i&gt;(Mirqah Shu’ud al-Tashdiq fi Syarh Sullam al-Taufiq 82).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(مَسْأَلَةٌ) يَجِبُ الْحَجُّ عَلَى التَّرَاخِيْ إِنْ لَمْ يَخَفِ الْعَضْبَ أَوْ الْمَوْتَ أَوْ تَلَفَ الْمَالِ فَمَتَى أَخَّرَهُ مَعَ اْلاِسْتِطَاعَةِ حَتَّى عَضُبَ أَوْ مَاتَ تَبَيَّنَ فِسْقُهُ مِنْ وَقْتِ خُرُوْجِ قَافِلَةِ بَلَدٍ مِنْ آخِرِ سِنِي اْلأِمْكَانِ. [بغية المسترشدين 115].&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“(Masalah) Kewajiban haji itu tidak harus segera dilak-sanakan apabila tidak khawatir akan lumpuh, mati atau &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;hartanya habis. Maka ketika seseorang menundanya pada-hal sudah mampu hingga akhirnya lumpuh atau mati maka jelaslah kefasiqannya dari masa keberangkatan kafilah negaranya pada akhir tahun mampunya”. &lt;/i&gt;(Bughyah al-Mustarsyidin 115).&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-2264437742656985055?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/2264437742656985055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/menunda-ibadah-haji.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/2264437742656985055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/2264437742656985055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/menunda-ibadah-haji.html' title='Menunda ibadah haji'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-79867407913875156</id><published>2010-09-06T04:21:00.001+07:00</published><updated>2010-09-06T04:21:22.131+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Berpuasa melakukan hubungan suami isri</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;BERPUASA MELAKUKAN HUBUNGAN SUAMI ISTRI ( SENGGAMA )&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimana hukum orang sedang berpuasa melakukan senggama pada siang hari di bulan Ramadlan ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hukumnya berdosa dan puasanya batal serta wajib membayar kafarat bagi wathi’, penyenggama.&lt;/p&gt;  &lt;h3 align="right"&gt;وَمَنْ وَطِئَ فِيْ نَهَارِ رَمَضَانَ …فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ (قَوْلُهُ فَعَلَيْهِ) أَيْ فَوْرًا أَخْذًا مِنَ التَّعْبِيْرِ بِالْفَاءِ الَّتِيْ لِلتَّعْقِيْبِ وَالضَّمِيْرُ رَاجِعٌ لِمَنْ وَطِئَ فَالْواَطِئُ عَلَيْهِ الْقَضَاءُ وَالْكَفَّارَةُ وَالتَّعْزِيْرُ كَمَا نَصَّ عَلَيْهِ اْلإِمَامُ الشَّافِعِيُّ وَهُوَ الْمُعْتَمَدُ وَأَمَّا الْمَوْطُوْءُ وَلَوْ ذَكَرًا فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ وَالتَّعْزِيْرُ دُوْنَ الْكَفَّارَةِ لأَنَّ اِفْسَادَ صَوْمِهِ فِي الْحَقِيْقَةِ بِغَيْرِ الْوَطْءِ فَإِنَّهُ يَفْسُدُ صَوْمُهُ بِدُخُوْلِ شَيْءٍ مِنَ الْحَشَفَةِ فَرْجَهُ قَبْلَ تَحَقُّقِ الْوَطْءِ بِدُخُوْلِ جَمِيْعِهَا فِيْهِ [الباجوري 1/297].&lt;/h3&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Bagi seseorang yang bersenggama pada siang hari Ramadlan wajib mengqadla puasanya. Kalimat ‘wajib mengqadla’ yakni sesegera mungkin, diambil dari ibarat fa’ yang berfaedah ta’qib -- terjadinya sesuatu setelah fa’ usai sesuatu sebelum fa’ tanpa tunda. &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Dlomir hi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; kembali pada wathi’ (penyenggama) walaupun laki-laki wajib baginya qadla dan ta’zir sebagaimana yang telah diterangkan oleh Imam Syafi’i dan ini pendapat mu’tamad. Adapun mauthu’ (yang disenggama) walaupun laki-laki wajib baginya qadla dan ta’zir tanpa membayar kafarat, karena batalnya puasa tersebut pada hakikatnya bukan disebabkan senggama tapi lebih disebabkan oleh masuknya hasyafah ke dalam vagina sebelum nyata-nyata senggama terjadi dengan masuk seluruhnya”.&lt;/i&gt; (Al-Bajuri I/297).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Masalah terkait :&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://y2pin.blogspot.com/2010/09/apakah-suntik-membatalkan-puasa.html" target="_blank"&gt;apakah suntik membatalkan puasa&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-79867407913875156?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/79867407913875156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/berpuasa-melakukan-hubungan-suami-isri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/79867407913875156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/79867407913875156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/berpuasa-melakukan-hubungan-suami-isri.html' title='Berpuasa melakukan hubungan suami isri'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-7135173994022268692</id><published>2010-09-06T04:15:00.001+07:00</published><updated>2010-09-06T04:15:19.066+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Apakah suntik membatalkan puasa ?</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;SUNTIK SEDANG BERPUASA&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Batalkah puasa orang yang disuntik ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Puasa orang tersebut tidak batal.&lt;/p&gt;  &lt;h3 align="right"&gt;وَخَرَجَ بِالْعَيْنِ اْلأَثَرُ كَالرِّيْح بِالشَّمِّ وَبُرُوْدِ الْمَاءِ وَحَرَارَتِهِ بِاللَّمْسٍ وَبِالْجَوْفِ مَا لَوْدَاوَى جَرْحَهُ عَلَى لَحْمِ السَّاقِ أَوِ الْفَخِدِ فَوَصَلَ الدَّوَاءُ دَاخِلَ الْمُخِّ أَوِ اللّ‍حْمِ أَوْ غَرَزَ فِيْهِ حَدِيْدَةً فَإِنَّهُ لاَ يُفْطِرُ لاِنْتِفَاءِ الْجَوْفِ [نهاية المحتاج 3/166].&lt;/h3&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Dikecualikan dari benda riil adalah benda abstrak seperti bau dengan penciuman dan panas dinginnya air dengan perabaan. Demikian juga dikecualikan dari jauf, lubang, adalah bila seseorang mengobati lukanya di atas betis atau paha kemudian obat tersebut merasuk ke sumsum atau daging, ataupun memasukkan besi pada daging maka hal itu tidak membatalkan puasanya karena tidak melalui lubang&lt;/i&gt;. (Nihayah al-Muhtaj III/166).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Masalah terkait :&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;a href="http://y2pin.blogspot.com/2010/09/tiba-di-tempat-berlebaran-awal.html" target="_blank"&gt;tiba di tempat lebaran awal&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-7135173994022268692?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/7135173994022268692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/apakah-suntik-membatalkan-puasa.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/7135173994022268692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/7135173994022268692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/apakah-suntik-membatalkan-puasa.html' title='Apakah suntik membatalkan puasa ?'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-6544648029571042530</id><published>2010-09-06T04:09:00.001+07:00</published><updated>2010-09-06T04:09:11.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahsul Masail'/><title type='text'>Tiba di tempat berlebaran awal</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;TIBA DI TEMPAT BERLEBARAN AWAL &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seseorang berpuasa sudah 28 hari, kemudian bepergian ke luar negeri dengan pesawat terbang sesampai di tempat tujuan ternyata sudah hari raya lebaran. Bolehkah dia ikut berlebaran ? &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Orang tersebut wajib mengikuti lebaran dan mengqadla satu hari.&lt;/p&gt;  &lt;h3 align="right"&gt;وَلَوْ سَفَرَ مَنْ صَامَ إِلَى مَحَلٍّ بَعِيْدٍ مِنْ مَحَلِّ رُؤْيَتِهِ وَافَقَ أَهْلَهُ فِي الصَّوْمِ آخِرًا فَلَوْ عَيَّدَ قَبْلَ سَفَرِهِ ثُمَّ اَدْرَكَهُمْ بَعْدَهُ صَائِمِيْنَ أَمْسَكَ مَعَهُمْ وَإِنْ تَمَّ الْعَدَدُ ثَلاَثِيْنَ لأَنَّهُ صَارَ مِنْهُمْ أَوْ سَافَرَ مِنَ الْبَعِيْدِ إِلَى مَكَانِ الرُّؤْيَةِ عَيَّدَ مَعَهُمْ وَقَضَى يَوْمًا إِنْ صَامَ ثَمَانِيَةً وَعِشْرِيْنَ وَإِنْ صَامَ تِسْعَةً وَعِشْرِيْنَ فَلاَ قَضَاءَ. [كاشفة السجا 109].&lt;/h3&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Seandainya seseorang yang sedang berpuasa bepergian ke tempat yang jauh dari tempat terlihatnya tanggal maka ia menyesuaikan akhir puasanya bersama penduduk setempat. Untuk itu, bilamana hari raya terjadi sebelum bepergian kemudian ia mendapatkan penduduk setempat yang sedang berpuasa maka ia harus berpuasa bersama-sama mereka meskipun ia telah berpuasa genap 30 hari karena ia telah menjadi bagian mereka. Atau seseorang bepergian dari tempat yang jauh ke tempat terlihatnya tanggal maka ia berhari raya bersama-sama mereka dan mengqadla satu hari apabila ia telah berpuasa 28 hari dan apabila telah berpuasa &lt;/i&gt;&lt;i&gt;29 hari maka ia tidak usah mengqadla.” &lt;/i&gt;(Kasyifah al-Saja 108).&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2094742666214120083-6544648029571042530?l=y2pin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://y2pin.blogspot.com/feeds/6544648029571042530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/tiba-di-tempat-berlebaran-awal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6544648029571042530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2094742666214120083/posts/default/6544648029571042530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://y2pin.blogspot.com/2010/09/tiba-di-tempat-berlebaran-awal.html' title='Tiba di tempat berlebaran awal'/><author><name>Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13991693275788424304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_khedQVBoSL0/S7ND_STLZzI/AAAAAAAAACc/h3DpSQoX9xI/S220/IMG00035.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2094742666214120083.post-1361367523529240996</id><published>2010-09-04T18:45:00.001+07:00</published><updated>2010-09-05T03:39:28.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syair untuk Kekasih'/><title type='text'>Maulid Nabi dalam Untaian Puisi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;em&gt;Meski tiada kata yang cukup mewakili untuk menggambarkan keluhuran budinya, dengan segala keterbatasan para ulama pecintanya merangkum saat-saat kelahiran dan akhlaqnya dalam untaian puisi yang indah.&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;Ketika bulan Maulid telah tiba. Seluruh dunia menyambutnya dengan gegap gempita. Ada yang menggelar pengajian, ada yang menyelenggarakan selamatan dan tumpengan. Bahkan ada yang menggelar prosesi besar-besaran selama hampir sebulan, seperti tradisi Grebeg Maulud di Keraton Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, dan Kasultanan Cirebon. Semuanya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran utusan-Nya, Muhammad SAW.     &lt;br /&gt;Dari berbagai tradisi merayakan kelahiran Rasulullah SAW tersebut, ada sebuah ritus yang nyaris seragam di semua tempat, yakni pembacaan kisah kelahiran sang nabi. Berbeda dengan &lt;em&gt;sirah&lt;/em&gt; (biografi) dan &lt;em&gt;tarikh&lt;/em&gt; (sejarah) karya sejarawan, kisah-kisah kelahiran Nabi yang dikenal dengan nama Maulid – atau dalam budaya Betawi disebut Rawi – itu berupa puisi panjang yang digubah oleh para ulama besar yang juga ahli syair.     &lt;br /&gt;Ada beragam jenis Maulid. Ada yang digubah dalam lirik-lirik qashidah murni yang indah, seperti &lt;em&gt;Maulid Burdah,&lt;/em&gt; oleh Imam Muhammad Al-Bushiri, dan &lt;em&gt;Maulid Syaraful Anam&lt;/em&gt;. Ada pula yang bercorak prosa lirik yang dipadu qashidah, seperti &lt;em&gt;Maulid Ad-Diba’i&lt;/em&gt;, karya Al-Imam Abdurrahman bin Ali Ad-Diba’i Asy-Syaibani Az-Zubaidi; &lt;em&gt;Maulid Azabi&lt;/em&gt;, karya Syaikh Muhammad Al-Azabi; &lt;em&gt;Maulid Al-Buthy&lt;/em&gt;, karya Syaikh Abdurrauf Al-Buthy; &lt;em&gt;Maulid Simthud Durar,&lt;/em&gt; karya Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al-Habsyi; dan yang mutakhir &lt;em&gt;Maulid Adh-Dhiya-ul Lami’&lt;/em&gt;, karya Al-Habib Umar bin Hafidz dari Hadhramaut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ada pula ulama pujangga yang menyusun dua Maulid dalam dua model berbeda, seperti Syaikh Ja’far bin Hasan bin Abdul Karim Al-Barzanji al-Madani, penyusun &lt;em&gt;Maulid Barzanji&lt;/em&gt;. Maulid karya khatib Masjid Nabawi (Madinah) yang wafat pada 1177 H/1763 M itu disusun dalam dua model: &lt;em&gt;natsar&lt;/em&gt; (prosa lirik) yang terdiri atas 19 bab dengan 355 bait, dan &lt;em&gt;nazham&lt;/em&gt; (qashidah puitis) berisi 16 bab dengan 205 bait.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Meski dengan corak penyusunan beragam, setiap karya Maulid memiliki kesamaan: mengandung keunikan dalam gaya dan irama yang khas, serta penuh metafora dan simbol. Dalam kajian sastra Arab, keunikan itu disebut &lt;em&gt;Al-Madaih al-Nabawiyah&lt;/em&gt;, puisi-puisi sanjungan kenabian. Meski isinya sering kali disalahpahami oleh kalangan penentang Maulid sebagai kemusyrikan, metafora dan simbol dalam Maulid justru merupakan kekuatan dalam memunculkan kerinduan dan kecintaan umat pembaca kepada Nabi junjungannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Meski tidak sama persis, ada kesamaan lain dari Maulid-maulid tersebut. Yakni dalam pembagian kisah yang biasanya terdiri dari kisah penciptaan Nabi Muhammad SAW, kisah kehamilan ibunda sang Nabi, berbagai keajaiban menjelang kelahiran beliau, sosok dan kepribadian Rasulullah SAW, serta kiprah dakwah beliau.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Nur Muhammad&lt;/strong&gt;     &lt;br /&gt;Beberapa Maulid juga menambahkan bagian-bagian yang tidak ada pada Maulid lainnya sebagai kekhasan. Misalnya, pencantuman silsilah Rasulullah SAW hingga Nabi Ibrahim AS dalam maulid &lt;em&gt;Barzanji&lt;/em&gt;, atau pengutipan hadits-hadits tentang Nur Muhammad dalam &lt;em&gt;Simthud Durar&lt;/em&gt;, dan tentang keutamaan Rasulullah dan umatnya dalam &lt;em&gt;Ad-Diba’i. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagai bagian dari karya sastra, penambahan-panambahan itu pun dirangkai dalam kalimat kalimat indah yang bersajak. Tengok, misalnya, pohon silsilah Nabi yang dirangkai oleh Syaikh Ja’far Al-Barzanji dalam Maulid-nya yang berjudul asli &lt;em&gt;Qishshah al-Maulid an-Nabawi &lt;/em&gt;(Kisah Kelahiran Nabi). “Wa ba’du, kukatakan bahwa junjungan kita Nabi Muhammad SAW adalah putra Abdullah, putra Abdul Muthalib, yang nama aslinya ialah Syaibatul Hamd, karena budi pekertinya yang sangat terpuji. (Abdul Muthalib) adalah putra Hasyim, yang nama aslinya Amr, putra Abdu Manaf, yang nama aslinya Al-Mughirah, yang telah berhasil mencapai kedudukan yang sangat tinggi…”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lebih indah lagi, bab nasab itu ditutup dengan serangkaian qashidah yang menawan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;Nasabun tahsibul ‘ulâ bihulâh,      &lt;br /&gt;qalladathâ nujûmahal jawza-u       &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;    &lt;br /&gt;(Inilah untaian nasab yang dengan berhias namanya menjadi tinggi,     &lt
